NovelToon NovelToon
Belaian Kakak Iparku

Belaian Kakak Iparku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: syizha

Menumpang di rumah kakaknya sendiri seharusnya terasa aman.
Namun justru di sanalah semuanya berubah.
Di balik rumah tangga yang terlihat tenang, ternyata tersimpan jarak, kesunyian, dan luka yang tak pernah terlihat orang lain. Ia hanya berniat tinggal sementara… tapi semakin lama, ia mulai melihat sisi lain dari pria yang seharusnya tak boleh ia perhatikan.
Tatapan yang terlalu lama.
Perhatian yang terasa berbeda.
Dan debar yang muncul di waktu yang salah.
Ia tahu batasnya.
Ia tahu itu salah.
Tapi bagaimana jika hati justru tertarik pada seseorang yang tak pernah dimiliki siapa pun bahkan oleh istrinya sendiri?
Dan ketika rahasia demi rahasia mulai terungkap…
hubungan terlarang itu perlahan menjadi sesuatu yang tak bisa lagi dihentikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syizha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

candaan

"Udah." Akhirnya anting berhasil terpasang di telinga Alana.

"Udah apa?"

"Antingnya udah masuk."

"Kok, nggak kerasa?"

"Hah! Maksudnya?" Aku kebingungan.

"Biasanya kan kalau udah masuk, rasanya enak."

"Enak?" Aku makin kebingungan.

"Hehehe... Mas Juna lucu. Lugu banget. Mas Juna nggak tahu ya aku lagi becanda apa?"

"Emangnya apa?"

Alana mendekat ke arahku. Dia berjinjit, rupanya demi ingin berbisik di telingaku.

"Nge_we, Mas. Biasanya kan kalau udah masuk, rasanya enak."

Glekkkk....

Aku refleks menelan ludah. Dan refleks wajahku memanas.

"Hahahaha ...." Alana tertawa keras. Mungkin karena melihat reaksiku.

"Udah, ah. Bye, Mas Juna." Dia melenggang pergi. Keluar dari kamar ini setelah membuatku mati gaya.

"Huffff ...." Aku menghela nafas.

"Dasar, bocah nakal!!!!" rutukku.

Aku abaikan tentang Alana. Aku bermaksud melakukan kegiatan lain. Kuambil laptop dari dalam almari. Kubawa naik ke atas tempat tidur. Aku menyalakannya. Aku mau memeriksa kinerja klinik seharian ini. Aku begitu fokus. Jika tentang pekerjaan, aku selalu totalitas.

Cekrekkk....

Pintu kamar mandi terbuka. Aktivis mandi Liliana telah usai. Ia pun melenggang keluar dari ruangan lembab tersebut. Aku sama sekali tak memperhatikannya. Aku masih terfokus ke laptop. Tak melihat dia yang tengah berdandan, atau kegiatan lain usai mandi.

Tetapi tiba-tiba dia berjalan ke arahku. Berdiri di sisi tempat tidur yang aku duduki.

"Mas!" Dia memanggil. Suaranya lirih. Nada bicaranya seperti takut-takut.

"Hmmm ..." Aku hanya menjawab seperti itu. Itu pun tanpa melihat ke arahnya.

"Aku mau izin pergi."

"Yaudah, pergilah."

Liliana diam sejenak, seperti heran dengan jawabanku.

"Kamu nggak tanya aku mau pergi ke mana?"

"Ke mana?"

"Aku ada party sama teman-teman. Salah satu temanku ada yang ultah. Rencananya kita mau karaokean untuk ngerayain."

"Oh ...." Tanggapanku hanya seperti itu. Biasanya dulu aku selalu mengomel. Tapi sekarang, rasanya lelah untuk melakukannya.

"Nggak pa-pa kan kalau aku pergi?"

"Iya, nggak pa-pa. Pergilah."

"Tapi nanti mungkin pulangnya sampai malam."

"Iya, nggak pa-pa. Terserah kamu."

Liliana kembali terdiam. Sepertinya dia heran dengan jawaban-jawabanku. Dia yang ternyata tak perlu berusaha untuk membujukku.

"Kamu kenapa sih, Mas?" celetuknya.

"Kenapa apanya?"

"Kamu biasanya nggak kayak gini."

Aku menghentikan kegiatanku. Aku mendongak untuk melihatnya.

"Terus kamu pengennya aku kayak gimana?"

Liliana terdiam. Ia sulit menjawab pertanyaanku.

"Dulu aku sering ngelarang-ngelerang kamu, kamunya marah-marah. Terus sekarang aku ngebebasin kamu, kamu malah bilang aku beda. Aneh kamu!!!

"Udah sana pergi aja nggak pa-pa. Met seneng-seneng sama temen-temen kamu."

Bibir Liliana mengerucut. Dia menjauh dari keberadaanku. Dengan gerakan kasar, dia meraih tas dan kunci mobil pribadinya.

"Aku pergi!" pamitnya dengan suara dingin.

Brakkk ....

Ia melenggang keluar dari kamar. Menutup pintu dengan gerakan membanting. Aku berusaha tak memperdulikan kelakuannya. Aku kembali terfokus ke pekerjaanku.

***

Malam harinya ....

Aku duduk di depan televisi. Tiduran miring sambil memeluk boneka usang kesukaanku. Boneka yang kumiliki sejak belasan tahun yang lalu. Dia lah yang paling setia menemaniku.

Aku mengganti-ganti Chanel TV. Seperti biasa, acara tak ada yang menarik. Aku terlampau bosan. Mau scroll handphone, tak baik untuk otak. Mau keluar dan bertemu dengan teman-teman, jenuh, paling pembicaraan kami hanya itu-itu saja. Tak ada yang menarik. Dan aku sedang malas menguras energi untuk hal-hal yang nggak penting.

Akhirnya aku hanya gabut, kesepian, mirip pria lajang yang belum punya pendamping hidup.

"Mas!"

Aku mendengar suara Alana memanggilku. Tanpa merubah posisiku, aku mengedarkan pandang. Alana tengah berdiri tak jauh dariku. Ia membawa sesuatu di tangannya. Sebuah lembaran kertas. Tetapi aku tak tahu apa itu.

"Ya?" Mau tak mau aku pun terduduk.

"Mas Juna lagi apa? Lagi sibuk nggak?"

"Enggak. Mas nggak lagi ngapa-ngapain."

"Boleh minta tolong?"

"Apa?"

Alana terduduk di sampingku. Dia menyerahkan lembaran kertas yang dibawanya.

"Ini apa?" Aku kebingungan.

"Dibaca dulu, biar tahu."

Aku memperhatikan dengan saksama kertas itu. Rupanya sebuah selebaran. Yang isinya audisi lomba makeup artist.

"Terus ini maksudnya apa?"

Aku masih kebingungan. Apa hubungannya selebaran itu dengan dia yang mau minta tolong sama aku.

"Aku mau ikut lomba itu, Mas. Cita-citaku kan pengen jadi makeup artist."

"Yaudah ikut aja."

"Berarti Mas Juna bersedia bantuin aku?"

"Maksudnya bantuin apa? Apakah Mas disuruh cari orang yang bekerja di bidang itu, terus suruh bawa kamu. Gitu? Oke, nanti Mas akan cari informasi. Barangkali teman-teman Mas ada yang kerja kayak gitu."

"Bukan itu maksudku."

"Terus?" Aku masih kebingungan.

"Mau nggak sekarang Mas Juna jadi modelku untuk latihan?"

"Hah!" Aku terkejut.

1
D_wiwied
lanjut
D_wiwied
waahh, kenapa juna bs sampai lupa apakah wkt itu dia mabuk apa gimana🤔
D_wiwied
punya harga diri dikit dong Lan, jangan gampangan bgt mana terang2 an lg ngomongnya🤭😆🤣🤣
Anna leticia
baru mampir Thor, penasaran banget semoga aja ceritanya seru dan berkesan sampai keakhiir🌹🌹❤️😊
Anna leticia
penasaran mampir, penasaran banget, cuma kata plakor,itu merusak mata, cerita cinta dimulai dari kesalahan 🌹🌹🤔😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!