NovelToon NovelToon
Mahkota Bunga

Mahkota Bunga

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Petualangan / Anak Yatim Piatu / Anak Genius / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: CloverMint

Adira Angkasa Samudra, cucu dari sang Raja Properti-Adiyaksa Samudra.

Gadis jelita yang selamat dari kecelakaan maut yang membinasakan kedua orang tuanya saat ia masih berusia enam bulan.

Kyai Brama Erlangga, atau yang biasa dikenal sebagai Pertapa Tua, Pertapa Sakti, Pak Tua, Tabib. Seorang titisan dewa yang menjalani hukumannya di bumi selama tujuh ratus tahun lamanya.

Dengan bantuan dari Sang Pertapa Tua, Adira mejalani masa kecilnya di tengah hutan.

Hidup bersama seekor harimau besar dan seekor monyet nakal, membuat Adira kecil tumbuh menjadi gadis tangguh dan periang.

Tak bisa melawan takdir, tepat saat Adira berusia lima tahun, Sang Pertapa Tua harus kembali ke Nirwana, meninggalkan Adira.

Sebelum kepergiannya, Sang Pertapa Tua menitipkan Adira kepada Juki-seorang Supir yang menyebabkan kematian kedua orang tua Adira, sebagai bentuk penebusan dosanya kepada Keluarga Samudra.

Ikuti terus perjalanan Adira di novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CloverMint, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PART 27

Malam setelah mereka selesai makan malam, Bu Sri, Rendra, Heri, dan Dira masih duduk berkumpul di atas tikar. 

"Ren, katanya ada yang ingin kau sampaikan? Apa penting sekali?" tanya Bu Sri. 

"Iya Bu, Dira kan sudah masuk usia sekolah, Rendra ingin agar Dira bisa sekolah, sama Heri juga," ucal Rendra. 

"Memang Dira harus sekolah, Kak?" tanya Dira. 

"Benar Dek, kamu harus sekolah yang tinggi ya. Nanti Kakak akan kerja keras untuk biayain sekolahmu," jawab Rendra sambil mengacak lembut rambut Dira. 

"Benar kata Rendra, Dira harus sekolah," ucap Bu Sri.

"Iya Bu, Dira akan patuh sama Kak Rendra," jawab Dira terssnyum senang.

"Ren.. Naafin ibu ya, seharusnya kamu juga sekolah, tapi kemampuan Ibu hanya seperti ini," ujar Bu Sri lirih. 

"Ibu jangan sedih, Rendra akan bekerja dengan giat, biar Dira dan Heri bisa melanjutkan sekolah mereka," jawab Rendra.

"Kak Ren.." panggil Heri dengan suara serak menahan tangis. 

"Kamu anak lelaki jangan nangis. Kamu harus kuat Her," ucap Rendra. 

"Ren, surat lahir Dira ada kan?" tanya Ibu. 

"Surat lahir? Untuk apa Bu?" tanya Rendra heran. 

"Kalau daftar sekolah harus ada akte kelahiran," ujar Ibu. 

Rendra menunduk sambil berpikir apa Dira punya akte lahir. Diangkatnya wajahnya dan menatap Dira. 

Akhirnya Rendra menceritakan siapa sebenarnya Dira, dan tempat tinggal Dira awalnya. 

Mendengar cerita Rendra, Bu Sri dan Heri menatap mereka tak percaya.

"Benar, Dira dulu tinggal di dalam hutan dengan Kakek. Tetapi Kakek harus pergi jadi Dira ikut sama Paman dan Kak Rendra," ucap Dira tersenyum. 

"Artinya Dira belum buat akte kelahiran, jadi harus buat dulu," ucap Bu Sri

"Ibu bisa bantu buatkan?" tanya Rendra lega. 

"Tapi biayanya lumayan mahal. Kita juga harus tahu, tanggal lahir Dira, siapa nama Ayah Ibunya,"jawab Bu Sri.

"Ayah dan Ibu Dira sudah dikuburkan sama Kakek. Dira belum pernah berjumpa mereka karena sejak kecil, Dira diasuh oleh Kakek dan Loreng" jawab Dira mulai rindu saat teringat Loreng.

" Oh, nanti coba Ibu carikan informasi dulu ya," jawab Bu Sri merasa sedih mendengar kisah Dira. 

"Iya Bu, nanti Rendra yang akan kerja kumpulin uangnya," jawab Rendra. 

Malam semakin merangkak naik, Rendra dan Heri segera pergi tidur, begitu juga Bu Sri. Tetapi Dira yang tak bisa memeramkan matanya, perlahan bangkit dan bergerak menuju pintu rumah. Seperti biasa, Dira segera pergi menuju markas Mamat. 

###

"Paman Janggut, anak-anak itu kenapa tidak dilatih bela diri saja?" tanya Dira. 

"Mereka berlatih bela diri, tapi seperti yang Non Dira tahu, Paman tidak begitu hebat," jawab Mamat. 

"Ya udah biar Dira, ajari mereka setiap malam, nanti Laman siapkan saja alat-alat latihan ya," ucap Dira tersenyum senang. 

"Siap Non, Paman juga ikut belajar ya," seru Mamat kegirangan. 

Dira kemudian meminta mereka berkumpul di halaman dan menyuruh lari setiap hari sebanyak 10 putaran sebagai permulaan lathian, setelah itu Dira pamit pulang. Dengan gesit, ia melayang bagai angin meninggalkan markas Mamat.

"Ndut, hebat ya Non Dira, bisa menghilang seperti begitu," ucap Mamat dengan mulut berdecak. 

"Iya Bos, apalagi kalau Non Dira udah besar nanti. Lebih hebat pasti," jawab Gendur yang juga terkagum kagum dengan kehebatan Dira. 

"Aku ikhlas dia jadi pimpinan kita," jawab Mamat tersenyum. 

"Gue ikut apa kata Bos," jawab Gembul menyetujui. 

###

Pagi hari, Dira bangun setelah semua orang pergi bekerja seperti biasanya. Segera setelah mandi, Dira keluar bersama Ayi menuju markas Mamat.

Saat sampai di halaman markas, dilihat Mamat dan anggotanya sedang berlari dengan baju basah kuyup. 

"Wah..Non Dira sudah kemari," sapa Mamat menghampiri. 

"Iya Paman Janggut. Dira mau lihat kalian malas-malasan atau tidak" jawab Dira menirukan kata-kata Pertapa Tua.

"Sudah sarapan belum Non?" tanya Mamat. 

"Belum," ucap Dira.

"Ya sudah, tunggu Paman mandi sebentar ya. Nanti kita sarapan sama-sama," ucap Mamat segera masuk ke dalam rumah. 

Dira sendiri kini mengamati latihan anggotanya berlatih. 

"Kak Rasdi, harus lebih giat supaya makin kuat!" ucap Dira. 

"Baik Non, nanti ajari saya ilmu menghilang itu ya," ucap Rasdi penuh harap. 

"Boleh saja!" ucap Dira tersenyum.

"Kak Rasdi pasti giat belajar Non," jawab Rasdi yang memang ingin bisa seperti Dira. 

"Iya makanya belajar yang giat. Jngat jangan mengganggu orang lain. Kalau tidak, nanti Dira pukul!" ucap Dira. 

"Iya Non," jawab Rasdi. 

Tak Lama, Mamat sudah keluar dengan penampilan rapi. "Ayo Non Dira, kita cari sarapan" ajak Mamat sambil menuju ke mobilnya.

"Mau makan di mana Paman?" tanya Dira yang sudah duduk di sisi Mamat. 

"Non tenang saja, nanti Paman ajak makan enak," jawab Mamat tersenyum. 

Mamat oun segera melajukan mobilnya memasuki keramaian jalan Jakarta yang selalu padat. 

###

Tak terasa, mereka pun sudah sampai di sebuah tempat makan yang cukup ramai, setelah Mamat memarkirkan mobilnya, mereka turun dan masuk kedalam mencari tempat duduk. 

"Kita makan apa, Paman?" tanya Dira.

"Non Dira lihat saja nanti ya," ucap Mamat tersenyum.

"Paman, Dira mau pipis," ujar Dira. 

Mamat kemudian memperhatikan sekeliling dan akhirnya ia menemukan arah toilet.

"Itu Non, lihat plang yang digantung tulisannya toilet," tunjuk Mamat diikuti tatapan Dira. 

Dira segera meninggalkan meja mereka dan berjalan menuju toilet, lalu segera masuk ke dalam. 

Begitu selesai buang air kecil, Dira terkejut ketika melihat seorang wanita merintih kesakitan di depan bilik toiletnya.

"Ibu.. Ibu kenapa?" tanya Dira segera memegangi wanita tersebut dan memeriksa nadinya. 

Dira terdiam, kemudian dipapahnya wanita tersebut bersandar di dinding, lalu Dira mulai melakukan pijatan yang diajarkan Pertapa Tua. Setelah nafasnya mulai membaik, Dira memasukkan sebutir obat dari kantung obat yang sekarang selalu dibawanya. 

Dengan telaten, Dira mulai mengalirkan energi dalamnya agar wanita itu bisa cepat pulih. 

"Argh.. Siapa kamu Nak?" tanya wanita itu saat kesadarannya mulai kembali

"Dira, namaku Adira," jawab Dira tertawa lebar. 

Wanita itu terkejut dan sontak jantungnya bergetar hebat. Entah kenapa, ia merasa begitu dekat dengan anak ini. Ada apa? kenapa ini.. batinnya sambil memegangi dadanya.

"Ibu.. Ibu kenapa lagi?" tanya Dira. 

"Nggak, nggak papa, di mana orang tuamu?" tanyanya lagi sambil mengamati Dira dengan seksama. 

"Orang tua Dira sudah dikuburkan," jawab Dira.

"Oh.. Maafkan Ibu, tapi kamu baik sekali. Terima kasih sudah menolong Ibu," ucapnya. 

"Ma.. Mama.." terdengar suara teriakan seorang pria memanggil dari luar toilet. 

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...HAI!! Terima kasih buat para pembaca yang sudah mendukung saya agar tetap semangat melanjutkan cerita ini setiap harinya!!...

...Agar saya tetap semangat update, dukung saya terus dengan memberikan LIKE, dan VOTE sebanyak-banyaknya ya!!...

...Jangan lupa tinggalkan bintang lima...

...(⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️)...

...dan klik FAVORIT agar tak ketinggalan episode selanjutnya ya!!...

...Terima kasih.❤...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
ceuceu
ikutan sedih/Cry/
ceuceu
part/Sob//Sob/
ceuceu
author novelnya keren"
nining laksono
ceritanya menarik
nining laksono
bagus ceritanya
Aghitsna Agis
thor kpn nih up lg mahkota bunganya ditunggu blm up aja
ララサティ
apa kabar author?,semenjak izin oprasi mata sampai skrng udh 3 thn gx ada kabar sama sekali, thor aku nungguin kelanjutan ceritanya loh, cepet kembali yahh semoga aja semuanya baik² aja
Aghitsna Agis
thor cerita mahkota bunga akan up lg nga kalau nga mau diskip mks
Aghitsna Agis
kapan dilanjut lagi thor dutunggu
Grace Laoly
CERITA YG SERU dan ga bertele-tele favorit banget
Wahidun Wahidun
Thor ini cerita udah tamat kah ga up2 Thor ceritanya bagus loh Thor,tinggal menuju dan mncri misi balas dendam orang tua adhira
Aghitsna Agis
thor udah kangen nii sama verita dira sama lorengnya kapan up lagi sebelum betul2 lupa isi cetitanya lanjut fong thor
Rona Dhiangsah
thor ceritanya kapan up lagi.
Retnoendang Tri
ayo PD komentar biar up
Aghitsna Agis
thor belum dilanjut lagi niii mahkota bunganya aku nunggu kelanjutannya
Aghitsna Agis
thor apa ini nga dilanjutin
Riani Simatupang
semoga cepat sembuh kak,,gx sabar nunggu kelanjutan nya😊😊😊
Mbah dun3
semoga lekas sembuh thor...
Maya Sofha
thor,,, knp blm ada kelanjutannya??? udah lama nie blm ada lagi,, d tunggu thor. jgn kelamaanlah hiatus nya kan jadi nanggung nie
Aghitsna Agis
thor gimana kelanjutannya dan kapan uo lg ini nuguin semoga thor matanya sudah pulih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!