Ditinggalkan ,dihina, dan dicap mandul, Azura kembali ke desa kerumah orang tuanya dengan hati hancur setelah 5 tahun pernikahan diceraikan suaminya . Namun saat hidupnya mulai bangkit, rahasia besar keluarga terungkap, ancaman, dan musuh berbahaya . Di tengah badai itu, Azura bertemu Rayyan ,duda kata dengan dua anak kembar dan luka masa lalu . Akankah Azura mempertahankan harga diri, keluarga, dan cintanya? Atau masa lalu kembali meruntuhkan segalanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niskala NU Jiwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 32
"Minggir! Saya bilang, saya pemenang tender 40 triliun! Panggil manajer kalian sekarang!" bentakan Dimas menggema di lobi Twins Group.
"Mohon maaf, pak Dimas. Proyek pariwisata ini sedang di tinjau ulang oleh atasan kami," jawab staf administrasi dengan tenang.
"Atasan siapa?! Saya sudah tanda tangan kontrak awal! Jangan main-main dengan saya!" Dimas menggebrak meja, tetapi suaranya tiba-tiba terhenti saat melihat pintu lobi terbuka lebar.
Rayyan melangkah masuk dengan aura yang membekukan ruangan. Di sampingnya, seorang wanita anggun berhijab menggandeng lengannya dengan tenang. Dimas terpaku membeku, matanya nyaris keluar.
"Azura...?" gumam Dimas. Ia tertawa sumbang.
"Wah, wah! Lihat siapa ini? Mantan istri babu ku ternyata sudah berganti kostum? Sejak kapan kamu jadi wanita kantoran lagi, Azura?"
"Jaga bicaramu di depan istriku, Dimas," suara Rayyan rendah tapi penuh penekanan.
"Istri?" Dimas tergelak keras, suaranya parau.
"Istri katany? Jangan bercanda! Azura ini wanita mandul yang aku buang! Mana mungkin pria sepertimu mau menikahi sampah sepertinya kalau bukan karena dia menjual dirinya padamu?"
Rayyan mengeratkan rangkulannya di pinggang Azura, lalu mengeluarkan sebuah kartu undangan emas dari saku jasnya dan menjatuhkannya tepat di depan wajah Dimas.
"Ini undangan resepsi pernikahan kamu bukan depan," ucap Rayyan dingin. "Datanglah. aku ingin kamu menyaksikan sendiri bagaimana aku memuliakan wanita yang kamu anggap sampah ini sebagai ratu di hidupku."
Dimas mematung, tangannya gemetar. Angga melangkah maju, berdiri tepat di depan Dimas dengan senyum mengejek. Ia membisikkan sesuatu di telinga Dimas.
"Dengar ya, pak Dimas yang terhormat. Proposal 40 triliun mu itu sekarang ada di meja kerja Nyonya Bos kami. Dan tahukah kamu siapa nyonya bos itu? Dia adalah Azura. Jika dia tidak senang, satu coretan saja cukup untuk membuatmu jadi gelandangan besok pagi. Jadi perbaiki sikapmu sebelum perusahaanmu rata dengan tanah."
Dimas meledak. Ia merasa dihina oleh orang yang ia anggap rendah.
"Heh, Angga! Berani sekali kamu bicara begitu padaku?! Kamu itu cuma jongos!"
Dimas yang gelap mata tiba-tiba merengsek maju. "Azura, ikut aku! Kamu tidak pantas di sini!" teriaknya sambil mengulurkan tangan hendak menarik paksa lengan Azura.
Tetapi, sebelum ujung jari Dimas menyentuh kain baju Azura, Rayyan sudah mencengkram pergelangan tangan Dimas dengan tenaga yang kuat.
"Jangan pernah berani menyentuh milikku dengan tangan kotormu, atau aku pastikan aku pastikan tanganmu ini tidak akan pernah bisa digunakan lagi," kata Rayyan , lalu menghempaskan Dimas hingga jatuh terduduk di lantai.
......................
Di tempat lain di sebuah cafe kecil, Annita bertemu dengan seorang detektif suruhannya . betapa terkejutnya membaca laporan itu, Azura sekarang adalah wanita kaya raya.
"Hanya ada satu cara, agar Dimas tidak bisa kembali kepada Azura," Gumam Annita.
"Azura harus maru. jika dia mati, Dimas bisa mengklaim hartanya sebagai mantan suami untuk harta gono-gini."
Annita tersenyum licik, ia lupa sama sekali tidak sadar bahwa status pernikahan Dimas di masa lalu yang tidak terdaftar akan membuat rencana "harta gono-gini" itu menjadi lelucon paling konyol nanti.
......................
Dimas pulang ke rumah dengan jiwa yang terguncang. begitu masuk, ia langsung mengamuk. Vas bunga, hiasan dinding, hingga kursi kayu dihancurkan nya.
"Bajingan! Sialan! Kenapa Azura bisa jadi Nyonya besar?!" teriak Dimas histeris.
ibu Ratih berlari keluar, "Dimas! Ada apa, nak? Tenang!"
"Tenang bagaimana, Bu? Tidak ada satu pun di rumah ini yang berguna! Semuanya hanya parasit!" Dimas berbalik menatap mertuanya,pak Surya dan istrinya sedang duduk santai ketika melihat Dimas mengamuk!"
"Dan kalian! Keluar dari rumahku sekarang! Sudah delapan bulan kalian menumpang di sini tanpa malu!"
Annita datang masuk kedalam rumah tergesak gesak karena mendengar keributan di ruang tamu.
"Mas Dimas!Apa-apaan kamu?! Mereka orang tuaku!" teriak Annita sambil memegangi perut besarnya.
"Diam kamu, Annita! kamu dan orang tuamu sama saja, cuma tahu menghabiskan uangku!" Dimas mengibaskan tangannya dengan kasar saat Annita mencoba menahannya.
DUAK!
Dorongan itu membuat Annita terjatuh keras. Sudut meja menghantam pinggulnya sebelum ia terjerembab ke lantai. Pendarahan hebat seketika merembes dari baju Annita. Dalam kepanikan Dimas membawa Annita ke rumah sakit
Dua jam kemudian, di depan ruang operasi dokter keluar, "Istri anda selamat, pak Dimas. Bayi laki-laki Anda juga lahir dengan selamat."
Dimas menarik napas lega. tetapi, saat ia melihat bayi itu dibalik kaca ruang perawatan, napasnya seolah terhenti. Bayi itu berkulit sangat gelap, rambutnya ikal lebat, sama sekali tidak mirip dengan Dimas maupun Annita.
"Dokter, ini tidak mungkin anakku. Saya ingin tes DNA sekarang juga!" kata Dimas
Hasil tes DNA keluar dalam hitungan jam karena Dimas membayar biaya kilat. Tangannya gemetar membaca kertas itu : Probabilitas paternitas 0,00%. Dimas hancur. Ia tidak hanya menyadari bahwa ia dikhianati oleh Annita, tetapi dokter juga memberikan laporan medis lain: Dimas dinyatakan mandul permanen.
terimakasih banyak buat teman-teman semua yang sudah mengikuti perjalanan novel pertama saya. Mohon maaf baru bisa up hari ini . Karena baru pulih dari sakit.
Semoga bisa crazy up. Dan diberi kesehatan dan dilancarkan rezeki berkah dunia akhirat buat kita semua.
biar banyak up lagi🤭🤭
mohon maaf lahir dan batin juga 🙏