NovelToon NovelToon
Rahasia Zevanya: Benih Sang Mahendra

Rahasia Zevanya: Benih Sang Mahendra

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Single Mom / Perjodohan
Popularitas:14.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nia Rmdhn

Satu malam karena pengaruh alkohol, Arkananta Mahendra merenggut segalanya dari Zevanya, seorang pelayan hotel yang tak berdaya. Arkan pergi tanpa tahu wajah wanita itu, meninggalkan Zevanya dengan janin yang tumbuh di rahimnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nia Rmdhn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dunia Kecil Arsen

Waktu bergulir begitu cepat.

Satu tahun telah berlalu sejak malam yang mengubah hidup Zevanya selamanya.

Di sebuah sudut kota yang tenang, jauh dari gedung Mahendra,

Zevanya telah membangun dunianya sendiri yang kecil namun penuh kehangatan.

Arsen Adistra kini telah genap berusia satu tahun.

 Ia tumbuh menjadi anak yang sangat tampan,

 dengan binar mata yang cerdas dan garis rahang yang sangat mirip dengan pria malam di hotel itu.

 Berkat didikan Zevanya yang penuh kasih, Arsen menjadi anak yang tenang dan jarang rewel.

Di kios kecilnya yang kini dikenal banyak orang,

 Zevanya sibuk membolak-balik daging burger di atas panggangan.

 Aroma gurih daging menyatu dengan saus racikannya yang khas,

"Mama tidak pernah merasa lelah selama kamu terus ada di samping Mama, Sayang,"

 bisik Zevanya, sambil melirik Arsen yang sibuk dengan mainannya.

Usaha burger Zevanya laku keras.

Selain melayani pembeli yang datang langsung ke kios,

 ia juga aktif mempromosikan dagangannya melalui aplikasi GoodFood.

Kegigihannya membuahkan hasil,

 kini Zevanya tidak lagi merasa kekurangan.

 Ia bahkan sanggup mempekerjakan seorang karyawan untuk membantunya melayani pesanan.

Namun, di balik kesuksesan itu,

 hati Zevanya tetap terkunci.

 Mengingat Banyak tetangga dan pelanggan yang mencoba menjodohkannya,

 menyarankannya mencari pendamping untuk membantunya membesarkan Arsen.

"Aku tidak punya rasa lagi untuk mencintai siapa pun," batin zevanya.

Ingatannya masih terpaku pada sosok Mahendra,

 pria yang ia yakini adalah ayah biologis Arsen,

meski ia tak punya bukti apa pun selain intuisi dan memori malam yang kelam itu.

Zevanya menghela napas panjang, menatap Arsen.

 "Mama hanya meyakini pria itu adalah ayahmu, Sayang... tapi Mama tidak tahu kebenarannya.

 Kamu memang lahir karena sebuah kesalahan malam itu,

 tapi sekarang kamu adalah satu-satunya alasan Mama untuk tetap hidup."

Zevanya juga menyadari bahwa ia tidak boleh merasa cukup puas.

Kios yang masih berstatus sewa,

dan penghasilannya,

 meskipun cukup untuk biaya hidup, gaji karyawan, dan sewa tempat,

Tapi belum bisa menjamin masa depan Arsen yang lebih besar.

"Nanti, setelah Arsen sedikit lebih besar dan sudah sekolah, mungkin aku akan kembali ke dunia kerja profesional,"

batin Zevanya.

"Untuk sekarang, aku akan fokus menjalankan bisnis ini sambil mengurus Arsen.

 Aku ingin saat aku meninggalkannya untuk bekerja nanti,

 dia sudah cukup mandiri dan aku bisa lebih tenang meninggalkannya."

Zevanya kembali tersenyum saat Arsen tertawa kecil melihat seekor burung yang hinggap di depan kios.

Baginya,

 setiap tetesan keringat di dapur yang panas adalah investasi untuk kebahagiaan arsen adistira.

Zevanya menatap kalender di dinding kiosnya,

jemarinya perlahan mengusap angka-angka yang menandakan berjalannya waktu.

Zevanya menarik napas panjang,

menghirup aroma roti burger yang sedang dipanggang.

Pikirannya melayang jauh ke masa depan,

 mempersiapkan rencana demi kesejahteraan putra kecilnya.

Bagi Zevanya, bisnis hamburger ini adalah penyelamat hidupnya,

namun ia sadar ia tidak boleh berhenti di sini.

 Ia mulai menghitung kembali rencana keuangannya.

"Jika aku kembali bekerja secara profesional, penghasilan dari kios ini bisa menjadi tabungan bersih,"

batin Zevanya.

"Dengan bekerja, aku bisa memastikan biaya sekolah Arsen terjamin.

 Sementara itu, keuntungan dari usaha kuliner ini akan kusisihkan sepenuhnya untuk satu tujuan,

membeli rumah sendiri untukku dan arsen atau mungkin aku bisa membeli kios ini."

 batin zevanya.

Zevanya tidak ingin selamanya berpindah-pindah.

 Ia ingin Arsen memiliki tempat tinggal yang tetap,

sebuah istana kecil di mana tidak ada yang bisa mengusir mereka.

Sebuah rumah yang menjadi bukti bahwa ia mampu membesarkan "arsen" tanpa sosok ayah.

Zevanya menoleh ke arah Arsen, senyum tipis terukir di bibirnya.

 "Ibu akan menabung sekuat tenaga, Sayang. Ibu ingin kita punya rumah sendiri, tempat kamu bisa tumbuh besar dengan tenang."

"Setidaknya saat usiamu enam tahun nanti, kamu sudah lebih mengerti,

Ibu bisa bekerja dengan tenang bisnis ini akan terus berjalan dan kamu sekolah dengan baik,"

bisik Zevanya penuh tekad.

Zevanya kembali ke meja kasirnya,

mencatat pesanan yang masuk lewat aplikasi online dengan semangat.

 Setiap lembar rupiah yang ia kumpulkan adalah rumah masa depan mereka.

 Ia tidak tahu bahwa di belahan kota lain,

 Arkananta masih sering menatap jendela kantornya,

merindukan aroma bunga yang hilang,

Di kediaman megah Mahendra,

suasana masih terasa kaku meski waktu terus berjalan.

 Baskara Mahendra tidak pernah benar-benar melepaskan pandangannya dari putra tunggalnya.

Baginya, Arkananta adalah aset sekaligus harga dirinya,

arkan tidak boleh jatuh ke tangan wanita sembarangan,

Baskara berdiri di balik jendela rumah besar ruang kerjanya,

memperhatikan mobil Arkan yang baru saja meninggalkan halaman rumah.

Di tangannya, ia memegang ponsel dan memerintahkan anak buahnya.

"Pastikan tidak ada satu pun wanita yang mendekatinya, baik di kantor maupun di luar,"

 perintah Baskara,

 "Dan jika dia terlihat dekat dengan wanita manapun... hentikan segera."

"Aku melakukan ini demi kebaikanmu, Arkan. Kamu harus menikah dengan seseorang yang setara,

 bukan dengan wanita yang hanya akan memanfaatkan kekayaanmu," batin Baskara.

Karna Tekanan dari keluarga Wijaya yang semakin memuncak,

membuat Baskara Mahendra merasa terpojok di sudut ruang kerjanya sendiri.

Ia tahu bahwa Hendra Wijaya bukanlah orang yang penyabar,

bersamaan dengan tuntutan Clarissa yang datang setiap hari.

Baskara duduk dan melamun di kursi kebesarannya,

menatap taman belakang rumahnya yang sunyi.

Di tengah keheningan itu, ponselnya bergetar,

Nama Clarissa Wijaya muncul di layar.

Baskara menghela napas panjang sebelum mengangkatnya.

"Halo, Clarissa?" ucap baskara

dengan suara yang terdengar berat.

"Bagaimana, Om? Apa Arkan sudah berubah pikiran?"

tanya Clarissa, tanpa basa-basi.

"Apa dia sudah mau melanjutkan perjodohan ini dan menentukan tanggal pernikahan kita?"

Baskara terdiam sejenak,

"Om masih terus mengawasi Arkan, Clarissa. Om sudah memastikan tidak ada wanita mana pun yang bisa mendekatinya. Dia sedang fokus pada pekerjaan sekarang."

Clarissa mendengus sinis di seberang telepon.

"Fokus pada pekerjaan atau fokus menghindariku, Om? Ayah sudah menunggu terlalu lama.

Keluarga kami merasa dipermainkan jika pernikahan ini terus mengambang tanpa kejelasan.

Aku tidak mau namaku jadi bahan pembicaraan di lingkungan sosial karena pernikahan yang tidak kunjung terlaksana."

"Om mengerti, Clarissa. Om sedang berusaha keras membujuknya secara perlahan,"

jawab Baskara,.

Setelah telepon ditutup, Baskara melempar ponselnya ke atas meja.

Baskara menyandarkan punggungnya di kursi besarnya,

namun rasa pening di kepalanya tak kunjung reda.

Ia memijat pelipisnya perlahan,

mencoba mengusir bayangan kemarahan Hendra Wijaya dan rengekan Clarissa yang terus terngiang di telinganya.

Di usianya yang semakin senja,

Baskara sebenarnya memiliki satu keinginan sederhana hanya untuk segera punya cucu,

Ia seringkali melamun,

membayangkan ada suara tawa anak kecil yang berlarian di rumah mewah Mahendra yang selama ini terasa sunyi.

1
Niarmdhn
bingung dengan pertanyaan zevanya yak🤣
kaylla salsabella
la binggung aku juga zevanya🤣🤣🤭🤭
Suanti
semoga baskara selesai tes DNA merestui zevanya jdi istri arkan 🤭
Niarmdhn: kita buka pengajian bareng2 yuk🤣
total 1 replies
kaylla salsabella
wah jangan tuh calissa tahu rumah zevanya
Niarmdhn: bisa perang dunia yak🤭
total 1 replies
azzura faradiva
akhirnya.....☺️ semoga Arkan zevanya segera bersatu❤️
Niarmdhn: itu semua berkat kamu azzura🤣
total 4 replies
Lindu Wati
Seorang ibu yg buruk, tidak mengenal anaknya, biasanya filing ibu tajam ,
Niarmdhn: mungkin karna sudah terpisah sejak kecil🤣
total 1 replies
Suanti
nanti kalau sdh terbongkar rupa nya zevanya ank kandung siska wijaya yg hilang baru tau rasa siska nyesal pun sdh tak guna 🤭🤣🤣
Niarmdhn: harus di tungguin ending itu🤭
total 1 replies
kaylla salsabella
ealah Siska.. Siska 🤣🤣🤣
Niarmdhn: hantam siska🤣
total 1 replies
Nurdin Hamzah
to the point banget arkan nanya🤣
Niarmdhn: coba ajarin si arkan biar lebih smooth nanya nya🤣
total 1 replies
kaylla salsabella
nah gitu berani tegas
Niarmdhn: bantuin zevanya hantam clarissa 🤣
total 1 replies
kaylla salsabella
la bisa" si zevanya tinggal in anak sendiri gak nunggu dia sadar
Niarmdhn: arsen kan udah gede ga boleh manja🤭
total 1 replies
Suanti
zevanya harus berani melawan clarissa jgn jdi wanita lemah 🤭
Niarmdhn: coba tolong bawakan zevanya kapak suanti untuk menghantam clarissa🤣
total 1 replies
Nurdin Hamzah
tampol dia zevenye🤣
Niarmdhn: tahannn duluuu🤭
total 2 replies
Sur Yani
mantaaap thor..
gas terus sampai mereka bersatu..💪💪💪
Niarmdhn: udah yang cepet cepet aja sampe keluar🤣
total 1 replies
tia
thor udah gk sabar arkan sama zavena bersatu,,jgn lama lama thor,
Niarmdhn: udah di cepetin nanti tenang aza 🤭
total 1 replies
tia
thor udah gk sabar arkan sama zavena bersatu,,jgn lama lama thor,
Nurdin Hamzah
baskara sedang halu kah🤣
Niarmdhn: itu firasat seorang kakek🤭
total 1 replies
Nurdin Hamzah
si clarissa anak mamih🤣
Nurdin Hamzah
lanjott thor😍
Niarmdhn: heboy banget nurdin anjoy🤭
total 1 replies
Nurdin Hamzah
lanjutin torr😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!