NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Karena Dendam

Terlahir Kembali Karena Dendam

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Fantasi Wanita / Kelahiran kembali menjadi kuat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:333k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Dikhianati dan difitnah oleh selir suaminya, Ratu Corvina Lysandre terlahir kembali dengan tekad akan merubah nasib buruknya.
Kali ini, ia tak akan lagi mengejar cinta sang kaisar, ia menagih dendam dan keadilan.
Dalam istana yang berlapis senyum dan racun, Corvina akan membuat semua orang berlutut… termasuk sang kaisar yang dulu membiarkannya mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Pintu terbuka perlahan. Meriel masuk dengan penampilan yang sudah rapih, wajahnya tampak lesu tapi tetap berusaha tersenyum. “Meriel dengar Yang Mulia belum tidur,” katanya lembut. “Meriel sangat khawatir.”

Cassian tidak menjawab. Ia hanya menatap gadis itu lama seolah baru menyadari, sosok yang dulu ia kira sumber ketenangan, kini justru menjadi awal dari semua kekacauan.

Meriel melangkah mendekat ke arah Cassian, lalu duduk di tepi meja. “Meriel tahu Yang Mulia marah karena masalah di sidang kemarin,” ucapnya pelan. “Tapi Meriel bersumpah, Meriel tidak tahu apa pun soal surat itu. Count Felix memfitnah Meriel. Meriel tidak tahu kalau isi surat itu tentang pengkhianatan.”

Cassian menatap wajah Meriel, mencari sebuah kejujuran di matanya, itu pun mungkin jika ada. Tapi yang ia temukan hanya mata yang basah yang semakin membuatnya ragu.

“Kenapa kau datang kemari?” tanyanya datar. “Aku sudah memerintahkan agar kau beristirahat.”

Meriel menunduk, suaranya gemetar. “Meriel mencemaskan Yang Mulia, ayah dari anak yang Meriel kandung.”

Cassian terdiam. Kalimat itu menghantamnya lebih keras dari pukulan mana pun. “Mengandung?” suaranya rendah, nyaris saja ia lupa kalau Meriel sedang mengandung.

Meriel mengangguk pelan. Matanya menatap Cassian sendu, lalu senyum kecil muncul di bibirnya. “Anak Anda, Yang Mulia. Meriel tahu ini sulit dipercaya, Meriel di nyatakan sedang mengandung disaat kekacauan sedang terjadi. Tapi Meriel bersumpah demi Tuhan, ini anak Anda.”

Cassian menatapnya tanpa berkedip. Ada keheningan panjang di antara mereka. Lalu ia bangkit perlahan, berjalan mendekat, tapi langkahnya seperti terseret.

“Anakku.” gumamnya, seolah mencoba mencicipi kata itu di lidahnya.

Meriel menggenggam tangannya, dan menatap penuh harap. “Ini kabar baik, bukan? Sekarang Anda tidak perlu lagi mendengar sindiran dari mereka tentang keturunan. Meriel ingin membahagiakan Anda, Yang Mulia.”

Cassian menatap genggamannya. Tangannya kaku dan terasa sangat dingin.

“Kau benar,” katanya datar. “Ini kabar baik.”

Tapi matanya tak berbinar saat mengatakannya, tidak seperti pria yang baru saja mendengar kelahiran pewaris takhta. Ia menarik tangannya perlahan, lalu melangkah ke arah jendela.

“Yang Mulia,” suara Meriel lembut tapi terdengar bergetar halus, “apa Anda tidak akan menyiarkan kabar ini? Mengadakan perayaan untuk calon penerus Anda?”

Cassian berbalik lalu menatap Meriel lama. Wajah Meriel terlihat tampak pucat, tapi matanya berbinar penuh harap. Ia menunduk, tangannya mengusap lembut perutnya yang belum terlihat membesar.

“Setiap rakyat berhak tahu, bukan?” lanjutnya pelan, seraya tersenyum kecil. “Mereka pasti bahagia mendengar bahwa Kaisar akhirnya akan memiliki pewaris.”

Cassian menarik napas panjang, menahan sesuatu di dadanya. “Belum saatnya,” katanya datar.

Senyum Meriel menipis. “Tapi … kenapa? Bukankah ini kabar baik?”

Cassian berpaling, tak sanggup menatapnya. “Karena akan menyinggung perasaan Ratu.”

Senyum Meriel menjadi kaku. Sekilas ia menunduk, menyembunyikan wajahnya yang berubah. “Ratu?” suaranya pelan, hampir berbisik. “Anda sangat menjaga perasaan Yang Mulia Ratu.”

“Corvina tetaplah Ratu meskipun kamu melahirkan anakku. Selama dia belum dicopot dari tahtanya, aku wajib menjaga martabatnya.”

Meriel menggigit bibirnya, menahan emosi yang nyaris meledak. “Tapi Meriel mengandung anak Anda,” katanya dengan suara gemetar, “Meriel yang membawa penerus kerajaan ini, bukan dia. Haruskah Meriel terus mengalah? Meskipun Meriel hanya seorang selir tapi Meriel ingin di perlalukan adil oleh Yang Mulia?”

Cassian menutup matanya sejenak. “Kau tidak mengerti, Meriel. Istana ini … tak semudah itu dibolak-balikkan semauku.”

Meriel mendekat perlahan, suaranya melembut tapi matanya tajam. “Meriel hanya ingin di perlakukan yang seharusnya, Yang Mulia. Untuk Meriel … dan anak Anda.”

Cassian menatapnya sekilas dan di mata itu, ada sesuatu yang membuat dadanya terasa berat. Ia berusaha menjawab, tapi kata-kata tertahan di tenggorokan.

Meriel mencoba membaca situasi. “Yang Mulia…?”

"Kamu harus banyak-banyak istirahat agar kandunganmu sehat.” kata Cassian, "nanti aku akan coba bicarakan dengan Ratu."

“Baiklah,” bisiknya. Ia membungkuk sopan, lalu melangkah keluar.

Begitu Meriel pergi dan pintu tertutup rapat, Cassian menunduk, menarik napas panjang seolah udara di ruangan tiba-tiba menolak masuk ke paru-parunya.

“Bagaimana aku harus mengatakannya pada Corvina…” gumamnya lirih. “Mendengar Meriel dibebaskan saja dia sudah murka … apalagi kalau aku harus meminta izinnya untuk perayaan kehamilannya.”

Ia menyandarkan tubuhnya di kursi, menatap kosong ke langit-langit.

1
Erna Masliana
yang kusalutkan para pelayan dan penjaga begitu setia pada Meril
Erna Masliana
rumor sudah ada sekalian aja... lagian gimana gak ada rumor Theon gak mau jauh dari Corvina.. terlalu mencolok
Hariyanti
kenapa ga mundur aja sih🤔keluar dr istana utk hidup yang lebih baik 😏
Erna Masliana
kenapa menolak bantuan
Erna Masliana
gitu dong cerai sekarang.. jangan ditunda-tunda mumpung ibu suri masih ada kan?
Erna Masliana
ngapain surat suratan coba..ih geuleuh..kalo surat nyampe d s Meril kesenengan dia.. lagian y emang gak bisa cerai gitu.. bertahan untuk apa coba
Erna Masliana
kenapa harus dibawa coba.. harusnya ditanya didepan semua tamu
Erna Masliana
bakar suratnya jangan sampe ada jejak
Erna Masliana
karena kamu selalu diem menunggu diserang bukan menyerang.. kehidupan kedua tapi masih bingung menentukan sikap
Erna Masliana
bukannya cepat cari bukti atau cara menghancurkan s Meril malah ikutan selingkuh.. minimal cepat cerai lah... lagian keluarga Corvina kemana sih gak muncul minimal beri dukungan anaknya
Erna Masliana
ho'oh panggil pasukan ayahmu atasi rumor... greget banget diem bae..lemah
Erna Masliana
ya kamu bergerak lah.. minta dukungan keluarga mu.. kamu tidak ada gerakan apapun.. rumor aja dibiarkan begitu saja.. gimana mau bales dendam kalo cuman nunggu gerakan musuh
Erna Masliana
kalo Cassian pintar dari kata kata saja sudah terlihat memfitnah sayang nya Cassian bodoh
Erna Masliana
para bangsawan ternyata tolol..kok mereka tidak mencemooh selir dari kalangan bawah harusnya mereka dong bisa jadi selir status mereka lebih tinggi.. atau mereka tidak tertarik pada Cassian atau tidak tertarik status selir seperti Meril
Erna Masliana
atuh segel Ratu amankan.. tapi kayaknya terlambat..2 hari lagi acaranya
Erna Masliana
oh tentu tidak..Theon tertarik yang sekarang
Erna Masliana
👏👏👏 bangsawan pintar akan protes kalo Ratu berasal dari kelas bawah dg modal ngangkang
Erna Masliana
heleh benci apaan.. dendam apaan.. dg sentuhan aja luluh .. lagian Raja tolol gak ketulungan rumor Ratu kok didiemin gak dicari tau kebenarannya.. bukannya itu sama saja mencoreng nama Raja
Erna Masliana
kenapa tidak tanya lebih jauh lebih jelas kenapa s Meril yang selalu menemani Raja
Erna Masliana
kalo beneran jadi Ratu apa kabar para bangsawan..apa mereka tidak protes..Ratu dari kasta rendahan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!