Mohon bijak dalam membaca. Novel ini sedang dalam masa revisi. jika ada bab yang belum nyambung maka harap maklum ya. Bab yang telah di revisi akan muncul tulisan sedang revisi di atasnya, kecuali bab 1 sampai 4 yg sudah terhapus.
Dio terjebak dengan wanita masa lalunya. Wanita itu mempunyai anak yang sudah berumur 5 tahun. Dio terpaksa harus kembali pada cinta pertamanya demi anak itu. Dio terpaksa menceraikan Tania demi mempertahankan wanita masa lalunya. Tania berusaha membesarkan anaknya seorang diri. Di sisi lain selalu ada Marcel yang selalu memperhatikannya.
bagaimana kelanjutannya?
apakah Tania akan kembali ke Dio?
Apakah Tania malah bersama Marcel?
Apa Dio akan menyesali keputusannya setelah menceraikan Tania?
baca selengkapnyq di sini😊
bagaimana kisah selanjutnya???
yuk mari di kepoin setiap ceritanya. mohon maaf jika ada kesalahan penulisan di setiap cerita ya teman-teman.
Maklum aja ini novel pertama aku🤗
~♡♡SELAMAT MEMBACA♡♡~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah leatari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari H
Akhirnya besok adalah hari yang Dira dan Dio tunggu tiba. Besok mereka akanmelngsungkan pernikahan walapun secara tersembunyi.
Pagi ini, Dio pamit dengan alasan di tugaskan keluar kota pada Tania. Sementara ibunya Dio pamit dengan alasan menjaga oma yang sakit kembali.
" Tania kamu baik-baik di rumah ya sayang. Jika ada sesuatu segera hubungi ibu " ucap Mertua Tania
" Iya ibu. Ibu juga hati-hati di jalan." ucap Tania
" Mas juga berangkat dulu ya sayang." Ucap Dio
" iya mas. Mas bisa kan antar ibu dulu ke terminal. Saya khawatir kalau ibu pergi sendiri." ucap Tania
" Baiklah ayo bu kita berangkat." ajak Dio
Si Tania tidak tahu kalau ibu dan anak itu memang mau pergi ketujuan yang sama. Tania memandang mobil Dio yang kian lama kian menjauh.
Pesta di adakan dengan sederhana sekali. Tamu undangan hanyalah ibunya Dio dan keluarga Dira. Yaitu ayah dan ibunya Dira.
Aicel yang berstatus sebagai sekretaris pak presdir itu. Begitu membutuhkam tanda tangan atasannya siang ini.
" Bagaimana ini. File ini harus di tandatangani siang ini juga. Kalau tidak tender besar yang sudah susah payah di dapat ini akan batal. Aku merasa segan jika harus datang ke rumah presdir. Tapi untuk apa dia mengambil cuti hari ini ya? Ah sudahah masa bodoh yang penting dapat tanda tangannya. Lagian ini kan juga demi kepentingan dia juga. " Ucap Aicel sambil melajukan mobilnya ke rumah Presdir
Sesampainya di sana Aicel minta ijin satpam untuk menemui si pemilik rumah. Ia masuk ke dalam rumah saat ijab kabul sedang berlangsung. Aicel melihat sang mempelai wanita yang sedang duduk itu adalah anak presdirnya. Mata Aicel belum bisa melihat dengan jelas siapa pria yang sedang mengucap ijab kabul itu
" Apa mungkin dia itu Dio. Masa sih Dio setega itu." Ucap Aicel
Ketika pernikahan sudah sah. Aicel mendekat ke arah Presdirnya untum mengutarakan maksud dan tujuan dirinya ke sana. Namun Aicel sangat kaget ketika melihat pria yang sedang menikah itu benar Dio. Kertas file yanh di pegangnya sampai berhamburan me lantai.
Dio menyadari kehadiran Aicel di sana. Ia mendekat ke arah Aicel lalu membantunya membereskan file yang berserakan.
" Ini filemu, Aku harap kau tidak memberi tahu Tania tentang hal ini." Ucap Dio sambil memberikan file ke tangan Aicel
" Kamu setega itu?" ucap Aicel dengan nada lemah.
" Kamu tidak mengerti. Aku dan Dia punya anak. Aku mohon mengertilah cel. Tolong rahasiakan hal ini." ucap Dio
Presir mendekati Tania dan Dio.
" Tidak perlu memohon Dio. Jika kamu sampai memberitahu Tania tentang hal ini berarti kamu siap di pecat." ucap Presdir sambil menandatangani file.
" Tidak perlu menunggu pak. Saya tidak akan memberitahukan hal ini ke Tania. Tapi saya juga tidak yakin dapat bekerja pada bapak lagi." Ucap Aicel
" Apa maksud kamu? Apa kamu mau di pecat?" tanya Presdir
" Saya mengundurkan diri dari perusahaan bapak mulai hari ini." Ucap Aicel sambil kembali ke mobilnya. Ia bahkan meninggalkan file yang ia bawa tadi
Di dalam mobil Aicel mengeluarkan segala kemarahannya.
" Benar-benar brengsek di Dio. Aku tidak bisa bekerja di sana lagi. Aku tidak tahan melihat penderitaan sahabatku itu. Lebih baik aku berhenti bekerja. Aku akan menuruti keinginan ayah untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri " ucap Aicel