NovelToon NovelToon
Tante Sasa

Tante Sasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Tante / Fantasi
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dutta Story_

Seorang pria muda, yang menyukai wanita lebih tua darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dutta Story_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

-

Di sisi lain, Haikal yang menggendong tas besar, berisi Peralatan, dia memberhentikan motor di area parkiran depan gedung PixelGroup.

lalu turun dari motor, saat berdiri di samping kendaraanya, dia mengeluarkan telepon dari sakunya, saat layar menyala, terlihat notifikasi masuk,

Haikal langsung membuka notifikasi itu, sampai terlihat beberapa pesan dari Arif,

~Arif: Lo udah dimana?

~Arif: Gue lagi di jalan ke PixelGroup,

~Arif: nanti ketemu, inget Lo jangan bahas apa apa, jangan nanya apa apa, oke.

Haikal membaca pesan dari Arif, isi pikiran merasa curiga, hatinya berkata, "Emang kenapa ya, tapi gue mending pokus sama tujuan, dari pada nanti Felix celaka," Gunamnya dalam hati, kini Haikal mengetik dan membalas pesan.

~Haikal: Oke, Aman, tenang Gue pokus ke tujuan,

~Arif: Oke Siap,

Haikal hanya membaca pesan dari Arif, dia mematikan dan kembali memasukan telepon ke dalam sakunya,

haikal yang masih berdiri, dia sesekali melihat ke sekitar jalan masuk ke area parkiran, dari arah masuk parkiran, terlihat kendaraan avanza hitam, yang melaju dan memarkirkan.

Haikal masih saja memperhatikan, jalanan, tak lama dari mobil yang terparkir sebelumnya, Arif berbicara, "Woy, Haikal," Panggil Arif yang terlihat berdiri di belakang mobil,

Haikal tersenyum, dia langsung melangkah mendekat ke arah arif, Saat akan terhenti langkahnya, Sasa berdiri di samping Arif,

Haikal bertanya tanya dalam isi pikiran ya, "Arif sama siapa, apa ini pemilix gedung PixelGroup," Gunamnya dalam hati,

"Lo kenapa," Tanya Arif, merasa bingung,

"Lo sama siapa Rif, tapi kaya pernah liat." tanya haikal, dan mencoba mengingat-ingat,

"Ini, pemilik gedung PixelGroup, masih untung Lo di ijinin, yaudah yok, ga perlu Lama lama, ini Udah setengah tujuh," Arif sesekali menatap jam tangan,

"Oh, Ini temen kamu yang mau ngevlog di atas gedung," Tanya Sasa yang menatap haikal,

"Iya sa.." Ucap Arif terhenti, hampir saja dia akan memanggil Sasa dengan kata sayang, haikal langsung berbicara, "Sahroni," Haikal menatap Arif, wajahnya penuh penasaran.

"Bjir, Maksudnya Sasa, Udah ayok kita masuk," Arif langsung melangkah, menarik Sasa menuju pintu gedung,

dari belakang Haikal yang melangkah, tatapnya lekat ke tangan Arif, isi pikiran bertanya-tanya, "jir, pake pegang-pegangan, tapi cewe itu kaya pernah liat tapi dimana?, Apa cuman perasaan ajah," Gunamnya dalam hati, Sambil mengikuti Arif dan Sasa.

Di pintu masuk mereka berdua di sambut, sedangkan Haikal yang mengikuti, dia seperti tak memperhatikan, melainkan pikiran masih mengingat-inget,

sampai Arif berada di dalam lift, tatapanya tajam ke Haikal, Arif langsung berbicara, "Haikal, Lo ngapain, mikirin apa sih," Tanyanya

Haikal yang melangkah, seketika ingatan nya pudar, dia mengalihkan tatapan ke Arif yang berdiri, "Hehe, enggak ada ko," Jawab Haikal, dia dengan terburu-buru langsung masuk ke dalam lift.

Sasa melepas tangan Arif, lalu dia bergerak menekan tombol, 20 dan 125, pintu lift langsung tertutup, Kini lift bergerak naik ke lantai atas,

"Lo Mikirin apa sih, kal, bengong terus?" Tanya Arif dari belakang yang berdiri bersampingan dengan Sasa,

"Hmmz.." Saat Haikal akan berbicara, tiba tiba dia mengingat pesan dari Arif, lalu dia kembali berbicara, "Enggak ada ko, Sampai lantai 125 berapa lama?" Tanyanya.

"Enggak lama ko, kalau lewat tangga baru lama," ucap Sasa dari belakang, tepat di lantai 20, lift terhenti dan terbuka,

sasa menarik tangan Arif, sampai keluar dari lift, sebelum pintu lift tertutup, Arif dan Sasa berdiri menghadap Haikal yang masih berdiri.

Haikal semakin merasa penasaran, ketika melihat Arif dengan Sasa, isi pikirannya berantakan, penuh pertanyaan,

sampai pintu lift kembali tertutup, Sasa yang masih berdiri di samping Arif, dia menarik tanganya dia membawa Arif menuju ke kamar.

lantai 20, Arif bersama Sasa melangkah sambil bergandengan tangan, Sasa yang tersenyum, dia berbicara,

"Sayang, Kita langsung ajah ya," ucapnya lembut.

"Eumm, Tapi masih sore, gimana kalau ada yang tau,"

"Iya sih, terus gimana," Sasa terhenti, di depan pintu kamar,

Dari kejauhan, seorang wanita melangkah mendekat, lalu berbicara."Kebetulan mba Sasa ada di sini," ucapnya dengan langkah terhenti,

"Ada apa keysa?" Tanya Sasa mengalihkan tatapnya ke Keysa,

"Setiap hari kan ada makan malam, kebetulan mba di sini, jadi kita makan bereng," Ucapnya di sertai senyuman,

"Sa." Sasa terhenti, lalu mengalihkan tatapanya, lalu tersenyum dan berbicara, "Sayang kamu mau makan," Ucapnya,

"Ini tungana mba Sasa," tanya Keysa tersenyum, dia pertama kalinya melihat Sasa yang membawa pasangan,

Arif merasa malu, sebernya dia ga mau, lalu Sasa berbicara, "Iya, Ini pasangan saya," Ucap Sasa sambil tersenyum,

"Semoga cepet nikah ya mba," ucapnya penuh kebahagiaan,

"Iya," jawab Sasa, menatap Arif dan berbicara,"Kita makan malam bareng dulu gimana sayang," Ucapnya,

Arif menghala napas dan tersenyum, "Ayok sayang," Jawabnya sambil mengganggukan kepala,

"Mari mba, mas, kita ke ruang makan," ucapnya, Lalu melangkah pergi, dari belakang Sasa dan Arif mengikuti langkahnya,

Sedangkan Haikal, dia masih berdiri dengan tatapan tertuju ke nomer yang terus naik, dari 50 ke 51 dan seterusnya, isi pikiran masih merasa penasaran ketika melihat Arif yang bergandengan tangan,

"kaya ada hubungan sesuatu, masa iya gue di ijinin buat naik ke atas gedung," Bisiknya pelan, dengan isi kepala penuh pikiran, sesaat perasaan itu hancur ketika mendengar suara telepon yang berbunyi,

Kring, Kring, Kring.

Haikal mengambil telepon itu, Dia menatap layar yang tertera panggilan masuk dari Felix, sesekali dia melihat jam yang berada di status bar, Jam menunjukkan pukul 7 lewat,

Haikal langsung meengangkat panggilan telepon itu, sebelum dia berbicara, dia mengambil headset bluetooth, lalu memasang di kedua telinganya, dari headset terdengar suara Felix,

"Gimana, Lo udah di sana kan," suara Felix terdengar dari headset,

"Belum, Gue lagi naik lift," jawab Felix, memasukan telepon ke dalam sakunya,

"Oke, Rencana utama Lo apa,"

"Tenangin dulu ajah, perhatikan sekitar, memang Lo udah di lokasi?"

"Belum sih, Ini otw ke lokasi,"

"Oke," jawab Haikal dengan tstapan terus memperhatikan nomer yang terlihat di atas pintu, nomer berada di lantai, 80, Masih jauh ke lantai 125,

Sedangkan arif, dia baru saja duduk di ruangan makan, yang terlihat luar, dengan kursi meja yang panjang, arif duduk bersampingan dengan Sasa,

di meja, penuh dengan masakan dan makanan, bahkan bahkan dari meja makan itu, penuh dengan kariawan yang bertugas dan memiliki peran masing masing.

dari seluruh orang yang berada di situ, rata rata semua cewe, Arif yang duduk dia tak lepas menggerakan matanya melihat-lihat wanita,

Dalam hatinya berkata, "Ko semua nya cewe ya, kenapa ga ada cowo yang kerja disini," Isi pikiran bertanya tanya, merasa heran dengan perubahan milik Sasa,

"Kenapa sayang, diem begitu." bisik Sasa mendekatkan wajah ke telinga Arif, Lalu kembali berbicara,"Pasti kamu bingung kan, kenapa di sini wanita semua, kalau laki-Laki, semua nya bagian lapangan sama restoran," Ucapnya,

"Oh gitu ya, mengerti sayang," jawab Arif sambil mengangguk.

Tiba tiba dari kursi depan, keysa berbicara,"selamat malam semua, saya ingin menyampaikan beberapa kabar baik," Ucap Kesya dengan keras, melirik ke setiap kariawan, Lalu Keysa kembali berbicara, "Kabar baiknya, Bos kita kini sudah memiliki pasangan," ucapnya,

Semua Kariawan, yang duduk di kursi meja makan itu, mereka langsung menatap ke Sasa dan Arif yang duduk bersampingan,

"Selamat ya Bu bos," Ucap setiap kariawan, dengan wajah berseri-seri,

Arif merasa malu, karena dia langsung di kenalkan ke semua Kariawan, Sasa yang duduk, dia tersenyum, lalu berbicara, "Terimakasih, semoga juga bisa secepatnya nikah," ucapnya dengan semangat,

"Amin," Jawab semua Terdengar kompak,

kini mereka makan bersama sama, sampai selesai makan malam, Sasa berdiri sambil berbicara,"Ayok sayang, kita ke kamar," ucapnya pelan,

Arif mengangguk, dia berdiri, mereka berdua pun melangkah pergi kluar dari ruang makan, Sasa kembali mengandeng tangan Arif sampai kembali ke depan pintu kamar.

setelah pintu di buka Arif lebih dulu melangkah masuk dan langsung duduk di atas ranjang,

1
Haikal Nto
suka,,,jadi penisirin
sitanggang
sahabatnya me inggal malah pergi kencan dan hak ada mellow2nya, ini jalan ceritanya kok jelek bgt yaa🤣🤣🤣👎👎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!