Perjodohan mempertemukan mereka, menyatukan keduanya yang berbeda satu sama lain dan kebobrokan Naya membuat semuanya lebih cepat dari yang seharusnya. Kenakalannya membuat sang ayah sakit kepala dan menyerah pada putrinya, kemudian menyerahkannya kepada Marcel sosok pria yang cukup sempurna untuk lanjut mendidik Naya.
"Naya belajar dengan baik, besok ada kuis di mata kuliah, Saya!"
"Iya, Mas!"
"Tapi jangan terlalu begadang, nanti Kamu bisa sakit!"
"Iya, Mas ...."
"Jangan terlalu banyak makan makanan manis. Ingat Kamu sudah manis dan yang terlalu manis bisa membuat gigimu sakit!"
"Iya, Mas."
"Besok setelah mata kuliah terakhir, langsung pulang ke rumah dan berhenti keluyuran!"
Iya dan iya mas, selalu menjadi jawaban Naya. Hampir tidak pernah melawan perkataan suaminya, tapi apa? Sayangnya Dia juga hampir tidak pernah mematuhinya. Kata iya yang keluar dari bibirnya seolah tak berarti apa-apa dan Marcel cukup pusing dibuatnya.
Lantas bagaimana kelanjutan ceritanya?
Simak selengkapnya hanya ada di My Perfect Husband oleh Saiyaarasaiyaara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiyaarasaiyaara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 31
"*Judes amat sihh lohh.. Suerr, demi apa Pak Marcel sampai mau sama kamu? Dada rata, mulut mirip comberan, otak jangan ditanya?? Pintar bangat cari ide buat bikin onar." Ejek Rizky menghina Nana.
"Gila, itu mulutmu minta aku jahit ya? Diam gak." Geram Nana dengan kekesalannya yang sudah di ubun-ubun.
Demi apa hari ini dia sial bangat. Marcel ternyata sama aja dengan Pria lain, satu wanita gak cukup!
Dasar ****!!.. umpat Nana dalam hati*.
•••
"Sabar-sabar aku gak lagi ngejek kok, tapi menyadarkamu dari setan terkutuk." Beritahu Rizky.
"Sialan kamu, ngapain sih ada disini? Bukannya bimbingan biar cepat lulusnya." Umpat Nana dengan mengeluh.
"Di kantin kamu tanya aku mau ngapain?" tanya Rizky.
"Bego kamu.. Mau ngapain lagi di kantin kalo bukan buat makan. Dan kamu ceramah harusnya aku bimbingan skripsi, trus kamu kenapa juga masih di sini, jangan alasan kamu nyasar kekantin" Jelas Risky lalu menyentil kepala Nana sampai meringis kesakitan.
"Dasar anak jin, main sentil-sentil aja! Sakit tau.. " Omel Nana
"Aku tau itu sakit." Ucap Rizky dengan enteng.
"Laki sendiri yang jadi dosbing kamu tapi kamunya kok keliatannya malas bangat.. Astaga aku gak heran. . Tapi apa dikata orang? Yang turut bersimpati kepada Pak Marcel yang nasibnya apes bangat punya bini kaya Kamu." Ejek Risky semakin menjadi jadi.
"Terserah." Ucap Nana kesal dan beranjak pergi dari kantin. Moodnya terlalu hancur untuk meladeni Risky.
Mending Nana keruangan Marcel, duduk diam yang anteng sambil mendengarkan arahan yang disampaikan Pak dosen atau juga Marcel suaminya siapa tau iya dapat pencerahan atau ilmu yang bermanfaat sehingga skripsinya cepat Acc dan selesai.
Tapi sayangnya itu cuma ekspektasi yang mustahil Nana lakukan.
Karna realitanya Nana berniat tidur diruangan Marcel mengenakan handset dengan volume yang cukup untuk menyamarkan suara Marcel sehingga saat Marcel bicara ia tidak mendengarnya. Balas dendam atas perlakuan Marcel beberapa bulan ini.
Kalo sudah begitu, Marcel mau ngomel pun terserahlah. Yang penting Nana gak akan dengar.
Klek..
Nana memutar knop pintu ruangan Marcel lalu mendorong.
Kosong..
Tentu saja,
Ingatan Nana kembali kekafe saat bersama Yuyun ia lihat Marcel sedang bersama Rena.
Mustahil juga Marcel ada disini. Kalo di pikir juga, Marcel gak akan kembali secepatnya mengingat Marcel sedang bersama Rena. Sudah di pastikan seperti biasanya Rena akan menahan Marcel lebih lama bersamanya.
Huhh.. Kenapa ia jadi jengkel mengingatnya.
Nana jadi menyesal, kenapa harus Marcel yang jadi dosen pembimbingnya? kayak gak ada dosen lain saja.
Lebih lagi Marcel tidak menerima bimbingan di luar kampus, karna itulah sekarang Nana ke kampus.. Kalau tidak Nana pasti memilih obsi bimbingan di rumah.
Nana memeriksa jam di hapenya. Jam 2 siang, artinya sudah lewat dari janjinya dengan Marcel, bimbingan jam 10 pagi.
Dosen selalu benar karena mahasiswalah yang selalu salah.
Dari pada membuang waktu percuma menunggu Marcel yang entah kapan datangnya. Nana memilih tidur siang di sofa empuk yang ada diruangan Marcel.
•••
Marcel menyelesaikan masalahnya dengan Rena. Sial wanita itu masih gencar mendekatinya dan Marcel sangat risih akan hal itu.
Dia ingat dirinya masih ada jadwal ngajar, janjinya dengan clientnya di kantor dan belum lagi janji mahasiswi bimbingannya, Nana kenapa ia bisa melupakan hal itu.
Beberapa bulan terakhir ini jadwalnya memang penuh dan itu sangat menyita waktu dan perhatiannya sehingga dengan tidak sadar dia telah kembali mengabaikan Nana.
Sungguh kali ini Marcel tidak berniat demikian, awalnya sih dia cuek agar Nana menyadari kesalahannya tapi karna insiden ia melepaskan rindu dengan Nana lewat telepon membuatnya jadi kecanduan melepas rindu kala keduanya terhalang jarak jauh.
Sekali lagi tidak ada niat dalam hati Marcel untuk mengabaikan Nana. Apa mau di kata dirinya terlalu sibuk, bahkan setelah mengurangi jam mengajar dan membatasi jumlah mahasiswa yang akan dia bimbing yang kini hanya menerima dua orang saja, Naya atau Nana dan Devan.
Setelah menyuruh sekretarisnya menggantikan dirinya menemui clientnya juga mengajar selama dua jam di mata kuliah yang di bawakannya. Marcel pun kembali ke ruangannya sebagai dosen dan mendapati Nana tidur dengan lelapnya disofa dengan baju yang tersingkap. Untung saja Marcel yang melihatnya dan bukan orang lain.
Marcel pun menghampiri Nana disofa dengan berjongkok, lalu membenarkan letak baju Nana. Ia pun mendudukkan dirinya disofa yang sama dengan Nana sambil mengangkat kepala Nana lalu menyenderkannya kepangkuannya.
Nana yang terlelap tidur sama sekali tidak terganggu dengan aksi Marcel barusan lebih lagi kini Marcel mengelus-elus kepalanya sambil sesekali mengecupnya agak lama. Hal itu bahkan membuat Nana semakin nyaman dan tidurnya semakin pulas.
TO BE CONTINUED
Ditunggu like dan komentar ya beib..
Info lengkapnya
Facebook : Saiyaara
Instagram : Saiyaarasaiyaara
Wattpad : Saiyaarasaiyaara
bingung .bknnya Marcel LG keluar kota? ko tiba2 udah nongol aja kapan baliknya
Kurangnya komunikasi antara pasangan dan gak jujur dgn perasaan sendiri ke pasangan,Bisa bikin hubungan tambah panas dan akhirnya pertengkaran..