Alvero Reynaldi Pewaris Kerajaan bisnis sang daddy sekaligus mewarisi kepemimpinan mafia Black Wolf
Nadila Nurtan Zillia di jual oleh paman nya untuk menanam modal untuk perusahaan Nurtan Group
bagaimana jika mereka tidak sengaja menghabiskan malam bersama yang menumbuhkan benih di rahim nadila
dan bagaimana kisah mereka setelah malam itu!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arn20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AGSM 33
vino terbangun terlebih dahulu dan melihat kedua orang tua nya ada di samping nya, lalu vino turun membuka tablet nya dan memfoto vero dan nadila lalu vino kirimkan foto tersebut ke oma rora
lalu vino keluar dari kamar mommy nya dan mulai memainkan tablet untuk mencari alasan kenapa Mr. 777 meminta tolong pada nya
tanpa terasa hari mulai malam di dalam kamar nadila merasa kedinginan lalu mulai bergeser ke dekat vero mencari kehangatan
vero yang sedikit terusik membuka matanya dan melihat sebuah tangan melingkar di atas perut nya, lalu vero tersenyum dan mengambil kesempatan untuk membalas pelukan nadila
wajah mereka sangat dekat hingga vero dapat merasakan nafas nadila yang teratur
"kamu sangat cantik", ucap vero sambil menyelipkan rambut nadila ke belakang telinga
dengan tersenyum vero memejamkan mata nya kembali sambil mendekap nadila lebih erat
saat malam nadila mulai terbangun mendapati dirinya sedang tidur sambil memeluk vero
"kenapa aku bisa tidur sambil memeluk nya?", gumam dila
"bukanya di tengah tengah mereka ada vino?", ucap dila yang ternyata vero sudah terbangun tapi pura pura memejamkan matanya
"kau sangat tampan jika sedekat ini!", ucap dila sebari menelusuri wajah, hidung dan bibir vero
"aku memang sangat tampan!", ucap vero sambil membuka matanya
dila membulatkan matanya ternyata vero sudah terbangun dan mendengar perkataan nya yang membuat dila seketika malu dan mencoba melepaskan diri
"mau kemana?", tanya vero memper'eratkan pelukan nya
"aku mau bangun! mau mencari vino!", seru dila
"tapi aku masih mengantuk!", ucap vero
"ya tidur lagi saja!", seru dila
"temenin!", seru vero
"tidak mau!" ucap dila
"kenapa?bukanya barusan kita tidur bersama", tanya vero
"kita tertidur bersama dengan vino! jika tidak ada vino kamu tidak boleh tidur bersama ku!", jawab dila
"kenapa kita tidak boleh tidur bersama?", tanya vero
"karena kita belum menikah!", jawab dila
"sudah lepaskan! aku mau mencari vino dulu!", ucap dila melepaskan pelukan vero lalu pergi mencari vino
"wah sudah memberikan kode ternyata", ucap vero tersenyum
"baiklah sayang aku secepatnya akan menikahi mu!", ucap vero kembali lalu bangun dan menuju kamar mandi
dila yang mencari vino mendapati vino sedang makan bersama dengan cio dan juga tasya
"mommy sudah bangun?", tanya vino
"ayo mom makan dulu! aunty tasya bawa makanan yang banyak", ajak vino pada dila
lalu dila duduk di samping putra nya yang sedang makan dengan lahap
"maaf ya dila kami makan tanpa mengajak mu karena kamu sama kak vero tidur nya sangat lelap jadi aku takut menganggu kalian!", ucap tasya
dila pun malu karena mendapati dirinya ketahuan tidur bersama vero
"tidak apa apa sya! ayo lanjutkan makan nya", ucap dila
"nona dila dimana tuan?", tanya cio
"dia masih di kamar nya", jawab dila
dan tak lama vero pun turun dan menuju meja makan
lalu cio menghampiri nya
"tuan ada yang ingin saya bicarakan!" seru cio
"nanti kita bahas setelah makan", jawab vero
"baik tuan", ucap cio
mereka pun makan malam bersama, setelah makan malam tasya membantu nadila mencuci piring sedangkan vero dan cio pergi ke halaman mansion
"tuan beberapa anggota Red Tiger terlihat berdatangan ke negera I", seru cio
"untuk apa mereka berdatangan kemari?", tanya vero
"kami belum tau tuan motif mereka! anggota kita melihat mereka di sekitaran bandara tadi pagi!", jawab cio
"panggil Tim Elite bayangan kemari untuk menjaga dila dan putra ku!", ucap vero
"baik tuan", jawab cio..