NovelToon NovelToon
My Soulmate

My Soulmate

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:83.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Farida Ariani

Ria seorang gadis berdarah Aceh yang berasal dari keluarga sederhana. Saat duduk di SMP ia menemukan cinta pertamanya.

Di masa SMA Ria membentuk sebuah persahabatan antara dua perempuan dan satu laki-laki. Laki-laki tersebut berasal dari keluarga yang kaya raya, diam-diam laki-laki ini mulai jatuh cinta kepadanya. Bahkan, ketika Ria mendapatkan beasiswa kuliah ke Jakarta ia selalu mengikuti kemana Ria pergi.

BUGH...

Ria terjatuh di kamar kosnya.

Apa yang terjadi dengan Ria?
Siapakah yang akan menjadi belahan jiwanya?
Cinta pertama atau sahabatnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Farida Ariani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34 Luluskah?

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

**Happy reading 🥰

Jangan lupa Like, komentar, favorit, dan rate 5 bintang ya 🌟, juga Vote untuk Author supaya makin semangat update nya 🤗🙏❤️

Terima kasih 🙏**

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

"Assalamu'alaikum.."

"Wa'alaikumussalam, baru pulang Ria?".

"Iya Bu, sepulang ujian Kami main ke rumah Farisya. Alhamdulillah tadi terakhir ujian".

"Alhamdulillah, pengumuman beasiswa sudah ada kabar?".

"Belum juga Bu, lama....". Keluhku.

"Sabar, rezeki tidak kemana". Ibu menyemangatiku.

Lalu Aku masuk kamar mengganti seragam sekolahku dan berwudhu untuk shalat Dhuhur.

Selesai shalat, Aku langsung tidur siang.

Dert.... Dert....

Bunyi Hp di atas meja.

Malampun tiba.

"Besok hari Minggu". Aku tersenyum senang sekali.

"Ada apa gerangan, senyum-senyum sendiri Ria?".

"Heeh, tidak ada Kak".

"Bahaya loh, dikirain orang kenapa nanti". Ejek Kakak.

"Ish...". Ku manyunkan bibirku dengan ke dua mata sengaja Ku sipitkan.

"Mana ya Kak, Hp Ku?". Ku garuk-garuk kepalaku yang tidak gatal, dengan mata terus mencari-cari dimana Hp itu.

"Ini loh Kak Ria..". Sebut Adek yang baru masuk kedalam kamar.

"Makasih sayang". Ku raih Hp itu dari tangan Adik.

Ku buka tombol kunci dari Hp Ku.

"Satu pesan". Kata hatiku.

Langsung Ku buka pesan tersebut.

"Selamat ya Ria, Kamu lulus beasiswa UIN Jakarta".

Pengirim:

Enta

"Hah". Sentak Aku kaget.

Jantung berdebar kencang tidak karuan.

"Benarkah itu Ya Allah".

Segera Ku pilih kontak nama Enta dan melakukan panggilan langsung.

"Tut.... Tut....". Suara tanda panggilan sudah masuk ke nomor tujuan.

"Assalamu'alaikum Enta, maaf Aku baru lihat Hp. Kamu dapat informasi dari mana?". Ketika diangkat telepon oleh Enta, Aku langsung memburunya dengan banyak pertanyaan.

"Wa'alaikumussalam Ria. Selamat ya. Aku tahu dari Tanteku yang kerja di Kemenag. Aku sering menanyakan tentang beasiswa itu kepadanya".

"Tapi sekolah belum mengabariku".

"Senin mungkin Ria".

"Alhamdulillah, Terima kasih banyak Enta atas informasinya ya". Ucapku di telepon dengan terharu dan bahagia.

"Iya sama-sama".

"Sudah ya, Assalamu'alaikum".

"Oke, Wa'alaikumussalam".

Enta tersenyum lega saat menyudahi telepon. Dia langsung pergi menjumpai Mamanya dikamar.

"Ma..".

"Iya Bang".

"Papa mana?".

"Papa keluar sebentar mau ketemu temannya".

"Abang kenapa?".

"Ma, tolong bilanglah sama Papa. Abang kuliah di Jakarta saja jangan di ITB atau UGM".

"Kenapa gitu Bang?".

"Abang mau di Jakarta saja Ma, tidak terlalu jauh sama Banda Aceh". Enta mencoba memberi alasan selogis mungkin kepada Mamanya.

"Iya Bang, tenang aja Abang. Nanti Mama bilang ke Papa ya". .Mamanya tersenyum.

"Makasih ya Ma". Sang Mama dipeluk erat oleh anak lajangnya lalu keluar dari kamar.

"Yes, Ria. Aku bisa menemani Kamu". Lirih hatinya dan tersenyum bahagia.

--o0o--

"Ibu, Alhamdulillah Ria lulus beasiswanya".

"Alhamdulillah, tahu dari mana Ria?".

"Enta tahu dari Tantenya yang berkerja di Kemenag Bu". Beritahu Ku dengan semangat menggebu-gebu.

"Syukurlah kalau begitu".

"Kenapa Bu?". Kakak datang tiba-tiba dan diikuti Adek dari belakang.

"Alhamdulillah Ria lulus beasiswanya".

""Alhamdulillah". Kakak dan Adik serentak.

"Kapan berangkat?". Tanya Kakak.

"Kakak ni e...., belum lagi Kak".

Lalu Kakakpun tersenyum.

Malam sangat terasa indah malam itu. Kisah Cita dan cintaku segera dimulai. Tak sabar menunggu hari Senin.

Bahagia

Ya, Aku bahagia

Tapi, itu bukan hanya milikku.

Milik semua orang.

Bahagia

Ya, Aku bahagia

Aku mulai merajut,

Merajut masa depan.

Bahagia

Ya, Aku bahagia

Aku akan menjadi diriku sendiri

Aku akan membuat Bapak dan Ibu bahagia.

Bahagia

Ya, Aku bahagia.

Aku akan berjuang.

Berjuang mencapai cita-cita dan harapan.

Tanpa Ku sadari, kemandirian sungguh sudah di depan mata, perjuangan, semangat bahkan air mata bercucuran akan menjadi santapan hari-hariku.

Siap tidak siap Aku harus siap.

"Semangat Ria, Kamu pasti bisa". Kataku di dalam hati memberi semangat.

"Tidak sabar menanti hari esok. Hari Senin". Sambung hatiku.

#Senin

Pagi-pagi sekali Aku sudah bertengger di depan pintu kelas. Sungguh sangat semangat rasanya hari ini. Jadi senyum-senyum sendiri.

Hari ini tidak belajar seperti biasanya. Karena ujian telah selesai, jadi Kami datang hanya untuk menunggu pengumuman kelulusan UN.

Akan tetapi, Aku ke sekolah untuk menunggu kelanjutan dari beasiswa UIN Jakarta tersebut.

Lagi asyik mengobrol dengan Enta dan Farisya. Ibu Suriani wali kelasku memanggil Muhammad dan Aku. Kami segera mengikuti beliau. Aku hanya diam pura-pura tidak tahu.

Kami dipersilahkan masuk ke ruang kepala sekolah. Aku dan Muhammad duduk di kursi tamu tepat di hadapan meja Bapak Kepala Sekolah.

"Baik, nanti akan Saya minta mereka segera kesana. Terima kasih, Assalamu'alaikum". Pak Kepala mengakhiri teleponnya.

"Selamat ya Nak, Alhamdulillah kalian berdua lulus beasiswa". Bapak membuka bicara dengan wajah sumringah bangga dan bahagia.

"Alhamdulillah". Ucap Kami serentak.

"Di surat diminta dalam Minggu ini, Kalian harus segera ke Jakarta untuk daftar ulang. Kalau tidak dianggap gagal".

"Hah...". Muhammad terpelongo.

Aku hanya diam, mulai kebingungan.

"Jangan khawatir Nak, untuk mekanisme. Kalian dan 2 siswa lagi yang menerima beasiswa diminta berkumpul hari ini jam 3 siang di kantor Kemenag Banda Aceh. Jumpai Pak Edo ya".

"Iya Pak"

"Baik Pak".

Aku dan Muhammad keluar dari ruang kepala sekolah dengan wajah antara bahagia dan lesu tak bergairah. Karena terlalu mendadak kalau Kami dalam waktu seminggu ini sudah berada di UIN Jakarta untuk daftar ulang.

"Ada apa Ria?. Kok lesu amat?".

"Alhamdulillah Aku lulus beasiswa Far. Tapi Aku bingung, Aku punya waktu seminggu untuk daftar ulang di UIN Jakarta langsung, tidak bisa diwakili. Uang dari mana?". Aku terdiam duduk tidak semangat.

"Semangat dong Ria sayang, pasti ada jalan ya".

"Kamu dan Muhammad lulus?" Tanya Enta.

Aku mengangguk pelan.

"Kamu harus semangat, belum lagi mulai kuliah Ria. Disana pasti lebih banyak lagi cobaan dan rintangannya".

"Benar kata Enta Ria".

Aku pun tersenyum, tersenyum karena terpaksa.

#Jam 12:00

Aku pulang kerumah dengan hati belum tenang.

Sesampai di rumah, Ibu belum pulang. Di rumah hanya ada Bapak. Aku melangkah menuju ke kamar. Aku terduduk dan termenung di atas kasur.

"Ya Allah, mudahkanlah niat baikku". Lirihku sambil Ku pejamkan mata dan Ku rebahkan tubuhku di atas kasur.

Aku berjalan sendiri lurus kedepan, Aku tak tahu tujuan langkahku kemana. Ditengah perjalanan, tanganku digandeng erat, erat sekali. Dan Aku ikut menggenggam tangannya.

Hampir diujung perjalanan, dan sampai di tujuanku. Tanganku dilepaskannya, dilepas begitu saja. Aku merunduk menahan sedih, lalu Aku jongkok, jongkok di ujung jalan dan akhirnya Aku menangis. Menangis tersedu-sedu. Sedih, sedih sekali. Hingga segugukan.

Lalu, ada seseorang datang menjulurkan tangannya kepadaku. Saat Ku lihat ke arahnya dan belum sempat Ku lihat wajahnya, Aku tersentak dan terbangun dari tidurku.

"Astaghfirullah.. Aku menangis. Mimpi apa itu". Jantungku berdetak cepat, pipiku basah, dan nafasku tidak beraturan.

Mimpi itu terasa nyata. Nyata sekali.

Kulihat jam sudah pukul 13.00.

"Ya Allah, Aku belum Dhuhur".

Lompat Aku ke kamar mandi langsung berwudhu' dan shalat. Selesai shalat langsung Ku jumpai Ibu di dapur yang sedang makan siang.

"Bu, pinjam motor ya. Ria diminta datang ke Kemenag untuk membahas tentang beasiswa itu".

Aku belum berani cerita ke Ibu bahwa Aku harus daftar ulang langsung ke UIN Jakarta dalam waktu seminggu ini.

#Jam 15.00

Aku sudah tiba di Kantor Kemenag Banda Aceh yang letaknya dekat dengan Mesjid Raya Banda Aceh.

"Cari Pak Edo ya dek?". Seseorang menanyaiku didepan pintu masuk.

"Iya Pak".

Lalu beliau mengajakku agar mengikuti langkahnya.

"Masuk aja".

"Terima kasih Pak".

"Assalamu'alaikum"

Ku ketuk pintu dan pelan-pelan Ku buka pintunya.

"Ariani Putri ya?".

Aku tersenyum dan mengangguk.

"Hai Ria..".

"Hai.. Mita, Rina".

Muhammad tersenyum melihatku kaget. Ternyata mereka adalah alumni SMP 1 Banda Aceh tempat Aku SMP dulu.

"Kalian sudah saling kenal?".

"Iya Pak, Kami dulu satu SMP".

Bapak itu berdecak kagum.

"Reunian ya" Imbuh si Bapak.

1
SONIYA SIANIPAR
ayokk thor lanjut lagi
falea sezi
ne SD apa SMP sih hadeh
Farida Ariani Syuhada
keren banget ceritanya ❣️
Habibi Nisa
wah keren kak
Farida Ariani Syuhada: terima kasih 🙏
total 1 replies
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
semangat, mari saling dukung 🙂
W⃠🦃𝖆𝖑𝖒𝖊𝖎𝖗𝖆 Rh's😎
Like
W⃠🦃𝖆𝖑𝖒𝖊𝖎𝖗𝖆 Rh's😎
Hai kakak, aku mampir
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
semangat🙂
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
semangat,... happy new year🙂
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
👍 tertinggal, semangat 🙂
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
semangat🙂
Ida
terimakasih ceritanya asik
Farida Ariani Syuhada: terimakasih kembali Kakak 🥰🤗❤️🌹🌟
total 1 replies
@M⃠ⁿꫝieʸᵃɴᵉᵉʰʜɪᴀᴛ𓆊🎯™☂⃝⃞⃟ᶜᶠ
like dan jejak lagi kak
Mei
Akhirnya tamat
Susi Ana
up
Windye Indie Prakoso
Keren💖semangat thor 😍💪
Susi Ana
gk bikin baru?
asnavirr
kakak up karya bru dong..
😁

suka banget sama karya kaka

salam dari *make sure you love me*
🦄Nuii🦄
Yahh end..
karya baru kak..

Tentang Kenangan💙 disini
NonaHana
Jejak like 👍sampai sini dulu ya..

Salam dari ❤️Sepenggal Kisah di Negeri Jiran❤️

di tunggu feedbacnya.. 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!