NovelToon NovelToon
Istri Pengganti Untuk CEO Dingin

Istri Pengganti Untuk CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: septian123

Gadis miskin dipaksa menikah menggantikan kakaknya dengan CEO dingin.
Awalnya dihina dan diabaikan, tapi perlahan suaminya berubah.

Tanpa diketahui, sang istri ternyata memiliki identitas tersembunyi yang bisa menghancurkan semua orang yang meremehkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon septian123, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24 - Serangan Baru

Siang itu rumah keluarga Wijaya kedatangan tamu dalam suasana yang lebih rapi dari biasanya. Para pelayan bergerak lebih cepat, meja ruang tamu ditata dengan detail, dan aroma teh serta camilan ringan mulai memenuhi udara. Dari luar terlihat seperti pertemuan biasa, tetapi bagi beberapa orang di dalamnya, hari itu memiliki arti yang berbeda.

Cassandra datang dengan penampilan yang dipersiapkan tanpa celah, mengenakan gaun berwarna lembut yang mengikuti bentuk tubuhnya dengan sempurna. Rambutnya disusun rapi, dan setiap langkahnya menunjukkan kepercayaan diri yang sudah terbiasa ia tunjukkan di depan orang lain. Senyum yang ia kenakan tidak berubah, tetap hangat dan sopan, namun pikirannya tidak sepenuhnya setenang yang terlihat.

Dalam beberapa hari terakhir, perhatiannya tertuju pada satu hal yang tidak bisa ia abaikan begitu saja. Perubahan Daren mungkin terlihat kecil bagi orang lain, tetapi tidak baginya yang sudah lama mengamati dan memahami kebiasaan pria itu. Cara Daren memandang, kehadirannya di tempat-tempat tertentu, dan bagaimana ia sesekali memperhatikan Alyssa tanpa alasan jelas membuat Cassandra merasa ada sesuatu yang mulai lepas dari kendalinya.

Ia tidak menyukai situasi seperti itu, karena selama ini ia selalu berada di posisi yang mengatur arah. Hal-hal kecil yang tampak tidak penting justru menjadi tanda yang cukup bagi Cassandra untuk mengambil langkah sebelum semuanya berkembang lebih jauh. Hari ini bukan sekadar kunjungan biasa, karena ia sudah memikirkan sesuatu yang bisa mengembalikan keadaan seperti semula.

Di bagian belakang rumah, Alyssa sedang berada di dapur membantu menyiapkan minuman. Ia mengenakan pakaian sederhana yang tidak menarik perhatian, tetapi tetap rapi dan bersih. Gerakannya tenang dan teratur, tidak tergesa, seolah semua yang ia lakukan hanya bagian dari rutinitas yang sudah ia jalani berulang kali.

Beberapa pelayan bekerja di sekitarnya, tetapi suasana terasa sedikit berbeda dari sebelumnya. Tidak ada yang berani bersikap kasar secara terang-terangan, dan meskipun mereka tidak mendekat, sikap mereka terlihat lebih berhati-hati. Alyssa menyadari perubahan itu, tetapi tidak berusaha mencari tahu lebih jauh, karena baginya hal itu tidak cukup penting untuk dipikirkan.

Seorang pelayan mendekat dengan langkah cepat, lalu berhenti di sampingnya.

“Nona Alyssa, Nona Cassandra meminta Anda yang mengantarkan minuman ini langsung ke ruang tamu.”

Alyssa mengangkat pandangan sebentar, lalu mengangguk tanpa pertanyaan.

“Baik.”

Ia mengambil nampan yang sudah disiapkan, memastikan semua cangkir dan teko berada di posisi yang stabil. Tidak ada yang terlihat aneh dari susunan itu, semuanya tampak seperti penyajian biasa yang dilakukan setiap hari.

Namun ketika ia keluar dari dapur dan berjalan menyusuri lorong, Cassandra sudah berdiri di ujung sana seolah telah menunggunya sejak tadi. Sikapnya santai, tetapi tatapannya jelas tertuju pada Alyssa.

“Alyssa,” panggilnya dengan suara lembut.

Alyssa berhenti tanpa menunjukkan perubahan ekspresi.

“Iya?”

Cassandra melangkah mendekat, memperhatikan nampan di tangan Alyssa dengan detail seolah mencari sesuatu.

“Pastikan kamu tidak menjatuhkan apa pun. Tamu hari ini sangat penting.”

Nada suaranya terdengar ringan, tetapi ada tekanan halus yang tidak bisa diabaikan.

Alyssa menatapnya sebentar sebelum menjawab.

“Saya akan berhati-hati.”

Cassandra tersenyum tipis, lalu bergeser memberi jalan.

“Bagus.”

Saat Alyssa melewatinya, Cassandra menggerakkan lengannya dengan sengaja, cukup halus untuk terlihat seperti tidak sengaja. Sentuhan itu mengenai sisi nampan dan membuat cangkir-cangkir di atasnya bergetar.

Beberapa tetes teh tumpah ke pinggir, menciptakan momen singkat yang bisa berakhir buruk jika tidak ditangani dengan cepat.

Alyssa berhenti seketika, memperkuat pegangannya dengan refleks yang sudah terlatih. Gerakannya cepat dan terkontrol, menyeimbangkan nampan sebelum ada yang jatuh atau pecah.

Cassandra mengangkat alis, memperhatikan dengan seksama.

“Ups. Kamu harus lebih hati-hati.”

Alyssa menatapnya tanpa tergesa, tidak langsung menjawab seperti biasanya.

“Iya.”

Nada suaranya tetap rendah, tetapi kali ini terasa lebih dingin dan tidak memberi ruang untuk dipermainkan. Ia langsung melanjutkan langkahnya tanpa menunggu respons lain.

Cassandra tetap berdiri di tempatnya, matanya mengikuti Alyssa yang semakin menjauh. Senyumnya tidak sepenuhnya hilang, tetapi ada sedikit perubahan yang menunjukkan ketidakpuasan.

Ia tidak mendapatkan reaksi yang ia harapkan, dan itu cukup untuk membuatnya berpikir ulang. Namun hal itu tidak membuatnya berhenti, justru membuatnya semakin yakin bahwa ia harus melanjutkan rencananya.

Ruang tamu sudah terisi oleh beberapa tamu yang duduk dengan santai sambil berbincang. Ibu Daren terlihat berbicara dengan salah satu dari mereka, sementara suasana tetap terjaga dalam batas formal yang wajar.

Daren duduk di salah satu kursi dengan sikap tenang, meskipun perhatiannya tidak sepenuhnya berada di percakapan. Ia sesekali melihat ke arah pintu, seolah menunggu sesuatu tanpa benar-benar menyadarinya.

Pintu terbuka, dan Alyssa masuk membawa nampan dengan langkah yang stabil. Tatapannya fokus pada tugasnya, tidak terpengaruh oleh beberapa pasang mata yang langsung tertuju padanya.

Ia mulai menyajikan minuman satu per satu dengan gerakan rapi dan terukur. Tidak ada kesalahan, tidak ada gerakan yang terburu-buru, semuanya dilakukan dengan tenang seolah ia sudah terbiasa berada dalam situasi seperti ini.

Beberapa tamu mulai berbisik, suara mereka cukup pelan tetapi masih terdengar di ruangan yang tidak terlalu bising.

“Siapa dia?”

“Katanya istri Daren.”

“Yang menggantikan itu?”

Bisikan itu tidak diucapkan dengan niat menyembunyikan sepenuhnya, seolah memang ingin didengar oleh orang yang dibicarakan.

Alyssa tetap melanjutkan pekerjaannya tanpa perubahan ekspresi. Tangannya tidak berhenti, dan ia tidak menunjukkan tanda terganggu, meskipun ia jelas mendengar setiap kata.

Cassandra masuk beberapa detik kemudian dengan sikap yang kembali santai. Ia duduk di dekat Daren, menempatkan dirinya dalam posisi yang mudah diperhatikan.

“Maaf, aku terlambat sedikit,” katanya dengan nada lembut.

Daren hanya mengangguk singkat, tetapi matanya sempat melirik ke arah Alyssa yang masih berdiri di dekat meja.

Alyssa selesai menyajikan, memastikan semuanya tertata dengan baik sebelum berniat mundur. Namun sebelum ia melangkah pergi, suara Cassandra menghentikannya.

“Alyssa, tunggu sebentar.”

Semua perhatian langsung tertuju pada mereka, dan suasana di ruangan itu berubah menjadi lebih hening.

Alyssa berhenti, lalu menoleh dengan tenang.

“Iya?”

Cassandra tersenyum, tetapi tatapannya tajam.

“Kamu belum memperkenalkan diri dengan benar.”

Alyssa tidak langsung menjawab, membiarkan beberapa detik berlalu tanpa reaksi. Ia lalu mengangguk pelan, seolah memahami maksud dari permintaan itu.

Ia berdiri lebih tegak, mengalihkan pandangannya ke para tamu.

“Saya Alyssa.”

Nada suaranya jelas, tidak terlalu keras tetapi cukup terdengar oleh semua orang.

Cassandra menyela dengan senyum tipis yang tidak sepenuhnya ramah.

“Istri pengganti, bukan?”

Kalimat itu diucapkan ringan, tetapi efeknya langsung terasa. Beberapa tamu saling bertukar pandangan, dan suasana menjadi sedikit tidak nyaman.

Alyssa merasakan perubahan itu, tetapi ia tidak menunduk atau mencoba menjelaskan dengan tergesa. Ia justru menatap Cassandra dengan tenang sebelum menjawab.

“Saya menikah secara sah.”

Ruangan itu langsung hening sejenak, seolah semua orang menunggu kelanjutan.

“Status saya jelas.”

Nada suaranya tetap datar, tidak meninggi, tetapi cukup tegas untuk mengubah arah suasana.

Beberapa tamu mulai berbisik kembali, tetapi kali ini dengan nada yang berbeda. Tidak lagi sepenuhnya meremehkan, melainkan lebih berhati-hati dalam menilai.

Daren memperhatikan dari tempatnya duduk, sorot matanya sedikit berubah. Ia tidak mengatakan apa pun, tetapi jelas bahwa ia tidak melewatkan apa yang baru saja terjadi.

Alyssa menatap para tamu dengan sopan.

“Terima kasih sudah datang.”

Ia sedikit menunduk dengan gerakan yang terukur, tidak terlihat tertekan atau terburu-buru.

Setelah itu, ia berbalik dan melangkah keluar dari ruangan tanpa menunggu reaksi siapa pun. Langkahnya tetap stabil, tidak menunjukkan bahwa ia baru saja menjadi pusat perhatian dalam situasi yang tidak nyaman.

Cassandra tetap duduk di tempatnya dengan senyum yang masih terpasang. Namun matanya tidak sepenuhnya menyembunyikan perubahan yang terjadi di dalam pikirannya.

Ia tidak menyukai arah ini, karena apa yang ia rencanakan tidak berjalan seperti yang diharapkan. Alyssa tidak lagi bereaksi seperti dulu, dan itu membuat situasi menjadi lebih sulit untuk dikendalikan.

Daren menatap pintu yang baru saja tertutup, pikirannya terdiam beberapa saat. Ia tidak mengalihkan pandangan ke tamu atau percakapan yang masih berlangsung, karena perhatiannya tertinggal pada seseorang yang baru saja pergi.

Di luar ruangan, Alyssa berjalan menyusuri lorong dengan langkah yang tetap tenang. Napasnya sedikit lebih dalam dari biasanya, tetapi ia tidak berhenti sampai mencapai jendela di ujung koridor.

Ia berdiri di sana beberapa saat, menatap ke luar tanpa benar-benar melihat apa pun. Tangannya mengepal pelan di samping tubuhnya, bukan karena takut atau ragu, melainkan karena ada sesuatu yang mulai terbentuk di dalam dirinya.

Ia tidak lagi ingin hanya diam dan menerima. Bukan dengan cara yang terburu-buru, tetapi dengan cara yang lebih terukur dan tidak mudah digoyahkan.

Di dalam ruang tamu, Cassandra mengangkat cangkirnya dengan senyum yang kembali sempurna di wajahnya. Percakapan berlanjut seperti biasa, tetapi pikirannya sudah bergerak lebih jauh.

Serangan tadi tidak memberikan hasil yang ia inginkan, dan itu berarti ia harus menyusun langkah yang lebih tepat.

Di sudut ruangan, Daren masih duduk tanpa banyak bicara. Tatapannya tidak lagi mengikuti percakapan, melainkan tertuju pada arah di mana Alyssa menghilang beberapa saat lalu.

Ia menyadari perubahan itu, baik pada Alyssa maupun pada dirinya sendiri. Tidak ada yang diucapkan, tetapi sesuatu sudah mulai bergerak, perlahan dan tanpa suara.

Di lorong yang sepi, Alyssa akhirnya menarik napas panjang dan menenangkan dirinya. Matanya menatap lurus ke depan dengan lebih tegas dari sebelumnya, tidak lagi menghindar atau menunduk seperti dulu.

Dan tanpa perlu ia sadari sepenuhnya, langkah kecil yang ia ambil hari itu sudah mulai mengubah arah yang selama ini ia jalani.

1
sutiasih kasih
km sll merendhkn Alyssa tentang mnempatkn diri....
sadar casandra.... km itu trlalu bnyak omong n trlalu bnyk mngatur... pdahal nyata" km hnya org luar😅😅
sutiasih kasih
ketika km sadar n haluanmu brubah....
saat itu alyssa sdh tak peduli daren...
sutiasih kasih
daren.... smpe kpan km pura"... & lelet dlm mngambil sikap...
ap nunggu alyssa tiba" kabur & tak akn prnah km temukan.... ato hmpaskn org luar yg seolah brkuasa layaknya seorang istri🙄🙄
sutiasih kasih
org lain boleh bebas berkeliaran bhkn bebas mngatur layaknya menantu...
tpi menantu... layaknya pmbantu & org asing...
smpe kpan km tetap brtahan di rumah neraka suamimu Alyssa....
dgn hrga diri yg sdh trcabik"
sutiasih kasih
mnunggu saat allysa mundur & prgi dri daren...
& tak ada lgi yg nmanya ksempatan ke 2 untuk daren mmprbaiki smuanya...🙄🙄
sutiasih kasih
msa iya rmh horang kaya raya... g ada cctv di setiap sudut rumah....
🤔🤔
@RearthaZ
kak aku sudah baca dan like, semua chapternya, boleh tolong bantuannya juga ya kak untuk like dan baca cerita baru ku (aku baru pemula hehehe) boleh 'CEK PROFIL KU' ya kak... nama judul ceritanya "MENIKAHI DUKE MISTERIUS"
@RearthaZ
lanjutin kak
@RearthaZ
aku mampir kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!