NovelToon NovelToon
Quantum Xuan

Quantum Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aditya Jetli

Dia Xuan Huan. seorang pejuang tingkat sembilan. Programmer sekaligus hacker yang sangat ditakuti. Banyak lawan yang sudah ditaklukkan, bahkan ada yang berkeinginan untuk menjalin kerja sama.

Proyek terakhir yang Ia kerjakan, adalah proyek kecerdasan buatan, yang bisa menjelajahi alam semesta. Penuh dengan kode kode rumit dan mencengangkan.

Quantum Xuan, itulah nama programnya. Tapi karena program itu dia harus mati, dan jiwanya ditempatkan pada tubuh seorang gadis lemah 12 tahun ke belakang, yang juga mati karena penganiayaan. Lalu bisakan tubuh dengan jiwa Xuan membalas dendam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aditya Jetli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Bentrokan

[Apakah tuan lupa siapa Quan ini. Quan adalah kecerdasan buatan, yang di tahun ini belum ada saingannya]

[Setiap hari Quan bergerak dan mencari peluang untuk menyenangkan anda, dan itu tidak sulit untuk Quan lakukan, termasuk mengumpulkan uang untuk membiayai perjalanan organisasi] jawab Quan.

"Baiklah, kalau begitu. Aku ucapkan terimakasih kasih."

[Itu sudah menjadi tugas Quan tuan, dan selamanya akan Quan lakukan untuk anda]

"Ya, kau memang yang terbaik." respon Nindya.

Lalu pergi meninggalkan aula pertemuan, dan diserahkan kepengurusannya pada delapan bawahannya untuk memilih anggota.

Satu hari kemudian. Tibalah saatnya untuk membuat perhitungan dengan 16 anggota preman, yang diketuai oleh Bara, seorang residivis yang selalu keluar masuk penjara, tapi selalu lolos karena dukungan seseorang.

Pada saat dia dan kelompoknya sedang duduk duduk santai. seorang mata mata mendekatinya dan berkata. "Lapor ketua. Menurut rumor yang beredar, tujuh gadis bodoh itu sekarang sudah tidak mau lagi menggunakan tenaga kita."

"Kabarnya mereka sudah direkrut oleh seseorang, yang baru semalam mendirikan organisasi, dan kabarnya tak lama lagi mereka akan membuat perhitungan dengan kita?"

"Sedangkan enam lainnya, sekarang keberadaannya entah dimana. Menurut rumor yang beredar, mereka sudah pindah sekolah, bahkan ada yang pindah ke luar negeri." lapornya.

"Kurang ajar! Belum juga satu bulan berjalan, mereka sudah berani melupakan kita. bahkan berani pula ingin membuat perhitungan! Apa mereka pikir kita ini ayam sayur, ha!?" respon Bara.

"Itu kami kurang tahu ketua. Tapi menurut mata mata yang berhasil kami susupkan sebelum sempat ketahuan, organisasi itu dipimpin oleh seorang wanita muda. Kemungkinan baru berusia 16 sampai 17 tahun. Tapi mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa."

"Lebih dari 1.500 orang dibuat tidak berdaya di depannya, dan setelah itu informasi terputus, karena kemungkinan orang itu sudah ditangkap, atau sudah dihukum mati?"

"Hanya itu yang bisa saya laporkan ketua." sambungnya.

"Kalau begitu panggil Rimba. Aku ingin tahu apa pendapatnya?"

"Baik ketua!"

Tak lama kemudian, seorang laki laki berusia 25 tahun sudah menghadap Bara, dan saat ini sedang mendengarkan apa yang dikatakan oleh seniornya.

"Kau tahu kelompok Gita, Sukma dan anggun Rimba?"

"Ya, saya tahu ketua. Ada apa dengan mereka?"

"Begini. Menurut laporan mata mata, mereka sekarang sudah membentuk organisasi, yang anehnya diketuai oleh seorang gadis muda."

"Tapi kabarnya mempunyai kekuatan yang katanya cukup luar biasa. Bagaimana menurutmu Rimba"

"Apa laporan ini bisa dipercaya ketua. Mana ada di jaman ini seorang gadis mempunyai kekuatan seperti kita. Paling paling hanya kebetulan saja. Beda dengan kita ini. Rata rata Dan dua sampai tiga."

"Kalau semuanya dijumlahkan. kekuatan kita sudah menyamai kekuatan 3.000 ekor kuda, dan 1.500 ekor gajah. Itu bukan kekuatan main main ketua. Banyak preman di luaran sana yang takut dengan kekuatan kita."

"Jadi untuk sementara, setelah kelompok mafia pimpinan Braja menghilang, maka kelompok mafia kitalah yang paling kuat saat ini, dan untuk kekuatan itu, belum ada saingannya."

"Sekarang muncul pula kelompok lain, dipimpin oleh seorang gadis pula. Apa matahari sudah terbit dari barat, ha!?" respon Rimba tidak percaya.

"Itulah yang ingin aku selidiki. Sekarang kau pergilah ke sana, dan buktikan sendiri, apakah perkataan mata mata yang sudah ditangkap itu benar atau tidak?"

"Jika memungkinkan, bantai mereka semua, dan hapus organisasi yang baru dibentuk itu. Aku tidak ingin ada saingan!" jawab Bara.

"Baik ketua. Cukup lima orang saja. Aku yakin mereka semua akan mudah untuk dihabisi."

"Kalau begitu pergilah. Aku tidak ingin mendengar sebuah kegagalan!"

"Beres ketua. Kau tenang saja."

Tiga jam kemudian. "Sialan! Ke mana aku harus mencari pemimpin kelompok itu. Kenapa aku tidak bertanya di mana lokasinya?" keluh Rimba, sambil berpikir keras, dan tidak memperhatikan jalan yang dilaluinya.

Brug!

"Ah, badjingan! Siapa yang berani menabrak ku, ha?" makinya, sambil berusaha berdiri, dan mendapati ada seorang gadis muda sedang berdiri di depannya.

"Apakah dia menabrak ku, atau aku yang menabraknya? Tapi kenapa aku pula yang terjatuh, sedangkan dia tidak apa apa. Sebenarnya apa yang aku tabrak tadi, Dia atau orang lain?" batinnya.

"Hey, kau gadis manja. Apakah kau yang tadi menabrak ku, dan mendorongku sampai terjatuh seperti ini?" tanyanya.

"Aku menabrakmu? berkaca dulu dong. Dari tadi aku berdiri di sini, sedangkan kau berjalan tanpa mata. Apa yang sedang kau pikirkan. Apakah kau pikir aku ini tunggul, ha?"

"Kurang ajar! Kau pikir kau siapa? Dia bukan orang sembarangan. Dia ketua kami, dan kau jangan berani macam macam dengannya!" respon lima anak buah Rimba.

"Oh, ketua kalian ya. Lalu kenapa? Baru menabrak seorang gadis kecil saja sudah terjatuh seperti itu. Bagaimana kalau menabrak sebuah gunung?" respon Nindya, yang ternyata itu dia.

"Nona..?"

"Biarkan saja. Ayo kita cari apa yang kita butuhkan, dan tinggalkan mereka. Kita sedang berpacu dengan waktu." jawab Nindya. Lalu pergi begitu saja.

"Berhenti kalian! Setelah membuatku terjatuh seperti ini, enak saja mau pergi. Kau harus bertanggung jawab. Minimal menemani kami untuk malam ini." ucap Rimba, sambil terkekeh menyebalkan.

"Menemani kalian, untuk satu malam? Boleh. Tapi setelah aku potong burung kalian itu, dan aku berikan pada anjing jalanan. Bagaimana. Setuju kan?" jawab Nindya. yang membuat Rimba dan lima bawahannya menjadi geram.

"Dasar gadis gila! Kau harus diberi pelajaran!" respon salah seorang diantara mereka, dan langsung maju untuk menampar Nindya.

Wush! Plak! Bugh, Praaangg!.

Tubuh orang yang bicara tadi terpental, karena sebelum dia sempat melakukan aksinya, Kirana sudah maju duluan. Dan dengan santainya menampar serta menendang orang itu, hingga membuatnya menabrak etalase toko, sampai membuatnya hancur berantakan, dan isinya ada yang keluar.

Melihat kejadian itu, orang orang langsung berkerumun, dan ingin menonton keributan. Hitung hitung sambil membuat konten untuk platform media sosialnya.

"Badjingan! Kenapa kau melawan, dan kenapa kau yang malah menamparnya?" respon Rimba, saat melihat anak buahnya dipermalukan seperti itu.

"Oh, itu. Dia tidak sengaja. Tiba tiba saja tangan bawahanku tergelincir, dan tidak disangka malah mengenai wajahnya." jawab Nindya.

"Tergelincir katamu? Apa kau buta. Jelas jelas anak buahmu ini yang telah menamparnya. Kau pikir aku buta? Dasar badjingan. Kalian memang harus diberi pelajaran!" reaksinya.

"Kalian semua, tunggu apa lagi. Cepat tangkap mereka, dan bawa kemari untuk diadili" sambung Rimba.

Tak menunggu lama, empat bawahan yang masih tersisa, langsung mengepung Nindya dan Kirana, serta ingin cepat cepat menangkapnya.

"Sebaiknya kalian menyerah sebelum tubuh kalian yang bagus itu kami lukai, karena kami bukan petarung biasa."

"Kami semua adalah Dan dua, dan pemimpin kami ini Dan lima. Sementara kekuatanmu kami lihat biasa biasa saja. Jadi bagaimana, mau menyerah atau kami habisi?"

1
azka aldric Pratama
saking bagusnya,gk bisa komen apa2👏👏👏👏
azka aldric Pratama
hadir moga bagus
irawan muhdi
lanjut thor 👍
Lely Riza U
ceritanya sangat menarik👍
Bambang Widono
mantab lanjut Thor👍🙏🙏🙏💯💯💯💯💯👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏
Aditya Jetli: Terima kasih Kak. Baru kali ini buat Novel yang MC nya Perempuan. Dukung terus ya kak. biar tambah semangat
total 1 replies
Aditya Jetli
Tinggalkan jejak setelah membaca ya. walau hanya like saja. Itu sudah jauh lebih baik dari tidak sama sekali. Ditunggu kebaikannya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!