NovelToon NovelToon
Pewaris Yang Hilang

Pewaris Yang Hilang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Petualangan
Popularitas:6.6M
Nilai: 4.5
Nama Author: alfa 2015

Yusuf adalah seorang pemuda desa yang pintar,sopan dan baik hati. suatu hari dia mendapatkan beasiswa universitas di kota. Ibu dan ayahnya sangat senang, akan tetapi di samping kebahagiaan nya, tersimpan sebuah misteri tentang dirinya.

saat dia menanyakan hal itu, mereka hanya mengetahui bahwa ia adalah anak kecil yang ditemukan di sungai. "siapa sebenarnya aku? dan kenapa aku tak ingat sama sekali?" perjalanan nya pun dimulai.

namun saat tiba di kota, ia menemukan banyak sekali rintangan dan halangan dari beberapa orang yang merendahkannya. apakah Yusuf, seorang pemuda desa dapat bertahan dari semua ini dan menemukan kebahagiaan yang ia cari?

simak terus kisah Yusuf mencari keberadaan orang tua nya dan jati dirinya yang sebenarnya.

kritik dan saran sangat membantu untuk saya. terimakasih 😆

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alfa 2015, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

nonton

Sebuah mobil Toyota Alphard putih diparkir di lantai basement bawah, lalu mereka pun keluar dari mobil dan pergi menuju pintu masuk mall.

“Sekarang kita mau kemana dulu, nih ?” tanya Yusuf kepada adik adik nya.

“Bagaimana kalau pergi ke bioskop dulu” sahut Cahaya dengan antusias.

“Film apa ?” tanya Yusuf.

“Film Horor!” sahut mereka bersamaan.

“Kalian ini...” gumam Yusuf sambil menggelengkan kepala nya.

Mereka berlima dan Pak Sebas pun berjalan menuju bioskop yang berada di lantai tiga. Setelah menaiki lift, akhirnya mereka sampai di bioskop. Ketika sudah masuk, ternyata banyak sekali orang yang mengantri. Yusuf pun pergi mewakili mereka untuk mengantri, tapi Cahaya menarik tangan nya.

“Aa mau kemana ?” tanya Cahaya masih memegang tangan Yusuf.

“Mau mengantri lah, memang mau apa lagi” balas nya.

“Ckckck... sepertinya aa ini ketinggalan zaman, ngapain capek capek ngantre yang begitu panjang” ucap Cahaya sambil mengeluarkan hp dari tas kecil nya.

“Lalu, bagaimana mau dapat tiket nya ?” tanya Yusuf penasaran.

“Ini ya... lain kali, kalau mau mengajak orang lain, terutama perempuan, harus sudah ada persiapan... memang nya aa tidak punya aplikasi untuk memesan tiket bioskop ?” tanya Cahaya, sambil menunjukkan nya kepada kakak nya itu.

“Oh, jadi... bisa lewat aplikasi ya” sahut Yusuf, sambil mengangguk mengerti.

“Kak Cahaya memang hebat... aku juga baru tahu ada cara seperti itu” sorak Putri kepada Cahaya.

“Tapi, aa tidak punya aplikasi nya, bagaimana dong ?” tanya Yusuf.

“Kalau begitu, aku saja yang pesan, tapi nanti uang nya aa ganti ya” sahut nya dengan menatap tajam kearah nya.

“Oke deh, selesai... tinggal beli makanan sama minuman nya deh” ucap Cahaya, ketika transaksi online nya sudah selesai.

“Tuan muda dan nona, izinkan saya yang membeli makanan dan minuman nya, tuan dan nona silahkan tunggu di sini” sahut Pak Sebas kepada kedua majikan muda nya.

“Tidak perlu pak, bapak tolong jaga mereka bertiga saja, di sini... saya dan Cahaya yang kesana” ucap Yusuf, dengan sopan kepada pelayan nya.

“Baik, tuan muda” sahut Pak Sebas.

Mereka berdua pun pergi ke center makanan dan minuman.... saat tiba di center tersebut, ternyata yang melayani adalah seorang karyawan perempuan yang sangat cantik dengan seragam yang kurang tertutup, itu membuat Yusuf langsung mengalihkan pandangan nya ke daftar menu.

“Silahkan, kakak mau pesan apa ?” tanya karyawan wanita dengan lembut sambil menatap lekat Yusuf.

“Hmm... saya pesan tiga porsi popcorn rasa karamel, satu coca cola, dua hot capucino dan... kamu mau apa ?” tanya Yusuf kepada Cahaya, sambil terus memperhatikan papan menu.

“Aku.. mau milk tea...aa” sahut Cahaya dengan manja, sambil melingkari lengan Yusuf. Ia tahu kalau kakak nya sedang menahan godaan dari wanita di depan nya.

“Oke, kalau begitu...sama  tiga milk tea ya, mba” ucap Yusuf kepada karyawan wanita.

“Oke kak, total nya jadi dua ratus ribu” sahut karyawati tersebut, setelah menghitung nominal dari pesanan mereka berdua.

Yusuf pun mengeluarkan dompetnya dan mengambil kartu gold yang sebelumnya diberi oleh bunda untuk mentraktir adik adik nya. Karyawati itu pun secara spontan mengambil kartu tersebut dan memeriksa nya.

“Ada apa, mba ?” tanya Yusuf heran.

“Tidak apa apa... silahkan masukan kata sandi nya” sahut karyawati, sambil menyodorkan mesin kartu kepada nya.

Lalu, Yusuf memasukkan kata sandi nya dan karyawati itu pun menggesek kartu tersebut... tiba tiba.. karyawati itu terkejut, ketika melihat sisa nominal yang tertera di mesin tersebut.

“Ini, tuan...” sahut karyawati tersebut sambil menyerahkan kartu nya dan dengan sengaja ia menyentuh tangan Yusuf. “Mohon tunggu sebentar ya...” ucap karyawati itu sambil tersenyum dan membuat Cahaya memutar bola mata.

“Aa... kayaknya sikap nya berubah, saat melihat nominal di kartu tadi” bisik Cahaya di telinga Yusuf.

“Ya, aa sudah tahu... biarkan saja” gumam Yusuf, sambil tersenyum.

“Ini pesanan anda, tuan... apa masih ada yang kurang ?” tanya pelayan tersebut, setelah menyerahkan pesanan mereka.

“Tidak, terimakasih” sahut Yusuf sambil tersenyum.

Mereka berdua pun langsung pergi meninggalkan center tersebut, lalu bertemu dengan yang lain nya, yang sedang duduk di kursi panjang depan teater.

Melihat waktu mulai nya masih lama, Yusuf pun bilang kepada mereka, kalau ia ingin pergi ke toilet dulu.

“Kamu kenapa, Cahaya ?” tanya Fadillah, ketika melihat wajah cemberut sahabat nya.

“Aku hanya kesal saja dengan karyawati tadi, masa sikap nya berubah setelah aa mengeluarkan kartu... dan langsung menggoda aa, padahal tadi dia biasa saja tuh” ketus Cahaya.

“Kakak... ini seperti nya ada tulisan” sahut Putri sambil memperlihatkan tulisan yang berada di balik struk pembayaran barusan.

“Sialan wanita itu, sekarang diam diam menulis nomor telepon nya di sini” kesal Cahaya sambil meremas remas kertas tersebut.

“Jangan jangan... aa juga diam diam menelepon nya di toilet” ketus nya lagi.

“Kamu tidak boleh curigaan begitu, bukan nya tadi kamu lihat, dia tidak terlalu memandang wanita itu” ucap Fadillah, yang sebelumnya melihat mereka berdua saat di center tadi, karena jarak nya tidak terlalu jauh.

“Kalian sedang ngomongin apa ?” tanya Yusuf, yang tiba tiba muncul di hadapan mereka.

“Hmph... aa barusan telepon sama wanita tadi kan” ketus Cahaya.

“Karyawati tadi ? telepon...? memangnya dia ada ngasih tau nomor nya ke aa” ucap Yusuf yang bingung.

“Itu... benar juga ya” sahut Cahaya, sambil menggaruk pipi nya.

“Kak Cahaya barusan melihat nomor telepon di kertas struk” ucap Putri sambil menunjuk kertas yang dipegang oleh Cahaya.

“Tuh, kertas nya saja ada di kamu, bagaimana aku mau menelepon nya ? atau jangan jangan... kamu...” ucap Yusuf, sambil tersenyum sinis kearanya.

“Apa ?” tanya Cahaya dengan tegas.

“Kamu... takut ya, takut kakak mu yang ganteng ini direbut karyawati tadi” ucap Yusuf sambil bersinggung senyum.

“Idih, ngapain juga aku mikirin aa, kalau aa mau, balik lagi sana... lalu bawa ke hotel sekalian” ketus Cahaya, sambil mengalihkan pandangan dari nya.

Yusuf pun langsung mencubit hidung Cahaya karena gemas dengan tingkah nya itu. “Aw... sakit tahu... aa ngapain sih” celetuk nya sambil mengusap hidung nya.

“Kak Cahaya juga dicubit hidung nya ya... Kak Yusuf pernah bilang, kalau itu supaya hidung kakak mancung kayak orang luar negeri” ucap Putri.

“Ah... kamu mau saja dibohongi oleh dia” ketus Cahaya, sambil melihat kearah nya.

“Ayo.. pintu nya sudah terbuka tuh” sahut Yusuf..

Mereka pun masuk ke dalam sambil menunjuk karcis masuk kepada karyawan yang menjaga di depan pintu. Setelah masuk, mereka mencari tempat duduk yang mereka pesan tadi. Yusuf duduk di antara Cahaya dan Fadillah, sedangkan Pak Sebas duduk diantra Zahran dan Putri.

“Lihat deh, itu laki laki nya modus banget... duduk di antara dua gadis... dasar orang kaya” bisik orang orang yang datang menonton film tersebut, tetapi Yusuf tidak menanggapi nya.

Bersambung....

Sambil nunggu cerita selanjutnya, yuk like & comment agar penulis semangat bikin ceritanya.

1
Tamima II
bagaimana dengan orang tua angkat yang di kampung...???
lansung tidak tersentuh cerita nya seharusnya dia pun di kabarin bahwa sudah bertemu orang tua nya sendiri seakan akan lupa diri
Tamima II
yusup tidak ingat orang tua angkat nya...???
Tamima II
💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪
Tamima II
🥰🥰🥰🥰🥰
Tamima II
lanjuuutt thor💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪🥰🥰🥰🥰
Tamima II
💪💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪
Irex Owan
Luar biasa
Karyo Yodiana
lanjut thor
Karyo Yodiana: bagus, penasaran
total 1 replies
Karyo Yodiana
bagus banget
Budi Azka
Luar biasa
Bayu Setiadi
taiiiii,,novel sampah!!!!

pertama aja yg bagus,,kesini malah kayak begini..

MC goblog!!!tolol dipelihara,,kambing pelihara biar laku dijual!!!
Bisma Bisma
Luar biasa
swek lord
kaya sinetron cokkk
swek lord
payahhhhhhhh
swek lord
lu cowok apa bukan cok,,
swek lord
nama kota sama sekolah apa cok,,apa cuma inisial B
Setiawan Iwan
Lumayan bagus ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!