NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Abah ( Antara Nyaman & Cinta )

Jodoh Pilihan Abah ( Antara Nyaman & Cinta )

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Duda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: R-kha

Sekuel dari kisah Ivanka ( Izinkan Aku Bahagia )

Saat manusia di hadapkan antara nyaman dan cinta mungkin tak akan sulit untuk memutuskan tapi saat harus memilih antara orang tua atau cinta siapa kah yang akan kalian pilih ?

Itu juga yang harus Widya hadapi dimana iya harus terjebak antara cinta dan baktinya pada seorang ayah terlebih cintanya ternyata terlarang untuk bisa iya gapai.

Cinta seperti apa yang sedang di hadapi Widya dan akankah seseorang yang Abah hadirkan mampu menghilangkan cinta yang salah itu menjadi sebuah cinta murni yang utuh ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nekat

Adzan subuh baru saja berkumandang saat mobil jenazah yang membawa Bram sampai di pemakaman yang Wisnu dan Bu Vira tuju untuk menjadi tempat peristirahatan terakhir Bram dan tak butuh waktu lama proses pemakaman Bram pun akhirnya selesai dan berjalan dengan lancar.

" ibu tak pernah menyangka jika ibu akan menyaksikan dengan mata kepala ibu sendiri jika ibu akan menguburkan jenazah anak ibu sendiri " ucap Bu Vira sambil menghapus air mata yang masih saja mengalir di kedua pipinya.

" Wisnu tau jika ini berat, tapi ibu harus bisa ikhlas dan menerima takdir yang sudah digariskan untuk kita " ucap Wisnu mengingatkan ibunya jika yang sedang mereka hadapi saat ini adalah takdir yang tak bisa di lawan.

" dan semakin kita berat menerima takdir semakin susah juga jalan Bram untuk kembali pada sang pencipta " ucap Wisnu lagi mengingatkan.

" Bram juga pasti akan sedih saat tau jika ibu masih belum bisa menerima kelebihan nya " ucap Wisnu yang juga berusaha menguatkan hatinya saat mengingat jika Bram sudah tak meninggalkan mereka untuk selamanya.

" hanya doa yang Bram butuhkan saat ini, bukan tangis ataupun ratapan kita " ucap Wisnu yang sepertinya berhasil menyadarkan Bu Vira jika semua yang Wisnu katakan itu benar.

" agar ibu tak merasa kesepian dan sendiri setelah kepergian Bram, lebih baik ibu ikut bersama dengan Wisnu "

" mungkin Wisnu tak bisa tinggal satu atap dengan ibu tapi Wisnu ada didekat ibu dan Wisnu bisa ada saat ibu membutuhkan Wisnu" ucap Wisnu yang sepertinya enggan jika dirinya yang harus kembali ke rumah Bu Vira.

" apa kamu masih enggan untuk kembali ke rumah ?" tanya Bu Vira yang merasa Wisnu enggan untuk kembali tinggal di rumah masa kecil mereka.

" jujur Wisnu tidak pernah ingin kembali ke rumah itu karena di rumah itu Wisnu benar benar kehilangan semuanya tanpa ada yang tersisa " ucap Wisnu apa adanya.

" untuk saat ini ibu akan tinggal di rumah ibu dulu " ucap Bu Vira.

" baiklah apapun yang membuat ibu nyaman lakukan saja tapi jika ibu ingin tinggal bersama dengan Wisnu katakan, Wisnu pasti akan datang menjemput ibu kapan pun ibu ingin" ucap Wisnu yang tak ingin memaksakan kehendaknya pada Bu Vira.

" jadi sekarang Wisnu antar ibu ke rumah ?" tanya Wisnu sebelum dirinya menyalakan mesin mobil.

" iya " ucap Bu Vira.

Tak banyak bicara lagi Wisnu pun mulai melajukan mobilnya meninggalkan pemakaman tempat peristirahatan terakhir Bram untuk selamanya dan hanya butuh waktu satu jam Wisnu pun kini sudah menepikan mobilnya di depan pagar rumah yang pernah menjadi tempat ternyaman dalam hidupnya sebelum pengkhianatan Latisya dan Bram terbongkar.

" apa kamu tak ingin masuk ?" tanya Bu Vira sebelum turun dari mobil Wisnu.

" mungkin nanti saat Wisnu mengajak Widya untuk pertama kalinya datang ke rumah ibu " ucap Wisnu yang entah kenapa ingin segera kembali ke kota dimana istrinya berada.

" baiklah, hati hati di jalan dan kabari ibu jika kamu sudah sampai di rumah " ucap Bu Vira yang tak ingin memaksa Wisnu untuk mau masuk ke rumah.

" iya Bu " ucap Wisnu yang tau jika ibunya kecewa dengan keputusannya tapi apa mau di kata jika Wisnu masih belum bisa jika harus masuk ke rumah yang masih terpatri dalam ingatannya tentang pengkhianatan yang rumah itu.

Bu Vira pun turun dari mobil Wisnu dan setelah melihat dari jauh Bu Vira masuk ke dalam rumah baru lah Wisnu melajukan mobilnya meninggalkan rumah yang hanya memberikan luka di hatinya yang paling dalam.

Widya baru saja bangun dari tidurnya saat jam menunjukkan pukul enam pagi dimana Widya bangun kesiangan karena terbiasa tidur ada Wisnu di sampingnya jadi saat Wisnu tak ada disampingnya Widya jadi tak bisa memejamkan matanya hingga hampir tengah malam.

Tok tok tok

" nak apa kamu masih tidur ?" tanya Abah dari balik pintu kamar Widya yang merasa tak biasanya Widya kesiangan seperti ini.

" iya bah, Widya sudah bangun " ucap Widya yang langsung membuka pintu kamarnya.

" apa kamu tidak bisa tidur karena Wisnu tak ada di dekatmu ?" tanya Abah saat melihat mata Widya yang masih terlihat mengantuk.

" iya bah, mungkin karena Widya terbiasa tidur di samping mas Wisnu " ucap Widya malu malu.

" Abah senang karena kamu benar benar menerima Wisnu sebagai suami mu " ucap Abah.

" Widya memang sudah menerima mas Wisnu tapi Widya tak tau apa Panji sudah merelakan Widya bersama laki laki lain atau tidak " Ucap Widya yang terdengar jelas di telinga Abah.

" itu urusan Panji soal menerima kamu yang sudah menikah dengan Wisnu atau tidak "

" tapi satu yang paling penting, kamu tak menanggapi jika dia mencoba menghubungi mu atau pun mengajak dan mempengaruhi mu untuk mengkhianati Wisnu " ucap Abah mengingatkan karena untuk bertepuk tangan harus ada dua tangan yang saling bertepuk.

Degg

Widya langsung tersentak dengan apa yang Abah katakan karena jika saja dirinya menghubungi Panji bukan tidak mungkin jika Panji semakin berani menghubunginya.

" jujur apa setelah kamu dan Wisnu menikah, Panji pernah mencoba menghubungi mu tanpa sepengetahuan Wisnu ?" tanya Abah yang entah kenapa merasa ada yang Widya sembunyikan dari dirinya dan juga Wisnu.

" Abah benar, sudah dua kali Panji mengirim pesan pada Widya tanpa sepengetahuan mas Wisnu dan jujur Widya sempat ingin menghubunginya dan memintanya untuk tak mengusik Widya mulai saat ini " Ucap Widya jujur.

" tapi Widya kembali mengurungkan niat itu karena Widya tak ingin memberi jalan untuk Panji kembali dekat dengan Widya " ucap Widya lagi.

" Abah harap kamu akan selalu bisa menjaga martabat dan kesetiaan kamu pada Wisnu karena perselingkuhan itu tak akan pernah bisa memberikan kebahagiaan yang hakiki " ucap Abah mengingatkan.

" Widya akan selalu mengingat semua pesan Abah "

Tok tok tok

" itu mungkin mas Wisnu " ucap Widya yang langsung berjalan ke arah ruang tamu untuk membukakan pintu karena berpikir jika memang Wisnu yang datang saat ini.

Melihat tingkah putrinya yang begitu antusias menyambut kepulangan suaminya, Abah hanya bisa tersenyum bahagia dan berharap jika kebahagiaan akan selalu bersama dengan putri semata wayangnya.

" tunggu mas " ucap Widya sambil memutar kunci pintu karena berpikir jika Wisnu yang mengetuk pintu rumahnya.

Widya pun membuka pintu rumahnya dan alangkah terkejutnya jika yang ada di hadapannya itu adalah laki laki yang baru saja menjadi topik pembicaraan dirinya dan Abah dan kini laki laki itu ada di hadapannya dengan senyum Panji buat semenarik mungkin untuk bisa menarik Widya kembali.

" untuk apa kamu datang ke rumah ini ?"

tanya Widya yang tak menyangka jika Panji akan senekad ini datang ke rumahnya.

✍🏻✍🏻✍🏻 apa Widya bisa mengusir Panji sebelum Wisnu datang dan apakah Widya akan jujur jika Panji terus mengirim pesan pada dirinya ?

Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya

Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya

Love you moreee 😘 😘 😘

1
Dew666
👄👄
Dew666
💜💜💜💜💜
Dew666
🔮🔮🔮
Dew666
🏆🏆🏆🏆🏆
Dew666
💎💎💎
Dew666
☀️🍡💜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!