Axillia Pramitha, seorang gadis cantik berusia 23 tahun yang berprofesi sebagai seorang sekretaris di sebuah perusahaan property terbesar di ibu kota. Sifatnya yang tenang nyaris tak tersentuh membuatnya dikenal sebagai sekretaris dingin. Sementara Skylar Wijaya, seorang CEO sekaligus boss besar Axillia, dikenal dengan sosok yang ramah, mudah bergaul, dan suka tebar pesona dengan parasnya yang sangat tampan, banyak wanita dari semua kalangan tergila gila kepadanya. Tak heran predikat playboy kelas kakap jatuh kepadanya. Namun bagi Skylar hanya satu wanita yang bisa menarik perhatiannya yang tak lain adalah sekretarisnya sendiri. Gimana kelanjutan kisahnya? Yuk kepoin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaeyunie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Tiara Agustina, seorang wanita cantik yang berada di lingkungan pertemanan Skylar dkk. Dia bukan dari kalangan keluarga berada. Tiara sering mendapatkan bullyan ketika kuliah. Skylar yang tidak suka perundungan otomatis membantu Tiara. Sejak saat itu lah Tiara tidak pernah lagi mendapat perundungan.
Dulu Tiara gadis yang sangat polos tapi memiliki kecerdasan diatas rata-rata jadi tidak sulit bagi untuk bergabung dengan Skylar dkk. Mereka pun menerimanya dengan tangan terbuka. Banyak yang iri kepadanya tapi tidak berani mengusiknya.
Seiring berjalannya waktu sifat gadis itu berubah, cenderung manipulatif dan possessive. Setiap ada salah satu dari keempat pria itu mempunyai hubungan dekat dengan seorang wanita, dipastikan akan berakhir sebelum dimulai. Ada saja yang membuat para wanita itu menjauh. Tiara tidak menggunakan ancaman tapi dia bisa memanipulasi keadaan.
Arnold yang pertama mengetahui hal tersebut. Termasuk kerenggangan antara Arsyilla dan Revan, Tiara juga lah yang mempunyai peran. Awalnya dia tidak mengakui tapi setelah semua bukti terpampang nyata di depannya akhirnya dia tidak bisa mengelak lagi. Saat itu mereka semua menjauhinya. Namun ada peristiwa dimana dia menyelamatkan Skylar ketika kecelakaan. Merasa berhutang nyawa Skylar tidak bisa menyingkirkannya begitu saja.
"Kapan lu balik dari US?" Tanya Revan basa-basi.
"Kalian gak nanya kabarku dulu gitu? I miss u all" ujarnya balik bertanya kepada Revan dan Skylar. Sebenarnya Revan sudah sangat muak tapi ya sudah lah.
"Kamu apa kabar Sky? udah lama banget kita gk ketemu ya, kamu keliatan semakin oke" kata Tiara memuji Skylar. Terlihat jelas kekaguman di wajahnya.
"Alhamdulillah seperti yang kau lihat" jawab Skylar.
"Oya Sky aku bisa masuk di perusahaan kamu gak? Sebagai assistant kamu atau sekretaris?"
"Sepertinya aku tidak membutuhkan asisten atau pun sekretaris baru. Coba nanti aku lihat apa ada posisi yang cocok untukmu" jawab Skylar.
Tiara mengapalkan tangannya tapi dia tidak mungkin protes secara terang terangan. Dia harus yakin bahwa dia bisa diterima seutuhnya seperti beberapa tahun yang lalu.
"Baiklah aku menunggu kabar baiknya. By the way gimana kabar tante Erika? Boleh aku mengunjunginya kapan-kapan? Aku harap tante sudah tidak marah kepadaku"
"Alhamdulillah mommy baik tapi sepertinya mommy akan berangkat ke Jepang dan menetap beberapa bulan kedepan" terang Skylar.
"Sorry Tiara, kita lanjut lain waktu, gue sama Skylar ada pertemuan lagi dengan client. Sky kayanya Mr. Piere udah otw, kita berangkat sekarang aja gak enak kalau telat" potong Revan.
Skylar mengerutkan keningnya. Seingatnya hari ini tidak ada pertemuan lagi. Namun buru-buru ia menguasai mimik mukanya.
"Oke, kita berangkat sekarang aja, Tiara duluan ya" ucap Skylar dan Revan yang langsung berdiri. Tanpa menunggu jawaban wanita itu. Keduanya langsung meninggalkan tempat tersebut.
Terlihat kekesalan di wajah wanita itu.
"Sialan kalian, gue pastiin Skylar bakal bertekuk lutut dihadapan gue. Atau minimal gue bisa dapetin Salah satu diantara kalian" tekad Tiara.
"Jago banget lu acting bro" kata Skylar.
"Gue udah muak liat dia, kalo bukan karena lu udah gue bejek tuh cewek dari dulu" balas Revan.
"Keliatan sih dari muka lu tadi. Hahaha.."
"Kayanya kita harus waspada, gak mungkin dia berubah, yang ada dia makin manipulatif, catet omongan gue" yakin Revan.
"Iya percaya gue, dah lah yuk balik"
Sementara itu di sebuah pusat perbelanjaan terjadi kehebohan yang mengundang banyak perhatian. Laras dan Rosaline terlihat sedang adu mulut dengan seorang petugas kasir butik ternama. Ternyata kartu yang mereka pakai untuk membayar ditolak dan sudah diblokir oleh bank.
"Kau tidak tahu siapa saya? Saya istrinya Heru Saputra, CEO Dirgantara Group, kamu jangan mempermainkan saya, detik ini juga saya pastikan bisa memecat kamu" ancam Laras. Mereka belum tahu kalau Heru sudah ketahuan menggelapkan uang perusahaan. Tidak terbayang seperti apa LAras kalau suaminya selingkuh di belakangnya.
"Mohon maaf nyonya, siapapun anda kalau anda tidak bisa melakukan tolong jangan menghalangi jalan" jawab sang kasir dengan sopan tapi terlihat sudah lelah.
",Kurang aja, berani-beraninya kamu" baru saja Rosaline ingin menampar kasir tersebut, sebuah suara mencagahnya.
"Turunkan tangan anda Nona, jangan berani menyentuh pegawai saya atau Nona akan melaporkan anda berdua" ujar seorang wanita cantik bernama Kimiko yang merupakan pemilik butik tersebut.
Rosaline menurunkan tangannya. Kimiko langsung meminta pelayan membereskan lagi barang yang tidak dibayar oleh mereka berdua. Beberapa orang berbisik, ada yang dengan sengaja mencaci mereka.
"Kalo miskin ya miskin aja gak usah banyak gaya, heran"
"Iya lagian gk nyadar diri banget. Eh lu si Rosalin ya? Yg videonya heboh di internet, main serong sama calon kakak sendiri" teriak seorang pengunjung.
Rosaline dan Laras langsung meninggalkan butik dengan malu, tidak sempat menoleh ke belan heran. Laras langsung menghubungi suaminya namun tidak diangkat. Mana ia tahu kalau ternyata suaminya sedang berada di ruang introgasi.
"Kurang ajar...!! Ayahmu memang tidak bisa diandalkan. Ayo kita ke kantor sekarang, jangan ribut di sini" Rosaline dan Laras pun langsung meninggalkan tempat itu dan menuju tempat yang biasa.
jebloskan aja k penjara biar kapok tuch & tidak gangguan Sky & Axill lagii... 😡😡🤦♀️🤦🏻♀️🤦♀️