NovelToon NovelToon
Closer To Me

Closer To Me

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu 0325

Menceritakan seorang wanita agen mata-mata bertransmigrasi ketubuh seorang Putri kerajaan dalam novel yang dia baca.

Semenjak kematiannya ditangan musuh, wanita itu masuk ketubuh barunya menjadi seorang putri yang tertindas. Setelah dirinya masuk ketubuh putri yang sering tertindas itu, dia berusaha merubah alur cerita dan mencegah satu kejadian dimana dia meninggal mengenaskan ditangan wanita licik.

Terus simak dan mampir jika kalian berminat membaca cerita ini, maaf kalau ada kalimat atau cerita yang sama karena ini murni ide dan khayalan saya sendiri.

Terimakasih banyak yang bersedia mampir dan singgah sebentar 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu 0325, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 27.

Semua orang menjadi terdiam ketika mendengar penjelasan Alesio tentang luka yang ada dileher Victoria. Tetapi sementara Victoria telah mengetahui perbuatan siapa yang berniat ingin membunuhnya itu.

"Penjagaan kerajaan sangatlah ketat, bagaimana orang luar bisa dengan mudah masuk tanpa dicurigai?."ucap Kaisar bertanya-tanya sambil menatap wajah putranya

"Selama ini tidak pernah ada yang bisa masuk kerajaan dengan mudah, tapi kemungkinan besar adalah pelaku termasuk orang dalam yang melakukannya. Mereka bisa tahu kapan jam kosong penjaga dan kapan jam sedang berjaga."ujar Alesio mulai merasa bahwa pelaku bukanlah orang luar melainkan orang dalam yang melakukannya

Mendengar perkataan Alesio yang cukup masuk akal, Kaisar mengangguk pelan mengerti. Sementara nyonya Viona yang sedari tadi sangat khawatir langsung menoleh kearah Reyna.

"Reyna, tolong segera panggilkan tabib secepatnya!."pinta nyonya Viona dengan nada khawatir menyuruh Reyna segera memanggil tabib untuk memeriksa luka Victoria

Reyna mengangkat sedikit kepalanya kedepan, dengan badan tertunduk rendah langsung mengangguk patuh.

"Baik nyonya!."jawab Reyna langsung pergi meninggalkan kamar dan mencari tabib kerajaan

Ketika memperhatikan istrinya teramat sangat mengkhawatirkan putrinya, kaisar menarik napasnya terdengar berat. Lalu menatap istrinya dengan tatapan tenang mulai bicara.

"Tenangkan dirimu, kamu tidak perlu khawatir seperti ini. Setelah tabib menyembuhkannya semua akan baik-baik saja, dan secepatnya aku akan menemukan pelaku yang telah melakukan ini pada Victoria."ucap kaisar dengan nada lembut berusaha menenangkan istrinya demi kesehatannya

Ketika kaisar selesai bicara dan bermaksut baik dengan menenangkan dirinya, nyonya Viona menolehkan wajahnya kearah suaminya.

Dengan tatapan rendah sama sekali tidak berani menatap wajahnya secara langsung, nyonya Viona mengangguk mengerti.

"Terimakasih atas perhatian yang mulia, saya harap anda bisa menepati janji anda."ujar nyonya Viona dengan kepala tertunduk

Memandangi istrinya yang sama sekali tidak menatap wajahnya, sejenak membuat kaisar merasa bersalah didalam hatinya. Semenjak kaisar menikah lagi dengan Venia, istri pertamanya selalu menjauhinya.

Tidak ada cinta seperti dulu yang ditunjukkan kepadanya setiap saat, karena semua ini adalah kesalahannya. Dia patut disalahkan atas penderitaan istrinya, wanita yang dulu sangat dia cintai dan rela berkorban untuk menaklukan hati istrinya, kini mulai menjauhinya.

Jikalau bukan karena kesalahpahaman antara dirinya dengan Venia mungkin saja dia tidak akan menikahi wanita itu, jika tidak demi nama baiknya tercemar atas tindakan yang sama sekali bukan salahnya.

Kaisar sama sekali tidak memiliki pilihan lain selain menikahi Venia pada saat itu.

Ekspresi kaisar sedikit berubah sedih saat memandangi wajah istrinya yang mulai menjaga jarak dengannya.

Akan tetapi demi kenyamanan istrinya kaisar dengan tenang berusaha memberikan perhatiannya sebagai seorang suami, dan berusaha tetap bersabar meski hatinya tidak menginginkan istrinya jauh darinya.

Kemudian kaisar memutuskan untuk pergi kembali kekerajaan untuk mengusut kasus penyerangan Victoria yang sempat terjadi tanpa dicurigai oleh mereka.

Pada saat kaisar telah meninggalkan kamarnya, Victoria memiringkan tubuhnya kesamping mengambil sesuatu dibalik bantal yang sudah dia simpan selama tiga hari terakhir.

"Ibu, ini untukmu!."ucap Victoria menyerahkan sebuah kotak berukuran sedang ketangan ibunya

Saat putrinya memberikan sesuatu untuknya, ibu menatap sebentar apa yang diserahkan putrinya. Lalu dengan ekspresi datar kemudian bertanya kenapa putrinya memberikan kotak ini.

"Nak, apa ini? Kenapa kamu memberikannya pada ibu?."ujar ibu menatap Victoria dengan bingung masih mengenggam kotak pemberian putrinya

Victoria menatap ibunya dengan ekspresi tenang, kemudian menyentuh tangan ibunya dengan lembut. Menurut cerita asli, ibu adalah seorang yang selalu ada disamping pemilik tubuh ini, ibu sangat menyayanginya dan meski sampai semasa hidupnya.

Karena itu dikehidupan ini, Victoria tidak akan membiarkan siapapun menyakitinya. Dia akan lebih memperhatikan ibunya bagaimana pun sekarang ibu dari pemilik tubuh ini juga ibunya.

Sejak Victoria berada didunianya, dia sama sekali tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu dalam hidupnya. Ketika mengetahui dia diberi kesempatan untuk merasakan kasih sayang seorang ibu, maka Victoria tidak akan menyia-yiakan kesempatan ini begitu saja.

Pada saat Victoria menatap ibunya, tanpa sadar air matanya menetes dipipinya. Sejak lama dia menginginkan bisa berada dimomen seperti ini, yaitu bersama seorang ibu.

Ketika dia datang kedunia ini, Victoria selalu diperhatikan oleh ibunya. Bahkan sewaktu dia menjalankan hukuman, Reyna bilang bahwa ibunya selalu menyiapkan hidangan kesukaannya setiap hari, membuatkan minuman jahe untuknya setiap malam tanpa dia minta.

Hal itu membuat Victoria terharu dan sangat gembira didalam hatinya, hingga tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata.

"Ibu, maaf kalau sebelumnya aku mengambil obat ibu tanpa izin terlebih dulu."ucap Victoria dengan tatapan tenang sambil menghapus air matanya kemudian menjelaskan sejujurnya tentang obat itu

Mendengar perkataan putrinya tentang obatnya, ibu terdiam sejenak kemudian mengingat bahwa beberapa hari ini dia kehilangan obatnya. Sampai membuatnya tidak bisa minum dalam beberapa hari terakhir.

Ternyata putrinya yang telah membawa obat itu pantas saja dia tidak menemukannya, tetapi kenapa obat itu bisa sampai ketangan putrinya.

"Jadi obat itu kamu yang ambil, tapi bagaimana kamu bisa mengambilnya?."tanya ibu dengan ekspresi bingung menatap putrinya

"Aku meminta tolong pada Reyna, tapi bu aku ingin bilang sesuatu pada ibu jangan pernah terima obat lagi dari siapapun. Ibu hanya perlu rutin minum obat yang kuberikan pada ibu ini."ujar Victoria dengan nada rendah menasehati ibunya untuk tak menerima obat lain selain obatnya

Mendengar perkataan putrinya, membuat ibu memiringkan sedikit kepalanya bingung. Akan tetapi ibu dengan patuh menuruti permintaan putrinya demi membuatnya senang.

"Baiklah, ibu akan menuruti nasehatmu. Tapi memangnya ada apa?."ujar ibu mengerti sekaligus bertanya pada Victoria kenapa putrinya memperingatkan untuk tak menerima obat dari orang lain

"Bukan apa-apa, hanya ingin memastikan ibu tidak dalam bahaya."jawab Victoria tersenyum kecil tidak bisa mengungkapkan semuanya didepan kak Alesio yang terus memperhatikan mereka berdua

Tak lama tabib pun datang bersama Reyna yang membawa tabib kerajaan menuju kamar Victoria. Setelah itu tabib lantas memeriksa Victoria dan melihat luka dileher sekaligus mengobati lukanya.

Disela-sela tabib mengobati Victoria, arah tatapan Alesio tak pernah lepas dari hadapan Victoria. Bahkan dalam diamnya Alesio mengepalkan kedua tangannya sangat marah ketika mengetahui bahwa ada seseorang yang berniat ingin membunuh adiknya.

Berani sekali orang itu melukai adiknya, dengan tatapan serius kesal Alesio tidak akan melepaskan orang itu dengan mudah.

"Tabib, bagaimana keadaan Victoria?."tanya ibu menatap tabib dengan ekspresi khawatir

"Luka yang dialami nona Victoria cukup parah, tetapi untung saja pendarahannya kembali lancar dan denyut nadinya juga normal. Nona Victoria hanya butuh salep saja untuk menghilangkan luka dalam beberapa hari nona akan sembuh."jelas tabib menatap nyonya Viona

Ketika tabib selesai bicara, nyonya Viona mengerutkan keningnya ketika mendengar penjelasan tabib. Bagaimana luka putrinya yang begitu parah bisa sembuh dalam sesaat, awalnya dia pikir luka yang dialami putrinya sangat parah.

Tetapi bagaimana bisa Victoria terlihat baik-baik saja, meskipun meninggalkan bekas merah dilehernya, bukankah ini mencurigakan.

1
Fajar Fathur rizky
semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!