NovelToon NovelToon
Terjebak Perjodohan

Terjebak Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Perjodohan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Mamoruuu

Mimpi Rara hancur saat harus menikah muda dengan Aksara—pria kaya yang tak dikenalnya. Ia menganggap suaminya perusak masa depan, hingga sikapnya berubah sedingin es dan penuh kebencian.

Namun berbeda dengan Rara, Aksara justru mencurahkan kasih sayang dan kesabaran tanpa batas.

Bisakah pria itu meluluhkan hati sang istri yang keras kepala? Atau Rara akan terus buta melihat ketulusan yang ada di depan mata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamoruuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semakin Panas

Sejak kehadiran Naura di kantor, hari-hari Rara terasa berat. Wanita itu seolah punya jadwal rutin untuk menyiksa mental Rara.

Mulai dari menyuruh-nyuruh Rara seperti pembantu, mengambil alih tugas Rara agar terlihat lebih pintar di mata Aksara, sampai menyebarkan gosip kalau Rara cuma gadis desa yang tidak becus kerja.

Rara menelan semua pil pahit itu sendirian. Ia tidak mau mengadu ke Aksara. Ia takut dianggapnya cemburu buta atau memperkeruh suasana. Apalagi Aksara selalu memperlakukan Naura dengan baik karena status mereka sebagai teman lama dan keluarga bisnis.

'Ternyata benar kata Naura... Aksara tidak sebaik yang terlihat. Di mataku dia lembut, tapi di depan orang lain dia begitu baik sampai lupa kalau istrinya sedang disakiti,' batin Rara perih.

Malam harinya di rumah...

Suasana makan malam terasa hening dan kaku. Rara makan dengan lahap tapi wajahnya datar, tidak seperti biasanya yang kadang masih mau berceloteh sedikit atau berdebat hal kecil.

Aksara memperhatikan Rara sedari tadi. Ia melihat ada lingkaran hitam di bawah mata Rara, dan wajahnya terlihat lelah sekali.

"Ra..." Panggil Aksara pelan.

"Hmm?" Rara tidak menoleh, tetap fokus menatap piringnya.

"Kamu kenapa? Sakit?" Tanya Aksara khawatir. "Kamu terlihat lelah sekali hari ini. Naura... tidak menyusahkan kamu, kan?"

Rara tersentak sedikit. Ia mendongak, menatap Aksara dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada kecewa, ada sedih - bercampur aduk.

"Tidak. Kami baik-baik saja. Kerjaan memang banyak, kok," jawab Rara berbohong, suaranya terdengar datar.

Aksara menghela napas panjang. Ia tahu Rara sedang menyembunyikan sesuatu. Ia juga tahu sifat Naura yang sebenarnya seperti apa. Tapi karena tekanan dari orang tua dan perusahaan, ia tidak bisa seenaknya memecat atau menyingkirkan wanita itu.

"Maafkan aku ya..." Ucap Aksara lirih. "Aku tahu Naura mungkin agak berlebihan sikapnya. Dia memang dari kecil begitu, manja dan ingin menang sendiri. Tolong sabar sedikit ya, aku janji akan mengusahakan yang terbaik, agar kamu nyaman."

Rara tersenyum tipis, senyum yang tidak sampai ke mata.

"Aku mengerti, kok. Dia temen lama kamu, dia juga rekan bisnis. Aku tidak akan melarang-larang. Aku cuma... aku cuma ingin kamu tahu batasan mana yang wajar dan mana yang tidak."

Rara berdiri dari kursi makan.

"Aku sudah kenyang. Aku ke kamar dulu mau mandi," ucap Rara lalu berjalan meninggalkan ruang makan tanpa menunggu balasan.

Aksara menepuk jidatnya sendiri frustrasi. Ia bisa merasakan tembok dingin yang sudah ada, seolah dibangun lebih tinggi lagi oleh Rara.

'Sabarlah sedikit, ya. Aku akan membuktikan kalau kamu nomor satu di hatiku. Naura cuma lewat, kamulah pemiliknya.'

———

Keesokan harinya di kantor...

Rara sedang duduk mengerjakan tugas dengan serius. Tiba-tiba Naura datang dengan wajah sombong sambil meletakkan setumpuk besar berkas di meja Rara.

"Eh Rara! Tolong fotocopykan semua ini, ya. Cepetan, ya! Nanti aku butuh buat rapat!" perintah Naura ketus.

"Itu banyak sekali, Nau. Itu kan tugas staf lain..." Balas Rara mencoba menolak halus.

"Heh! Kamu kan asisten bos, berarti harus bisa melayani semua orang, kan? Atau kamu mau aku bilangin ke Aksara kalau kamu malas kerja?" Ancam Naura dengan senyum menangnya.

Rara mengepal tangannya kuat di bawah meja. Napasnya mulai memburu menahan amarah. Untuk pertama kalinya, rasa benci itu muncul lagi, tapi kali ini bukan benci sama Aksara, tapi benci karena tidak terima diperlakukan seperti ini oleh Naura.

'Awas ya Naura... jangan kira aku bakal diam terus!' Batin Rara mulai memberontak.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!