NovelToon NovelToon
Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Obsesi
Popularitas:812
Nilai: 5
Nama Author: nupitautari

Warning!!!!!!

Shenina Valerie Arous hanya menginginkan satu hal—cinta yang tulus.
Namun, pria yang ia cintai justru memberinya kasih sayang karena rasa kasihan.

Saat hatinya hancur, seorang pria berbahaya muncul dalam hidupnya.
Arsen Erzaquel Lergan—pewaris keluarga ternama yang terbiasa mendapatkan segalanya, termasuk dirinya.

Obsesi Arsen bukan cinta. Itu lebih seperti penjara yang tak terlihat.

Di saat yang sama, Andrew Kyle hadir sebagai satu-satunya pria yang tulus, rela melakukan apapun demi kebahagiaannya.

Di antara cinta, obsesi, dan pengkhianatan—
pilihan Shena akan menentukan apakah ia akan diselamatkan… atau justru hancur lebih dalam.

Dan ketika sebuah rahasia besar terungkap, segalanya tak akan pernah sama lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nupitautari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Ujian telah berakhir. Shena mengambil sesuatu dalam tasnya. Itu adalah tiket pertandingan bisbol. Ada 2 tiket. Ia berikan 2 tiket itu ke Arsen. "Ini untukmu" ucap Shena.

Arsen menoleh ke tangan Shena yang terulur. "Tiket apa ini?" Tanya Arsen bingung.

"Aku kan udah janji mau kasih kamu hadiah kalau nilai kamu yang kemarin bagus. Walau ga juara 1 yang penting kamu udah usaha. Nih aku beliin kamu 2 tiket pertandingan bisbol. Jagoan kamu hari ini tanding kan. Kamu bisa ajak 1 teman lagi yang kamu suka" ucap Shena tersenyum senang.

Arsen sangat senang mendengar nya. Ia mengambil tiket itu dari tangan Shena. "Terima kasih" ucapnya tulus. "Tapi aku ga punya temen yang akrab selain kamu. Kamu ikut aku nonton, ya?" Pinta Arsen.

Shena mengacungkan jempol tangan nya. "Tentu saja aku temani kamu". Ucapnya.

Drew yang mendengar dari belakang menyindir Arsen. "Bukan kah kita cukup dekat? Kenapa ga ajak aku saja?"

Arsen menatap datar ke arah Drew dan berkata. "Sejak kapan kita dekat?"

"Wahh... Kau... Keterlaluan. Kau bahkan ikut liburan musim dingin dengan ku tapi tidak menganggap ku sama sekali. Wahh, hati ku sangat terluka" ucap Drew sedikit kesal. Dia melebihkan ekspresi tak terimanya.

Shena tertawa. "Aku pikir kalian lebih seperti rival dari pada teman" ucap shena.

"Dia bahkan ga layak jadi rival ku" sahut Arsen datar. Ia lalu berdiri dan menarik tangan Shena keluar.

"Hei... Kau... Dasar bocah tengik menyebalkan" teriak Drew dari belakang masih tidak terima.

.

.

.

Arsen dan Shena sedang berdiri di pinggir jalan. Mereka menunggu supir menghampiri. "Kita langsung ke pertandingan?" Tanya Shena.

Arsen menatap Shena sejenak. "Aku punya 2 baju tim bisbol. Ayo kita ambil dulu dan pakai untuk menonton. Nanti aku mau minta tanda tangan di baju itu" ucap Arsen.

Shena tersenyum senang dan antusias. "Benar kah? Kau akan berikan pada ku? Aku bisa memilikinya kan?" Tanya Shena.

Arsen tersenyum melihat tingkah Shena yang menurutnya sangat manis. Ia mengacak puncak kepala Shena dan berkata. "Tentu saja. Kau bisa memilikinya nanti".

Mobil Arsen tiba. Arsen membukakan pintu dan menyuruh Shena masuk lebih dulu. Banyak hal yang Arsen ceritakan sepanjang perjalan dengan Shena tentang bisbol. Shena banyak mendengarkan dengan antusias pula. Sopir Arsen sampai tak percaya melihat tuan mudanya yang jarang bicara kini malah bercerita dengan antusias pada Shena.

Mereka tiba di rumah Arsen. Rumah Arsen sangat luas dan besar. Ini lebih mirip seperti mansion dari pada rumah. Dari pintu gerbang ke teras rumah saja jaraknya sangat jauh. Mulut Shena sampai ternganga lebar saking takjubnya. Arsen terkekeh melihatnya. "Rumahku lebih besar dan mewah dari rumah Drew bukan?" Tanya Arsen.

Shena mengangguk. "Aku ga tau kalau kamu ternyata sekaya ini".

"Jadi sudah dipertimbangkan mau nikah denganku nanti?" Tanya Arsen sedikit bercanda.

Shena menatap Arsen dan tertawa. "Aku akan pertimbangkan kamu jadi calon suami. Ayo masuk". Ajak Shena.

"Mau lihat kamarku nanti?" Tanya Arsen.

"Buat apa?" Tanya Shena bingung.

"Mau memperlihatkan saja padamu seperti apa kamarku" jawab Arsen.

"Aku takut mencuri semua barang-barang mewah mu yang ada di dalam kamar" jawab Shena bercanda. Arsen tertawa. Ia membuka pintu rumahnya.

"Jadi benar bahwa Arsen adalah putra mu, hah!!! Bajingan kau..."

"Bugh...."

Langkah Shena dan Arsen terhenti kala mendengar suara teriakan dan pukulan. Arsen mengenali suara itu. Itu adalah suara ayahnya yang jarang pulang ke rumah ini setelah memiliki istri baru.

Arsen tidak ingin Shena mendengar atau melihat seberapa buruknya keluarga Arsen. Ia meraih pergelangan tangan Shena dan mengajaknya keluar. "Ayo kita pergi" ucap Arsen berat.

Shena yang tampak terkejut berusaha untuk mengerti. Ia mengangguk pelan sambil menggenggam lengan Arsen erat.

"Kau pikir kau lebih baik dari pada aku hah!!!!" Teriak pria satu lagi.

Langkah Shena terhenti ketika mendengar suara itu. Ia mengenali suara itu. Itu adalah suara ayahnya. Arsen bertanya. "Ada apa?"

Shena melepaskan tangan Arsen dari pergelangan tangannya dan berlari menuju sumber suara. Arsen yang sedikit terkejut langsung berlari menyusul Shena untuk menghentikannya.

Ketika Shena sampai di sumber suara, ada 3 orang yang berada di ruangan itu. 2 orang Shena tidak mengenalinya sementara pria tua yang tersungkur di lantai adalah ayahnya. Shena berlari dengan khawatir menuju ayahnya. "Ayah...." Ketiga orang itu menoleh ke arah Shena.

"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Matthew dingin.

Shena menangis. "Kenapa dia memukuli ayah?" Tanya Shena sesenggukan.

"Bukan urusanmu, cepat pergi dari sini". Usir Matthew dingin.

Cassandra sangat panik ketika melihat Arsen masuk. Rahasia yang ia simpan selama bertahun-tahun tidak boleh ketahuan oleh Arsen. Itu akan sangat melukai hatinya. Ia menyuruh Arsen pergi. "Arsen, pergilah keluar dan bawa temanmu" pintanya gelisah.

Arsen tidak ingin mengetahui apapun. Lebih tepatnya ia tidak perduli apapun disini kecuali Shena. Ia mendekati Shena. "Ayo kita pergi" ajaknya.

"Kenapa kau menyuruh putra mu pergi? Apa kau takut Cass kalau dia tahu bajingan ini ayah kandungnya?" Ucap Edgar sinis menujukan arah pembicaraannya pada Arsen.

Tangan Arsen mengambang di udara. Tubuhnya gemetar bukan karena fakta pria ini adalah ayahnya. Sejujurnya ia sudah tahu dari lama kalau Edgar bukan ayah kandungnya. Ia tidak perduli siapa ayahnya, namun Shena memanggil pria ini ayahnya. Arsen tidak bisa menerimanya. Ia bangkit dan memukul wajah Edgar.

"Bugh..."

"Diam kau!!!" Teriaknya marah.

Edgar yang terjatuh berdiri dengan terhuyung-huyung berusaha menyeimbangkan tubuhnya. Ia mengelap darah segar yang keluar dari sudut bibirnya. Ia menatap Arsen meremehkan. "Kau pikir dengan memukulku bisa merubah fakta bahwa kau anak haram ibumu dari supir pribadinya sendiri, hah!!!' teriaknya.

Shena bingung dan tidak mengerti sepenuhnya dengan apa yang terjadi. Apa maksud pria itu bahwa Arsen anak dari ayahnya? Itu artinya dia dan Arsen saudara seayah?

"Edgar, diam kau!!!" Teriak Cassandra. "Arsen, ibu mohon pergilah" pinta Cassandra pada Arsen. Ia menangis menatap putranya dengan penuh rasa bersalah.

Arsen berusaha menahan emosinya sekuat tenaga. Ia berbalik dan menghampiri Shena. "Ayo kita pergi" ajak Arsen.

*Hi readers. Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian pada novel ini dengan cara berikan komentar terbaik kalian, kasih like dan vote novel ini ya. Dukungan kalian pada novel ini sangat berarti karena itu akan menjadi semangat buat author menyelesaikan cerita ini hingga akhir. Tetap pantau terus ga kelanjutan dari cerita ini. Akan ada banyak keseruan yang kalian dapatkan. Happy reading all 🙏

1
Queen Rose
kalian jangan lupa kasih dukungan ya guys....
Queen Rose
kalian jangan lupa ya kasih komentar dan like kalian buat author, jujur aja aku sebagai penulis baru sering overthinking mau menekuni dunia nulis ini karena takut gagal. tapi aku coba buat selalu semangatin diri dan berpikir positif. aku selalu nanemin ke diri aku kalau ini bagian dari proses aku
Queen Rose
guys aku mau bilang sama kalian semua kalo di akun author, setiap bab itu udah siap tayang pukul 20.00 ya. Semua bab udah di kirim dengan waktu terjadwal, jadi semua bergantung sistem untuk cepat atau lambatnya perilisan setiap bab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!