Nurul adalah seorang wanita cantik, baik, sabar, juga tegar dalam menghadapi semua cobaan hidupnya. Walau ia sudah terkhinati , dibohongi selama pernikahannya. Namun demi seorang anak yang masih murni dan polos. Nurul tetap berbaik sangka kepada Allah. Rasa sakit dari suaminya Nizam yang sangat ia sayangi. Sempat membuat Nurul kecewa dan terluka. Tapi Nurul berusaha tetap tenang dan berusaha menjadi ibu yang terbaik demi anaknya Sampai akhirnya ia mampu melewati semuanya dengan menjaga hati sang anak untuk menjadi wanita yang berjiwa besar, sukses dan hidup bahagia pada akhirnya. Bahkan Nurul kembali bisa menemukan cinta sejatinya. Yang kembali membawanya hidup bahagia dari seorang pria yang tulus bernama Azka
Akan kah Nizam menyesal .....ikuti ceritanya ya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Sedangkan Bian diam terus memperhatikan Nurul yang mulai salah tingkah. Karna risih di perhatikan Bian.
" Kenapa melihatku begitu sih Bi, lihat kesana aja banyak wanita cantik tuh!!" kata Nurul dengan wajah memerah karna malu di perhatikan Bian.
" Hmm....kenapa? Aku hanya ingin melihat wajah imut mu. Karna sudah lama tak bertemu. Jadi aku ingin mengecek , apa ada yang berubah " kelakar Bian
" Aish kau ini bikin aku salting aja" Nurul pun tertunduk malu.
" Hahahaha kau malu ya, dulu aja ngak tahu malu. Bahkan kau yang duluan menggodaku" Bian pun tertawa lepas. Karna senang Nurul masih seperti dulu. Hanya bedanya sekarang lebih feminim.
" Hmm.....kita sekarang sudah dewasa Bi, karna sudah ngak kuliah lagi. Tapi bagaimana kau bisa mengenaliku. Aku saja sudah hampir lupa dengan mu" kata Nurul
" Cih....pantas saja kau sudah menikah lebih dulu dari ku. Padahal dulu aku berharap kau mau menungguku pulang" kata Bian jujur.
" Bi....jangan membual. Mana ada kau bilang begitu. Kau bahkan pergi tanpa bicara padaku waktu itu" kata Nurul manyun.
"'Sebenarnya aku ingin bicara padamu saat itu untuk menemuimu. Tapi karna kau masih berkabung. Aku pun pergi, padahal aku lama menunggu mu di tempat biasa kita bertemu. Tapi kau tak kunjung datang. Bahkan aku sampai pulang larut malam." Jelas Bian
" Hah....apa iya !! Maaf...." kata Nurul yang langsung merasa bersalah. Jika selama ini ia salah paham pada Bian.
" Sudah lupakan, lalu apa kau sudah resmi bercerai dengan suamimu? " Bian pun menatap serius wajah Nurul
" Ya...tapi masih proses. Mungkin akhir bilang ini selesai dan tinggal menunggu masa idahku saja" jawab Nurul jujur.
" Kalau begitu jadi istriku saja, aku tak masalah kau seorang janda. Mungkin takdir ku begitu denganmu" kata Bian mengoda Nurul
" Hush...jangan bercanda begitu Bi, masih banyak wanita cantik diluar sana. Kenapa harus denganku. Apa keluarga mu bisa terima jika kau dapat barang bekas" kata Nurul yang mengira Bian hanya bercanda pada nya.
" Untuk masalah itu aman, yang penting kamu mau dulu sama aku. Setelah masa idah ayo kita menikah. Aku akan melamar mu. Tapi bawa aku dulu pada abangmu itu" kata Bian serius
" Kau.....jangan bercanda begitu. Aku merasa tak enak" kata Nurul.
" Aku serius Lin, ini bulan ramadhan. Aku tak mau menahan diri lagi. Apalagi menunggumu lama lama. Aku takut kita terpisah lagi seperti dulu. Sebenarnya, aku sudah lama mencari mu. Tapi tidak pernah bisa menemukan mu. Namun Allah bersikap adil padaku. Sehingga ia mempertemukan dirimu lagi denganku. Seperti sekarang ini" kata Bian yang membuat Nurul diam dan merasa tersanjung mendengar kejujuran Bian. Apalagi mimik wajah Bian terlihat sangat serius tanpa menyembunyikan kebohongan di netra hitam bola matanya.
" Bi...kau......" kata Nurul terbata bata karna merasa gugup. Sebab Nurul sudah tak bisa membohongi hati nuraninya. Karna ia memang merindukan sosok Bian. Sahabatnya yang selalu perhatian dan baik dalam bersikap. Bahkan Bian selalu menjaga dirinya dari semua orang yang ingin mengusiknya. Apalagi Bian juga sering memarahi orang orang yang membully nya. Atas sikap perduli Bian yang terlalu sayang padanya
" Sudah...ngak perlu bicara dan tak perlu memberi jawaban sekarang padaku. Kau pikirkan saja dulu masak masak. Aku tak mau memaksamu Lin" kata Bian lembut
"Hmm.." dehem Nurul seraya menghela nafas. Karna Bian mengerti akan keadaannya untuk saat ini.
" Ya sudah, apa kau tak ingin memesan sesuatu buat dibawa pulang. Aku yang traktir hari ini. Ngak perlu sungkan" kata Bian saat melihat waktu di jam tangannya.
" Oh ngak usah Bi, lain kali saja kamu traktir aku. Ayo kembali ke kantor. Takut atasan ku marah jika kita terlambat" kata Nurul beranjak dari kursi.
" Ok ...ayo kembali. Kamu duluan aja ke mobil. Aku bayar ini dulu" kata Bian yang ikut berdiri lalu menuju kasir. Membayar pesanan yang akan ia bawa pulang. Sedangkan Nurul melangkah gontai keluar dari cafe.
" Nurul...!! ngapain kamu disini ?" tegur seseorang yang membuat Nurul kaget lalu menoleh.
" Oh kamu, kamu sendiri ngapain disini?" Nurul balik bertanya saat melihat Lara bersama temannya yang juga ikut keluar dari cafe
" Ya makan lah, ngak seperti dirimu yang hanya numpang duduk. Pastinya setelah cerai dari Nizam kau jadi pengemis kan" kata Lara sinis seakan mengejek Nurul
" Astagfirullah " guman Nurul mengeleng. " aku tak perlu menjelaskan apapun padamu. Mau miskin atau mengemis itu bukan urusanmu!!" tegas Nurul yang ingin berlalu. Namun Lara sempat menarik baju Nurul yang membuat tubuh Nurul oleng dan...
" Hap..... kau tidak apa apa" kata Bian yang langsung menangkap tubuh Nurul.
" Bi...terimakasih " kata Nurul kaget. Jika tangan reflek Bian cepat dan sigap menangkap tubuhnya yang hampir terjatuh.
" Ayo pergi " kata Bian tersenyum
" Ya...." angguk Nurul. Membuat Lara melongo ketika melihat Nurul sudah ditolong pria tampan dan keren. Bahkan pria didepannya itu lebih tinggi dan atletis dari Nizam.
" Nurul apa kau selingkuh, pantas jika Nizam menceraikan mu!!" kata Lara sinis
" Harus nya kalimat itu kau tunjukkan pada dirimu sendiri ra. Temanku ini jomblo. Jika dia mau padaku yang janda ini tak masalah. Lagi pula aku dan Nizam akan resmi bercerai" jawab Nurul dengan percaya diri.. Lalu dengan cepat Nurul menarik tangan Bian untuk meninggalkan Lara dan temannya. Membuat wajah Lara langsung memerah karna semakin kesal pada Nurul.
Sedangkan Bian tersenyum senang melihat sikap Nurul yang impulsif. Bahkan tangan Nurul masih menggandengnya menuju mobil.
" Hahaha ...rupanya kau selalu punya musuh ya Lin?" kata Bian saat mereka sudah masuk mobil.
" Ya begitulah, dia itu pelakor yang menggoda suamiku. Ya sekalian saja aku lepaskan biar mereka puas. Mereka pikir aku akan terpuruk karna perselingkuhan mereka, no.....aku ini wanita hebat dan cerdas. Ngapain menangisi pria yang ngak setia" kata Nurul sembari memasang sabuk pengaman.
" Iyalah ...kan ada aku, kau bisa menjadikan ku tamengmu" kata Bian santai sambil menghidupkan mesin mobil. Yang membuat Nurul tersenyum. Karna senang bisa membela dirinya sendiri di depan Lara.
" Biar kan saja dia cerita ke kak Nizam. Apa mereka pikir aku akan bersedih karna perceraian. Sorry....aku orang yang mudah move on" batin Nurul yang tak ingin berlarut larut karna sakit hati. Lagi pula sekarang ia bisa menyibukkan diri dengan bekerja. Untuk menata hidupnya lebih baik dan mengejar cita citanya yang tertunda.
************
Malamnya saat mampir kerumah sakit. Lara pun bercerita pada Nizam dan ibu Nizam. Jika siang tadi ia bertemu Nurul dan pria muda. Yang membuat raut wajah Nizam langsung berubah.
" Dasar wanita tak tahu diri. Tuh kan Zam, belum juga resmi bercerai dia sudah selingkuh. Makanya ibu yakin dia bukan wanita baik baik. Jangan jangan selama ini dia ada main dengan pria lain. Apalagi saat kamu bertugas ke luar kota. Pasti dia sering bertemu dengan pria lain di luar sana" kata ibu Nizam berkomentar.
" Bu....Nurul bukan wanita seperti itu. Lara saja yang mungkin salah paham. Mungkin saja itu temannya atau sepupunya. " kata Nizam yang tak mau berspekulasi sebelum memastikannya.
" Tuh kan Bu, kak Nizam masih saja membelanya" kata Lara cemberut. Karna Nizam selalu membela Nurul
" Ra.. .." kata Nizam menegur Lara.
" Sudah zam, kau tak perlu membelanya terus menerus. Sini ra duduk dekat ibu. Wanita seperti itu memang pantas di ceraikan. Jadi kamu tak perlu khawatir lagi pada Nizam. Mereka sudah mau bercerai, jadi besok besoknya kau tak perlu memikirkan penghalang mu " kata ibu Nizam bersikap perhatian pada Lara.
" Ya bu, akhirnya kami bisa segera menikah setelah kak Nizam resmi bercerai," kata Lara senang tapi tidak dengan Nizam yang saat ini seperti hatinya seperti terbakar oleh api panas. Mendengar Nurul kini sudah punya seorang teman pria penggantinya. Padahal dulu istrinya itu orang yang sangat pendiam dan jarang bergaul.
Aku si berharap stroke sekalian juga biar mulutnya ga jahat jahat banget ngatain orang 🤭
Cocok lah sekufu sekasta selevel 😍😍
Tar sadarnya kalau sudah mau sekarat kali ya ?
Hati hati Lara ,keluarga Nurul bukan tandinganmu
Hallo Nizam ,bagaimana perasaanmu lihat Nurul secantik itu ?
Sesalmu tak kan mengembalikan Nurul
Sudah beda level
Aku nunggu kapan update kisah berikutnya
Sudah tua gitu masih plin plan dan gampang disetir ibunya
Pantas lah kau ditinggal istri dan anakmu Nizam
Tar jangan nyesal ya lihat kebahagiaan Nurul 🤭
Aamiin
Aku menunggu kelanjutan kisahnya ini 😍😍
Semoga iman dan takwa tetap terjaga sepeninggal ramadhan mulia
Memang benar ya lelaki peselingkuh ya hobi bohong sana sini
Aku ikut tepuk tangan kalau Nizam dipecat biar kapok
Bila perlu diblacklist semua perusahaan ,sekalian si Lara juga
Wahhh Nurul ,jodohmu lagi otw
Jodoh dunia akhirat sehidup sesyurga
Biar lelaki ga seenaknya sendiri cari cari alasan ini itu
Aku ikut tepuk tangan karena kamu lelaki mencla mencle
mana ada lelaki beristri sesantai itu mau antar teman wanita
Ayo Nurul jaga ketat harga dirimu