NovelToon NovelToon
Sistem Analisis Nilai : Bangkitnya Sang Penguasa Bisnis

Sistem Analisis Nilai : Bangkitnya Sang Penguasa Bisnis

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

ini adalah part 2 dari novel "Diremehkan Karena Miskin Ternyata aku punya sistem analisis nilai"

disarankan baca part 1 terlebih dahulu
**

setelah mendapatkan kemampuan sistem, kehidupan Rahmat Pratama berubah drastis. Dia yang awalnya dihina, miskin, dan terlilit hutang, kini telah berdiri di puncak .

Namun, kejayaan itu hanyalah awal dari badai yang sesungguhnya.

Saat Rahmat merasa telah menguasai segalanya, sebuah serangan siber mematikan dari organisasi misterius bernama Black Spider nyaris menghapus seluruh asetnya.

Sertifikat Galeria yang ia bangun dengan darah dan keringat hampir saja berpindah tangan dalam hitungan detik.
Black spider kembali menyerang, bukan dengan fisik melainkan dengan serangan dari dalam.

Rahmat juga menyadari satu kenyataan pahit: Sistem Analisis Nilai miliknya bukan

sekadar keberuntungan jatuh dari langit.
Ada sejarah gelap yang ditinggalkan oleh sang pemilik pendahulu, dan mengenai sang pencipta asli yang kini datang untuk menagih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28—Runtuhnya Sandiwara sang Kacamata

Sebelum semuanya terjadi. Sebelum pentas seni alya, kanaya, dan Rahmat dimulai. Alfian berseru kesal atas keinginan mendadak dari Rahmat kemarin malam.

Katanya, Dia dikuti seseorang dan dia memfoto alya untuk kejahatan nasional. Tentu itu tidak bisa dibiarkan.

Sebagai garda depan Alya yang protektif, dia tidak bisa membiarkan ancaman apapun menyentuh Dewinya!

Alfian terus mengintai beberapa tempat tapi belum menemukan orang yang mencurigakan yang disebut Rahmat.

“Setelah ini adalah acara bintang yang kalian tunggu - tunggu… dalam 15 menit lagi. Tim trio star yg diisi oleh kanaya, alya, dan Rahmat akan segera dimulai.”

Suara mc di mic menggema keras, alfian menghela napas. Kayaknya dia gagal dalam misi, dia kudu balik jadi suporter.

Dan saat itulah matanya menatap seseorang yang mencurigakan.

, di barisan teknisi yang gelap, sang penguntit dari mall semalam sudah bersiap. Ia menyeka keringat di dahinya, matanya fokus pada layar tablet.

Pria dengan hoodie dan masker mata fokus ke tablet.

"Siang ini akan jadi hari terakhirmu jadi idola, Rahmat. Begitu foto kencan kalian naik di layar besar pas bagian reff, karir kalian tamat," bisiknya jahat. Tangannya sudah gemetar di atas tombol Send.

Tapi tiba-tiba, sebuah tangan dingin menepuk bahunya dari belakang.

"Mas, siang-siang gini main tablet terus matanya bisa sakit lho," suara Alfian terdengar santai, tapi ada nada mengancam yang tajam. Ia berdiri di sana, masih dengan seragam sekolah yang berantakan, namun sorot matanya di balik kacamata tampak sangat waspada.

"Si-siapa kamu?! Pergi sana!" bentak sang penguntit panik.

Alfian tersenyum lebar, tapi senyum itu tidak sampai ke matanya. "Gue? Cuma cheerleaders yang lagi tugas jaga keamanan 'aset' negara. Sini tabletnya, atau mau gue bikin kacamata lo pecah bareng muka lo?"

Dan setelah itu terjadilah baku hantam singkat, karena dia tidak mau menarik banyak perhatian alfian menggunakan teknik tepukan maut.

Dia memukul musuh lewat titik vital dan membuat dia pingsan sekali serang, lalu menali dia di gudang sekolah.

**

"Gue ikat di gudang belakang bareng tabletnya. Kayaknya dia orang suruhan salah satu agensi yang ingin hancurkan kanaya dengan skandal kencan kalian atau mungkin fans garis keras yang sakit hati," jawab Alfian dengan nada serius yang jarang ia tunjukkan.

 "Dia mau nyebarin foto lu bertiga di mall semalam ke layar LED pas kalian mau tampil. Untung gue gerak cepat."

Rahmat terdiam sejenak, lalu melirik ke arah Alya dan Kanaya yang sedang tertawa bersama. Bayangkan jika foto itu muncul saat Alya sedang down tadi; karirnya pasti hancur sebelum sempat dimulai.

"Bagus, Al. Urus dia. Pastikan dia nggak berani muncul di depan mereka lagi," instruksi Rahmat dingin.

"Beres. Oh iya satu lagi..." Alfian menyeringai. "Tadi pas gue geledah tabletnya, ternyata dia punya banyak foto candid Alya yang cantik-cantik banget. Gue... eh, gue pindahin ke HP gue dulu buat barang bukti ya?"

"Hapus sekarang atau gue hapus nama lo dari daftar ahli waris pertemanan kita," ancam Rahmat.

“Omong-omong, mat. Mau coba lihat pelaku itu sekarang?”

Rahmat menganggukan kepala. “Gaz, tuntut gue ke arahnya.”

*

Debu beterbangan di antara berkas cahaya matahari yang masuk dari celah atap gudang tua itu. Bau apek kayu lapuk dan besi berkarat menyengat hidung. Di tengah ruangan, si penguntit gendut terikat kuat di kursi kayu, napasnya tersengal-sengal karena ketakutan.

Alfian sendiri sedang jongkok di depan pria itu sambil asyik ngunyah cilok yang tadi dia bawa. Sesekali bumbu kacangnya muncrat ke arah si penguntit.

​"Gimana, Om? Masih mau nyebarin foto kencan orang? Mending nyebarin brosur sedekah jumat deh, pahala dapet, bonyok nggak dapet," celoteh Alfian sembari menusuk cilok terakhirnya dengan lidi.

​Alfian berdiri, lalu berlagak sok keras dengan membusungkan dadanya yang kerempeng. "Sini, Om, tatap mata saya yang ganteng ini! Siapa yang nyuruh?! Kalau nggak ngaku, saya kasih liat koleksi foto selfie saya dari sudut bawah selama satu jam non-stop! Mau?!"

Rahmat berdiri beberapa langkah di belakang mereka, tangannya masuk ke saku jas hitam-emasnya. Matanya yang tajam menatap punggung Alfian dengan tatapan yang sangat berbeda dari biasanya—dingin, penuh kalkulasi, dan seolah bisa menembus tulang belulang sahabatnya itu.

Lalu menatap si pria gendut itu. Berbeda. Postur tubuh dan lain lain berbeda dengan orang yang kemarin malam.

Dia Melihat Alfian semakin dingin.

"Alfian," panggil Rahmat pelan. Suaranya rendah, namun mengandung otoritas yang membuat suasana seketika membeku.

Alfian menoleh, masih dengan cengiran khasnya. "Ya, Sultan? Kenapa? Mau gantian interogasi? Tenang, gue udah bikin dia kencing di celana kok."

"Apa kita perlu interogasi siapa yang menyuruh pria ini melakukan hal itu?" tanya Alfian lagi, kali ini dengan nada yang lebih serius, seolah menawarkan bantuan profesional.

Rahmat terdiam sejenak. Sudut bibirnya terangkat, membentuk sebuah senyuman tipis yang tidak sampai ke mata. Ia menggelengkan kepalanya perlahan.

"Nggak perlu, Al," jawab Rahmat.

KLIK.

Satu gerakan cepat yang sangat presisi. Rahmat menarik sebuah pistol hitam dari balik jasnya dan menodongkannya tepat ke arah kepala Alfian. Jarak mereka hanya dua meter. Moncong senjata itu tampak sangat nyata, sangat dingin, dan sangat mematikan di bawah cahaya siang yang temaram.

Si penguntit gendut menjerit tertahan di balik lakban mulutnya, tubuhnya gemetar hebat hingga kursinya berderit.

"R-Rahmat?" Alfian mematung. Cengirannya hilang, digantikan oleh ekspresi bingung yang dibuat-buat. "L-lo... lo salah sasaran, Mat. Gue temen lo! Musuhnya yang ditali ini!"

"Cukup sandiwaranya, Alfian," suara Rahmat membelah keheningan gudang. "Atau harus kupanggil dengan nama aslimu? Mr. Black."

Mata Alfian menyipit. Kacamata tebalnya sedikit melorot, namun ia tidak membetulkannya. Atmosfer konyol yang selama ini melekat pada dirinya menguap begitu saja, digantikan oleh aura gelap yang selama ini ia sembunyikan dengan rapi.

“He?”

"Pelaku yang sebenarnya ada tepat di mataku saat ini," lanjut Rahmat, jarinya sudah berada di atas pelatuk. "Seseorang yang berada di balik skandal mall semalam. Seseorang yang memancing penguntit amatir ini supaya aku lengah. Dan... seseorang yang membuat Reno bunuh diri beberapa hari yang lalu."

“Seseorang yang memantau kanaya, mengincarnya, dan dalang dibalik kasus penculikan yang marak akhir-akhir ini …benar bukan Mr black?”

Alfian perlahan berdiri tegak. Ia melepaskan kacamata tebalnya, memperlihatkan sorot mata yang tajam, dingin, dan penuh pengalaman—sorot mata seorang predator yang telah lama mengintai dari balik bayang-bayang.

1
Serath
nulis tema sistem mudah gak bg? dapat retensinya gampang gak? /NosePick//Grin/
Manusia Biasa: kalau fantim gimana bang🗿
total 4 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
hampir lupa belom komentar 🤣🤣🤣balik lagi pokoknya asik dah luu Rahmat keren
Manusia Biasa: tiba tiba jadi protektif jir wkwk, orang ada agensi yang mau nawarin malah🗿
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
ajib banget mantappp dah udah sultan tampan skill music mumpuni walupun dapet dari sistem 🤭🤣🤣🤣😛
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
aduh kasian Alya namanya juga baru pertama kali perform maklumi lah
Manusia Biasa: tenang ada mc yang siap mengatasi semua
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
mau ketawa lihat reaksinya Rozak parah 🤣🤣😭😭😭
Manusia Biasa: sampai pingsan 😭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
wahhh ide Rahmat memang mantap sudah tau kalo di kuntit paparazi yang mau menjatuhkan mental Alya dan Kanaya🤭🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
selidiki itu Alfian ini keknya punya skill tersembunyi dia nih 🤭🤔
Manusia Biasa: oya tuh mencurigakan
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
apakah Alfian ini punya sistem juga kek Rahmat tapi sepertinya nggak deh 🤔
Manusia Biasa: yang jelas bukan orang biasa dan pasti penting😂
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
koplakkkk alias somplak nih jadi ketawa 🤣🤣🤣🤣dahlah kalian berdua siap siap jadi tim sorak pakai rumbai rumbai🤭🤣
Manusia Biasa: wkwkw yang nulis kemarin juga ngakak ngakak sendiri 😭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Rahmat edaaaan dikelilingi cewek cantik semua baru semuanya punya kelebihan masing-masing gileeee bener 🤣🤣🤣🤭
Manusia Biasa: namanya orang ganteng sama kaya sih kak bebas
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
pastinya Alya sudah jatuh cinta sama Rahmat kan dan bisa jadi memang nanti akan jadi calon mantu ibu Dewi mungkinnnnn🤭😛
Manusia Biasa: waduhh gimana ya. nantikan saja yang jadi pendamping siapa😂
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
wesss pokoke semua skill apapun dikuasai oleh Rahmat wong punya sistem analisis sendiri 🤭
Manusia Biasa: serba bisa jadinya
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Rahmat emang keren 🤭🤣🤣🤣 akhirnya Kanaya sama Alya bisa jadi satu karena mereka akan perform bersama Rahmat juga trio wik wik🤭🤣🤣🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
Manusia Biasa: efek wkp kak, bangun malam malam masak mie rebus😭 haha
total 3 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
nah pass bertiga sama Kanaya lah kan dia juga tadinya mau ngajak luu Mat🤭🤣🤣
Manusia Biasa: siap siap bikin geger para murid laki di sana😂😭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
duhhh Rahmat hoki permintaan Alya sangat sederhana ternyata 🤭🤣🤣🤣
Manusia Biasa
HEI GAYS judul novel saya ganti jadi sistem analisis nilai : Bangkitnya sang penguasa bisnis karena masalah kontrak doaka semoga berjalan lancar agar novel ini bisa berlanjut, semoga kalian gak bingung kenapa judulnya tiba-tiba ganti
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
ayo Rahmat semangat pasti Alya masih marah sama kamu wkwkwk usahain pakai rayuan apa kek 😛🤣🤣
Manusia Biasa: wkwkw harus sedia gombalan🗿
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
ayahnya Alya pasti akan membantu Rahmat supaya ibu Dewi tak curiga anaknya melakukan pekerjaan ilegal🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
kalo dikasih tau yang sebenarnya malah bingung nanti ibunya jadi dikasih penjelasan seperti tadi dapat bonus hadiah dari hotel dibelikan rumah buat ibu Dewi
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
keren emang analisa Anissa ini cocok jadi anggota police iyalah bapaknya komandan 🤭🤣🤣🤣🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
Manusia Biasa: wkwkw emang udah jalur takdir ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!