NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Predator Dingin

Obsesi Sang Predator Dingin

Status: tamat
Genre:Obsesi / Beda Usia / Mafia / Enemy to Lovers / CEO / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:341.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: your grace

Alana bukan sekadar penebus hutang judi pamannya; dia adalah obsesi gelap Dante Volkov. Di tangan sang Ice King, Alana harus memilih: menjadi mawar yang indah di dalam penjara emas, atau hancur saat musuh mulai mengincar nyawanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon your grace, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34

Alana merasakan kemenangan kecil yang pahit. Lengannya yang terbalut perban putih bersih masih terasa berdenyut nyeri, namun setiap denyutan itu seolah menjadi pengingat bahwa ia telah berhasil menangkis maut dari nyawa kecil di rahimnya. Dante memang menunda prosedur itu, namun Alana tahu ini bukan berarti ia sudah aman. Pria itu hanya sedang menunggu saat yang tepat, atau mungkin sekadar tidak ingin istrinya mati karena kehabisan darah sebelum "urusannya" selesai.

Keesokan paginya, suasana mansion terasa seperti ladang ranjau. Alana memutuskan untuk tidak menampakkan diri. Ia meringkuk di balik selimut, merasa bahwa setiap langkahnya di hadapan Dante hanya akan menjadi pemicu kemarahan pria itu. Ia meminta Arthur membawakan nampan sarapan ke kamar, berharap bisa menghindari tatapan biru es yang selalu menghakiminya.

***

Di ruang makan bawah, suasana jauh lebih mencekam. Dante duduk sendirian di meja panjang yang terasa sangat hampa. Ia memegang koran ekonomi, namun matanya sama sekali tidak membaca barisan angka di sana. Secara berkala, kepalanya menoleh, melirik ke arah tangga besar dengan tatapan tajam dan tidak sabar.

"Kenapa Alana belum turun?" tanya Dante, suaranya berat dan kasar, memecah keheningan yang membuat para pelayan merinding.

Arthur yang berdiri tidak jauh dari sana membungkuk hormat. "Nyonya ingin sarapan di kamar pagi ini, Tuan. Beliau merasa tubuhnya masih terlalu lemas untuk turun."

Dante mendengus kasar. Ia meletakkan cangkir kopinya dengan denting nyaring yang mengintimidasi. "Lemas atau sedang menghindariku?"

Tanpa menunggu jawaban Arthur, Dante berdiri. Kursi mahagoni itu terdorong ke belakang dengan suara derit yang tajam. Ia melangkah lebar menaiki tangga, setiap hentakan kakinya terdengar seperti genderang perang bagi Alana yang berada di atas.

BRAK!

Pintu kamar terbuka tanpa ketukan. Dante berdiri di ambang pintu, menatap nampan sarapan di atas nakas yang masih utuh. Alana sedang berbaring miring, wajahnya pucat dan matanya sembab.

"Jika kau berniat melakukan mogok makan agar aku merasa kasihan, kau salah besar, Alana," desis Dante dingin. "Jika kau tidak ingin makan dan terus bersikap lemah seperti mayat hidup begini, lebih baik kita selesaikan sekarang. Gugurkan kandungan itu. Kau hanya menyiksa dirimu sendiri."

Mendengar kata "gugurkan", Alana seolah tersengat listrik. Ia langsung terduduk tegak, mengabaikan rasa pening yang menghantam kepalanya. Dengan tangan gemetar, ia menyambar sendok dan mulai menyuap bubur gandum hambar itu ke mulutnya. Ia memaksa menelannya meski rasa mual hebat langsung naik ke kerongkongannya. Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya saat ia berusaha keras agar tidak muntah di depan Dante.

Dante tidak pergi. Ia justru berdiri di ujung ranjang, melipat tangan di depan dada bidangnya, memperhatikan setiap gerakan Alana dengan tatapan menghakimi. Ia ingin melihat sejauh mana "singa betina" ini bertahan.

Setelah beberapa suapan, Alana berhenti. Ia mendongak, menatap Dante dengan pandangan sayu yang sangat memelas, persis seperti anak kecil yang sedang dihukum.

"Dante... aku benar-benar tidak bisa makan ini. Rasanya sangat aneh di mulutku," bisiknya lirih, bibirnya bergetar.

"Habiskan," perintah Dante singkat dan mutlak.

Bibir Alana mencebik lucu, sebuah ekspresi spontan yang biasanya akan membuat Dante gemas, namun kali ini pria itu tetap memasang wajah batu. "Aku ingin makan ramen, Dante... yang pedas dan panas. Aku sangat menginginkannya," gumam Alana, dan entah mengapa, air mata benar-benar luruh membasahi pipinya. Keinginan itu terasa sangat mendesak, seolah jiwanya akan hancur jika tidak mendapatkannya.

Dante mendecih, matanya berkilat tidak suka. "Ramen? Itu sampah. Tidak sehat. Kau sedang sakit dan kau ingin makan makanan murahan seperti itu? Jangan konyol."

"Tapi aku hanya ingin itu! Hanya itu yang bisa masuk ke perutku sekarang!" tangis Alana pecah. Ia merasa sangat frustrasi karena bahkan untuk urusan lidah pun, Dante harus mengontrolnya.

Dante menatap Alana dengan pandangan muak. "Kau benar-benar menjadi sangat keras kepala dan merepotkan sejak benih itu ada di sana. Kau pikir dunia berputar di sekitarmu hanya karena kau hamil?"

Dante berbalik dengan kasar, melangkah keluar kamar dan membanting pintu dengan kekuatan yang membuat kaca jendela bergetar.

BOOM!

Alana tersungkur kembali ke bantal, menangis tersedu-sedu. Hatinya hancur. Setiap ucapan Dante adalah belati yang menusuknya. Pria itu terus-menerus menunjukkan bahwa kehadiran bayi ini adalah sebuah beban, sebuah kesalahan, dan sesuatu yang merusak rutinitas hidupnya yang sempurna. Alana merasa sangat sendirian; mencintai seorang pria yang membenci darah dagingnya sendiri adalah jenis neraka yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

***

Namun, di luar pintu, Dante berdiri diam sejenak. Ia mengepalkan tangannya ke dinding. Ia benci melihat Alana menangis, ia benci merasa direpotkan, tapi ia lebih benci lagi karena saat ini, di dalam kepalanya, ia justru sedang memikirkan di mana ia bisa mendapatkan ramen terbaik di kota ini dalam waktu kurang dari tiga puluh menit.

1
Rosita Nurviana
Keren cerita nya
Tp kurang panjang nih episode nya
Ida Dewi Rosidah Nasa
ceritanya bagus sekali, tapi sayang sad ending, kasian Dantenya,
nur Widya
sabar bang... tunggu sebentar
nur Widya
tuuh kan ada kemauan yg di sembunyikan dari tukang cabul
nur Widya
sang tuan yang gila kuasa, dan sang nyonya yang keras kepala
nur Widya
ku suka ku suka🤭
Ida Dewi Rosidah Nasa
sad ending, maunya tetap happy ending thor
Novi Ipop
sad ending donggg 🥲 doa mu terkabul Dante 😭
Nia Nara
Thor, ada sekuel nya lah ?
Nia Nara
Kejam banget
Nia Nara
Pasti hamil lah, digempur gak kenal waktu
Nia Nara
Ini menyakitkan sih.. kayak serasa jalang resmi aja.. istri tapi diperlakukan kayak objek
Lina
keren
Ibrahim Efendi
aku bisa merasakan kekosongan tak berujung yang dirasakannya. hanya waktu yang bisa menjawab. akahkah luka itu bisa sembuh.
Esih Amooy esih ajh
ending nya tidak sesuai harapan thorrr😭😭😭
Nasriati Bakri
kok bgni endingnya sudah baca dgn sgt serius berhrp ada perubahan PD dante dan bahagia.kok endingnya bgni.nyesrl sy g byk endingx dulu baru baca novelnya
Floren tina
waduh baru mulai menemukan cinta malah ada lg masalah
Floren tina
gitu donk dante🤣
Floren tina
akhir y luluh jg si dante
Floren tina
ada cinta dihati dante tapi dia tidak bisa mengungkapkan nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!