Kisah ini menceritakan tentang seorang gadis cantik yang lugu dan polos bernama Ellena Putri Anggara. Kini di usianya yang masih 18 tahun, Ia terpaksa harus menikah muda karena di jodohkan oleh orang tuanya. Yang beralasan demi mengikat tali persahabatan kedua orang tuanya dengan calon mertuanya sekarang akan lebih kuat.
Namun, ternyata Ellena akan menikah dengan laki-laki matang berusia 25 tahun yang memiliki seorang kekasih yang sangat Ia cintai. Dari kisah ini Ellena terus berjuang untuk mendapatkan cinta dari suaminya. Akankah Ellena bisa mendapatkan cinta dari suaminya? Ataukah Ellena akan mendapatkan kebencian dari suaminya? Dan apakah pernikahan mereka akan bertahan? Atau sebaliknya?
~Ingin tahu kelanjutannya seperti apa? mari di simak dan di baca ya, semoga suka😄
~HAPPY READING~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon risma ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
~HAPPY READING~
🐜🐜🐜
Pagi hari yang cerah, cahaya mentari pagi menerobos masuk melalui tirai jendela kamar. Menyilaukan kedua mata yang masih tertutup.
Ellena terbangun karena cahaya mentari yang menerobos masuk. Ia merasa silau dan akhirnya Ia memilih untuk bangun. Ellena beranjak dari tempat tidur dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi hendak ingin membersihkan dirinya.
Setelah beberapa lama, Ellena pun keluar dari kamar mandi dengan pakaian sekolahnya yang sudah rapi. Ia langsung terduduk di depan meja rias, menyemprotkan parfum dan memolesi wajahnya dengan bedak tipis. Namun, di saat Ia sedang fokus memolesi bedak ke wajahnya sambil berkaca, tak sengaja Ia melihat banyak tanda merah di bagian lehernya. Ternyata Ellena baru tersadar dengan semua ini.
Ellena langsung menganga melihat itu, ternyata itu adalah hasil mahakarya yang di buat oleh Wisnu semalam. Ia langsung menunduk dan terdiam sejenak. Tiba-tiba Ellena merasakan ada sesuatu di bagian pinggangnya.
"Hhhmm, aku merasa nyaman berada di dekatmu, di tambah dengan aroma parfum yang kau pakai ini. Aromanya membuatku semakin nyaman dan ingin selalu berada di dekatmu selamanya," ucap Wisnu lembut dengan suara serak bangun tidur, saat ini posisi mereka sangat dekat. Wisnu yang sedang memeluk pinggang Ellena dengan manja, sekarang Wisnu selalu merasa nyaman saat berada di dekat Ellena.
'Aku sangat bahagia dengan dirimu sekarang, Kak. Kau sangat berbeda, kau sangat baik dan benar-benar semakin manja kepadaku. Tapi ... yang aku takutkan adalah aku takut kalau ini semua hanya pelampiasan saja, pelampiasan karena kau baru saja putus dengan pacar kesayanganmu itu. Aku tidak mau jika setelah puas bermain denganku, kau pergi meninggalkanku sendirian.' Batin hati Ellena sambil sesekali melihat tangan Wisnu yang sedang memeluknya.
Ellena yang sedari tadi melamun, tiba-tiba Ia tersadar ketika melihat Wisnu yang sesekali mengecup bahu Ellena yang sedikit terbuka.
Cup!
"Ih Kak, geli." ucap Ellena yang tidak di hiraukan oleh Wisnu.
Cup!
"Kak, stop! Apakah Kakak belum puas dengan semalam?! Lihat, apa yang Kakak lakukan kepadaku?!" Ellena merasa kesal dan Ia langsung memperlihatkan leher jenjang yang sudah di hiasi dengan mahakarya Wisnu.
"What's?!" teriak Wisnu kaget yang melihat banyak tanda di leher milik istrinya. Memang Wisnu tidak sadar kalau Ia melakukan itu.
"Apa?!" tanya Ellena sambil melotot, "Mending Kakak mandi, gih. Ini udah siang, Kakak mau kerja kan?" ucap Ellena dan bertanya.
"Iyah, aku mau berangkat kerja. Tapi hari ini pulangnya lebih awal, nanti aku jemput kamu ke sekolah deh. Kamu pulang jam berapa?"
"Mmmm, gak tau Kak. Sekarang masih ujian, paling pulangnya seperti kemarin, sekitar pukul 12.15 WIB." jawab Ellena yang di angguki oleh Wisnu.
Wisnu pun langsung berlalu pergi menuju kamar mandi. Sedangkan Ellena langsung melanjutkan memolesi bedak ke pipinya dan setelah itu Ia mulai memakai Lipbaml tipis. Ellena sudah terlihat cantik nan elegant hanya memakai make-up natural. Setelah semuanya selesai, Ia langsung mengancingkan bajunya sampai ke atas agar tanda-tanda merah itu tidak terlihat oleh semua orang. Kalau semua orang tahu bisa-bisa heboh satu sekolah. Untung saja Wisnu membuat mahakaryanya sedikit bawah, dan jika di tutupi oleh kancing baju tidak terlihat.
***
Ellena dan Wisnu sudah berada di meja makan. Ellena mulai mengolesi roti dengan selai rasa strawberry kesukaan Wisnu. Hari ini Ia tidak memasak, karena kesiangan.
Ellena telah selesai mengolesi roti dengan selai itu, Ia langsung memberikannya kepada Wisnu.
Setelah selesai sarapan, mereka langsung bergegas pergi.
🌹🌹🌹
Terlihat siswa-siswi sedang mengerjakan soal ujian. Mereka sama-sama fokus dengan pekerjaan masing-masing.
Tring-tring!
Bel istirahat pun berbunyi, mereka berhamburan keluar kelas dan bergegas pergi menuju kantin. Setelah sampai di sana, mereka langsung memesan makanan.
Ellena dan sahabat-sahabatnya pun telah berada di sana.
"Guys, mau pesen apa? Nanti gue pesenin sekalian," tanya Ellena.
"Ya biasa kayak kemarin," jawab mereka serempak. Saat ini mereka merasa kalau Ellena terlihat aneh dan berbeda.
"Gak bosan apa? Makannya itu-itu Mulu," sahut Ellena.
"Ya mau makan apa lagi dong, Ell? Ya udah pesenin aja," ucap Tino.
Ellena pun langsung bergegas pergi memesan makanan itu. Dan setelah beberapa lama Ia telah kembali ke meja yang dimana teman-temannya berada sambil membawa pesanan mereka.
"Ell, tumben Lo beli nasgor? Emang Bunda Lo gak masak?" tanya Selina yang melihat Ellena membeli nasgor.
Ellena langsung melirik ke arah Silvi yang kebetulan dia juga sedang melirik Ellena. Mata mereka saling bertemu dan sedang kebingungan ingin menjawab apa.
'Andai Lo tau kalau Ellena sudah menikah dan tidak tinggal bersama orang tuanya lagi, pasti Lo tidak akan percaya.' Batin Silvi sambil melirik ke arah Selina.
"Masak sih, gue cuman lagi pengen nasgor aja. Emangnya kenapa?" jawab Ellena dan bertanya.
"Enggak sih, cuman aneh aja. Gak biasan Lo beli sarapan di sekolah," jawab Silvi.
Hening.
Tidak ada yang berbicara lagi di antara mereka, mereka memilih melanjutkan makannya. Sampai tak berapa bel masuk pun berbunyi. Dan mereka kembali ke kelasnya.
***
Tring-tring!
Bel pulang pun berbunyi, siswa-siswi berhamburan keluar kelas untuk kembali pulang ke rumahnya.
Sekarang Ellena sedang berada di parkiran bersama teman-temannya. Kebetulan mereka sedang menunggu yang menjemput. Sama seperti Ellena yang sedang menunggu Wisnu menjemput.
"Ell, Lo pulang sama siapa?" tanya Tino.
"Nanti ada yang jemput," jawab Ellena.
"Tumben, biasanya Lo naik angkot." sahut Selina.
"Mmm, lagi males aja naik angkot."
'Duh, gue mesti gimana nih? Kalau gue nunggu di sini, pasti mereka akan banyak tanya kalau mereka tahu yang jemput gue adalah cowok,' Batin Ellena
Tiba-tiba ada seorang cowok yang menghampiri mereka. Ia langsung menarik lengan Ellena yang sedari tadi sedang terdiam. Ellena yang kaget langsung memberontak.
"Lepasin! Lepasin gue! Lo mau bawa gue kemana sih?!" tukas Ellena memberontak dan bertanya.
"Ikut gue sebentar, gue mau ngomong empat mata sama Lo."
"Gak! Gue gak mau ikut sama Lo!" tolak Ellena.
"Ayo ikut!" ucap pria itu sambil menarik tangan Ellena dengan kasar.
"Heh, kalau dia bilang gak mau jangan di paksa dong!" teriak teman-teman Ellena yang sedari tadi hanya melihat Ellena yang sedang di perlakukan seperti itu. Bukanya bantuin Ellena, eh mereka malah diem aja (Dasar teman lucknut 😑)
"Lepaskan dia!" tiba-tiba terdengar suara yang tak asing bagi Ellena. Mereka semua langsung melirik ke arah sumber suara itu.
'Dia lagi, dia lagi!' Batin orang yang sedari tadi memaksa Ellena.
>BERSAMBUNG.....
Ayo ... penasarankan siapa orang yg tiba-tiba datang? Dan siapa orang yang memaksa Ellena?🧐
Yuk ikutan terus ceritanya dan jangan bosan menunggu 😅
Salam hangat dari author🤗
Follow: risma_ayu315
See you guys ❤️❤️