NovelToon NovelToon
Mantan Suami Mengganggu Hidupku

Mantan Suami Mengganggu Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Naik Kelas / Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Elena Prasetyo

Dikala aku sudah memulai hidup baruku tanpamu, kenapa kau kembali lagi. Beredar terus di sekitar, membuatku kesal.

Pergilah kau, pergi dari hidupku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elena Prasetyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Perceraian palsu?

Surat perceraian yang selama ini Luna pegang

Surat perceraian yang selama tiga tahun terakhir menjadi sumber air matanya.

Semua itu palsu?

Dengan ringan Arya mengatakan semua itu sengaja disiapkan untuknya? Apa maksud pria yang ada di depannya ini?

"Apa maksudmu?"

"Sayang. Kita masih sah sebagai suami istri. Aku sudah mengatakannya beberapa kali. Aku adalah suamimu dan kau adalah istriku yang aku cintai"

Arya berusaha untuk memeluk Luna, dan tentu saja dia menolak. Jelas dia tidak mau dipeluk oleh orang yang bahkan tidak merasa bersalah telah melakukan begitu banyak kebohongan padanya.

"Kau!!! Keterlaluan!!" katanya dengan menatap lurus ke arah mata Arya. Tak terasa bulir-bulir air mata turun ke pipi. Tapi Luna tidak ingin menghapusnya. Luna ingin pria yang menipu dan berbohong padanya itu tahu kalau dia merasa sakit hati. Sangat sakit hati.

"Sayang, kau marah. Aku tahu hal ini salah. Tapi aku melakukannya dengan alasan yang tepat. Kumohon, biarkan aku menjelaskan alasanku. Aku jamin, setelah itu kau akan melupakan semuanya"

Luna tak ingin lagi mendengar perkataan Arya. Dia sungguh tidak mau mendengar apapun sekarang.

"Pergi!! Keluar dari rumahku!!" ucapnya tanpa meninggikan nada sama sekali. Tapi berhasil membuat Arya kehabisan kata-kata. Pria penipu itu mengambil bajunya yang ada di lantai kemudian berjalan menuju pintu.

"Apapun alasannya, memang tidak bisa mengubah apapun. Tapi yakinlah satu hal. Aku, Arya, sangat mencintai Luna. Sampai sekarang dan selamanya, aku akan tetap mencintaimu" kata Arya lalu meninggalkan rumahnya.

Luna yang merasa hidupnya penuh dengan kebohongan hanya bisa duduk di lantai dan menangis. Mengeluarkan semua rasa kesal, amarah, kecewa dan sedihnya yang bercampur karena perbuatan tak masuk akal Arya.

Ketika tak kuat lagi menahan kesedihannya, dia menghubungi satu-satunya orang yang tidak akan pernah berbohong padanya.

"Ada apa putri ibu? Apa kau ingin pulang lagi? Bukannya belum lama pulang? Kalau tokomu sering tutup, pasti keuangannya bakal tersendat nanti"

Belum juga Luna mengatakan apa-apa, tapi ibunya terus saja bicara. Dan ketika dia berkata ...

"Ibu ... Hiks"

... Dengan terisak.

"Luna, ada apa denganmu? Tunggu, ibu datang sekarang juga!"

Satu jam menunggu, Luna tertidur di sofa. Ketika ibunya datang, dia segera mendapatkan pelukan hangat yang membuatnya nyaman.

"Kenapa kau seperti ini?"

Muncul suara yang tidak diharapkan Luna. Ternyata ayahnya ikut menjenguknya.

"Dia demam. Cepat sana bawakan air hangat untuk Luna minum!"

Di bawah perawatan dan perlindungan orang tuanya, Luna merasa sangat tenang. Demam yang sempat membuat badannya lemah telah menghilang sepenuhnya. Mungkin juga berkat makanan hangat yang dimasak oleh ibunya.

"Mana ayah?" tanyanya karena tak melihat ayahnya di apartemen.

"Ayahmu ke supermarket. Katanya mau membeli buah. Apa mau makan lagi?"

"Tidak. Aku senang ibu ada disini" ucap Luna lalu memeluk lengan ibunya.

"Memangnya apa yang terjadi?"

Luna berpikir, bagaimana bisa dia mengatakan semua yang terjadi pada ibunya. Ibunya pasti akan terkejut mendengar semua ini. Tapi kalau dia terus menyimpannya dalam hati dan berusaha menyelesaikan ini sendiri. Rasanya, dia akan menjadi gila. Dia tidak kuat menahan semua ini sendiri.

"Ibu, bagaimana ini?" kata Luna lalu meringkuk di pangkuan ibunya. Menceritakan semua hal yang dia alami selama kurang lebih dua belas jam terakhir.

Ayah Luna baru saja keluar dari gedung apartemen putrinya. Masih berada di pintu lobi ketika beberapa orang berpakaian serba hitam dengan postur tubuh yang tinggi dan tegap berjalan ke arahnya. Dan diantaranya ada seorang pria dengan rambut memutih, terlihat sangat berbeda. Tapi pria itu seperti orang yang dikenalnya.

"Tidak keluar?" tanya pria itu mengingatkan ayah Luna kalau dirinya menghalangi jalan.

"Ohh, iya maaf" jawab ayah Luna lalu melangkah keluar. Ketika menoleh ke belakang ayah Luna masih berpikir dia seperti mengenal seseorang yang memiliki perawakan sama dengan pria tua itu. Tinggi dan tipe badannya sama. Tinggi menjulang dengan garis wajah yang serupa.

"Arya!" katanya mengingat sosok yang memiliki perawakan sama dengan pria beruban itu.

Tidak disangka, pria beruban itu mendengarnya. Menyingkirkan orang berpakaian serba hitam lalu menghampirinya.

"Anda kenal Arya?"

Dan bertanya seperti itu.

"Arya? Tentu saja saya mengenal anak itu. Dia ..."

Baru saja ayah Luna ingin menjelaskan tentang mantan menantunya yang kurang ajar, pria dengan rambut memutih itu mengatakan sesuatu yang aneh.

"Dia putra saya! Arya Mahendra, dia putra saya. Anda kenal?"

Putra? Bukannya anak gila kurang ajar itu yatim piatu? Lalu siapa orang yang mengaku sebagai ayah anak gila itu?

"Anda siapa?" tanya ayah Luna berusaha mengkonfirmasi.

"Ayah Arya Mahendra. Saya Budi Santoso. Pasti Anda salah satu penghuni gedung apartemen milik anak saya ini. Salam kenal"

Ayah Luna kembali bungkam. Apartemen milik anak nakal gila itu? Arya yang tadinya yatim piatu kini memiliki orang tua. Dan Arya yang tadinya tidak memiliki apa-apa sekarang memiliki satu gedung apartemen ini? Mantan menantunya itu ternyata orang kaya? Padahal selama ini anak nakal itu hanya bermain ponsel di depan komputer. Juga memakai kaus dan celana denim jelek. Tidak memperlihatkan kalau anak nakal itu memiliki banyak uang.

Apa jangan-jangan Luna mengetahui hal ini? Dan hal itu membuatnya terguncang sampai demam? Dasar anak nakal kurang ajar. Dia harus menghajar mantan menantunya itu. Tapi untuk sekarang,

"Salam kenal?!! Telan salam itu! Dan bilang pada anakmu, bayar semua biaya hidup yang pernah putriku keluarkan untuknya. Dasar pria tidak tahu diri."

"Apa? Kenapa menghina anakku seperti itu?! Bagaimana mungkin putraku hidup dengan uang wanita?!"

"Kenapa? Kau malu memiliki anak seperti itu?! Makanya didik dia dengan benar!!"

"Aku sudah mendidiknya dengan benar. Dia saja yang melenceng. Sifatnya memang agak ... Tapi dia tetap putraku. Kau tidak bisa menghinanya terus!"

"Memangnya kenapa? Pertama kenal dengan putriku dia hanya mahasiswa lusuh. Badannya kurus dan pakaiannya mirip pengemis. Dan kelakuannya? Mirip serigala liar yang lapar. Sangat kasar juga tak pernah sopan pada orang yang lebih tua. Putriku yang merubahnya. Menjadi lebih mirip manusia. Tapi setelah itu dia berkhianat. Menyakiti hati putriku dan meninggalkannya begitu saja" jelas Ayah Luna lengkap dengan amarah yang terpendam selama ini.

"Jadi, putrimu adalah ... "

"Putriku? Putriku adalah Luna Apsarini. Wanita yang pernah menikah dengan putramu dan diceraikan begitu saja. Sungguh sial putriku pernah mengenal putramu. Pria pembohong, penipu, pengkhianat yang kurang ajar!!"

Setelah mengeluarkan semua hinaan pada pria yang telah menyakiti putrinya. Ayah Luna pergi ke supermarket. Dia membeli semua buah dan makanan kesukaan putrinya. Tanpa terkecuali. Dia ingin Luna bangkit lagi. Dia ingin putrinya kembali ceria dan menjalin hubungan baru. Dan juga bahagia lagi seperti dulu.

1
Joice Posende
mantap dibaca saat istirahat🤗
Joice Posende
😍😍
Joice Posende
lanjut dong
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
heran aku dengan arya...thor jangan bagi mereka berbaik kembali... dia dah celup orang lain tu...
tahi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!