Novel ini bercerita tentang cewek tomboy dan juga cowok dingin.
Anggraini
Dwi Deka Sasendri gadis tomboy yang berpakaian seperti laki-laki, bahkan di sekolah pun malah menggunakan celana bukan rok. Apalagi hobinya olahraga dan juga beladiri menambah kesan laki-lakinya. Anggra selain tomboy dia juga gadis yang periang dan banyak teman.
Namun bagaimana jadinya bila ia harus sekelas dengan Dion Albarnista. Dion adalah pria yang pendiam dan juga suka menyendiri. semua Dion lakukan karena ada alasannya tersendiri.
Anggra yang sebagai ketua kelas ia ingin semua orang saling berteman. Bagaimana cara Anggra membuat Dion untuk bergabung?
Selain itu, ada kejadian yang membuat mereka di paksa menikah dengan berbagai syarat. Akankan mereka dapat membatalkan pernikahan itu? Lalu bagaimana kehidupan setelah pernikahan mereka? Akankah menumbuhkan cinta? Akankah banyak rintangannya?
Yuk saksikan kisahnya.
Jangan lupa baca juga
I hate You status (kisah orang tua Anggra)
Sifat tersembunyi my husban (kisah orang tua Dion)
Ibarat lagu waktu yang salah cinta ini bersemi. Kau masih mencintainya dan aku menyukai orang lain. walau ku ingkari perlahan hati ini memilihmu.
-Angraini Dwi Deka Sasendri
Kamu datang dihidupanku ibarat lagu lumpuhkan ingatanku, karena kamu datang menghapuskan dia dari hatiku. Lalu jika kamu pergi siapa yang menghapuskan kamu dari hatiku wahai gadis tomboyku
-dion albarnista
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erni Permata Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Disisi lain
Dion bangun dan bergegas ke bawah.
Tion, Sofian, dan Zahra sedang siap-siap untuk sarapan.
"Mah? pah? Dion mau bicara"
"Duduk!. sarapan dulu" perintah Sofian.
"Ia. pah"
Setelah sarapan.
"Mah? Pah? Dion mau bicara!"
"Kalau masalah semalam nak. Mama dan papah tidak dapat berbuat apa-apa. Karena yang pantas mengambil keputusan adalah orang tua dari wanita itu. Kami hanya bisa menerima keputusan nya."
"Kenapa begitu. pah?"
"Karena bila sampai terjadi sesuatu, maka wanitanya yang terlihat misalnya hamil tapi pada laki-laki itu tidak akan tampak"
"Hamil? Dion dengan Anggra tidak ngapain-ngapain. Kami hanya..."
"Terkunci dan mencari jalan ke luar, serta selama ini Anggra terkenal sebagai laki-laki?" potong Sofian.
"Ya?"
"Tion...udah cerita semua, tapi kembali ke orang yang cewek. papah dan mama tidak bisa berbuat apa-apa" jelas Sofian.
"Oh. ya Siska tadi telpon. mau ngobrol masalah semalam" lanjut Zahra.
"Siska?" tanya Tion dan Dion bersamaan
"Ibunya cewek itu" jelas Zahra yang di jawab mereka oh ria saja.
"Kapan, mah?" tanya Dion
" Jam 08.30" jawab Sofian.
"Berarti satu jam lagi? Dion ikut mah?"
"Engga usah. biar papah dan mama saja. tuan Parel tadi juga bilang mereka mau rapat orang tua saja"
"Tuan Parel?" tanya Dion dan Tion lagi
"Siapa lagi itu, pah?" tanya Tion.
"Ayahnya cewek itu Lah. siapa lagi?"
"Dia kasih tau kamu juga mas?"
"emm"
"Tuan, pah? kalian sudah kenal?"
"iya. ketemu pas paginya. ibunya itu teman SMP mama kamu"
"SMA, mas?"
"Iya iya teman SMA, mama kamu"
"Oh. Berarti mama dekat dong sama mamanya Anggra?"
"Lumayan. Namun mama juga tau kalau dia udah ngambil keputusan tidak ada yang bisa menolak dan keputusan dia juga selalu benar"
"Tapi mah.?"
"Dion. mama dan papah akan mencoba omongin baik-baik. semoga aja ya.."
" Ya mah"
08.00
"Mama dan papah udah siap?" tanya Tion.
"Emm. Kenapa?" tanya Zahra.
"Engga apa-apa. hehehehe Tion nitip cemilan. biasa"
"Oh. oke. mama dan papah pergi dulu" pamit Zahra.
Dion dan Tion menyalami tangan kedua orang tuannya.
Zahra dan Sofian pergi.
Dion melangkah pergi
"Mau kemana?" tanya Tion
"Cari angin."
"Ikut"
Dion dan Tion ke kolam berenang. Mereka duduk di kursi.
Dion merebahkan tubuhnya dan menutup matanya.
"Dion?"
"Emm"
"Bagaimana kalau kamu jadi nikah sama Anggra?"
"Engga kepikiran"
"Iya juga sih." Tion sana seperti Dion duduk dan menyenderkan tubuhnya dan menutup matanya.
Tiba-tiba Tion duduk lagi.
" Tapi keknya bakal seru deh. Nikah dengan Anggra yang notabene nya cowok eh bukan cewek yang tomboy. "
mendengar itu Dion ikut duduk sambil melirik Tion
"Seru? pernikahan bukan permainan Tion?"
"Selain dia dandan cowok kurang apa coba Anggra?" ujar Tion
"Baik, cerdas, Tangkas, dan yang pasti beriman"
"Ya ya ya. "
"Ya? kamu juga sepemikiran dengan aku, Dion?"
"Iya. tapi aku engga suka. cewek yang mengalahkan kodratnya sebagai cewek"
"Tau engga Dion? cewek engga dandan belum tentu jelek, tapi kalau udah dandan Loe bukan levelnya lagi"
"Emang Loe dah lihat Anggra dandan"
"Emm. Engga tau"
"Kok engga tau?"
"Menurut Loe?".
"Engga"
"Ok" Dion kembali ke posisinya tadi
"Dion"
"Emm"
"Dion"
"Menurut Loe.?"
"Menurut gua?"
"Anggra. menurut Loe bagaimana?"
" Kan udah kamu bilang tadi Tion"
"Eh iya deh. Kamu setuju Toh"
"Dion?"
"Apalagi!" bentak Dion
"Galak amat sih."
"Iya Tion. Ada apa?" ucap Dion menahan emosinya yang selalu di ganggu adiknya satu ini. Dia mencari angin dan ingin berfikir bagaimana dengan keputusan nanti dan bagaimana hanya menikah bukan bagaimana dengan Najwa.
"Hehehe. Bagaimana keputusan sama yaitu nikah?"
"Itu yang aku pikirin dari tadi Tion" jawab Dion
"Bagaimana dengan Najwa?"
"Najwa? Najwa udah ketemu?"
"Bagaimana kalau dia kembali?"
"Dion..Loe yakin Najwa bisa ketemu. udah hampir 1 tahun Yon."
"Udah satu tahun Tion"
"Tepatnya 1 tahun 1 bulan 5 hari" Lanjut Dion
"Loe? Loe hitung? setiap hari?"
"Engga. tadi malam. karena masalah ini aku hitung dari laporan kecelakaan sampai sekarang"
"Oh"
"Bagaimana. Kalau kamu aja Tion?"
"Ya?"
"Kamu yang menikah dengan Anggra"
"Eh? Loe gila Dion?"
"Bukan gitu Tion. Loe kan jomblo. gua takut setelah gua menikah. Najwa dateng"
"Terus? segitunya ya Loe suka sama Najwa dan segitunya ya Loe benci sama Anggra?"
"Gua engga benci sama Anggra,Yon"
"Terus?"
"Gua masih bingung dengan perasaanku dengan Najwa. Aku takut Najwa kembali dan aku menyakiti..."
"Menyakiti Najwa. karena Loe udah nikah? Apa Loe takut nyakitin Anggra karena Loe akan milih Najwa?"
"Ya.. aku takut menyakiti dua-duanya. aku takut Yon. menyakiti Anggra juga Najwa. Anggra orang yang baik kan? cerdas, dan tangkas, hanya dandannya aja cowok. Aku yakin kok Tion dia cantik kalau mau dandan"
"Aku engga bisa Dion"
"Kenapa?"
"Itu masalah kamu. Kamu yang harus tanggung jawab."
Dion hanya diam.
"Coba Dion. Aku tidak pernah jatuh cinta. Tapi
katanya orang jatuh cinta akan melihat orang yang di cintai dengan menutup mata"
"Coba kamu tutup mata dan lihat ada Najwa engga? Kalau ada aku akan berusaha bantuin Anggra bebas dari Loe atau gua bantu Loe cari Najwa sebelum pernikahan. Gua akan berhentikan pernikahan itu. Tau engga Yon Anggra lah yang bantu aku saat kecelakaan pas kelas 9. Mungkin dia lupa. Dunia memang kecil ya"
"Ha?"
"Saat itu dia masih cewek dandannya tapi udah tomboy sih. Gua engga mau cerita tadi. Tapi gua kasih tau aja sama Loe. Mungkin ini cara gua balas Budi"
"Loe udah tau Anggra cewek dari lama Tion?"
"Engga. tadi malam aku cari tau di internet. di website sekolah dan itu cuma ada di daftar catatan milik sekolah. Loe tau namannya Anggraini Dwi Deka S. gua baru tau dia cewek itu."
"Jadi Loe mau nikah sama Anggra?"
"Engga. Gua udah nutup mata tapi engga terbayang. coba Loe tutup mata"
Dion mengikuti saran Tion.
tiba-tiba Dion langsung berdiri.
"Permainan gila Yon. Gua mau tidur aja deh"
"Dion Bagaimana?"
"Engga tau". Dion melangkah pergi
pendek banget
mampus Dion huuuu