NovelToon NovelToon
Closer To Me

Closer To Me

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu 0325

Menceritakan seorang wanita agen mata-mata bertransmigrasi ketubuh seorang Putri kerajaan dalam novel yang dia baca.

Semenjak kematiannya ditangan musuh, wanita itu masuk ketubuh barunya menjadi seorang putri yang tertindas. Setelah dirinya masuk ketubuh putri yang sering tertindas itu, dia berusaha merubah alur cerita dan mencegah satu kejadian dimana dia meninggal mengenaskan ditangan wanita licik.

Terus simak dan mampir jika kalian berminat membaca cerita ini, maaf kalau ada kalimat atau cerita yang sama karena ini murni ide dan khayalan saya sendiri.

Terimakasih banyak yang bersedia mampir dan singgah sebentar 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu 0325, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 30.

Disaat setiap saat Alesio selalu dilarang ketika bertemu dengan Victoria, membuatnya kesal dengan sikap ibunya yang selalu saja tidak menyukai Victoria sejak dulu.

Dengan kedua tangan terkepal erat disisi tubuhnya, Alesio menatap ibunya yang selalu melarang setiap apapun yang ingin dia lakukan, apalagi ketika bersangkutan dengan Victoria.

"Untuk apa ibu selalu membenci Victoria, walau bagaimana pun dia tetaplah adikku. Apa salahnya jika seorang kakak peduli pada adik-adiknya, apa aku salah ibu!."toleh Alesio dengan tatapan kesal karena selalu saja dilarang untuk menemui Victoria oleh ibunya

"Kamu berani melawan ibu, ibu melakukan ini demi kebaikan kamu. Dia bukanlah wanita baik, dia sangat licik dan bodoh. Ibu tidak ingin kamu terlalu akrab dengannya, lagipula kamu memiliki seorang adik kenapa tidak menemaninya saja."ujar Ratu Venia dengan nada kesal ikut marah dan sangat membenci wanita sialan itu

Arah pandangan Alesio terangkat menatap wajah ibunya dengan berani, ketika Alesio membandingkan Victoria dengan Bianca. Tentu saja Alesio akan memilih Victoria, yang sangat membutuhkan keberadaannya.

Sejak mereka bertiga tumbuh bersama, Bianca selalu saja menindas dan membenci Victoria. Hingga sama sekali tidak mengajaknya bermain bersama, bahkan sampai mereka tumbuh dewasa pun.

Sikap dan perilaku Bianca tetap sama pada Victoria, selalu membenci dan menindasnya. Sebagai seorang kakak yang baik, mana mungkin dia membiarkan Victoria sendirian, ketika Victoria ditindas.

"Sejak aku kecil sampai sekarang sikap Bianca tidak pernah berubah, lagipula kalau aku menemaninya yang ada akan sangat membosankan ketika bersamanya."jawab Alesio dengan nada ketus mengingat ketika dia bersama Bianca saat diperjamuan antar kerajaan tetangga saat itu

"Bagaimana kamu bisa mengatakan begitu terhadap adikmu sendiri, apakah wanita sialan itu yang telah mempengaruhimu sampai kamu mulai membenci adikmu sendiri."ujar Ratu Venia dengan tatapan marah dan langsung menuduh jika perubahan sifat putranya karena wanita sialan itu

"Ibu, berhenti menuduh Victoria dalam hal ini. Jika ibu hanya ingin marah dan berdebat soal Victoria sebaiknya aku pergi jika tidak ada hal yang ingin ibu katakan padaku."tegas Alesio menatap ibunya penuh kemarahan dan lelah untuk berdebat yang tidak ada ujungnya

Ketika Ratu Venia melihat putranya marah berniat pergi, dia dengan cepat menahan lengan putranya untuk tak pergi.

Merasa ibu menghentikan gerakkannya, Alesio langsung menolehkan wajahnya dan memutar tubuhnya menatap ibunya kembali, kini berusaha untuk tetap sabar.

"Ibu belum selesai bicara, kenapa kamu langsung pergi begitu saja!."ucap Ratu Venia dengan nada berat namun pelan menatap putranya

"Aku sudah lelah mendengar ocehan ibu yang selalu menjelek-jelekkan Victoria, dan membandingkan Bianca didepanku. Karena aku tidak menyukai itu!."jawab Alesio dengan tatapan tajam sudah merasa jengkel dengan sifat ibunya yang keras kepala dan sombong

Arah tatapan Ratu Venia sejenak memandangi wajah putranya, lalu dia menarik napasnya dalam-dalam dan menghembuskannya pelan.

Berusaha tetap tenang meski hatinya terasa panas ketika putranya lebih membela wanita sialan itu secara terang-terangan didepannya.

"Baiklah, maafkan ibu. Ibu tidak akan membahas soal dia lagi, tapi bisa beri ibu waktu sebentar untuk bicara denganmu."ucap Ratu Venia dengan ekspresi tenang dan lebih mementingkannya sendiri

Ketika menatap wajah ibunya, Alesio diam-diam menaruh kecurigaan dibenaknya. Tetapi bagaimana pun dia tidak harus buru-buru menyimpulkan apapun, mungkin saja dia salah menduga.

"Sebentar saja, ibu mohon!."lanjut Ratu Venia lagi dengan nada lembut membujuk putranya

Dengan tatapan tenang, Alesio menghela napasnya terdengar berat kemudian menuruti permintaan ibunya, lagipula hanya membicarakan sesuatu yang ingin dikatakan ibunya.

"Baiklah, apa yang ingin ibu katakan."jawab Alesio dengan patuh menuruti kemauan ibunya dan melepaskan tangan ibunya dengan pelan

Mendengar putranya menuruti permintaannya, Ratu Venia terlihat tersenyum kecil mulai mengatakan apa yang ingin dia bicarakan.

"Kalau ibu boleh tahu, bagaimana keadaan putri dari nyonya Viona setelah kamu datang kesana."ucap Ratu Venia dengan tatapan senang dan tidak sabar menunggu kabar kematian putri dari saingannya selama ini

Tatapan Alesio sejenak menatap ibunya dengan perasaan heran, bukankah tadi ibunya sangat membenci Victoria. Kenapa sekarang ibunya malah mempertanyakan keadaan Victoria, mencurigakan sekali.

"Dia baik-baik saja, setelah menyelesaikan hukumannya ayah datang sendiri kekediaman ibu kedua untuk menemui Victoria."jawab Alesio dengan nada rendah memberitahu namun sengaja menyembunyikan kondisi luka yang dialami Victoria yang masih dirahasiakan

Ketika Ratu Venia mendengar bahwa wanita sialan itu baik-baik saja, seketika dahinya berkerut kesal ekspresi wajahnya menunjukkan rasa tidak senang terpancar diwajahnya.

"Bagaimana wanita itu baik-baik saja, apakah Bianca sama sekali tidak memastikan wanita itu tiada atau belum. Bisa gawat kalau mereka mengetahui siapa yang telah menyakiti wanita sialan ini, dasar menyebalkan!."batin Ratu Venia dalam diam merasa kesal dan khawatir seketika

Ketika Alesio memandangi raut wajah ibunya, sejenak Alesio merasa curiga dibenaknya. Kenapa jelas sekali terlihat bahwa ibunya sedang menyembunyikan sesuatu.

"Ada apa ibu? Kenapa ibu jadi khawatir begitu?."tanya Alesio dengan tatapan serius memandangi wajah ibunya

Saat putranya bicara dan bertanya, Ratu Venia langsung tersadar dari lamunannya. Dengan cepat dia berusaha untuk tidak terlihat khawatir, menunjukkan raut wajah tenang dan santai.

"Tidak ada, ibu tidak khawatir."jawab Ratu Venia dengan cepat menutupi kekhawatirannya saat ini

"Oh iya, esok hari kamu akan ikut pergi bersama pamanmu ke kerajaan Cahaya kan."ucap Ratu Venia lagi kini mengubah topik pembicaraan

"Benar, aku akan pergi esok hari!."jawab Alesio dengan tatapan tenang menganggukkan kepalanya pelan

"Ibu sudah menyiapkan apa yang kamu butuhkan untuk kekerajaan Cahaya esok. Dan jangan lupa akrab lah dengan anggota keluarga kerajaan, sekaligus membahas pertunangan adikmu."ucap Ratu Venia dengan senyum kecil menunggu kabar baik datang

Satu alis Alesio naik ketika mendengar perkataan ibunya, namun dia sendiri tidak ambil pusing dengan itu. Karena tujuannya ikut serta bersama pamannya untuk menambah wawasan dan pengetahuannya lebih luas.

"Terimakasih atas pengertian ibu!."jawab Alesio dengan sopan dan tidak lupa berterimakasih

"Sekarang kamu istirahatlah, dan siapkan dirimu untuk pergi esok hari."ucap Ratu Venia tersenyum kecil merasa senang

"Baik, kalau begitu Alesio pamit undur diri!."ujar Alesio sedikit menundukkan kepalanya memberi hormat

"Ya, pergilah!."jawab Ratu Venia menganggukkan kepalanya mengerti

Setelah Alesio pergi menjauh dan tidak terlihat keberadaannya, ekspresi wajah Ratu Venia seketika berubah panik dan khawatir pada putrinya yang sedang dalam bahaya.

Sekarang dia harus segera bertindak dan menyelamatkan putrinya dari perbuatan ceroboh yang dilakukan putrinya sendiri.

"Aku harus segera memutar balikkan keadaan, sebelum putriku tertangkap dan dihukum. Aku harus segera menyelesaikannya sebelum suamiku mengetahui masalah ini."ucap Ratu Venia khawatir lalu lantas memikirkan cara untuk menyelamatkan putrinya

1
Fajar Fathur rizky
semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!