NovelToon NovelToon
PERJALANAN PENDEKAR PEDANG

PERJALANAN PENDEKAR PEDANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Petualangan / Kultivasi / Fantasi Timur
Popularitas:375.9k
Nilai: 4.5
Nama Author: Reyvaldo

Siapa aku? aku adalah Yu Zhao seorang anak 12 tahun yang dianggap sebagai sampah klan yang tidak bisa berkultivasi.

Mendapatkan warisan Dewa Pedang dan menjadi pendekar pedang terhebat sepanjang zaman tersebut.

Bagaimanakah alur ceritanya? Kita lihat dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyvaldo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHP 32. KERUSUHAN DI RESTORAN.

"Beraninya kau membunuh se enak jidatmu" kata Yu Zhao sangat marah kali ini.

"Hahaha, memangnya kau mau apa? prajurit serang dia!" kata Meng Kong memerintahkan semua prajuritnya untuk menyerang Yu Zhao.

Saat prajurit hendak menyerang Yu Zhao tiba-tiba kepala mereka sudah terpenggal semua.

"Hahaha, kini giliranmu tuan muda sombong" kata Yu Zhao sambil mengayunkan pedangnya.

Trang..!

Tiba-tiba pedang Yu Zhao terhenti oleh sesuatu yang sangat keras.

"Ayah" kata Meng Kong yang menyadari bahwa yang menahan pedang Yu Zhao adalah tombak ayahnya.

....

Flashback on.

Saat Meng Bo (Ayah dari Meng Kong) sedang berada di dalam ruangannya untuk merencanakan pemberontakan yang akan mereka lakukan terhadap walikota Dameng yaitu Qing Wang Jou dan klan Qing. Tiba-tiba seorang pelayan membuka pintu dengan tergesa-gesa.

"Maaf patriak rendahan melapor!" kata pelayan yang masuk tadi.

"Hemm, ada berita penting apa?" kata Meng Bo dengan pandangan yang tidak berpindah dari lembaran yang ada di depannya.

"Tuan muda Meng Kong sedang dalam masalah di sebuah restoran" kata pelayan tadi memberi tahukan informasi tentang Meng Kong.

"Hmm, apa yang dilakukan anak nakal itu lagi, sudah kubilang jangan sampai membuat masalah sebelum pemberontakan ini berhasil" gumam Meng Bo.

"Baiklah sekarang keluarlah dari sini dan minta beberapa prajurit untuk menemaniku menuju restoran!" kata Meng Bo kepada pelayan tersebut.

"Baik patriak" kata pelayan tadi dan langsung pergi keluar ruangan.

Setelah beberapa saat akhirnya Meng Bo sampai di depan restoran dan dikejutkan oleh suara pemuda.

"Hahaha, kini giliranmu tuan muda sombong"

Meng Bo langsung berlari sambil mengeluarkan tombaknya.

Trang..!

Flashback off.

....

"Dasar anak bodoh, sudah kubilang jangan membuat ulah!" kata Meng Bo kepada Meng Kong.

"Maaf ayah, itu karena dia tidak mau pergi dari tempat duduknya" kata Meng Kong.

"Kenapa kau tidak mencari tempat yang lain saja?" kata Meng Bo.

"Dasar anak yang manja!" gumam Yu Zhao.

"Maaf patriak Meng Se... " perkataan pemilik restoran langsung dipotong oleh Meng Bo.

"Siapa yang menyuruhmu untuk berbicara?" kata Meng Bo dengan kasar

Pemilik restoran langsung diam dan tidak berbicara kembali.

"Anak dan ayah sama sombongnya" batin para pengunjung restoran.

Para pengunjung restoran banyak yang keluar dari restoran tersebut karena takut jika mereka ikut terkena dampak masalah tersebut.

Tetapi banyak juga pengunjung yang tinggal di tempat karena ingin menyaksikan apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Anak muda, kenapa kau ingin membunuh putraku?tanya Meng Bo kepada Yu Zhao.

"Aku melakukan itu karena putra anda ingin membunuh pemilik restoran dengan seenaknya" jawab Yu Zhao dengan sopan karena umur Meng Bo lebih tua dari umur Yu Zhao.

Sudah semestinya bagi yang muda untuk menghormati orang yang tua dengan menjaga tutur katanya dan ucapannya.

"Memang apa salahnya jika Meng Kong ingin membunuh pemilik restoran yang tidak berguna ini?" kata Meng Bo.

"Haiss, ternyata berbicara dengan klan Meng tidak ada gunanya" gumam Yu Zhao dengan menghela nafasnya.

Meng Kong yang melihat wajah Yu Zhao langsung koar-koar lagi.

"Hahaha dimana keberanian mu tadi?" kata Meng Kong yang mulai berkoar-koar.

"Apa kau sekarang takut sampah" lanjutnya dengan menekan kata"SAMPAH".

"Memang sampah akan tetap menjadi sampah dan tidak akan pernah maju" kata Meng Kong lagi.

"Huh, disini siapa yang dianggap sampah aku atau dia yang hanya berani bersembunyi dibelakang orang-orangnya" batin Yu Zhao.

"Hentikan ucapanmu itu Meng Kong!" kata Meng Bo sedikit membentak Meng Kong.

"Kita akan membalaskan dendam mu setelah menguasai kota ini!" kata Meng Bo dengan berbisik.

Yu Zhao yang mendengar pembicaraan mereka hanya tersenyum.

"Bermimpi dan teruslah bermimpi kalian Meng bodoh, karena aku tidak akan membiarkan kota ini jatuh ke tangan orang-orang yang Semena-mena seperti kalian" gumam Yu Zhao dengan wajah yang masih tersenyum.

Meng Kong yang mendapat penjelasan panjang lebar dari ayahnya akhirnya menurut dan mengurungkan niat nya untuk membalaskan kekesalannya terhadap Yu Zhao.

"Baiklah sampah kali ini kau akan ku maafkan dan jangan harap kau akan menang atas diriku di turnamen kota!" kata Meng Kong yang tidak menghilangkan kesombongannya.

"Baiklah ayo kita kembali ke klan!" kata Meng Bo kepada prajuritnya untuk pergi dari hidup restoran.

"Mengapa hidupku tidak bisa tenang?" kata Yu Zhao dengan duduk di kursi dan menatap ke arah langit-langit restoran.

"Guru apa kau tenang di alam sana?" gumam Yu Zhao.

Setelah beberapa saat meratapi nasib nya kini Yu Zhao berjalan menuju tempat pemilik restoran yang tengah duduk dengan muka tertunduk lesu.

"Paman maaf telah menghancurkan restoran mu" kata Yu Zhao meminta maaf kepada pemilik restoran.

Pemilik restoran lalu mendongakkan kepalanya dan melihat Yu Zhao.

"Tidak apa tuan muda sudah takdirku begini" kata pemilik restoran sambil melihat ke arah kerusakan dan mayat-mayat yang bergelimpangan di lantai restoran.

"Ini ada sedikit uang untuk paman memperbaiki restoran ini!" kata Yu Zhao sambil menyerahkan 100 keping emas.

"Tidak tuan muda tidak usah" kata pemilik restoran berusaha untuk menolok pemberian Yu Zhao.

"Tidak apa paman aku ingin kau memperbaiki tempat ini hingga menjadi sangat indah!" kata Yu Zhao membujuk pemilik restoran.

"Memangnya kenapa tuan muda? apa anda tidak puas dengan tempat saya ini?" tanya pemilik restoran yang kini menerima uang pemberian dari Yu Zhao.

"Tidak paman bukan begitu maksudku" kata Yu Zhao.

"Aku ingin paman memperbaiki restoran ini sedemikian rupa hingga menjadi sangat indah layaknya restoran di ibukota kekaisaran, karena aku ingin membeli restoran ini!" kata Yu Zhao lagi.

Pemilik restoran tersedak ludahnya sendiri karena perkataan Yu Zhao.

"Tuan muda jangan bercanda seperti itu karena harga restoran ini sangat mahal mana mungkin tuan muda bisa membelinya" kata pemilik restoran tadi sedikit tidak percaya dengan perkataan Yu Zhao.

"Berapa harganya paman?" kata Yu Zhao.

"1000 koin emas" jawab pemilik restoran dengan asal bicara.

Yu Zhao langsung mengeluarkan 1000 koin emas dari cincin penyimpanannya lalu memberikan koin emas tersebut ke pemilik restoran.

"Jadi apakah ini cukup paman?" kata Yu Zhao.

Pemilik restoran melongo setelah melihat koin emas yang diberikan oleh Yu Zhao.

"Cu.. cukup tuan muda" jawab pemilik restoran.

"Tetapi saya dan pegawai saya setelah ini akan bekerja dimana jika restoran ini anda beli?" tanya pemilik restoran.

"Tenang saja paman kalian semua tetap bekerja disini dan kau sebagai manajer sedangkan untuk kepemilikan restoran ini akan.... "

...B.E.R.S.A.M.B.U.N.G...

...#LIKEE...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Cerita ini bikin mual saja
Oky Lanjut
Gas Poooool
Kayak kata gakpapa deh itu harusnya diganti yg lebih Pas.. Tor
Kata katanya byk yang harus diperbaiki aga tdk membosankan
Laaaaaaanjjjjjjuuuuuutt👍👍
Hadir
spooky836
sampah jadi bosan cerita kafir laknat dari mc kafir ni
spooky836
sampah aku jijik bacanya
Aman Wijaya
lanjut Thor 💪
Aman Wijaya
mantab Thor
Toni WA
bacanya sambil ngopi cocok kyaknya 😄
Abi
mana lanjutan nya thor
Abi
lanjut thor
Abi
Kecewa
Abi
Buruk
Dirman6987
bagus kok
Harman LokeST
laaaaaaaaaaaaaajjjjjjjjuuuuuuuuuuuutttttt teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss
Harman LokeST
cepat sadar Yu Zhao
Harman LokeST
next author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!