Dari kecil Perlita Cascata selalu di perlakukan tidak baik oleh keluarganya, dan sekarang dia juga harus merasakan sakitnya penghianatan dari kedua orang terdekatnya tepat di hari pernikahannya. Perlita harus merelakan calon suaminya menikahi kakak perempuannya yang bernama Ariana karena saat dirinya akan melaksanakan akad nikah, sang Kakak ketahuan hamil anak dari calon suaminya Perlita. Berharap mendapat simpati dari keluarganya tapi apa yang Perlita dapatkan, mereka semua malah mendukung pernikahan tersebut dan meminta Perlita untuk mengalah.
Bagaimana kehidupan Perlita selanjutnya? Apakah dia bisa melupakan pria yang sudah menyakitinya?
Ikuti terus kisahnya di sini ya!!😊
Terima kasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartiniKeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa tanggung jawabmu?
Seminggu telah berlalu Perlita dan Nathan berlibur di Bali. Banyak tempat wisata yang sudah mereka kunjungi. Sejak malam barbequean di rumah Zahra dan Daniel hubungan Perlita dan Nathan semakin akrab saja. Perlita mencoba untuk membuka hatinya dan berusaha melupakan luka yang telah di torehkan oleh Vito. Dia dan Zahra juga sering berkomunikasi lewat telepon. Banyak nasehat yang di berikan oleh Zahra hingga membuat pikiran Perlita lebih terbuka.
Malam ini Perlita dan Nathan sudah berada di rumah mereka masing-masing. Sore tadi Perlita dan Nathan sampai di rumah mereka dengan hati yang bahagia. Liburan mereka selama di Bali sangat berkesan dan meninggalkan kenangan yang akan terkenang di hidup mereka.
"Nggak terasa udah seminggu aja. Ternyata enak sekali kalau bisa liburan tanpa takut ada yang marah seperti dulu. Dulu cuma beli baju baru aja aku akan kena bentak. Mereka nggak pernah suka kalau aku memakai baju baru. Padahal belinya pakai uang sendiri." Gumam Perlita mengingat dulu saat masih tinggal bersama kedua orang tuanya. Di saat Perlita membeli baju baru dengan model yang bagus dan tentu dengan harga yang lumayan saja, pasti akan menjadi sumber masalah karena Ariana akan merengek ke orang tua mereka untuk meminta Perlita memberikan baju tersebut untuk Ariana. Maka sejak saat itu Perlita tidak pernah lagi membeli baju dengan model yang bagus dan juga dengan harga yang lumayan. Perlita Sejak saat itu sengaja membeli baju di pasar yang tentunya dengan kualitas biasa saja. Hal ini dilakukan Perlita supaya Ariana tidak merebutnya lagi.
Kalau saja saat ini dirinya masih tinggal bersama orang tuanya, pasti Ariana akan merengek ke orang tuanya ingin liburan ke Bali juga, yang berarti dirinya harus siap menanggung biayanya.
"Kok hidup aku bisa semalang ini sih? Tapi ya sudahlah lebih baik aku istirahat saja. Ini juga sudah larut malam."
Perlita pun memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya. Besok dirinya akan memulai hari yang lebih baik lagi. Perlita akan disibukkan dengan persiapan event yang akan dilaksanakan awal bulan depan.
○○○○○
Sedangkan di tempat lain hubungan Ariana dan Vito semakin hari bukannya semakin harmonis malah sering berselisih paham.
"Sayang, aku minta uang dong. Soalnya uang aku udah habis. Selama kita menikah kamu belum pernah memberi aku uang loh sayang. Aku ini sedang mengandung anak kamu yang berarti aku harus makan dengan makanan yang tentunya nutrisinya sangat di perhatikan. Belum lagi susu hamil aku udah habis."
Vito menghentikan permainan game di ponselnya dan menatap ke arah Ariana yang duduk di hadapannya.
Saat ini mereka berdua sedang berada di rumah kontrakan mereka. Hari ini baik Ariana dan Vito kebagian shift malam.
"Kamu kan kerja dan juga memiliki gajih sendiri. Kamu gunakan saja uang gajih kamu untuk biaya hidup kamu itu. Kalau bisa kamu harus berhemat supaya uang gaji kamu cukup Riana. Sekarang aku cuma ada uang yang cukup buat diri aku sendiri saja. Kalau uang kamu kurang kamu minta saja sama orang tua kamu. Kamu ini kan anak kesayangan mereka. Percuma dong anak kesayangan orang tua kalau mereka nggak mau memberi kamu uang jajan."
Jawaban suaminya membuat Ariana kecewa dan tentunya merasa kesal. Ternyata menikah dengan Vito tidak seindah yang dia pikirkan.
Dulu Ariana berharap setelah menikah dengan Vito dirinya akan di ratukan dan semua permintaannya akan di turuti. Fakta yang dirinya dapatkan adalah, jangankan memanjakan dirinya dengan kehidupan mewah, uang nafkah saja Vito tidak memberikannya.
"Hufffttt, kalau begitu apa tanggung jawab kamu sebagai suami aku? Kalau masih saja orang tua aku yang menanggung biaya hidup aku berarti aku sama saja dengan perempuan lajang."
"Tanggung jawab kata kamu? Dengan menikahi kamu sudah termasuk tanggung jawab aku yah Riana. Kamu jangan ngelunjak yah. Lagian kalau kamu tidak datang menggoda aku, maka sekarang hidup aku akan senang dan nggak bakalan tinggal di rumah sempit ini. Kalau kamu tidak menggodaku mungkin aku sudah menikah dengan Perlita yang jauh lebih baik dari kamu. Perlita juga mandiri dan tentunya jauh lebih kaya dari kamu. Aku akan tinggal di rumahnya yang mewah di kawasan elit itu. Betapa bahagianya hidup aku jika aku jadi menikah dengan Perlita. Walaupun Perlita cuma pedagang kecil tapi uang Perlita banyak. Dulu dia juga sering memberi aku uang kalau aku nggak punya uang. Bahkan kalau kita makan di luar yang bayar juga Perlita. Tidak seperti kamu, malah minta sama aku."
"Kurang ajar kamu Vito, aku ini istri kamu sekarang tapi kamu malah dengan terang-terangan bicara seperti itu kepada aku. Dimana perasaan kamu hah? Rasanya sakit tahu nggak. Rasanya sakit banget mendengar kamu bicara seperti itu. Aku ini adalah calon ibu dari anak kamu yang sedang aku kandung. Kamu benar-benar jahat.'
Ariana sudah tidak mampu lagi menahan tangisnya saat ini. Dia langsung masuk ke dalam kamar dan menangisi kemalangan hidupnya.
Sementara Vito bersikap acuh, Vito lebih memilih pergi keluar mencari keberadaan Perlita. Dia akan berusaha untuk membuat Perlita kembali kepada dirinya.
"Aku pastikan kamu akan kembali menjadi milik aku Perl. Aku yakin kamu pasti masih mencintai aku sampai saat ini."
Vito melajukan mobilnya tanpa tahu tujuannya. Yang pasti Vito akan mengikuti feeling nya saja.
"Itu bukannya Perlita yang turun dari mobil? Ya itu memang benar Perlita. Ternyata dia malah makin cantik sekarang." Kata Vito sambil melihat Perlita turun dari mobilnya di depan sebuah butik PEARL FASHION.
Jalan raya yang padat siang itu yang bertepatan dengan jam makan siang membuat Vito memelankan laju mobilnya, dan kepadatan jalan raya tersebut adalah sebuah keberuntungan bagi Vito karena bisa menemukan pujaan hatinya yang sedang dicarinya.
Vito memarkirkan mobilnya di depan butik Pearl Fashion dan setelah itu segera turun dari mobilnya dan masuk ke dalam butik tersebut. Vito mengedarkan pandangannya dan melihat Perlita sedang berbicara dengan karyawan butik tersebut. Vito tidak membuang-buang kesempatan tersebut dan langsung saja menghampiri Perlita.
"Hai Perlita." Sapa Vito dengan gaya cool nya seakan-akan dirinya tidak sengaja bertemu dengan Perlita.
"Apa kabar? Kebetulan sekali kita bertemu di sini yah. Sudah lama juga kita tidak bertemu," ujar Vito yang terpesona dengan kecantikan Perlita yang jauh lebih cantik dari saat mereka menjalin hubungan dulu. Penampilan Perlita juga sudah jauh berubah yang membuat Vito tidak bisa mengalihkan tatapannya dari Perlita.
"Kabar aku sangat baik. Maaf, aku permisi dulu."
Saat Perlita akan meninggalkan Vito, Vito memegang pergelangan tangan Perlita.
"Lepas "
Vito pun melepaskan pergelangan tangan Perlita.
Terima kasih untuk yg sudah mampir🙏Semoga kalian sehat dan rejeki kalian selalu lancar. Jgn lupa tinggalkan like n komentarnya ya🙏😊
🙏