"BRUZZLY" sebuah agen rahasia pembasmi kejahatan siapa sangka di pimpin oleh seorang wanita cantik, tomboy dan dingin yang terkenal dengan nama MESLY.
RADITYA ANGGARA seorang pengusaha muda yang sukses dan berhati dingin karena di tinggal kekasihnya demi pria lain.
apakah MESLY dan Raditya berjodoh?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ⸙ᵍᵏTℹ️Tℹ️🅰️N B⃟c♏ENT🅰️RI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 26
"Terkadang kita tidak menyadari apa kelebihan kita dan apa yang kita punya, bahkan di saat seseorang menyatakan kebenaran kita menganggap orang itu sedang berbohong kepada kita, tetapi aku tidak pernah berbohong semua yang aku ucapkan adalah kebenaran" kata Raditya.
Mesly menatap pria yang ada di sebelahnya itu mencari kejujuran di matanya, gadis itu tidak mengingkari kalau dirinya cukup tersanjung mendengar ucapan Radit tetapi Mesly membentengi hatinya tidak ingin gampang hanyut pada perkataannya.
"Mungkin menurutmu adalah kebenaran dan perkataanmu bisa membawa kenyamanan pada semua wanita, semua pria pasti berusaha mendekati wanita dengan berbagai cara agar si wanita nyaman berada disisi pria itu tetapi di saat sudah mendapatkan hati sang wanita kadang sang pria melupakan dan mengejar wanita lain" kata Mesly yang mengumbar kan fakta yang ada di sekelilingnya.
"Kalau aku bisa seperti pria yang kau maksud pasti aku tidak akan terpuruk saat kekasihku pergi meninggalkan aku demi pria lain, bertahun-tahun aku ingin melupakannya tetapi aku tidak bisa bahkan aku hampir berbuat nekat ingin merusak kebahagiaannya." kata pria itu mengingatkan kejadian yang menyakitkan hati itu.
Mesly membenarkan perkataan Radit, gadis itu sebenarnya juga heran kenapa dirinya tidak bisa membenci sosok pria di sebelahnya padahal selama ini Mesly selalu menghajar setiap orang yang kurang ajar kepadanya.
"Iya kau benar" kata Mesly mengakui kejujuran Raditya.
Tangan Raditya langsung memegang jari Mesly untuk menyakinkan gadis itu kalau dirinya ingin bersungguh-sungguh mengajak gadis itu bertemu kepada orang tuannya.
"Aku ingin mengajakmu bertemu keluargaku, Aku tidak mau di jodohkan dengan wanita siapapun kecuali sama kamu!" kata Raditya dengan wajah memohon.
"Kita baru kenal, apa kamu gak takut sama wanita jadi-jadian kaya aku" kata Mesly mengingatkan ucapan Radit.
Pria itu tertawa terbahak-bahak mengingat ucapannya saat pertama kali bertemu dengan gadis itu.
"Hahahahaa hanya wanita jadi-jadian yang bisa merubah hatiku, dan hanya wanita jadi-jadian yang membuat aku ingin mengejarnya" kata pria itu.
Mendengar ucapan Raditya membuat Mesly kesal dan langsung mencubit pria di sebelahnya itu.
"Iiiiih dasar pria nyebelin...!" kata Mesly sambil mencubit Raditya.
"Tapi yang nyebelin itu yang ngangenin, yuk kita masuk dan menyapa sepupumu dan kekasihnya di dalam" kata pria itu sambil mengandeng tangan Mesly mengajaknya menemui Melisa dan kekasihnya di ruang perawatan.
Mesly mengikuti Raditya yang mengandeng tangannya tanpa ada perlawanan, melihat pemandangan yang indah di depan matanya Franz mengabadikannya dan mengirimkan vidio kemesraan putrinya kepada Lestari istrinya.
"Anak kita sudah dewasa, sebentar lagi akan ada seseorang yang meminangnya siapkan hatimu untuk melepaskan anak kita menjalani masa depannya" pesan chat yang Frans tuliskan bersamaan dengan vidio yang ia kirim ke handphone istrinya.
"Aku akan ikhlas melepaskan putriku untuk kebahagiaannya, semoga anak kita menemukan jodoh terbaiknya" jawab sang istri melalui chatnya.
Di dalam kamar perawatan Melisa sudah mulai tersenyum, dr cantik itu terkejut melihat sepupunya masuk ke ruangan itu bersama dengan Bossnya sambil bergandengan tangan.
Tatapan mata Melisa tidak pernah lepas dari tangan mereka membuat Radit memahami apa yang hendak di tanyakan sahabatnya itu.
"Selama ini kamu hanya mendengar curhatan ku tentang seorang gadis dan kamu sempat penasaran siapa gadis itu kan? aku akan memperkenalkan gadis yang selama ini aku ceritakan kepadamu!" kata Raditya.
Melisa tersenyum dia tidak menyangka kalau wanita yang membuat seorang raditya menjadi bodoh adalah sepupunya.
"Aku tidak heran, karena sepupuku adalah wanita yang pasti bisa membuat seorang Raditya menjadi bodoh hahahahaha" kata Melisa dan langsung mendapat tatapan tajam dari pria itu.
"Apa kau sudah bosan bekerja menjadi kepala rumah sakit ha?, bisa-bisanya berbicara kurang ajar sama bos mu!" kata Raditya.
"Coba aja pecat saya bos! aku pastikan wanita yang sedang kau gandeng itu akan pergi meninggalkanmu dan melemparmu ke kandang buaya peliharaannya hahahaha" kata Melisa tertawa terbahak-bahak.
Mendengar perkataan Melisa Raditya langsung menatap Mesly yang sedang tertawa mencari kebenarannya.
"Kenapa kau harus punya sepupu seperti dia sih, kan aku jadi susah ngebully dia" kata pria itu dengan tatapan yang di buat sesedih mungkin.
"Dia memang nyebelin sih, tetapi aku sangat sayang kepadanya terus aku harus bagaimana?" jawab Mesly sok polos.
"Oke... karena kau sangat menyayanginya terpaksa aku juga harus menyayanginya walau dia sangat menyebalkan" kata Raditya.
Richard yang mendengar jawaban itu langsung tertawa, melihat keharmonisan dua wanita di depannya membuat hatinya sedikit sedih karena dirinya sampai sekarang tidak tau keberadaan ibu yang pernah melahirkannya itu.
Melihat kekasihnya mendadak sedih membuat Melisa bertanya-tanya apa yang membuatnya sedih.
"Sayang... kamu kenapa?" tanya wanita itu.
"Aku sedih karena sampai sekarang aku tidak tau siapa ibuku, sedari kecil aku selalu sendiri bahkan tidak punya sahabat atau saudara aku bagai seekor anak yang hidup sendiri di rumah mewah dengan banyak pelayan tidak boleh berteman dengan orang lain bahkan sekolah saja aku di rumah" jawab Richard sedih.
"Sekarang kau tidak perlu sedih, karena kita semua akan menjadi saudara juga sahabatmu" kata Raditya memberi semangat pria itu.
"Iya kau benar..., terimakasih karena sudah menerimaku bersama kalian" kata Richard sambil tersenyum.
Dan mereka akhirnya menjadi akrab dan penuh canda tawa melupakan sejenak permasalahan yang akan datang menimpanya esok.
Di tempat lain William yang berhasil kabur melewati lorong rahasia yang terdapat di rumahnya merasa kesal dan menyusun siasat untuk membalaskan dendam ya kepada Tigerlong dan memisahkan Melisa dari anaknya.
"Franz... kau selalu ikut campur urusanku, dulu kau buat mataku buta sekarang kau memisahkan aku dari anakku membuat aku sangat membencimu" kata William sambil membanting gelas yang di pegangnya hingga pecah.
William tidak mau kehilangan Richard karena pria itu satu-satunya penerus yang dia punya, namun William juga tidak mau melihat anaknya yang menjadikan seorang wanita menjadi kelemahannya karena bagi William anaknya akan hancur karena rasa cintanya itu juga yang membuat dirinya tidak ingin menikah atau mencintai wanita manapun karena pasti akan menjadi target musuhnya untuk menjatuhkannya.
Menjadi seorang mafia membuat William menutup mata hatinya dari apapun di hadapannya, walau sebenarnya hatinya tidak ingin menjadikan Richard menjadi seorang mafia.
William selama ini tidak pernah memperkenalkan dunia hitamnya kepada putra satu-satunya itu dia tidak mau Richard tumbuh dalam kegelapan seperti dirinya.
Richard hanya menjalankan kehidupan sehari-hari sebagai pengusaha hebat yang menguasai semua bisnisnya, Richard bahkan mampu melebarkan sayapnya dengan kemampuannya sendiri tanpa campur tangan sang papa hal itu membuat William bangga terhadap keberhasilan anaknya.
jangan marah ya mesly... radit begitu karena takut kamu di ambil orang... jadi sudah sembuh langsung gas..