NovelToon NovelToon
"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"

"STERILIZED SECRETS: MY HYGIENIC MAFIA HUSBAND"

Status: tamat
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

Arkan Alesandro Knight adalah seorang King Mafia dari organisasi Black Eclipse yang memiliki reputasi mematikan, namun ia menyimpan satu rahasia konyol: ia menderita Mysophobia akut. Baginya, kuman lebih berbahaya daripada peluru. Hidupnya yang steril dan kaku berubah total ketika ia terjebak dalam sebuah perjodohan dengan gadis pilihan ayahnya, Evelyn Valentina Grant.

​Evelyn tampil sebagai sosok "My Nerdy Wife"—gadis culun dengan kacamata tebal, daster bunga-bunga yang aneh, dan sifat ceroboh yang luar biasa. Namun, di balik penyamaran konyolnya, Evelyn sebenarnya adalah Queen EVG, seorang peretas kelas dunia dan pemimpin organisasi spionase yang sangat tangguh. Ia sengaja berakting bodoh untuk melindungi identitasnya sekaligus memata-matai Arkan.

penasaran dengan cerita mereka jangan lupa mampir yapp🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Suasana di ruang makan utama mansion Knight malam ini terasa seperti berada di dalam lemari pendingin laboratorium. Meja makan panjang berbahan marmer putih itu telah disemprot cairan disinfektan sebanyak tiga kali. Peralatan makan perak berkilau di bawah lampu kristal, dan di tengah-tengah meja, sebuah paket kayu jati Rusia yang sudah dibongkar paksa terletak dengan angkuh.

Isinya: Sebuah gaun malam sutra hitam yang sangat elegan—bukan gaya Evelyn—dan sebuah belati kecil berhulu perak dengan ukiran nama "Eve" di bilahnya.

"Dmitri Volkov akan sampai dalam sepuluh menit," ucap Arkan dingin. Ia duduk di kursi kepala meja, mengenakan sarung tangan kulit hitam yang belum ia lepas sejak dari lapangan tembak. "Kenan, pastikan dia melewati gerbang sterilisasi uap. Aku tidak ingin aroma tembakau murahan itu merusak sistem filtrasi udaraku."

"Sudah dilakukan, Bos," sahut Kenan dari sudut ruangan.

Evelyn duduk di samping Arkan, meremas ujung dasternya yang kini tertutup oleh kardigan rajut besar. Kacamata tebalnya tampak sedikit berembun karena kegugupannya. Di balik kacamata itu, matanya terus melirik ke arah belati perak tersebut.

Belati itu... itu hadiah kelulusanku dari akademi pembunuh bayaran di Moskow. Sialan kau, Dmitri. Kau sengaja memancing macan di kandang yang salah, batin Evelyn marah.

Pintu ruang makan terbuka. Dmitri Volkov melangkah masuk dengan santai, mengabaikan tatapan membunuh dari para pengawal Black Eclipse. Ia tampak segar, seolah-olah baru saja keluar dari spa, padahal ia baru saja melewati proses "pembersihan" paksa di gerbang depan.

"Ah, pemandangan yang domestik sekali," Dmitri tertawa kecil sambil menarik kursi di hadapan Arkan. "Pangeran Steril dan Gadis Panti Asuhan yang malang. Arkan, kau harus tahu, aroma di rumahmu ini mengingatkanku pada rumah sakit jiwa."

Arkan menatap Dmitri datar. "Setidaknya di sini tidak ada aroma pengkhianatan dan debu jalanan Rusia, Dmitri. Sekarang, jelaskan maksud paket ini. Kenapa kau mengirimkan senjata tajam kepada istriku yang bahkan takut memotong kuku?"

Dmitri melirik Evelyn, lalu tersenyum licik. "Takut memotong kuku? Benarkah, Moya Lyubov (Cintaku)?"

Evelyn bergidik (kali ini beneran karena jijik). "T-tuan Arkan... orang ini ngomong bahasa alien apa? Eve nggak ngerti. Eve cuma tahu kalau belati itu kelihatan kotor, banyak karatnya!"

Dmitri mengambil belati itu dari meja. "Karat? Ini perak murni, Eve. Kau ingat saat kita berlatih di bawah salju Moskow? Kau bilang belati ini adalah—"

TAK!

Arkan menancapkan garpu peraknya ke meja dengan tenaga yang cukup untuk membuat porselen di dekatnya retak. "Jangan panggil dia dengan nama itu. Dan jangan pernah berhalusinasi tentang masa lalu yang tidak pernah ada."

"Halusinasi?" Dmitri berdiri, mencondongkan tubuhnya ke arah Arkan. "Kenapa kau tidak tanya sendiri padanya? Tanya padanya tentang tato kecil di bahu kirinya. Apakah itu juga hasil sterilisasi?"

Suasana mendadak beku. Evelyn menahan napas. Tato logo EVG di bahunya adalah bukti mutlak identitasnya. Selama ini ia menutupinya dengan makeup khusus tahan air dan baju yang selalu tertutup.

Arkan menoleh ke arah Evelyn. Matanya yang tajam seolah ingin menembus kardigan tebal yang dipakai istrinya. "Evelyn... apa ada sesuatu di bahumu yang tidak kau ceritakan padaku?"

Evelyn segera memasang wajah sedih dan mulai terisak pelan. "Hwaaaaa! Tuan Arkan percaya sama orang asing ini?! Ini fitnah! Bahu Eve cuma ada bekas suntikan imunisasi waktu kecil! Orang ini mau lihat bahu Eve? Mesum! Tuan, dia mesum!"

Lana yang sejak tadi asyik makan kacang di pojok ruangan, tiba-tiba menimpali. "Iya Kak Arkan! Masa Kak Eve yang culun begini punya tato? Palingan tatonya gambar Hello Kitty!"

Arkan kembali menatap Dmitri. "Kau mendengar istriku. Sekarang, silakan selesaikan makan malammu yang tidak akan pernah datang ini, lalu pergi sebelum aku menyemprotkan cairan asam ke wajahmu sebagai pengganti disinfektan."

Dmitri tertawa terbahak-bahak. Ia tahu ia sudah berhasil menanamkan benih keraguan di hati Arkan. "Baiklah, aku pergi. Tapi Arkan... waspadalah. Terkadang, kuman yang paling mematikan adalah kuman yang kau peluk setiap malam di tempat tidurmu."

Setelah Dmitri pergi, Arkan tetap diam. Ia tidak bergerak sedikit pun.

"T-tuan Arkan... Eve mau ke kamar, mau cuci muka pakai sabun antiseptic," bisik Evelyn sambil hendak berdiri.

"Duduk," perintah Arkan. Suaranya rendah, serak, dan berbahaya.

Evelyn kembali duduk dengan patuh. Arkan berdiri, berjalan perlahan mengitari meja, dan berhenti tepat di belakang kursi Evelyn. Ia meletakkan tangannya di bahu kiri Evelyn, tepat di atas kardigannya.

"Evelyn," panggil Arkan pelan. "Kau tahu aku benci kebohongan lebih dari aku membenci kuman, kan?"

"I-iya, Tuan..."

Tanpa peringatan, Arkan menarik sedikit kerah kardigan dan kaus Evelyn ke arah samping. Tangannya yang bersarung tangan menyentuh kulit bahu Evelyn yang halus. Di sana, hanya ada kulit putih bersih tanpa noda.

Evelyn menarik napas lega. *Untung tadi pagi aku pakai makeup penyamar tiga lapis!*

Namun, Arkan tidak melepaskannya. Ia mengambil botol kecil berisi cairan pembersih make-up (bukan hand sanitizer) dari sakunya. Ia sudah menyiapkannya.

"Kalau ini memang kulit aslimu, cairan ini tidak akan mengubah apa pun," ucap Arkan.

Arkan menuangkan sedikit cairan itu ke kapas dan mengusap bahu Evelyn dengan perlahan. Sedikit demi sedikit, warna kulit palsu itu luntur, memperlihatkan sebuah tato kecil berwarna hitam berbentuk mahkota dengan inisial "EVG" di tengahnya.

Arkan tertegun. Genggamannya di bahu Evelyn mengerat. "EVG... Elite Vanguard Group."

Evelyn memejamkan matanya. Penyamarannya hancur. Ia tidak lagi gemetar. Ia perlahan menegakkan punggungnya, melepaskan kacamata tebalnya, dan menoleh ke arah Arkan dengan tatapan mata yang tajam, dingin, dan penuh otoritas—tatapan Queen EVG.

"Tuan Arkan," suara Evelyn kini rendah dan tenang, tanpa nada cempreng yang dibuat-buat. "Aku sudah bilang... rahasia Eve jauh lebih kotor dari semua kuman yang Tuan takuti."

Arkan menatap mata asli Evelyn untuk pertama kalinya tanpa penghalang. Ada amarah, kekecewaan, tapi juga gairah yang aneh di matanya. "Jadi selama ini... aku menikahi seorang pembunuh?"

"Dan aku menikahi seorang pria yang takut pada debu," balas Evelyn sambil berdiri, menatap Arkan sejajar. "Sekarang pertanyaannya: Apakah Tuan akan memanggil polisi, atau Tuan akan menyemprot bahuku dengan alkohol agar tato ini 'steril' menurut standar Tuan?"

Arkan menarik pinggang Evelyn dengan kasar, membenturkan tubuh mereka berdua. "Aku akan melakukan keduanya. Tapi sebelum itu... aku akan memastikan kau tidak akan pernah bisa lari dari sangkar sterilku, Queen."

Di luar jendela, badai Alpen mulai mengamuk, sama seperti badai yang baru saja meledak di dalam pernikahan mereka.

1
Hikam Sairi
🤣🤣🤣🤣
Hikam Sairi
😩😩😩😩
Hikam Sairi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 Gatot Misi wortel layu nya 🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!