Sanaya Angelina Franca harus terpaksa menikah dengan David Jonathan menggantikan kakanya yang mati karena sebuah kecelakaan.
Padahal Sanaya sudah memiliki seorang kekasih yang sangat Sanaya cintai tapi demi nama baik keluarganya ia terpaksa menerima pernikahan ini.
Derita dan perkelahian datang melanda sili berganti dalam rumah tangga David dan Sanaya karena David belum menerima Sanaya sebagai istrinya pasalnya David masih mencintai Anaya saudara kembar Sanaya.
" Apa kamu pikir hanya kamu yang tersiksa di sini Tuan David, lihat lah saya, hati saya masa depan saya banyak yang saya korbankan demi keluarga saya dan kamu pikir hanya kamu yang tersiksa, " ucap Sanaya lantang dengan tatapan marah pada David.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keysa Bom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31"Merindukan Mu"
...~Jika aku adalah tulang rusuk mu yang hilang, maka apapun rintangan yang akan kita lalui kamu akan tetap menjadi milikku~...
...Sanaya Angelina Franca...
Derap langkah David yang semakin mendekat ke arah mereka, semakin cepat pula detak jantung Sanaya berdegup kencang. Bayangan David terlihat begitu samar dalam benaknya seperti orang yang tak begitu asing untuknya.
Hingga, Deo menyenggol bahu Sanaya dengan pelan. Sanaya tersentak kaget saat Deo menyenggolnya.
"Ada apa? Kenapa kamu sejak tadi terdiam, Anaya sejak tadi memanggil mu ," ucap Deo.
Sanaya kembali menatap ke arah Anaya yang kini sudah semakin dekat dengannya. Sanaya berusaha bersikap biasa saja dan melupakan hal yang terjadi tadi.
"*Sebaiknya aku periksa ke dokter, mungkin jantungku sedang bermasalah*," gumam Sanaya.
Papa Eden memeluk Jonathan, teman lama yang sudah hampir 17 tahun ini tidak bertemu, papa Jonathan sangat sibuk di Amerika, hingga lupa untuk kembali ke tanah asalnya sendiri.
Anaya memeluk erat lengan kekar David begitu bahagia, wanita itu juga tak lupa memperkenalkan David kepada Sanaya.
"David inilah Sanaya dan di sampingnya itu adalah pacarnya tapi papa dan Mommy tidak mengetahui hal itu! Dia bisa ikut ke sini karena aku mengatakan bahwa Deo adalah teman baik Sanaya saat di kampus ," jelas Anaya.
David mengulurkan tangan ke arah Sanaya bagaimana pun David mengenal Sanaya dan hanya sebatas mengetahui bahwa Sanaya saudara kembar sang pemilik hatinya. Tanpa tau kenyataan yang sebenarnya.
"Hai Sanaya, sudah lama tidak berjumpa ," ucap David dengan suara bas nya.
"Hallo kak David, selamat datang di Indonesia," balas Sanaya dengan ramah menyambut tangan David.
Menyentuh tangan yang seakan begitu nyaman, degup jantung Sanaya kembali berpacu dengan cepat Sanaya menarik tangannya dan bersikap seperti biasanya.
Anaya kembali bermanja kepada David. Namun, di tengah kebahagiaan Sanaya merasa ada sesuatu yang aneh pada dirinya. Melihat kedatangan David dan menyentuh tangannya seakan ada memory yang terlupakan dalam benaknya saat ini.
Papa Eden yang melihat ekspresi sang anak dari kejauhan merasa sangat kasihan, sebenarnya papa Eden mengetahui semuanya kejadian sebenarnya saat kecelakaan itu terjadi. Tapi Anaya mengancam papa Eden jika memberitahukan semua kepada David atau Sanaya, Anaya akan membunuh dirinya sendiri dan tentu papa Ende tidak ingin kehilangan anakannya.
**Flash back off**
David meneteskan air matanya mendengar kebenaran yang terjadi, lelakiku itu mengusap kristal bening itu denga tangan kekarnya. Sungguh, David mengutuk dirinya yang tidak bisa menyadari kebohongan yang Anaya lakukan. Pantas selama ini David merasa aneh saat bersama Anaya, seakan sikapnya yang ia kenal saat dulu berbeda saat ia temui setelah 17 tahun itu.
"Papa Eden memberitakan semuanya saat acara pernikahan mu bersama Anaya sudah semakin dekat, dia tidak ingin menyembunyikan sesuatu! Namun, papa Eden juga meminta kepada kami untuk tidak memberitahukan siapapun tentang kebenaran yang terjadi saat ini" jelas Bunda Erina mengusap pipinya yang di basahi air mata saat menceritakan kebenaran kepada David.
"Aku harus mencari keberadaan Sanaya! Aku tidak ingin kehilangan Sanaya untuk kedua kalinya," ucap David segera beranjak dari sofa.
"Carilah Sanaya David, bawa pulang dia kembali!," Pinta bunda Erina.
David menganggukkan kepalanya dan segera berjalan keluar, lelaki itu bergegas mencari keberadaan Sanaya. Ia meriah ponsel di saku celananya untuk mencari keberadaan Sanaya, menyuruh William mengubungi semua team pelacak terbaik untuk mencari keberadaan Sanaya.
"*Dimana pun dirimu aku akan mendapatkan mu Sanaya, tunggu aku menjemputmu dan meminta maaf atas semua kesalahan ku padamu* ," gumam David.
\*\*\*\*\*
Di tempat lain, Sanaya sudah menjalani kehidupannya dengan sangat baik, kehidupan yang sudah hampir seminggu ia lalui di kota yang berbeda dengan orang-orang yang berbeda pula.
Di sebuah desa yang lumayan terpencil. Namun, begitu indah dengan pemandangannya Sanaya memulai kehidupan barunya. Wanita itu juga tidak melupakan tujuan awalnya datang ke kota menara Eiffel itu.
Sudah dua lukisan yang ia buat saat menghabiskan waktunya di sana. Sanaya juga melukis wajah David yang tidak bisa hilang dari benak Sanaya.
"Apa yang kau lakukan di sana, apa kamu makan teratur?," Tanya Sanaya pada lukisan wajah David. Menyentuhnya dengan lembut, sungguh kerinduannya saat ini begitu dalam kepada David.
Saat sedang menikmati lukisan wajah David, Sanaya tersentak kaget saat Citra menyentuh pundaknya.
"Sa, " panggil Citra.
Sanaya berbalik, air mata yang tidak bisa ia sembunyikan dari sahabatnya. Apakah sebegitu dalamnya Sanaya mencintai David?, Pikir Citra.
"Aku datang membawakan pesanan mu, ada beberapa buah untuk stok sebulan dan daging , serta beberapa sayuran!," Ucap Citra sambil menaruh beberapa barang belanjaannya di atas meja.
"Terimakasih Citra," ujar Sanaya, wanita itu beranjak dari duduknya membantu Citra menaruh sayur, daging dan buah di dalam kulkas
Citra menatap intens wajah Sanaya, matanya begitu sembab. Citra sangat tau jika sahabatnya ini masih menangis merindukan suaminya itu.
"Jika ada yang ingin kau ceritakan padaku, aku siapa mendengarkannya! Jangan bersedih sendiri itu tidak akan bagus untuk kesehatan mu," ucap Citra sambil terus menyusun kembali barang-barang belanjaannya di dalam kulkas.
Sanya hanya terdiam, tersenyum pahit, seakan tak bisa lagi ia menahan rasa sakit dan rindu meninggalkan David sendiri.
Sanaya memeluk erat tubuh Citra menumpahkan tangisannya di sana, sungguh Tuhan begitu kejam mempermainkan kehidupannya saat ini.
"Aku merindukannya Citra! Hiks .... Hiks... Tapi aku takut jika dia mengetahui kebenarannya dia akan membenci ku karena telah menipunya," tangis Sanaya sesenggukan.
Citra tidak bisa berkata apa-apa, wanita itu hanya mengusap punggung Sanaya dan berkata 'sabar' hanya kalimat itu yang bisa ia ucapkan saat ini.
"Tuhan. Berikanlah kebahagiaan kepadanya, sudah terlalu berat Engkau mengujinya," batin Citra.
\*\*\*\*
Sebulan sudah Sanaya menikmati harinya di Paris, bercengkerama dengan tetangga sambil menikmati teh dan lukisan yang ia lakukan setiap harinya.
Lukisan yang Sanaya buat akan Citra ambil dan menjualnya kepada para penyuka lukisan, sudah hampir 5 lukisan yang Sanaya buat dan semua itu habis terjual dan ada satu lukisan yang di pajang di sebuh musim ternama di kota Paris.
Lukisan yang menggambarkan suatu kesedihan yang mendalam, orang yang akan melihatnya bisa merasakan betapa sedihnya lukisan itu. Citra hanya mengatakan bahwa sang pelukis tidak ingi di ketahui identitas, dia hanya mengatakan bahwa nama pelukis itu Rahasia hingga orang-orang mengenal lukisan itu sebagai Rahasia kesedihan.
Seperti pagi biasanya, Sanaya melakukan rutinitasnya dengan sangat baik, membersihkan rumah dan memasak untuk dirinya sendiri. Namun pagi ini Sanaya merasa aneh tumbuhnya tidak terlalu nyaman.
"Apa yang terjadi dengan ku," gumam Sanaya
Wanita itu merasa sedikit mual, sakit kepala dan perut yang begitu keram. Sanaya mencoba mencari gejala yang ia alami di internet dan betapa terkejutnya dirinya saat membaca di sebuah artikel mengatakan bahwa gejala yang di alami Sanaya adalah gejala kehamilan.
Sanaya sungguh tidak percaya, ia membuka ponselnya dan melihat Klender yang ada di handphone miliknya. Sanaya membulatkan matanya wakti menstruasinya sudah lewat dua Minggu.
"Ini tidak mungkin!," .....
Selanjutnya...
Jangan lupa untuk:
👍 Like
💬 Komen
❤️ Favorit
🎟️ Vote
🥀,☕ Berikan hadiah jika kalian menyukai novel ini
lanjut kak🙏