NovelToon NovelToon
MAHAR UNTUK SANG PELAKOR

MAHAR UNTUK SANG PELAKOR

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: gendiz

Amira membawa Lista masuk ke hidupnya sebagai sepupu dan sahabat. Namun, Lista justru keluar sebagai pencuri suaminya.

​Diceraikan saat hamil dengan mahar yang menghina, Amira dipaksa pergi dengan tangan hampa. Tapi mereka lupa satu hal: Amira adalah pemilik takhta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gendiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29: VONIS PENGADILAN UNTUK SANG PELAKOR

VONIS PENGADILAN UNTUK SANG PELAKOR

​Suasana ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pagi ini terasa begitu menekan. Kursi pengunjung penuh sesak oleh beberapa jurnalis media bisnis dan hukum yang mencium aroma kejatuhan dinasti Pratama. Bisik-bisik rendah bergema di ruangan itu, mereda seketika saat tiga majelis hakim memasuki ruangan dan duduk di kursi tinggi mereka.

​Amira duduk di barisan kursi pengunjung paling depan, didampingi oleh Pak Sanusi. Penampilannya pagi ini sangat kontras dengan mendung yang menggelayuti ruang sidang. Ia mengenakan gaun formal berwarna putih gading—lambang dari lembaran baru yang bersih—dipadukan dengan sepatu hak tinggi bernuansa senada. Di balik keanggunannya, pancaran aura seorang Direktur Utama Shinta Group yang berwibawa melekat kuat pada dirinya. Ia mengusap perutnya yang mulai memberikan dorongan energi kehidupan, siap menyaksikan akhir dari salah satu parasit dalam hidupnya.

​Klek.

​Pintu sel transisi di samping ruang sidang terbuka. Dua petugas polwan menggiring Lista masuk ke tengah ruangan.

​Seluruh kamera jurnalis langsung berkedip bergantian, menangkap potret kehancuran sang mantan manajer administrasi. Lista berjalan dengan kepala tertunduk, mengenakan rompi tahanan berwarna merah menyala di atas kemeja putihnya. Wajahnya yang biasa dihiasi riasan tebal kini tampak kusam, pucat, dan kering. Air matanya terus mengalir tanpa henti, membasahi pipinya yang tampak jauh lebih tirus dalam hitungan hari. Tidak ada lagi sisa-sisa keangkuhan seorang wanita simpanan yang dulu berani merebut ranjang pernikahan Amira.

​Begitu duduk di kursi terdakwa, Lista sempat menoleh ke arah Amira. Matanya menyiratkan permohonan yang amat sangat, mengemis belas kasihan terakhir dari sepupunya itu. Namun, Amira hanya menatapnya lurus dengan pandangan yang sedingin es, tanpa ada satu pun kedutan emosi di wajahnya.

​"Sidang perkara pidana nomor 844/Pid.B/2026/PN.JKT.SEL atas nama terdakwa Lista Amanda, dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum," Hakim Ketua mengetuk palunya sekali. Tok!

​Hakim Ketua langsung membaca amar putusan setebal puluhan halaman itu dengan artikulasi yang lugas dan tegas. Setiap poin yang dibacakan seperti godam besar yang menghantam sisa-sisa harapan Lista.

​"Menimbang, bahwa berdasarkan seluruh fakta persidangan, keterangan saksi ahli perbankan, serta bukti digital yang sah, Terdakwa Lista Amanda telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pemalsuan dokumen bilyet giro dan tanda tangan jaminan korporasi (Corporate Guarantee) senilai lima miliar rupiah," ujar Hakim Ketua, suaranya menggema konsisten melalui pengeras suara ruangan.

​Lista mulai terisak keras, tubuhnya berguncang hebat di atas kursi kayu terdakwa. Pengacara hitam baru yang disewanya hanya bisa menunduk pasrah, menyadari seluruh pembelaan mereka telah mentok menabrak dinding bukti yang tak terbantahkan.

​"Tindakan Terdakwa tidak hanya merugikan institusi perbankan dan perseroan secara finansial, tetapi juga dilakukan dengan iktikad buruk untuk menghancurkan stabilitas rumah tangga dan hak nafkah anak dari pihak pelapor," lanjut Hakim Ketua, melirik sekilas ke arah Amira yang mendengarkan dengan posisi dagu terangkat anggun. "Tidak ada alasan pemaaf maupun pembenar yang dapat menghapuskan sifat melawan hukum dari perbuatan Terdakwa."

​Hakim Ketua menjeda kalimatnya, meraih palu kayu di atas meja hijau, lalu menatap tajam ke arah Lista.

​"Memutuskan, menjatuhkan pidana penjara kepada Terdakwa Lista Amanda dengan hukuman penjara selama tujuh tahun penjara dikurangi masa penahanan sementara, serta denda materiil sebesar satu miliar rupiah subsidair enam bulan kurungan. Memerintahkan Terdakwa untuk tetap berada di dalam tahanan rutan wanita."

​Tok! Tok! Tok!

​"TIDAAAK!!! MBAK AMIRA, MAAFKAN AKU, MBAK! HUHUHU..."

​Begitu palu diketuk tiga kali, pertahanan mental Lista runtuh seutuhnya. Ia langsung berlutut di atas lantai ruang sidang, menangis meraung-raung histeris hingga suaranya serak. Ia mencoba merangkak ke arah barisan kursi Amira, namun dengan sigap dua petugas polwan langsung menjegal tubuhnya, memegangi kedua lengannya dengan sangat kuat.

​Kecantikan, kemewahan baju-baju desainer, dan impian untuk menjadi nyonya besar di istana marmer milik Aris yang dulu ia agung-agungkan, kini luntur sepenuhnya di bawah ketukan palu hakim. Mulai hari ini, ia hanyalah seorang narapidana biasa yang harus menghabiskan masa mudanya di balik jeruji besi yang pengap.

​Amira berdiri dari kursinya dengan sangat tenang. Ia membalikkan badan, berjalan melewati kerumunan jurnalis yang berebut mengambil fotonya dari depan pintu ruang sidang. Langkah kakinya terasa begitu ringan, meninggalkan suara jeritan frustrasi Lista yang lambat laun menghilang di balik dinding pengadilan.

Amira melangkah keluar dari gedung Pengadilan Negeri disambut embusan angin siang Jakarta yang cerah. Satu beban besar dalam hidupnya baru saja dikunci di balik jeruji penjara. Namun, saat Pak Sanusi membukakan pintu mobil Mercedes-Benz untuknya, ia menyerahkan sebuah map kuning baru dari Kejaksaan: mengabarkan bahwa besok pagi adalah jadwal sidang putusan akhir untuk kasus KDRT fisik dan finansial yang menjerat Aris Pratama.

1
partini
semua orang kalau udah tersudut bilang nya khilaf
gendiz: ya kaaan kak 🤭
total 1 replies
partini
,👍👍👍👍
falea sezi
sejauh ini muter wae. lahh😕
gendiz: makasih ya sudah mau baca, semoga next bab enggak kerasa muter alurnya
total 1 replies
partini
busettt dari dari bab 1 Ampe yg ini Amira apes Thor, kata jadi Badas eh malah kaya gini
gendiz: makasih ya masukkan nya , semoga nanti next bab alurnya gak membingungkan lagi,🤭
total 3 replies
gendiz
bisa mereka dari segi cerita
gendiz
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!