NovelToon NovelToon
WHEN NPC Fallin Love

WHEN NPC Fallin Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Menjadi NPC
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sapiluv Mprits

_


When npc fallin love?

Gadis remaja cantik kini terduduk menggaruk keningnya yang tak gatal, pikirannya selalu berkhayal jika npc seperti dia jatuh cinta pada pemain utama di dunia nyata?

Ah, pasti seru!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sapiluv Mprits, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Galau brutal.

Ayya menggeleng, lalu mendekat dan berbisik.

" Kania lagi butuh temen sekarang, dia galau brutal gara-gara soal blokiran kak Galih.." Bisiknya lirih.

Bisik-bisik tetangga membuat dia tetangga plenger di belakang Louis turut menguping.

" Astaga bang roy, bang willy! ngagetin aja tiba-tiba di belakang gue." Cetus Louis kaget.

" Ayya mau kemana? jujur aja deh, kita anter bertiga biar rame.." Usul roy.

Willy pun meliriknya sinis, lalu beralih pada ayya dan berucap.

" Lo ga jawab mau kemana ayy, Jangan-jangan mau jalan sama cowok ya?" Tebaknya.

Jelas hal itu membuat ayya semakin jengah dengan kelakuan mereka.

" Kalian bertiga tuh sebenernya mau nemuin kak galih, apa aku?" Tanyanya berkacak pinggang.

Roy, willy, dan Louis pun saling bertukar pandang, mereka pun cengengesan hendak menjawabnya, namun di samping halaman rumah eyang anna Galih sudah berseru mencari mereka.

" Mampus, bang leo kek nya marah tuh." Duga willy.

Louis dan Roy pun melambaikan tangan pada Galih disana.

" Bentar bang, kita lagi urgent buat nanyain si ayya.."

" Aishhh... Astaga, kalian tuh ikut campur banget ya?! Udah sana pergi, aku ga perlu bantuan kalian, makasih atas tawarannya.." Ucap ayya kesal.

" Sama-sama, ayya.."

" Eh, tapi kita beneran nawarin ayya.."

" Ga usah.."

" Loh, kenapa?" Tanya willy.

" Udah ga jadi." Jawab ayya yang hendak kembali membuka pintu rumahnya.

Namun kedatangan Galih disana membuatnya urung saat Galih turut menanyainya.

" Mau kemana malem-malem begini?" Tanya Galih.

Ayya hanya menggeleng. " Ga kemana-mana, kak.."

" Bohong, ayya mau jemput Kania yang lagi galau brutal abis diblokir sama lo, bang leo.." Lapor Louis.

Seketika Galih melirik ayya kembali, kini ia berdesis dan melipat tangan di dada, menghadap pada ayya di tengah pintu masuk.

" Kenapa harus kamu jemput? emang dia ga bisa kesini sendiri?" Tanyanya mendekat.

Ayya pun seketika gugup.

" E, eng.. Bisa, cuma aku khawatir dia kenapa-napa di jalan, so.. aku inisiatif.."

" Ga usah terlalu effort, kalo dia butuh temen pasti dateng sendiri.."

Ayya semakin gugup dan menggeleng cepat.

" I-iya, Kania tadinya mau kesini sendiri, cuma aku aja yang nawarin jemput dia." Ucap ayya menunduk.

Galih pun berdecak lelah. " Bilang ke kania, kalo aku larang kamu buat jemput dia.."

Astaga astaga, tidak bisa sejelas itu ayya mengatakannya pada Kania, terdiam sejenak lalu ayya mendongak menatap Galih dan berucap.

" Ga bisa kak, kalo kak Galih larang aku jemput Kania, tolong kak Galih sendiri yang bilang ke dia.."

Jreng jreng...

Willy menggenjreng gitarnya, sengaja mengiring i pembicaraan mereka berdua.

Galih menoleh hendak ngedumel, tapi urung karena ayya kembali bertanya.

" Gimana kak? Kania begitu karena kamu.." Ucapnya membuat Galih beralih menatapnya.

" Kania begitu karena espektasi nya, ayya.."

Humm, Louis dan Roy sibuk menaboki nyamuk yang berterbangan, sekaligus menguping pembicaraan Galih dan ayya.

" Ya udah, itu urusan Kania sama aku."

Melihat ayya membuang wajah dengan ekspresi kesal, galih pun mengambil ponselnya di saku, menggeser menu dan meng klik aplikasi pesan untuk membuka akses pesan seseorang.

Tak lama kemudian Galih menunjukkan bukti pada ponselnya itu pada ayya.

" Udah aku buka blokirnya, dan udah aku chat kania kalo ku larang kamu jemput dia.."

Glek!

Bukan itu maksud ayya, ayya berharap Galih buka blokir Kania dan meresponnya, bukan malah mengadukan larangannya pada ayya secara langsung.

Kini ayya memijit keningnya yang tiba-tiba pusing.

" Ayy, lu pusing?" Tanya Roy yang langsung membuang muka saat Galih menolehnya.

" Sekarang kamu masuk, udah jam setengah 8, dingin bikin asma kambuh.." Peringat Galih.

Huf, menyebalkan! Tanpa meresponnya lagi ayya langsung masuk ke dalam rumahnya.

" Good night ayya!" Seru ketiga cowok plenger itu pada ayya.

Ayya pun tersenyum dan melambaikan tangan pada mereka sebelum menutup pintunya.

Galih hanya diam saat ayya tak mengacuhkan keberadaan nya.

begitu pintu tertutup, Galih langsung mengarahkan ketiga anggotanya itu untuk beralih pergi ke rumah eyang anna.

Louis dan willy pun berlarian lagi menuju rumah eyang, sedangkan Roy mengiringi jalan Galih sembari bertanya.

" Bro, are you serious buka blokiran Kania?" Tanya Roy.

Galih mengangguk. " Biar tuh anak ga nekat keluar malem.."

Hmm, Roy memicing aneh, memperhatikan sikap Galih saat ini.

" Terus kania?" Tanyanya memastikan.

" Ga gue blokir, dan ga gue save nomernya.."

" Jadi cuma demi ayya doang, nih?"

Pertanyan yang tak perlu dijawab, Galih pun berlari pergi mendahului roy masuk ke dalam dan meninggalkannya dengan pertanyaan yang tak tejawab, sial!

_

Keesokan harinya, hari dimana pembagian hasil pembelajaran sekolah selama setengah semester.

Singkat saja pengambilan raport.

Rapot usai diambil, pulang sekolah pun menjadi lebih awal, jam 10 pagi sudah dipastikan semua murid untuk pulang ke rumah masing-masing dan dilanjutkan masuk sekolah 10 hari lagi.

" Yeay! liburan!" Seru teman-teman ayya.

Ayya pun turut gembira menyambut liburan tengah semesternya.

" Yes! aku bisa pulang ke rumah oma di surabaya dan full liburan sama kak Ghea dan yang lain.."

Hemm, sudah bisa dibayangkan liburan di Jawa Timur yang sudah mereka rencanakan jauh-jauh hari.

Tak ingin berlama-lama di sekolah, ayya segera keluar gerbang untuk menunggu jemputan, namun kedatangan willy dan Louis yang sudah berboncengan itu kini menyalip ayya dan berhenti tepat di depannya.

" Sendirian aja neng?" Goda willy.

Ayya pun mendengkus sebal. " Kenapa harus ketemu kalian terus sih????"

Hahaha, Louis tak kuasa menahan tawanya, ia turun dari sepeda vespa willy dan berdiri di samping ayya.

" Hari terakhir sekolah sebelum libur panjang, enaknya nongki nih.. nongki yuk ayy!" Ajak Louis basa-basi.

" Nongki kemana?" Tanya ayya.

" Ga tau, tunggu Galih aja, dia bentar lagi keluar kok.." Ucap willy.

Ayya pun mengangguk saja, sembari menunggu ia menyimak obrolan receh Louis dan willy, sesekali ayya tertawa merespon mereka.

" Kania gimana semalem ayy? ga galau brutal lagi, kan?" Tanya willy memastikan.

Ayya reflek menatap willy sinis.

" Ngapain kak willy kasih nomor kak Galih tanpa izin? Kania jadi kena imbasnya tau." Cetusnya.

Willy pun mengangkat kedua tangan tanda acuh.

" Orang dia yang maksa, ya gue kasih lah.. Gue kira si Galih fine aja karena kita udah sering barengan, bahkan keknya mereka berdua keliatan deket.." Ucal willy.

Ayya kembali diam, benar juga ucapan willy, pikirnya.

" Kak Galih masih lama apa gimana?" Tanya ayya setelah melihat jam menunjukkan angka 10 lebih 35 menit.

" Sabar.." Peringatan Louis.

" Eh, Kania ga diajak juga nih?" Tanya ayya memastikan.

" Ajak aja gih, Louis tadi gimana?" Tanya willy.

Louis pun menggedik. " Dia diem doang, jadi segan buat nyapa.." adunya.

Ayya mengangguk paham, ia hendak berucap lagi namun kedatangan Galih dari pintu gerbang membuat mereka bertiga menoleh.

" Dih, itu si Kania kesenengan amat jalan di samping bang leo." Cibir willy.

Yups.. Ayya hanya menoleh sekali setelah melihat Kania dan Galih keluar bersama.

' Temen doang kan?' Ayya memastikan kembali ucapan galih ke dia waktu itu.

' Iya temen doang, tapi kok nyesek ya..'

Dari kejauhan Kania melempar senyum sumringah pada ayya, ayya pun turut mengulas senyumnya.

Kania girang karena Galih telah meminta maaf padanya tadi, rasanya sangat senang.!

Begitu keduanya datang, willy dan Louis langsung memastikan asal cafe yang akan mereka kunjungi sekarang.

" Terserah kalian lah, tapi gue ga bisa lama-lama karena harus serahin demo versi ke bang jay." Peringat Galih.

Oke, dengan banyaknya pengalaman cafe Kania, ia berhasil memberikan rekomendasi cafe yang cocok untuk dikunjungi siang ini.

" kak Roy gimana?" Tanya ayya tiba-tiba.

Ayya teringat jika mereka berempat selalu bersama. namun saat itu juga ayya menoleh kaget.

" Roy udah gede, tinggal shareloc udah dateng, ga usah di khawatirin.." Ucap Galih.

Ayya pun mengangguk paham.

Hendak memulai perjalanan menuju cafe, willy berboncengan dengan Louis, sementara ayya dan Kania tidak ada kendaraan.

Hanya ada satu jok motor kosong di belakang Galih.

Mereka pun kebingungan untuk memberi tumpangan.

" Louis, lu pake ojek ajalah.." Ucap willy membuat Louis tiba-tiba merengut.

" Gue udah duduk anteng loh bang, tega banget.."

Hahahha, Galih dan ayya serempak tertawa, sadar keduanya serempak, saat itu juga mereka berdua kompak terdiam lagi.

prok prok prok prok...

Willy, Louis dan Kania pun memberi tepuk tangan pada merka berdua atas kekompakannya.

" Ah yaudah gue pake ojol lah, daripada kelamaan disini, panas banget." Ucap Louis.

Begitu ojolnya datang, Louis berangkat lebih dulu.

willy dan galih pun menoleh pada ayya dan Kania untuk boncengan di belakang mereka.

Tanpa banyak pertimbangan ayya jelas memilih willy, namun galih tiba-tiba meraih tangannya.

" Bonceng sama aku.."

1
Firamissyu
coba aja dibaca, pasti seru!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!