NovelToon NovelToon
TERJEBAK OBSESI

TERJEBAK OBSESI

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Duda
Popularitas:589
Nilai: 5
Nama Author: frj_nyt

update setiap tanggal genap

Lin Yinjia adalah mahasiswi biasa yang hidupnya sederhana namun hangat bersama keluarganya. Ketika adiknya mengalami kecelakaan dan terbaring koma, kehidupannya perlahan berubah. Demi membantu biaya pengobatan, Yinjia terpaksa mempertahankan perjodohan yang sudah diatur keluarganya dengan Gu Zhenrui, pewaris keluarga kaya yang arogan dan penuh kesombongan.

Di kampus, Yinjia harus menghadapi berbagai gosip, sindiran, dan pengkhianatan dari orang-orang yang dulu ia percaya. Ketika ia mulai menyadari bahwa tunangannya berselingkuh, Yinjia memutuskan untuk berhenti menjadi gadis yang hanya diam menerima semuanya.

Kesempatan datang saat ia diterima magang di sebuah perusahaan ekspor impor besar di Shanghai. Di sanalah ia bertemu Guo Linghe—presiden direktur perusahaan yang dingin, kaku, dan memiliki dunia yang sama sekali berbeda dari kehidupan Yinjia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon frj_nyt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lingkungan Kerja - 2

Menjelang sore, ritme kerja di departemen logistik internasional mulai berubah. Bukan menjadi lebih santai, justru terasa semakin tegang.

Telepon berdering lebih sering. Beberapa karyawan berjalan cepat membawa map dokumen dari satu meja ke meja lain. Suara keyboard terdengar hampir tanpa jeda.

Lin Yinjia mulai memahami bahwa pekerjaan di tempat ini tidak pernah benar-benar berhenti. Ia duduk di mejanya dengan punggung tegak, menatap layar komputer sambil mencocokkan dokumen pengiriman dengan data yang baru saja dikirim dari pelabuhan.

Di sebelahnya, Li Wen sedang mengetik laporan. Di depan mereka, Zhao Ming berbicara pelan melalui telepon dengan agen pelabuhan di Singapura.

Yinjia memperhatikan dokumen di layar. Nomor kontainer. Kode pelabuhan. Tanggal keberangkatan kapal. Semua harus cocok. Jika satu angka saja salah, kontainer bisa tertahan di pelabuhan selama berhari-hari.

Hari kedua ini terasa jauh lebih padat dibanding kemarin. Namun Yinjia justru merasa lebih fokus. Setelah melewati hari pertama tanpa kesalahan besar, kepercayaan dirinya perlahan mulai muncul.

Ia memindahkan beberapa dokumen ke map digital lain. Lalu membuka berkas berikutnya. Saat sedang membaca data baru, Li Wen tiba-tiba mencondongkan badan ke arahnya. “Yinjia.”

“Apa?”

Li Wen menurunkan suaranya sedikit. “Direktur Guo akan datang ke lantai ini.”

Yinjia mengangkat alis. “Direktur Guo?”

“Presdir perusahaan.”

Yinjia berhenti mengetik. Ia tahu nama itu. Guo Linghe. Paman dari Gu Zhenrui.

Ia belum pernah melihat pria itu secara langsung, tapi namanya sering muncul dalam berita bisnis. Seorang pengusaha yang dikenal sangat dingin dan hampir tidak pernah terlihat di acara sosial.

Zhao Ming ikut menoleh dari meja depan. “Biasanya dia tidak pernah turun ke departemen seperti ini.”

“Kenapa hari ini?”

Li Wen mengangkat bahu. “Mungkin ada rapat penting.”

Percakapan kecil itu berhenti ketika Song Jian keluar dari ruangannya. Wajah manajer itu terlihat lebih serius dari biasanya. Ia berdiri di tengah ruangan dan berkata dengan suara tegas. “Semua meja dirapikan. Direktur Guo akan lewat menuju ruang rapat.”

Beberapa karyawan langsung berdiri untuk merapikan dokumen. Yinjia melihat sekeliling. Ia baru sadar bahwa ruangan yang tadi terlihat normal sekarang berubah menjadi jauh lebih teratur.

Map-map disusun rapi. Laptop ditutup bagi yang tidak sedang digunakan. Semua orang terlihat lebih fokus. Yinjia menatap meja kerjanya. Untungnya tidak berantakan.

Ia merapikan beberapa kertas yang masih terbuka. Detik-detik berikutnya terasa lebih sunyi dari biasanya. Lalu suara langkah kaki terdengar dari koridor luar. Langkah yang tidak terburu-buru. Namun cukup membuat beberapa orang di ruangan itu tanpa sadar menegakkan punggung.

Pintu kaca terbuka. Beberapa pria dengan setelan jas masuk lebih dulu. Di belakang mereka—

seorang pria tinggi berjalan dengan langkah tenang. Guo Linghe. Yinjia langsung tahu itu dia bahkan sebelum seseorang menyebut namanya. Aura pria itu terlalu berbeda.

Ia mengenakan setelan jas hitam sederhana tanpa aksesori mencolok. Rambutnya disisir rapi, wajahnya tenang, dan matanya terlihat tajam seperti seseorang yang terbiasa melihat banyak hal tanpa perlu berbicara.

Ruangan itu menjadi sangat hening. Linghe berjalan melewati beberapa meja kerja tanpa berhenti. Namun matanya memperhatikan banyak hal. Susunan dokumen. Komputer yang menyala. Karyawan yang bekerja. Ia tidak mengatakan apa pun.

Song Jian berjalan di sampingnya sambil menjelaskan sesuatu tentang laporan pengiriman. Yinjia menunduk sedikit ke arah layar komputernya, berusaha terlihat seperti karyawan lain yang sedang bekerja. Namun saat itu juga—

sebuah kejadian kecil hampir terjadi. Ia mencoba memindahkan map dokumen dari satu sisi meja ke sisi lain, tetapi ujung map itu tersangkut pada kabel laptop. Map tersebut tergelincir.

Beberapa lembar dokumen hampir jatuh ke lantai. Yinjia langsung menahannya dengan cepat. Jantungnya berdetak lebih keras. Ia berharap tidak ada yang melihat. Namun ketika ia mengangkat kepala sedikit—

ia bertemu dengan sepasang mata yang sedang menatap ke arahnya.

Guo Linghe.

Tatapan itu hanya berlangsung satu detik. Namun cukup membuat Yinjia merasa seperti seseorang baru saja membaca pikirannya. Linghe tidak mengatakan apa pun.

Ia hanya melihatnya sekilas, lalu kembali berjalan menuju ruang rapat. Pintu rapat tertutup. Ruangan kembali dipenuhi suara napas yang sebelumnya tertahan.

Zhao Ming berbisik pelan. “Aku bersumpah… setiap kali dia lewat, rasanya seperti sedang diawasi.”

Li Wen mengangguk. “Aura orang kaya yang sebenarnya memang begitu.”

Yinjia tidak ikut berbicara. Tangannya masih memegang dokumen yang hampir jatuh tadi.

Di dalam pikirannya hanya ada satu hal. Tatapan pria itu. Tidak lama. Tidak tajam. Namun terasa seperti seseorang yang benar-benar memperhatikan.

Beberapa menit kemudian, pekerjaan di ruangan itu kembali berjalan normal. Telepon berdering lagi. Keyboard kembali berbunyi. Namun tanpa disadari oleh siapa pun di ruangan itu—

di balik pintu ruang rapat, Guo Linghe sedang berdiri di dekat jendela. Song Jian baru saja selesai menjelaskan laporan departemen.

Linghe tidak langsung menjawab. Sebaliknya, ia bertanya satu hal. “Magang yang menemukan kesalahan dokumen kemarin.”

Song Jian sedikit terkejut. “Lin Yinjia.”

Linghe mengangguk kecil. “Yang duduk dekat jendela?”

“Iya.”

Beberapa detik hening. Lalu Linghe berkata dengan nada tenang. “Dia terlihat ceroboh.”

Song Jian hampir mengangguk setuju. Namun sebelum ia sempat menjawab, Linghe melanjutkan kalimatnya. “Tapi dia memperhatikan detail.” Kalimat itu terdengar seperti penilaian sederhana. Namun bagi seseorang seperti Guo Linghe—

itu berarti lebih dari sekadar komentar biasa.

Sementara itu di luar ruang rapat, Lin Yinjia kembali fokus pada pekerjaannya. Ia tidak tahu bahwa dalam beberapa menit saja—

namanya sudah kembali disebut oleh orang yang paling berkuasa di perusahaan ini. Dan pertemuan singkat tadi. bukan akan menjadi yang terakhir.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!