NovelToon NovelToon
Siapa Ayah Anakku???

Siapa Ayah Anakku???

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Hamil di luar nikah
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: S.A.Hanifa

Syela tak ingat apapun yang terjadi malam itu, berawal dari pesta di sebuah klub membuatnya harus kehilangan kegadisannya.

Apa yang harus dilakukannya pun ia tak tahu...

Apakah harus????.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.A.Hanifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

Dengan pengakuan Miko dan liciknya otak Catherine membuat Syela berpikir, ini bukan sebuah kebetulan atau ketidaksengajaan. Ini semua sudah diatur dan Catherine adalah orang yang paling mungkin merencanakan ini semua.

Tapi mengingat kejadian bunuh diri itu, tidak mungkin kan hanya karena ingin mendapatkan Miko gadis itu jadi rela mengorbankan nyawanya dan bayi dalam kandungannya.

Syela menggelengkan kepala. "Nggak nggak ini pasti cuman kesimpulanku aja, Catherine bukan gadis bodoh yang akan bunuh diri hanya karena rasa iri" gumamnya sendiri.

"Haish.... udahlah capek aku mikirin mereka terus, mending aku main sama putra kesayanganku, Ansel........ " ucap Syela mendekati sangat putra yang bermain sendiri diatas kasur.

Bayi yang sudah genap berumur empat bulan itu sudah semakin pandai bermain, baru baru ini dia sudah bisa berguling guling sendiri sampai Syela tertawa geli dan bangga. Tak terasa putranya semakin besar saja dan juga semakin terlihat ketampanannya.

Hidungnya tak berubah malah semakin mancung, kulitnya putih merona, pipi gembul, bibir tipis dan bulu mata lentik itu semakin membuatnya mempesona, apalagi netra abu yang semakin membuatnya jatuh cinta. Tampan sekali putraku, pikirnya.

Namun netra indah itu juga yang terkadang membuat Syela kembali terpikirkan siapa Ayah Ansel sebenarnya. Sosok seperti apakah dia, pasti tampan juga anaknya saja seperti ini.

Seketika Syela tersadar lalu memukul kepalanya pelan. "Sadar Sel".

Tak ingin memikirkan hal tersebut. Syela beralih mengelus kepala putranya lembut dan memandangnya dalam. "Sayang cepat besar yah nak, jagoan Ibu biar bisa main kejar kejaran kita nanti" ucapnya pada Ansel yang berdehem seperti mengiyakan ucapan sang Ibu.

Sedetik kemudian raut wajah bahagia itu berubah sedih. "Tapi kalau besar nanti jangan jauhin Ibu yah, jangan tinggalin Ibu, Ibu cuman punya kamu aja didunia ini" ucapnya lagi sambil menahan tangis.

"Ahhhh kok Ibu jadi nggak rela kamu cepat besar sih.... Ibu sayang banget sama Ansel" ucap Syela tak menentu mengambil tubuh tengkurap putranya untuk ia peluk.

"Ehhhmm... Ehhhhmm" gumam Ansel, tangannya bergerak seperti sedang mengelus punggung sang Ibu untuk menenangkannya.

Tak ada yang menyangka bahkan Syela sendiri jika anak yang dulu masih dalam kandungan saja dia sudah benci, kini malah menjadi penyemangat hidup dan satu satunya orang yang ia takutkan pergi meninggalkannya. Dia ingin selalu berada disisi Ansel sampai kapanpun walaupun entah takdir akan bagaimana jika suatu saat anaknya itu dipertemukan dengan Ayah kandungnya, Syela tak akan memberikan putranya itu pada pria itu sekalipun.

"Ibu akan menjagamu selamanya, tak ada yang boleh menyakitimu selama Ibu masih hidup".

*****

Beberapa hari berlalu setelah pertemuan dengan Miko dicafe waktu itu, belum ada kabar dari pria tersebut. Dirumah Catherine pun hanya selalu mengurung diri dikamarnya, hanya sesekali terlihat didapur untuk makan itupun harus dipaksa Mamanya.

Susi dan Handoko sudah kehabisan cara untuk mengembalikan keceriaan putri angkatnya itu. Mereka sudah mendatangi rumah Miko dan bicara pada kedua orang tuanya tapi tak menunjukkan hasil yang mereka inginkan. Bahkan Miko sendiri seperti menghindar dari keduanya.

Karena terdesak oleh keadaan Catherine yang semakin memburuk, Susi pun berkali kali menanyakan keputusan Miko pada Syela, sampai sampai Susi menuduh Syela jika dirinya lah yang membuat Miko menghilang tanpa kabar begini. Alih alih membujuknya untuk menikahi Catherine.

Dituduh begitu Syela tak merasa tersinggung atau marah, toh kan dia sudah bilang walaupun dia sudah membujuk Miko terserah pria itu mau atau tidak mengikutinya. Syela hanya bisa mengabaikan omelan dan tatapan tajam mantan Mamanya itu.

Sampai akhirnya seminggu sudah berlalu tiba tiba terdengar kembali suara teriakan dari kamar Catherine, Syela dan Handoko yang mendengar keributan pun langsung menuju kesana.

"Catherine jangan Nak, jangan lakukan itu Mama mohon" ucap Susi dari ambang pintu kamar Catherine. Air mata sudah membanjiri wajah wanita paruh baya itu.

"Catherine apa yang kamu lakukan, jangan bertindak bodoh!!" bentak Handoko ingin mendekat.

"Diam disitu atau aku akan menusuk perutku sendiri" ancam Catherine memegang sebuah pisau dan bersiap akan menusuk perutnya yang masih datar itu.

Syela menyaksikan kejadian itu didepan matanya sendiri, Catherine ingin mengakhiri hidupnya lagi beserta bayi dalam kandungannya. Apakah sudah tak bisa lagi gadis itu berpikir waras, pikirnya. Dia merasa iba.

"Catherine". Susi sudah terduduk lemas karena melihat putrinya yang berprilaku tak stabil itu. Dia lelah dan juga sedih melihat Catherine yang seperti itu.

Handoko juga tak bisa berbuat apa apa dia hanya terus membujuk Catherine untuk menjatuhkan pisau yang dipegangnya tapi tak ada hasilnya.

Syela terdiam dibelakang Handoko dan Susi melihat bagaimana kacaunya Catherine, rambut acak acakkan, mata sembab dan tubuh yang mulai mengurus itu menandakan jika Catherine benar benar stres berat. Daster yang dipakainya bahkan sudah dua hari tak diganti. Kamar ini pun berantakan sekali, tisu dan juga foto Miko tersebar dimana mana.

Perlahan dengan langkah pasti Syela melewati tubuh tegap Handoko untuk mendekati Catherine yang masih memposisikan ujung pisau keperutnya itu. Tangis dan gumaman nama Miko masih terus terdengar dari mulutnya.

"Catherine, turunkan pisaunya" ucap Syela pelan.

Catherine perlahan mendongak menatap Syela dengan mata sayunya. "Syelaaa.... " panggilnya lirih.

"Iya ini aku, turunkan pisaunya oke" pinta Syela lagi yang semakin mendekat kearah Catherine. Tapi gadis itu menggelengkan kepala tak mau, tangannya yang bergetar itupun masih diposisi yang sama.

"Ingat bayimu Ket, dia tak berdosa... kamu bisa hidup bersamanya sama seperti aku dan Ansel" bujuknya.

"Catherine turunkan ya" lagi Syela meminta dengan nada lembutnya langkah kakinya semakin mendekat dan terus mendekat.

Saat sudah begitu dekat dengan Catherine, gadis didepannya itu mendongak cepat dan menunjukkan tatapan benci pada Syela yang terkejut. Tiba tiba dia mengubah arah pisau kedepan Syela yang sigap memundurkan langkahnya jika tidak bisa saja ujung pisau itu menusuk dadanya.

"Catherine jangan!!!" teriak Handoko panik.

"Kamu.... karena kamu Miko tak mau menikahiku, karena kamu dia membenciku, karena kamu Syela karena kamuuu!!!!!!!!" teriak Catherine marah sampai semua tubuhnya bergetar.

Syela menggelengkan kepalanya. "Catherine sadarlah" ucapnya tak gentar.

Catherine malah tertawa seperti ada yang lucu lalu menatap Syela tajam. "Kita mati bersama saja dengan begitu Miko tak akan mendapatkan siapapun" ucapnya.

Syela membelalak terkejut karena ucapan Catherine. "Gila kamu Ket".

"Ya... Iya aku memang gila aku gila hahahahahaha" teriak Catherine dengan emosi yang bercampur. Marah, sedih, kecewa benci jadi satu.

"Ayo kita mati bersama Syela!!!" serunya bersiap maju untuk menusuk Syela yang tak bisa bergerak ditempatnya. Handoko dan Susi berteriak bersamaan karenanya.

"Tidak Catherine jangan!!!!".

Grep!!!.

Prank........

Syela membuka matanya perlahan, entah apa yang terjadi saat ini jika dia benar benar sudah mati apa yang akan terjadi, dia hanya bisa memikirkan bagaimana hidup Ansel putranya jika dia tak ada.

Tapi saat matanya terbuka samar samar punggung seorang pria terlihat didepannya. Dia hapal betul itu siapa, "Miko" ucapnya tanpa sadar bersama dengan matanya yang melihat pisau ditangan Catherine sudah berasa dilantai. Sedetik kemudian dia menghembuskan napas panjang tanpa bergeming.

"Huahhhhhhhhhhhh" raung Catherine menangis sekencang kencangnya sampai tubuhnya terduduk lemas diatas lantai dingin itu.

"Aku akan menikahimu, jadilah istriku....." ucap Miko menatap Syela.

1
Deliz Diaz Dla FM B
Semangat ya
Deliz Diaz Dla FM B
SEMANGAT YA
Nifatul Masruro Hikari Masaru
iya bertemu bertiga dengan anak maksudnya
Nifatul Masruro Hikari Masaru
ungkapan dengan paksaan
Deliz Diaz Dla FM B
semangat ya
Nifatul Masruro Hikari Masaru
ganteng banget 😍😍😍
Hanifa
cepat tamat dong ya😁
Deliz Diaz Dla FM B
cepat mengakui masalah one night terus punya anak kandung itu
Marifah
wow wow wow
Uyen Uyen
wah PD banget Arjuna
Deliz Diaz Dla FM B
Wow
Deliz Diaz Dla FM B
Wow. Ternyata Arjuna itu papa kandung
Hanifa
Yang bener bagas yah, Andre itu nama tokoh karyaku yang lain, salah ketik cenah🙏🙏
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor...
𝐈𝐬𝐭𝐲
kenapa syela gak pergi saja dari rumah sih, mending cari kerjaan di luar hidup juga jadi tenang, biarkan orang tuanya dan Catherine suatu saat hidup dlm penyesalan...
𝐈𝐬𝐭𝐲
kadang om Bagas kadang om Andre yg bener yg mana thor🤔
𝐈𝐬𝐭𝐲
kayaknya di bab atas namanya Bagas kenapa dibab ini namanya Andre thor 🤔 apa beda orang ya🤔
Hanifa
bisa jadi
Deliz Diaz Dla FM B
Wow, Arjuna itu papa kandung ansel. Kapan ketemuan anak kandung ?
Nifatul Masruro Hikari Masaru
cakep kok visualnya
Hanifa: Terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!