Banyak Tipo bertebaran
Mati tertabrak mobil.
Tiba-tiba bangun di rumah mewah dan memili anak tiri,yang kelak menjadi penjahat besar.
Dan suami psikopat yang belum bisa move on dari cinta lama nya.
Di bantu oleh sistem untuk meluluhkan hati kedua nya.
mampu kah Kaira meluluhkan hati, kedua orang yang sangat membenci nya itu.
"Kau bukan ibu ku, berhenti berlagak seolah kau perduli! Jangan mengatur ku!"( Kaiden Alfaro Lucifer)
"Tugas mu hanya untuk mendidik Kaiden, kau tak perlu ikut campur urusan ku dengan Dorothea, sampai kapan pun yang kucintai hanya lah Dia. kau hanya istri pajangan!" (Albert Gavriel Lucifer).
Siapa yang perduli dengan urusan percintaan mereka, yang terpenting aku jadi orang kaya, akan kubawa Kaiden bersama ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Peringatan nyonya Gunez pada Aras.
"Mommy' kenapa kita harus pergi? Bagaimana dengan Daddy?" Tanya Arabella polos.
Dorothea berjongkok menghadap ke arah putri nya, dia membelai halus rambut panjang milik Arabella. "Arabella' mommy dan Daddy sudah tidak bisa bersama lagi. Kita memiliki jalan nya sendiri."
"Apa mommy tidak mau dengar Daddy karena uncle Albert ?" tanya Albert
Dorothea menghela nafas panjang. "mommy rasa Uncle Albert lebih cocok menjadi Daddy mu. Dia selalu menyayangi mu. Membelikan apapun yang kamu mau, menjaga mommy dan kamu." Kata Dorothea mempengaruhi Arabella.
Arabella mengangguk pelan. Memang benar Albert selalu sayang pada nya, setiap dia ulang tahun Albert akan selalu memberikan kado mewah untuk nya. Setiap dia menginginkan barang mewah lainnya Albert yang memberikan nya bukan Daddy nya. Hingga membuat teman-teman nya selalu iri. "Tapi mommy, uncle juga memiliki keluarga nya sendiri." kata Arabella ragu.
"Kita rebut uncle Albert dari mereka, mereka tak baik untuk uncle Albert. karena Uncle Albert adalah milik kita!" kata Dorothea semakin sesat.
Arabella mengangguk dengan senyum ceria nya. Benar kata mommy nya, uncle Albert adalah miliknya. Tanpa sadar Dorothea menanamkan sikap serakah dan harus mendapatkan apapun yang dia inginkan. Meski harus merusak kebahagiaan orang lain.
Mereka sementara waktu akan tinggal di tempat orang tua Dorothea. keluarga Dorothea juga termasuk keluarga kaya, dan memang sedari kecil Dorothea hidup dengan di manja oleh ke dua orang tuanya. penulis yang kini tengah menempati raga Dorothea merasa sangat bersyukur. Karena dia menuliskan ke kehidupan Dorothea yang sangat baik. Yang kini, sangat lah menguntungkan untuk dirinya.
*
*
Aras di temukan oleh para maid di mansion nya, mereka berteriak histeris, karena melihat Aras yang tak sadarkan diri, dengan banyak darah yang mulai mengering. Dengan cepat Aras di larikan kerumah sakit.
Beruntung Aras masih bisa di selamatkan, dan tidak ada hal serius yang terjadi pada otak nya atau saraf lain nya. Aras hanya mengalami cidera ringan pada kepala nya.
Keluarga Arad segera hadir disana. Untuk melihat ke adaan putra sulung mereka. Setelah Aras sadar mereka langsung membanjiri pertanyaan pada Aras, terutama ibu nya.
"Bagaimana ini semua bisa terjadi Aras?" Tanya Nyonya kalesi yang sangat hawatir dengan keadaan putra sulungnya.
"Ah, Aras tidak sengaja terbentur meja nakas ma, dan karena pusing dan mual yang hebat, membuat aras pingsan di kasur." Kata Aras berbohong, dia tidak ingin orang tuanya mengetahui kejadian yang sesungguhnya.
"Lalu di mana Dorothea dan Arabella sekarang? Kenapa sedari tadi mama dan papa tidak melihat keberadaan nya?" Tanya Nyonya kalesi lagi, sambil menoleh kesemua sisi ruangan tersebut.
"Dorothea dan Arabella sedang menginap di tempat orang tua Dorothea beberapa hari, jadi dia tidak tau keadaan ku saat ini." Jawab Aras dengan kebohongan lagi. ia akan menutupi keburukan istrinya di hadapan orang tuanya. Karena Aras masih berharap hubungan nya dengan Dorothea , bisa di perbaiki lagi.
*
*
Seperti biasa pagi-pagi sekali Aylin sudah sibuk memasak untuk membuatkan sarapan dan bekal untuk Kaiden. Kebetulan nyonya Gunez sedang menginap di mansion Albert saat ini. karena mencium bau masakan yang sangat harum, nyonya Gunez segera melangkah ke arah dapur. Dia terkejut melihat Aylin yang sibuk memasak.
Beruntung nya, kini setiap kali Aylin memasak, tidak lagi membuat dapur menjadi berantakan. Kini dia bisa memasak dengan membiarkan dapur tetap rapi.
"Apa yang sedang kamu lakukan sayang?" tanya nyonya Gunez, yang mendekat ke arah Aylin yang sedang membuat Borek (Lembaran adonan phyllo tipis yang di isi dengan keju, bayam dan daging) Yang di goreng.
Aylin menoleh, dan mendapati nyonya Gunez Sudah berada di samping nya. "Aylin sedang membuatkan sarapan untuk Kaiden mi."
Nyonya Gunez mengambil sepotong simit ( roti berbentuk cincin bertabur wijen). "Emm, ini sangat enak renyah dan lembut di dalamnya, mami tidak menyangka, ternyata kau begitu pandai memasak." puji nya.
Aylin tersenyum tipis. "Mami bisa saja, Aylin baru belajar memasak mi, karena Aylin ingin menjadi mami yang baik untuk Kaiden."
Deg !
Nyonya Gunez mematung sesaat, ucapan Aylin ini secara tidak langsung menyentil lubuk hati nya yang terdalam. Bagaimana tidak, Aylin yang tidak memiliki hubungan darah dengan Kaiden saja, bisa begitu menyayanginya nya. Sedangkan dia adalah nenek biologis dari Kaiden, tetapi dia tidak pernah mau dekat dengan nya. Baru setelah dia membuat perjanjian dengan Aylin, yang akhirnya bisa membuka matanya.
*
*
Semua hidangan untuk sarapan sudah tersusun rapi di meja, beserta susu hangat untuk Kaiden , teh untuk nyonya Gunez, hingga kopi hitam untuk Albert. Semua sudah tersedia. Aylin , Kaiden , dan nyonya Gunez memilih sarapan duluan. Karena Aylin beralasan bahwa takut Kaiden telat. Sehingga tidak menunggu Albert turun ke meja makan.
Albert baru saja keluar dari lift dengan setelan formal nya, dengan menenteng tas kerja di tangan nya. Penampilan Albert sangat memukau. Aroma woody dan Leather yang menguar dari semprotan parfum mahal nya, memberikan kesan maskulin.
Aylin sedikit panik, mengigat kejadian semalam, dia segera beranjak dari tempat duduk nya, dan memasukkan bekas Kaiden. "Kaiden ayo kita berangkat, nanti kau bisa terlambat."
Kaiden yang sedang mengunyah pun langsung menghentikan makan nya, dia dengan cepat menghabiskan susu hangat yang sudah Aylin siapkan. Dan dengan patuh mengikuti Aylin.
Nyonya Gunez sedikit mengeryit dengan sikap Aylin yang terkesan buru-buru. " kok buru-buru sekali sayang, sarapan kamu belum habis loh?"
Aylin segera mencium tangan nyonya Gunez untuk berpamitan. "Iya mi, takut macet. Dah ya mi, Aylin dan Kaiden berangkat dulu." kata Aylin yang langsung ngacir begitu saja sambil menggandeng tangan Kaiden.
Albert tersenyum miring melihat Aylin yang gugup dan terkesan menghindari nya. "Lucu juga." batin nya.
Nyonya Gunez yang melihat senyuman tak biasa Albert , langsung merasa curiga. " Kau apakan menantu kesayangan mami?". Tanya nyonya Gunez, dengan mata melotot lebar.
"Apa yang kulakukan, aku tak merasa melaksanakan apapun pada nya." Jawab Albert santai sambil mulai duduk dan mengambil sarapan nya. Ia menikmati sarapan buatan Aylin dengan suka cita. Aylin memang pandai memasak sesuai seleranya.
Nyonya Gunez juga ikut bangkit dari kursinya, tapi sebelum dia benar-benar pergi. Nyonya Gunez melirik ke arah Albert yang menikmati sarapannya. "Aylin wanita baik, mungkin dulu Aylin tergila-gila pada mu. Tapi jika kau terus membuat nya kecewa. Hatinya bisa saja mati. terbukti saat dia hilang ingatan, inggatan tentang mu yang paling banyak tak ia inggat!"
Nyonya Gunez mengambil cangkir tehnya, lalu melemparkan nya ke lantai.
Pyaar!!!
Cangkir tersebut langsung hancur tak berbentuk. Albert sampai terkejut dengan aksi gila sang mami.
"Begitu hati Aylin hancur karena mu, dia tidak akan kembali lagi. Inggat itu Albert !" Kata Nyonya Gunez memperingati Albert. Lalu nyonya Gunez pergi meninggalkan meja makan.
buat si serbet dapur kapok sama si Dorothea busuk
padahal cuma novel tapi kok aku takut ya?
Albert & Aylin