NovelToon NovelToon
Urus Saja Mantanmu Dan Anaknya Itu

Urus Saja Mantanmu Dan Anaknya Itu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Byiaaps

“Iya, jadi aku dengar Karina baru saja bercerai belum lama ini. Dia sibuk jadi ibu dan pemilik toko roti Aura Bakery sekarang. Usia anaknya sepertinya hampir sama dengan usia anakku, kira-kira 1 tahunan lah,” ujar Beni, seorang lelaki berusia 33 tahun.
“Jujur saja, kamu masih ada rasa ‘kan dengan Karina? 9 tahun loh, tidak mungkin selesai begitu saja. Aku tahu, lelaki memang hanya jatuh cinta sekali saja, setelahnya hanya melanjutkan hidup,” lanjut Beni, teman baik Khale.
Diam-diam dari luar ruangan, Syafira yang tengah mengandung mendengar ucapan sang suami dengan temannya itu.
Bahkan, Syafira pun tahu suaminya langsung menuju ke toko kue milik Karina tak lama setelah itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Byiaaps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

“Kamu yakin tidak masalah tidur di sini?” Helena meyakinkan Syafira untuk kembali berpikir ulang akan keputusannya mengakhiri pernikahan ini.

Mengangguk mantap, Syafira meminta Helena tak mengkhawatirkan dirinya, sebab dulunya pun ia berasal dari tempat yang sama. “Apa kamu lupa saat pertama kali mengenalku, aku adalah yatim piatu dan gadis sebatang kara yang sedang berjuang dengan kehidupanku yang berasal dari keluarga tak punya ini? Pernah terpaksa hidup di kos sempit seperti ini demi bisa dekat dengan tempat kerjaku yang hanya sebatas UMR. Sekarang, aku akan kembali jadi anak kos, kembali ke kodrat hidupku yang memang tak punya apa-apa ini.”

“Tapi, Syaf.” Helena mengelus perut temannya itu. Tak tega rasanya ia melihat ibu hamil itu harus hidup sendirian di sebuah rumah kos dalam gang seperti ini. Tak hanya itu, miris rasanya ketika Syafira meminta sebuah pekerjaan di law firm miliknya dan sang suami.

“Bukan apa-apa, kamu istri CEO, mana mungkin aku mempekerjakanmu di kantorku yang bahkan luasnya tak seluas rumahmu,” ujar Helena.

“Rumah mantan suamiku. ‘Kan kamu yang mengurus perceraianku, jadi mulai sekarang dia bukan suamiku lagi. Soal anak-anakku, mereka lahir dengan membawa rezekinya masing-masing, jadi aku tak perlu khawatir. Yang perlu aku lakukan hanya lah bekerja untuk menjemput rezeki mereka. Dan kamu juga tenang saja, aku masih menyimpan tabungan sisa nafkahku untuk membayar jasamu dan hidupku sementara waktu,” ujar Syafira tenang.

“Syaf, bukan soal jasaku. Tapi, ah sudah lah, kamu memang keras kepala. Lagi pula di kantorku memang sedang tak ada lowongan. Tapi tenang saja, aku akan coba bicarakan pada suamiku, siapa tahu ada kantor relasinya yang sedang membutuhkan karyawati,” lanjut Helena.

Mengangguk dan mengucapkan terima kasih, Syafira meminta maaf pada Helena karena telah merepotkannya dengan meminta bantuannya mencarikan sebuah pekerjaan, juga karena telah mendesaknya untuk segera mengurus gugatannya.

***

“Aku harus menjelaskannya padamu, Syaf, kamu salah paham,” gumam Khale saat sedang melamun di ruangan kerja kantornya.

Entah bagaimana berantakannya ia beberapa hari ini karena Syafira masih belum berhasil ia temukan, otaknya pun tak berhenti berisik. Banyak yang ia pikirkan, salah satunya tentang calon anak kembarnya. Tak bisa ia bayangkan bagaimana nasib mereka nanti saat hanya hidup dengan ibu mereka, tanpa membawa aset apa pun dari rumahnya. Bahkan, saat Khale mencoba transfer uang ke rekening Syafira, nomor rekening itu sudah tak aktif. Artinya, Khale benar-benar tak tahu harus bagaimana lagi untuk menghidupi masa depan anak-anaknya.

Tak hanya itu, ia juga mengkhawatirkan keadaan Syafira yang tengah hamil anak kembar, tanpa proteksi dan perawatan darinya.

Tak lama, pintu ruangannya diketuk, dan Sania, sang sekretaris meminta izin masuk lalu menyodorkan sebuah dokumen. “Pagi, Pak, ada surat untuk Bapak yang baru saja diterima resepsionis.”

Khale pun bergegas membuka isi amplop berwarna coklat itu.

Surat Gugatan Cerai.

“Permisi, Pak,” pamit Sania keluar dari ruangan tanpa respon dari sang pimpinan yang tengah mendelik membaca judul surat.

Dalam surat gugatan tersebut, terbaca jelas Syafira melayangkan gugatan cerainya pada Khale. Namun, belum selesai ia mencerna semua ini, seseorang tiba-tiba menyelonong masuk ke dalam ruangannya. “Karina.”

“Maaf, aku tidak mengabarimu dulu.” Karina meletakkan bingkisan makanan di atas meja kerja Khale.

Mengaku ia hanya ingin menyampaikan terima kasihnya atas bantuan Khale, Karina sengaja mengantarkan makan siang.

Hingga tak sengaja, wanita cantik itu melihat sekilas isi surat yang masih Khale pegang. “Cerai?”

“Oh, bukan.” Khale melipat kembali kertas dan memasukkannya ke dalam amplop.

Tapi, belum sempat Khale melakukannya, Karina langsung merebut dan membacanya dengan jelas di depan sang CEO. “Ada masalah apa sampai dia menggugatmu?”

Merebut kembali kertas itu dari tangan Karina, Khale memintanya untuk pulang karena ia akan segera menghadiri sebuah rapat.

***

Masih tak habis pikir dengan apa yang terjadi dalam hidupnya, Khale bak mendapat hantaman keras secara tiba-tiba. Tak pernah ia bayangkan Syafira meninggalkannya begitu saja tanpa pamit dan penjelasan. Apalagi, hanya karena sebuah hal yang ia nilai sebagai kesalahpahaman.

Sementara para orang suruhannya pun seakan masih nihil dalam mencari keberadaan Syafira hingga satu minggu ini, tapi surat gugatannya malah sudah sampai di tangannya. “Syafira, kita perlu bicara.”

Hingga 10 hari berlalu, kini tiba saatnya Khale harus menghadiri sidang mediasi yang telah dijadwalkan oleh pengadilan. Ia berharap ini lah kesempatannya untuk bisa menemui dan berbicara pada Syafira. Tapi sayang, mantan istrinya itu tak datang dan hanya menunjuk kuasa hukum untuk mewakilkannya dalam mediasi hari ini. Kecewa, Khale tak terima.

“Tapi bukan kah mediasi ini akan gagal jika dia tak datang?” bantahnya.

Menjelaskan bahwa ada alasan sah terkait ketidakhadiran Syafira, kuasa hukum mantan istri Khale itu menunjukkan surat kuasa yang diberikan padanya, juga beberapa berkas yang menjadi alasan kliennya itu tak dapat hadir. Pengadilan pun menerima bukti-bukti alasan tersebut, yang disebabkan oleh kesehatan fisik dan psikis penggugat. Selain itu juga karena saat ini Syafira telah menetap di luar kota, sehingga tak memungkinkan ia untuk bolak-balik ke Jakarta dengan keadaan kehamilannya saat ini.

“Luar kota? Di mana dia?” tanya Khale begitu antusias dan cemas.

Sayangnya, tim kuasa hukum Syafira hanya mengatakan lokasi kota Syafira berada, tanpa memberikan alamat jelasnya. Perdebatan antara Khale dan kuasa hukum Syafira itu pun memanas. Hingga akhirnya, atas saran dari tim kuasa hukumnya, Khale tak lagi membantahnya dan membiarkan sidang ini berjalan.

“Setelah ini kita akan temui mereka di kantornya, Pak, agar pembicaraan dan negosiasi ini bisa lebih leluasa,” bisik salah satu lawyer dari pihak Khale.

Kuasa hukum Syafira yang diwakilkan oleh Helena lanjut memberikan pernyataan titipan Syafira, terkait alasan gugatan perceraian, disertakan pula beberapa bukti yang sah.

Membantah, Khale menjelaskan tak ada perselingkuhan dalam rumah tangganya. Ia menyampaikan bahwa gugatan Syafira atas dasar kesalahpahaman. Meskipun ia membenarkan apa yang ada dalam bukti-bukti milik Syafira, tapi ia berani bersumpah bahwa ia tak melakukan perselingkuhan apapun.

Mediasi berjalan alot, Helena tampil begitu percaya diri sebagai seorang kuasa hukum yang telah berpengalaman memenangkan banyak kasus perceraian, demi memenuhi permintaan Syafira.

Bahkan, ia mungkin sudah menjadi teman baik dengan orang-orang pengadilan, baik dari pengadilan agama maupun negeri, saking tingginya jam terbangnya.

Terpaksa, Khale menerima kekecewaan hasil sidang mediasi hari ini karena tak dapat memberikan bukti atas bantahannya, dan Helena menang telak atas penjelasannya.

...****************...

1
Maemanah
lanjut thor ❤️❤️❤️
Maemanah
seru thor...
Nur Laila Mufidah
harus sama khale dong
kan dia mau berubah dan bertanggung jawab🤭
Daulat Pasaribu
dua duanya gak pantas bersanding sama syafira.mending syafira cari laki laki yg memang cinta dan bertanggung jawab ama syafira dan anaknya
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Eva Wahyuni
Thor, jangan smp Syafira menikah SM putra ya.. aku tak setuju 😤..
KLO pun nggak BS balikan SM khale biar aja Syafira menjanda selama nya, tp hub anak² SM khale bagus..
kayaknya ada sesuatu antara putra dan Karina 🤔
Daulat Pasaribu
memang pantas kau di tinggalkan khale,laki laki paok,bodohnya gak ketulungan...bisan bisanya kau berzina ama pelakor.harusnya syafira jgn sama putra thor.harus ada pria baru yg setia dan gk tukang jajan seperti si khale
Daulat Pasaribu
rasaku si putra jahat sama seperti si karina,apa hak mereka untuk memisahkan keluarga syafira....
ekhh khale bodoh harusnya kau jgn percaya sama perempuan siluman itu...suami paling bodoh
Daulat Pasaribu
suami paling bodoh sedunia ya si khale.cinta ama syafira tapi hidup berdampingan ama pelakor....klo cinta cari anak anak kandungmu bukan malah antar jemput anak org lain🤣
Daulat Pasaribu
lanjut thor
Daulat Pasaribu
skarang aja baru salah salahan
Daulat Pasaribu
ya kan betul si khale suami bodoh sedunia,dan penghianat bisa bisanya nikahi selingkuhannya.smoga aja kau menyesal
Daulat Pasaribu
makanya jadi suami jgn bego hanya karena nafsu
Daulat Pasaribu
suami bodoh....bisa bisanya mentingin anak org lain ketimbang anak kandungnya yg masih di dalam kandungan syafira
Daulat Pasaribu
cari penyakit bisa bisanya nyamperin mantan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!