Pernikahan terpaksa ini sungguh menyakitkan..
Apalagi jika benih cinta mulai muncul secara sepihak..
ah begitu sakit rasanya..
Tapi aku harus kuat, Aku tak ingin membuat banyak hati kecewa karena sikapnya padaku..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mynamei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PSH - 34
Rey Mengendarai mobilnya dengan kecepatan sangat cepat, Rasanya memikirkan Fely membuat debar jantung Rey tidak menentu...
Bagaimana menjelaskan ke mama kalo Fely benar-benar kabur? bodoh bodoh bodoh!!;
Rey benar-benar tidak tenang dengan memikirkan banyak bayangan tentang Fely ...
"Sayang... tolong lah pelan sedikit aku takut" kata Fika yang sudah menahan rasa kesal nya
Rey hanya diam membisu pikirannya hanya takut jika Fely akan pergi, kabur dan membuat masalah baru dalam hidup Rey....
Rey menuju sebuah apartemen, tempat dimana Fika tinggal...
"Sayang kamu ga mampir?" kata Fika masih dengan sikap lemah-lembutnya
"aku buru-buru, tidurlah aku akan menghubungi mu" kata Rey dengan nada Khawatirnya, meski buka. mengkhawatirkan Fika..
Dengan kesal Fika keluar mobil tersebut, membuka dan membanting pintu tanpa memperdulikan perasaan Rey. .
Fika juga yakin jika Rey tau bahwa dirinya sangat kesal dengan Rey, namun Rey tidak berusaha mencegah bahkan sekedar untuk turun dan berkata sesuatu pada Fika....
aku harus segera menemukan Fely... habis sudah hidupku... -Batin Rey sambil sesekali memukul stir....
****
Pukul 1 dini hari, Rey tiba dirumah mewahnya..
rumahnya nampak sepi karena memang sudah masuk jam istirahat...
Rey berjalan ke kamar fely..
melihat barang-barang Fely di dalam kamar tersebut...
Fely meninggalkan sebuah laptop yang baru saja Rey beli untuk Fely.. Rey semakin berdecak kesal dan terlihat sangat frustasi...
Rey mencari bukti-bukti lain..
matanya membulat melihat banyaknya pakaian Fely yang masih menggantung di lemari...
Ia membuka laci nakas kamar fely.. ia melihat sebuah buku tabungan, ia meraih dan membukanya..
Seratus juta - Batin Rey
Rey melihat alamat Fely di dalam buku tabungan terbut tertulis alamat Fely di Palembang, maka Rey berfikir jika itu adalah uang peninggalan orang tua Fely...
Dengan uang ini ia pasti bisa melakukan banyak hal, termaksud pergi dari sisiku...
Batin Rey sambil mengepalkan tangannya...
Rey pun mengalah pada situasi, ia memilih mengistirahatkan tubuhnya di atas kasur Fely..
Rey menarik nafasnya, Aroma tubuh Fely seolah melekat di ranjang dan bantal ya g biasa Fely kenakan...
Aroma khas vanilla yang seolah memberi kesan lembut nan sexy ...
***
Pagi menjelang...
Fely baru saja melaksanakan sholat subuhnya.. ia pun menyalahkan ponselnya yang sejak semalam ia charge dalam mode off..
Fely membaca satu persatu notifikasi masuk.. salah satunya panggilan dari Rey.. dan beberapa pesan dari Rey...
kemana?
Kata Bu mar ga pulang?
Fely!
jangan coba-coba kabur!
jangan gila kamu Fely
Kamu dimana?
Mata Fely sedikit memicing menerima beberapa pesan singkat dari Rey...
"Apa dia sudah gila???? peduli apa manusia itu? sungguh memalukan dirimu sendiri rey" batin Fely pelan sambil melihat ponselnya tersebut...
Fely meletakan ponselnya ia memilih melakukan aktivitas yang lebih berfaedah kala itu, karena ia hendak pergi ke sebuah panti asuhan, mengingat ia harus berbagi atas nikmat yang telah ia dapatkan...
Di tempat lain, Rey pun sudah bersiap.. menurut asisten pribadi nya , Fely seorang mahasiswi yang tinggal di sebuah kost kecil di gang sempit, Rey pun sudah berniat mendatangi kost tersebut demi mencari keberadaan Fely...
***
Rey bergegas bersiap diri, di meja makan ya g telah tersedia sarapan pun membuat Rey tidak meliriknya sama sekali, di pikirannya saat ini adalah meminta sebuah kejelasan pada Fely tentang alasannya pergi dari rumah mewah itu...
di tempat lain Fely yang sudah menyantap mie instan cup dan mempersiapkan diri pun, pergi meninggalkan kamar kostnya, ia berjalan kaki menuju sebuah jalan utama di daerah tersebut, Fely akan menaiki sebuah angkot berwarna putih..
Rey melihat sosok Fely berdiri lalu menyetop sebuah angkot putih pun memilih mengikuti arah angkot itu melaju.. ada perasaan lega di hati Rey melihat Fely dalam keadaan baik-baik saja namun ada rasa gundah kemanakah Fely akan pergi...
Kali ini aku harus bisa kontrol emosi, aku ga boleh meluapkan amarahku, bisa-bisa Fely kabur beneran dan tamatlah riwayatku...
Batin Rey ...
***