NovelToon NovelToon
Luka Duchess

Luka Duchess

Status: tamat
Genre:TimeTravel / Cintapertama / Patahhati / Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:680.8k
Nilai: 5
Nama Author: sayonk

Dua tahun lamanya, hubungan itu terjalin. Namun kandas ketika seseorang memasuki ke dalam istana pernikahannya.

Duchess Natalie begitu mencintai Duke Marcello. Namun ia harus menanggung sebuah kenyataan. Bahwa Duke Marcello tidak mencintainya dan mencintai orang lain. Bagaikan hantaman petir. Perkataan Duchess Marcello membuatnya putus asa, hingga ia mengalami sebuah kecelakaan dan membuat jiwa asing memasuki tubuhnya.

####
Duke_ Gelar Adipati dalam sebuah kerajaan.
Duchess_ Sebutan istri untuk seorang Duke.
Sir_ Sapaan untuk seorang Kesatria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayonk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memulai

"Aku butuh waktu, berikan aku waktu."

Waktu pun terus bergulir, Duke Marcello setiap harinya mengirimkan berbagai macam warna bunga mawar. Setiap saat ia pun membawakan makan malam atau sarapan jika Duchess tidak hadir di ruang makan. Ia akan bersabar sampai hati yang kecewa itu memaafkan dirinya, walaupun tidak bisa melupakannya. Duchess pun tidak pernah menolak bunga mawar itu, membuatnya memiliki harapan besar. Setidaknya masih memiliki kesempatan.

tok

tok

tok

Duke Marcello tidak langsung memasuki kamar itu, ia menghargai Duchess Natalien yang masih belum bisa menerimanya.

"Duchess, aku masuk."

Duke Marcello memasuki ruangan itu, di atas paha terdapat sebuah nampan. Roti berlapis keju dan segelas susu. Tak lupa ada setangkai mawar merah.

Pelayan Bella menghentikan aktivitasnya yang menyisir rambut Duchess Natalien saat sebuah tangan memberikan kode untuk menghentikannya.

"Apa Duke tidak lelah mengantarkan setiap saat sarapan atau makan malam?"

"Tentu saja tidak, makan lah."

Duchess Natalien tersenyum, ia mengambil roti itu dan mengunyah. "Apa Duke sudah sarapan?"

"Belum, setelah Duchess sarapan."

Duchess Natalien menyodorkan sisa kue yang telah ia kunyah. Duke Marcello memandang Duchess Natalien, ia tersenyum dan membuka mulutnya. Saat roti itu menyatu dengan air liurnya. Begitu manis dan lezat, bahkan memabukkan di lidahnya itu. "Sangat enak."

"O iya Duke, emm masalah kemarin, aku sudah memikirkannya."

Duke Marcello menelan roti yang ia kunyah, jantungnya berdebar-debar, takut Duchess Natalien akan menolaknya.

"Mari kita memulai dari awal. Aku akan mencoba, memahami dan menerima Duke, tapi jangan pernah mengulanginya lagi, aku tidak akan memberikan kesempatan kedua lagi."

Duchess Natalien mengambil nampan itu, ia menaruh di atas meja rias itu. Senyumannya tercetak dengan jelas dan langsung memeluk Duke Marcello.

"Aku mencintai mu,"

"Maka jangan mengecewakan ku." Duchess Natalien mencium bahu Duke Marcello. Ia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya, anggap saja ia akan merawat Duke Marcello sampai sembuh dan merasakan kebahagiaan yang pernah dia dapatkan dari Duchess sebelumnya.

"O iya, terima kasih bunga mawarnya. Jangan membeli lagi, bisa-bisa di kota ini tidak ada bunga mawar lagi."

Duke Marcello terkekeh, kemudian mengecup dahi Duchess Natalien." Aku mencintai mu."

"Ya, ya, ya, aku sudah tahu Duke mencintai ku."

Keduanya pun mengobrol ringan dan bercanda bersama.

Di tempat lain.

Metteo duduk di atas pagar pembatas teras itu, pikirannya hilang entah kemana. Semenjak ia jujur, ia tidak lagi menampakkan dirinya pada Duke atau pun Duchess. Ia takut perasaannya tak bisa di kendalikan. Kini ia hanya duduk dan merenungi perasaannya. Sudah lama ia tidak menemui Keyna. Bahkan ia tidak tahu mengenai kabar wanita itu.

"Tuhan, matikan perasaan ini." Metteo menatap ke arah langit, rembulan memancarkan cahaya keindahannya. Memberikan senyuman terindahnya.

"Aku merindukan Duchess, aku ingin menemuinya. Setidaknya aku ingin melihat senyumannya, sebentar saja."

"Metteo."

Metteo terkesiap, saat mengetahui siapa yang datang. "Keyna."

Wanita itu tersenyum, "Aku merindukan mu, maka dari itu aku ke sini. Di Villa ini aku bisa melihat bayangan mu."

Metteo tertawa, ia tidak akan menampilkan wajah kesedihan dan kerapuhannya.

"Apa ada masalah?"

"Tidak ada, aku hanya merindukan tempat di mana aku tumbuh dan di kurung.."

Tanpa rasa curiga, Keyna mengangguk. Untung saja ia datang kesini dan melihat Metteo. Ia sangat merindukan laki-laki yang berada di hadapannya ini dan untuk saat ini, ia akan menghabiskan waktu bersama.

1
Murni Murniati
pdhl dia td udah curiga metteo yg brsmnya
Karo Karo
yg jadi pengganti ini matteo atau Marcello pusing bacanya tipo kah
sahabat pena
Luar biasa
Enny
woii HAHA kagett banget ttb tamat
Nana Niez
setujuuuu, Marcello cowok egoi,, kl sdh sekarat ya jgn di ganti sang adek disini dia duanya kasihan krn keegoisan marcelli
Siti solikah
lanjut
Siti solikah
metteo mulai suka duchess natalie
Siti solikah
novelnya bagus
Siti solikah
kenapa duke Marcello ga ngomong aja
Siti solikah
bagus duchess
Siti solikah
lanjut
Moreno
kasian Metteo. Udah dipaksa pura² jadi Marcello, gak bisa nikah sama kekasihnya, gak boleh juga dekat sama istrinya.
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
kalau adik mu Belok ya baru kau yakin dia ngak akan jatuh cinta sma bini mu😌😌
Asiana Tyas
kok endingnya nggak jelas
Asiana Tyas
Luar biasa
onyet
lah bgini jadinya... ga seru ahh👎
falea sezi
klo mau bkin buku g usa bkin cerita novel online woy
evi carolin
makin seru cerita nya nih
evi carolin
bisa perang sodara nih akhirnya nnt pd rebutan Natalie
Jade Meamoure
laaahh...gak update lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!