Hidup pada tiga kehidupan. Pada kehidupan pertamanya Fayanna Li tidak memiliki siapa-siapa untuk bergantung, dijebak, dan akhirnya hamil tanpa tahu siapa Ayah dari bayinya. Hamil selama sepuluh bulan, bayi itu hanya bisa hidup sampai usia lima tahun.
Dia telah dilahirkan kembali, memberikannya kesempatan kedua untuk merubah takdirnya. Memberi yang terbaik untuk bayi kembarnya, memulai jalur kultivasi, mendirikan kerajaan bisnis, menjadi Doctor Ilahi terkenal.
Ketika Ayah dari bayi datang untuk mengambil hati Istrinya, "Pergilah, yang saya butuhkan hanya bayiku dan uang!" Jawabannya dengan marah.
Menghadapi keluarga ayah presiden yang tidak dapat diusir??? Kedua bayi kembar imut itu berkata, "Jangan takut, Bu, kita akan segera mengakuisisi beberapa anak perusahaannya. Keluarga kita akan lebih kaya!"
Hari-harinya berjalan mulus. Kecuali, mengapa tiba² pria-pria tampan yang selalu bersamanya meminta imbalan yaitu Hati dan Tubuhnya!
Genre : Drama, Romance, Historical, Reincarnation.
Label : Materialistis Characters, Manipulatif Characters, Cultivation, Beautiful Female Lead, Reverse Harem.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GOLD INK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab31: Akun Media Sosial FL
Dengan memberikan jempol 👍 pada setiap episode yang kalian baca, akan membuat penulis sangat bahagia atas dukunganmu dan dengan semangat untuk terus berkarya.
Pemilik toko itu mengangkat alisnya, melihat ke arah mejanya dan matanya jatuh pada Guci merah yang berwarna kehitaman. Mengulurkan tangan untuk mengambilnya. Ragu-ragu sebelum menjawab:
"Ini ... Tidak dijual." Pemilik toko itu menunjuk botol kecil yang dipegangnya, dan segera menjawab pasti.
"Guci merah ini adalah peninggalan dari keluarga saya sebagai penjual barang antik ..." Pemilik toko itu merasa suaranya tersendat di kerongkongan ketika melihat Fayanna Li dengan mata hitam yang indah sedikit melengkung lemah, terlihat menyedihkan. Dan dengan berat hati, pemilik toko itu melanjutkan.
"Tetapi ... Jika adik ini benar-benar menginginkannya dan memiliki niat membelinya ... Saya akan menjual dengan harga 2000 Yuan, bagaimana?"
Mendengar itu, Fayanna Li tersenyum bahagia. Sudut mulut naik, membentuk ukiran luar biasa dari sebuah lukisan kecantikan. Suara yang seperti lonceng itu terdengar merdu.
"Baik, saya mengambilnya."
Fayanna Li melirik ke arah Yan Lou di sampingnya, membiarkan dia membayar untuk benda ini. Melihat pemilik toko itu memberikan barang, Fayanna Li mengambilnya dengan melihat setiap sudut yang ada.
Sangat baik, tetapi dia tidak puas dengan benda ini saja. Sangat di sayangkan, pasar barang antik yang ada di sini, tidak memiliki benda yang cukup membuatnya tertarik.
Fayanna Li terlalu malas untuk berkeliling di seluruh pasar barang antik. Tiba-tiba dia teringat bahwa Yan Lou, dapat merasakan frekuensi dari aura spritual yang keluar dari barang antik.
- Setiap barang antik yang telah ada cukup lama, biasanya menyimpan aura spritual di dalamnya. Semakin lama barang antik itu dapat bertahan, semakin tebal pula aura spritual nya.
Fayanna Li mengulurkan tangannya, membiarkan Yan Lou menunduk dan berbicara di telinganya dengan suara rendah yang hanya dapat didengar oleh mereka berdua.
"Yan Lou, saya ingin kamu berkeliling ke seluruh pasar barang antik ini, dan belilah sesuatu yang memiliki aura spritual. Tidak perlu terlalu besar, bahkan jika itu sedikit, belilah semuanya." Mata Fayanna Li melihat ruang sekitar dengan sekali lirikan, melihat kursi yang ada di hadapannya, dan berkata.
"Kamu pergilah, saya akan menunggu di sini ... Mengerti?"
Yan Lou mengangguk setuju, ketika dia hendak berbalik, Fayanna Li tiba-tiba berteriak tidak begitu keras.
"Oh ... Tunggu, tunggu, tunggu. Ponsel saya. Bagaimana mungkin kita bisa melupakan hal itu!" Fayanna Li mengatakan dengan semangat, mengambil ponsel dari dalam tas kecilnya, dan menyerahkan ponsel itu pada Yan Lou.
Melihat tata letak toko, Fayanna Li tersenyum, melihat ke arah pemilik toko dengan cepat. "Bolehkah berfoto di tempat ini?"
Pemilik toko sedikit bingung, mengangguk setuju dengan cepat. Lagi pula, berfoto tidak merugikan dirinya sendiri dan toko ini.
"Yan Lou, cepat ambil foto saya ... Ah, harus terlihat indah, ingat itu?" Fayanna Li menyerahkan ponsel pada Yan Lou, berjalan ke arah kursi yang cukup bagus dengan latar lemari berisi barang antik berupa perunggu.
Yan Lou hanya tersenyum, mengangguk dan menunggu Fayanna Li menyelesaikan pose yang ingin digunakannya.
Menyesuaikan diri, Fayanna Li duduk dengan anggun dan mengambil Guci merah kehitaman yang baru saja dibelinya. Dengan sengaja memfokuskan perhatian kepada dirinya sendiri dan barang antik itu.
Yan Lou dengan mudah, menyesuaikan sudut pengambilan gambar. Memfoto Fayanna Li dengan senyum tipis di bibirnya.
Pemilik toko melihat Fayanna Li tersenyum indah saat difoto, tidak dapat berkata apa-apa. Jika dia tidak aktif dalam mengikuti media sosial, dia pasti berpikir bahwa Fayanna Li adalah seorang model.
Wajah wanita ini terlihat sangat cantik, dia mengakuinya pada saat pertama kali melihatnya. Sekarang melihat bagaimana Fayanna Li tampil dengan santai dan rileks saat di foto, elegan dan tidak berlebihan sama sekali, sungguh luar biasa.
Di sisi lain, Yan Lou telah mengambil beberapa gambar dari beberapa pose yang Fayanna Li terapkan. Mengangguk mengisyaratkan bahwa dia telah selesai, Yan Lou menyerahkan ponsel kembali pada Fayanna Li.
Fayanna Li segera menyambut ponsel itu, mengatakan bahwa Yan Lou dapat pergi. Dan membuka beberapa foto yang telah diambilnya.
Syukurlah Fayanna Li memiliki ponsel dengan kamera yang memiliki resolusi ekstra besar, 60 Megapixel. Tentunya, hasil gambar yang ada akan sangat baik untuk standar sebuah ponsel genggam.
Yan Lou telah pergi, dan Fayanna Li memilih beberapa foto yang cukup terlihat baik. Membuka akun media sosial miliknya. Tersenyum sedikit miris saat melihat jumlah pengikutnya.
Seratus orang pengikut ...
Melihat akun yang sama sekali tidak memiliki unggahan foto, terlihat lebih bersih daripada dompet kosong. Ya ... Salahkan dirinya sendiri yang tidak memiliki minat pada media sosial di kehidupan pertamanya.
Beruntunglah Fayanna Li tersadar, media sosial juga dapat mendatangkan uang untuknya selain memamerkan kecantikannya.
Seperti posting barang-barang yang yang kamu ingin jual, dan lihat apakah ada seseorang yang tertarik. Jadikan itu sebagai media promosi dan buat diri kamu sendiri terkenal.
Ya ... Fayanna Li, kamu sangat pintar ~
Melihat bahwa semua foto yang diambil sangat baik, Fayanna Li menyerah untuk memilih. Ayo ... Ambil semuanya dan posting!
Mengambil satu foto terbaik dan dijadikan sebagai photo profil, Fayanna Li tiba-tiba Menerima pemberitahuan di ponselnya.
Ini adalah pemberitahuan bahwa seseorang telah mengirimkannya sebuah pesan.
Fayanna Li mengangkat alisnya, dia membukanya dan membaca pesan.
Fayanna Li membukanya dan membacanya.
[Henry Cutting: Fayanna, saya tidak tahu bahwa kamu mulai bermain media sosial!?"]
Henry Cutting? Siapa itu ...
Ah ... Bagaimana bisa dia lupa! Henry adalah salah satu dari beberapa teman dekatnya saat dia masih berada di Amerika Serikat pada kehidupan pertamanya!
Fayanna Li segera tersenyum bahagia, walaupun dia pada kehidupan pertamanya adalah seseorang yang sangat pendiam dan tidak terlalu peduli dengan kondisi sekitar, dia tetap memiliki beberapa orang sebagai teman dekat. Salah satunya adalah dia, Henry Cutting.
Pria ini menekuni dunia fashion, mereka bertemu saat dia dan Henry berada di universitas yang sama. Kepribadian pria ini cukup bagus, dan akhirnya Fayanna Li berteman dengannya.
[Fayanna Li: Apakah salah jika saya melakukan itu?]
[Henry Cutting: Bisakah kamu berpikir positif? Saya hanya Terkejut ketika melihat media sosial milikmu memposting foto, dan itu masih foto kamu!]
[Henry Cutting: Hei ... Apakah saya yang telah terlalu lama tidak melihat wajahmu ataupun apapun itu, bukankah kamu terlihat semakin cantik?]
[Henry Cutting: Sayang! Selera fashion kamu sangat baik! Tuhan ... Apakah kamu tidak berniat menjadi seorang model? Saya dapat membantunya!]
[Fayanna Li: Tidak perlu ... Saya tidak tertarik dengan dunia permodelan. Lagi pula saat ini saya sedang hamil.]
[Henry Cutting: "..!?"]
Hamil!?
Nona kutu buku kita hamil!? Bisakah kamu bercanda!?
...{Akhir Bab Ini}...