Fatimah dan Farrel, dua nama yang kalau disebut bareng, seluruh sekolah pasti langsung heboh. Bukan karena mereka pacaran, tapi karena setiap kali bertemu, pasti berantem. Farrel terkenal sebagai cowok jenius yang santai tapi super jail, tapi herannya jailnya cuma sama Fatimah. Sementara Fatimah dikenal sebagai cewek pintar yang gampang kesal dan nggak tahan lihat tingkah konyolnya.
Mereka dijuluki “Tom & Jerry versi sekolah” selalu ribut. Sampai suatu malam, sebuah kecelakaan tak terduga mengubah segalanya, setelah pertengkaran besar.
Saat sadar di rumah sakit, dunia mereka terbalik — Fatimah terjebak di tubuh Farrel, dan Farrel di tubuh Fatimah.
Dunia seakan berputar terbalik.
Farrel harus belajar jadi cewek yang biasa dandan, sementara Fatimah harus berpura-pura jadi cowok santai yang senyumnya bisa bikin satu sekolah teriak walaupun di saat dengannya kayak monyet. Bisa gak mereka bertahan di tubuh yang salah dan gak sesuai dengan gander mereka? Penasaran yuk baca Guys😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatimah Cutꪻᶠᵃᵗᶦ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 Amplop isinya surat? Misterius bet!
🧸🦋 Happy Reading 🦋🧸
"Wah-wah! Seorang musuhnya Gerrard Chalone ternyata sepengecut ini!?" sinis laki-laki tampan itu yang ternyata namanya Gerrard Chalone.
"Sampe-sampe ceweknya di suruh maju, lu sebagai pacarnya malah enak-enakan disini, mending cewek lu buat gue gimana?" lanjut Gerrard menyeringai tersenyum licik.
Fatimah berusaha tenang, "Jangan sampe nih cowok curiga kalo gue bukan Farrel, okeh santai Fafa, lu pasti bisa niru gaya si pantat panci," batin Fatimah menetralkan jantungnya, yang saat ini berdetak kencang, tentu bukan karena jatuh cinta tapi rasa takut.
Fatimah berdehem singkat, "Apa lu bilang? Gue pengecut? Cewek gue yang keren bet itu yang mau maju sendiri, padahal gue udah ngelarang tapi kata dia gini–
'Aku gak mau ayank ganteng aku ini kotor gara-gara ngadepin tikus got kayak mereka, mending aku aja yang urus mereka, aku kan keren jago bela diri lagi.' So? Kalo gue larang dia, bisa ngambek tuh anak dan gue gak mau itu terjadi! Toh dia bisa ngalahin geng tikus lu itu, tuh liat udah pada tepar kayak ikan mati..." jelas Fatimah santai pinter banget cari alasannya. Beda halnya dengan pikiran saat ini, "Yaa Allah, jangan cabut nyawaku sekarang, cabutnya nanti aja ya Allah..." batinnya absurd plus dramatis.
Sedangkan Gerrard saat ini wajahnya merah padam, karena ia dan anak buahnya di anggap tikus got sama ceweknya Farrel, membuat ia mengepalkan tangannya. Dan melihat ternyata semua anak buahnya di babat abis sama cewek, yang sekarang berdiri di depannya menatapnya sinis membuat ia dengan tiba-tiba menonjok Fatimah yang ia kira Farrel.
Fatimah melotot lebar melihat itu, ia pun memejamkan mata pasrah akan apa yang akan ia rasakan nantinya.
Tapi...
Suara itu terdengar memilukan, di saat suasana saat ini sepi dan gelap.
KREK!
BUG!
BRAK!
"AWHHH!"
Fatimah membukanya sedikit saat tidak merasakan apapun malah mendengar suara dan rintihan sakit, membuat mulutnya menggaga.
Ia melihat saat ini Gerrard terkepar di aspal dengan kaki Farrel berada di dada cowok itu.
Ternyata tadi sebelum Gerrard menyentuh pipi Fatimah, ia sudah menahan tangan kurang ajar itu, dan memelintirkan dengan sekuat tenaga, dan menonjok perut cowok itu keras dan terakhir ia banting ke aspal dengan sekuat tenaga yang ia bisa. Walaupun membuat ia ngos-ngosan tapi ia bangga bisa ngalahin musuh, di tubuhnya atau di tubuh orang lain tetep dia yang menang.
Siapa yang cari ribut duluan, dia hanya nurut aja, mau berantem ayok siapa takut.
"Yok nabati basi kita pulang, gue ngantuk bet!" ajak Farrel santai sambil masuk ke dalam mobil meninggal Gerrard yang saat ini terkepar entah pingsan atau gak bisa bangun karena sakit. Fatimah mengaguk ia sempat terpesona tadi melihat tubuhnya dengan lihainya membanting tubuh gede cowok. Walaupun ada raut lelah di wajah yang dulu wajahnya itu.
Fatimah melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali melirik Farrel cemas, "Far, lu gak apa-apa kan? Tubuh gue ada yang lecet gak?!" tanya Fatimah serius tapi tetap sesekali melihat ke dapan takut nabrak.
"Tapi gue lemes jirr! Badan lu kaku banget sumpah, gue berasa habis push up seribu kali, kalo lecet mah kagak!" jelas Farrel lemas sambil memejamkan matanya, ia pengen istirahat capek banget rasanya.
Tapi tiba-tiba...
Suasana di dalam mobil yang tadi dinginnya sedang, sekarang nambah 30% membuat Farrel dan Fatimah menggigil kedinginan, walaupun ada yang janggal tapi mereka tepis dan berusaha sibuk dengan masing-masing. Sebuah amplop mendarat di muka Farrel membuat Farrel tersentak, buru-buru Farrel membuka matanya dan mengerut kening.
"Nih amplop apa apa? Surat? Kok tiba-tiba nongol di sini!" tanya Farrel penasaran menegakkan tubuhnya. Menatap amplop yang ia yakini isinya di dalam adalah surat.
Fatimah sesekali melirik Farrel, "Coba lu buka! Gue juga penasaran, bukannya tadi di muka lu kagak ada apa-apa? Kok sekarang tiba-tiba ada amplop? Misterius bet!" tanya Fatimah heran berusaha tenang ia jadi mikir yang gak-gak siapa tau ada yang mau teror mereka.
Farrel pun membuka amplop itu dan mengambil suratnya, "Jangan terlalu benci akan sesuatu, suatu saat benci itu akan menjadi takdirmu. Tragedi akan membantumu untuk melihat kebenaran. Dan kebenaran akan terungkap sebentar lagi, jangan melakukan hal memberontak di saat ada sesuatu yang membuat kalian dekat. Kunci agar kalian balik ke tubuh masing-masing adalah ... pikir aja sendiri, kata-kata di atas cukup membuat kalian berpikir," kata Farrel mengucap saat membaca baris-baris yang ada di surat, membuat matanya melotot lebar dengan tubuh yang menegang, begitu juga dengan Fatimah ia syok.
🧸🦋 Bersambung 🦋🧸
Begitulah rasanya yaya sebelum ini 🤭
itu pantas bagi kalian... karena kalian telah melakukan kejahatan yang begitu mengerikan/Angry/
Kok bisa g saling cinta punya anak 2 🤭
Sekarang terjadi di kalian 🤭
Mungkin alasan ini jg jiwa Fatimah & Farel ketukar 🤗