NovelToon NovelToon
Menikahi Pria Tak Di Kenal

Menikahi Pria Tak Di Kenal

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat / Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Astri Reisya Utami

Alika seorang gadis cantik yang di khianati oleh kekasih di hari pernikahannya harus rela di menikahi pria yang sama sekali tidak ia kenal agar keluarganya tidak malu. Pria itu merupakan kakak sepupu dari sang kekasih, Alika mau menikah dengan pria itu karena bujukan orang tua sang kekasih agar mereka semua tidak malu.

Alika dengan ikhlas menerima pernikahan ini dan dia akan berusaha menjadi seorang istri. Namun Alika harus menerima kenyataan saat tahu jika sang suami memiliki wanita lain di hatinya.

Bagaimana nasib Alika apa dia bahagia dengan pernikahannya?,

yu simak ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Akhirnya aku ikut dengan suci ke kosan nya. Suci tidak banyak bertanya bahkan dia malah menyuruh ku istirahat.

"Kamu gak tanya kenapa aku pergi dari rumah suamiku? " tanya ku setelah kami hendak tidur.

"Aku gak akan bertanya, toh nanti juga kamu cerita sendiri kalau sudah tenang, " jawab Suci dengan tersenyum.

Aku pun terdiam karena Suci sudah tau kalau aku gak bisa di paksa buat cerita sebelum aku benar-benar tenang.

"Aku tak kecewa sama Galang, " lirih ku dan Suci menatap ku.

"Selama ini Galang sembunyikan sesuatu yang terjadi sama aku. Setelah kejadian hari itu dokter menyatakan kemungkinan aku hamil kecil dan aku baru tau berapa minggu lalu saat aku mengalami pendarahan dan kondisiku semakin parah, " beritahu ku.

"Serius kamu? " Suci kaget dan dia memegang bahu ku.

"Aku pikir dia benar-benar Terima kekurangan ku namun kenyataannya enggak, saat ini dia sedang di luar kota dan aku dapat kiriman foto Galang sama cewek, " beritahu ku.

Saat ini aku gak membawa ponsel karena aku gak mau semua orang mencari ku dan menghubungi ku.

"Kamu yakin itu bukan foto editan? " tanya Suci.

Aku menggelengkan kepala karena aku yakin itu buka foto editan.

"Ya sudah kami tinggal disini saja, aku masih sanggup kok kasih kamu makan, " ucap Suci dan aku memeluk nya.

Suci tidak bertanya kenapa gak tidak pulang, aku yakin dia sudah tau alasan ku tidak memilih pulang.

Hari berlalu begitu saja aku sudah hampir dua minggu tinggal bersama Suci dan aku berpikir gak mungkin kalau aku harus numpang saja apa lagi pekerjaan Suci gajinya tidak terlalu besar karena di seorang guru walau dia ngajar di sekolah elit tapi tetap saja biaya hidup di kota pasti besar.

"Suci, aku mau cari kerja, " ucap ku memberitahu Suci.

"Kamu mau kerja apa? " tanya Suci.

"Apa aja yang penting aku bisa bantu kamu, " jawab ku.

"Em.. gimana kalau kamu melamar saja ke tempat ku ngajar, kebetulan lagi butuh guru bahasa Inggris, " saran Suci.

"Serius kamu? " tanya ku memastikan.

"Tar aku tanya dulu, " Suci langsung menghubungi temannya dan ternyata benar dan besok aku di minta untuk datang.

"Makasih lo udah bantu aku, " aku memeluk Suci karena saking senang nya.

Besoknya aku pergi bareng Suci dan kami pun tiba di tempat Suci ngajar ternyata itu sekolah elit tempat anak-anak orang kaya sekolah. Aku pun langsung wawancara dan langsung di Terima. Aku sangat senang karena akhirnya aku bisa menghasilkan uang dan mungkin bisa melupakan masalah ku. Aku tidak langsung ngajar melainkan melihat-lihat dulu sekolahnya . Aku pun berkeliling sekolah sampai tiba-tiba aku masuk ke sebuah lapangan basket yang berada di dalam ruangan. Di sana sedang ada beberapa murid yang sedang bermain basket namun pandangan ku langsung tertuju ke satu arah. Ke arah beberapa anak yang sedang berkumpul namun sedikit mencurigakan. Aku pun menghampiri mereka dan benar saja mereka sedang melakukan hal yang tidak wajar.

"Kalian sedang apa? " tanya ku dan semua anak berbalik melihat ke arah ku.

"Kamu siapa? " tanya salah satu dari mereka.

Aku pun menunjukan tanda pengenal sebagai guru di sekolah ini. Mereka langsung mu dur dan raut wajah mereka sedikit ketakutan.

"Kalian lagi melakukan hal yang tidak pantas? " bentak ku sambil mendekati seorang siswa perempuan yang dari tadi nunduk.

"Ada apa? " tanya seseorang datang dan membuat aku melihat ke arah nya.

Seorang murid laki-laki dengan penampilan acak-acakan namun entah kenapa melihat wajahnya aku merasa tidak asing namun aku tidak mengenalnya.

"Dia siapa? " tunjuk nya pada ku.

"Kayanya guru baru deh, " jawab salah satu dari mereka.

"Bubar, " bentak ku dan semua murid langsung bubar.

"Makasih bu, " murid perempuan yang dari tadi nunduk.

"Gak apa-apa, sekarang kamu kembali ke kelas, " balas ku sambil tersenyum manis.

Sejak hari itu aku pun mulai mengajar dan aku tidak melihat perundungan lagi entah karena tidak atau aku tidak tahu. Namun saat aku masuk dalam salah satu kelas yang aku dengar merupakan anak-anak yang lumayan nakal. Lagi dan lagi aku bertemu dengan salah satu murid yang entah kenapa aku merasa tidak asing dengannya. Selama pelajaran kelas tidak ada masalah dan bahkan aman-aman saja. Setelah jam pelajaran selesai aku keluar namun tiba-tiba seorang murid perempuan berlari menghampiri ku.

"Ada apa? " tanya ku.

"Ibu ada hubungan apa sama Reyhan? " tanya nya membuat aku kaget.

"Reyhan, ibu gak kenal sama dia, " jawab ku dengan bingung.

"Aku aneh aja, saat tau pelajaran ibu dia melarang bikin masalah dan harus mengikuti pelajaran, beritahu nya.

Aku bingung dan bahkan ucapan murid itu membuat aku kepikiran. Namun aku gak mau ambil pusing mungkin dia takut masalahnya di laporkan ke pihak sekolah. Aku dan Suci baru pulang dan kami langsung rebahan di tempat tidur.

"Aduh aku lupa, stok beras habis, " Suci tiba-tiba bangun dari rebahan nya.

"Kenapa kamu gak bilang dari tadi sih, " omel ku sambil bangun dari rebahan.

"Kita makan ke laut aja yu! " ajak Suci dan aku mau aja toh di kosan gak ada apa-apa.

Setelah mandi aku dan Suci jalan ke luar untuk cari makan. Kami makan di sebuah angkringan karena harganya Kuantan relatif murah. Selesai makan kami pun jalan pulang namun tiba-tiba kami melihat sekumpulan orang yang sedang ribut.

"Ada apa tuh? " tanya ku pada Suci.

Namun belum sempat Suci menjawab aku langsung berteriak minta tolong membuat orang-orang itu langsung pada lari. Aku dan Suci langsung menghampiri orang yang terkapar karena di pukuli.

"Kalian gak apa-apa? " tanya ku namun saat kedua orang itu mengangkat kepalanya aku dan Suci diam kaget.

"Reyhan, Dimas" ucap kami berdua.

Akhirnya aku Suci menolong mereka dan mengobati luka mereka.

"Kalian ngapain cari masalah sama preman? " tanya ku.

"Reyhan tuh bu, "tunjuk Dimas namun tidak melanjutkan ucapannya.

"Kenapa sama Reyhan? " tanya ku.

"Dia... ngajak aku mantau ibu, " jawab Dimas membuat aku kaget dan melirik Reyhan.

"Jangan bilang kamu naksir bu Alika" ucap Suci membuat aku kaget dan memukulnya.

"Sembarangan aja kalau ngomong, " tegur ku.

"Ya terus apa dong, " tanya Suci.

"Udah kalian pulang saja, kamu Reyhan, kalau ada yang ingin kamu tau tentang ibu langsung tanya saja, " ucap ku lalu melangkah pergi karena aku kepikiran dengan ucapan Suci.

Aku berbalik lagi dan berteriak, "ibu udah nikah, ".

1
Astrireynadiaz
ok
Juliaty Paridy
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!