NovelToon NovelToon
Witch Hunter

Witch Hunter

Status: tamat
Genre:Perperangan / Action / Fantasi / Akademi Sihir / Iblis / Light Novel / Tamat
Popularitas:26.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ayanagi Souma

Penyihir

Makhluk biadab yang memangsa manusia. Tak peduli siapa dirimu.
Mereka akan memangsamu. Membunuhmu.

Di dunia ini sihir terbagi dua.
Sihir cahaya dan sihir kegelapan.

Berabad-abad tahun lepas. Umat manusia berperang melawan makhluk mengerikan yang dinamakan penyihir. Sang para pengguna sihir kegelapan.

Umat manusia yang berjuang melawan mereka disebut 𝘛𝘩𝘦 𝘩𝘶𝘯𝘵𝘦𝘳. Mereka menggunakan sihir cahaya untuk membunuh para penyihir.

Kini saatnya untuk memburu penyihir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayanagi Souma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23 –[ Pertandingan Evaluasi 01 ]–

18 Mei 2023

Dua bulan berlalu. Murid-murid kelas khusus sudah memiliki jadwal tetap. Setiap hari mereka belajar mengatur mana dan berlatih merapal sihir tingkat tinggi. Di hari terakhir sebelum libur akhir pekan. Mereka mengadakan pertandingan evaluasi. Agar bisa menilai kapasitas mana dan keterampilan sihir individu murid. Jianying yang menjadi pengawasnya.

Hari ini, pertandingan evaluasi dimulai lagi.

Ada sebuah sistem peringkat di kelas itu. Agar setiap murid lebih semangat lagi memoles bakat mereka. Terutama para lelaki. Mereka sangat menantikan duel pertandingan mingguan itu.

Mari kita sebut satu per satu dari peringkat teratas.

Peringkat pertama, Sizhu.

Kedua Jason.

Ketiga Baldur.

Keempat Amon.

Kelima Ashley.

Keenam Anna dan Moza si kucing besar.

Ketujuh Reza.

Kedelapan Kai.

Kesembilan Hana.

Kesepuluh Mei Mei.

Terakhir si kecil imut Xue.

Peringkat dinilai berdasarkan keterampilan seseorang dalam bakat sihirnya. Bukan hanya mengenai kalah dan menang. Evaluasi ini bertujuan agar mempercepat pembukaan gembok kapasitas mana lainnya. Jadi sebenarnya mereka sedang membantu sesama teman agar mempercepat pembukaan gembok.

Pertarungan diadakan seperti sistem Zhàn Dòu. Satu ronde lima menit. Peraturannya, adalah menghancurkan protektor lawan. Jika protektor pecah, maka akan dinyatakan kalah. Namun, jika keduanya bertahan, maka akan dianggap seri. Duel dilakukan seperti turnamen agar adil dan dipilih oleh Jianying langsung secara acak.

Setelah pertandingan, akan diberikan kertas evaluasi dari Jianying atau diumumkan oleh Jianying langsung. Kekurangan, kelebihan, dan jenis latihan yang harus dijalani agar memaksimalkan gaya bertarung setiap individu murid. Dan sekarang hasilnya. Sebelas murid itu sudah sekuat Hunter bintang tiga atau empat pada umumnya. Bahkan beberapa mendekati Hunter bintang lima. Terutama Sizhu dan Jason.

Kedua pemuda itu silih berebut mengambil posisi pertama selama dua bulan berlalu. Namun, Sizhu tak tergoyahkan. Dia juga bertumbuh semakin kuat. Pengendalian mana dan apinya menjadi lebih baik. Dasar bela dirinya pun tak tertandingi.

Berbeda dengan Jason yang gaya bertarungnya sistematis. Dia terlatih seperti seorang pembunuh ahli. Gaya bertarungnya adalah melumpuhkan lawan secepat mungkin.

Pagi ini pertandingan evaluasi akan segera dimulai di gedung lapang Akademi yang seperti koloseum. Murid-murid kelas lain yang tertarik ikut menonton.

Setelah kasus Amon berakhir, mereka sudah mengetahui kebenarannya. Kelas khusus pun tidak dicap sebagai kelas yang harus dijauhi. Apalagi banyak pemuda tampan di dalamnya. Menarik perhatian murid-murid gadis se-akademi. Bujangan lain hanya bisa menerima nasib. Tontonan mingguan itu sudah seperti hiburan akademi. Sekaligus motivasi agar yang lain turut rajin berlatih dan giat belajar.

Terkadang tamu atau professor juga turut menyaksikan. Apalagi Nona Luxia. Primadona seluruh kaum adam dan hawa itu, mengikuti setiap Minggu tontonan pertandingan evaluasi ini.

Namun, ada yang spesial hari ini.

Kejutan! Guru besar juga turut menyaksikan pertandingan evaluasi. Pertama kalinya guru besar tertarik melihat perkembangan murid. Jarang sekali terlihat keluar dari kantor. Seketika bisikan murid-murid senyap, menghormati kanselir akademi.

"Halo semuanya! Di sini Kou! Pembawa acara tercinta kalian! Pertandingan evaluasi mingguan akan segera dimulai! Juga selamat datang pada Guru Besar kita, kanselir akademi, Lang Zen. Semoga semuanya menikmati tontonan ini."

Beberapa mulut berseru semangat tidak sabar menunggu pertandingan evaluasi dimulai. Bahkan dua-tiga murid sudah memulai memasang harga taruhan.

"Demi laptop gamingku. Aku bertaruh Xue akan naik peringkat!"

"Tidak! Tidak! Aku bertaruh telur emas Xue akan tetap di peringkat terakhir!"

"Aku bertaruh seluruh koleksi foto cosplayer ku untuk Xue!"

"Dasar laki-laki gila! Kalian tidak ingat sudah punya pacar, hah?!"

Riuh rendah suara bisikan dan teriakan mengisi gedung koloseum.

"Ehem ... Ehem ... Silahkan Professor Jianying untuk membacakan peserta pertama yang akan memulai pertandingan." Pemuda berwajah ramah itu semangat berseru di atas batu layang segi lima.

Kali ini disediakan sebuah monitor layang agar lebih memudahkan melihat jarak dekat. Kamera mengambang siap merekam. Tontonan ini selalu seru. Setiap murid kelas khusus memiliki bakat berbeda-beda dan berkembang pesat. Siapakah kali ini yang akan bertarung hingga puncak?

Jianying mengambil mik. "Xue dan Baldur. Silahkan maju ke tengah lapang."

Yang dipanggil sudah bersiap dari lorong ujung lapang berlawanan. Xue dan Baldur sudah memakai sihir protektor yang menyatu seperti armor tubuh. Tujuan mereka hanya perlu menghancurkan armor satu sama lain. Di layar monitor diperlihatkan daya armor proteksi. Daya dari seratus hingga nol.

Di sisi sana, Baldur membawa kapak besar kebanggaannya. Atribut sihirnya adalah es. Kapak itu akan membuat bongkahan dinding es begitu menghantam tanah. Di sisi lain Xue menggunakan pedang ramping. Dia sudah berlatih menggunakan pedang itu dari Jianying. Meskipun masih belum terbiasa, namun bakat berpedangnya sehebat ayahnya yang memiliki atribut sihir air yang sama. Bermain pedang lincah seperti aliran air.

Xue memiliki kartu pamungkas, hari ini dia akan mengalahkan rekor peringkat terakhirnya, siapa pun lawannya. Mau itu pemuda besar, sebesar beruang dan berjanggut lebat di depannya. Matanya menyiratkan pantang menyerah. Memasang kuda-kuda yang diajarkan Jianying.

Baldur terkekeh. Dia juga selalu antusias dalam pertandingan ini. Mengangkat kapaknya ke pundak. Berdiri kokoh.

"Keduanya sudah bersedia?"

Dua kepala mengangguk mantap.

"Siap? Mulai!"

Xue memulai serangan. Tubuh kecilnya lincah berlari memangkas jarak. Memasuki area serang lawan. Baldur terkesiap, terkekeh.

"Itu baru namanya semangat!"

Trang!

Baldur menangkis pedang ramping Xue. Kapak besarnya menghalangi arah tebasan. Xue tidak menyerah. Dia gigih mencari celah. Lihai menebas pedang.

Trang! Trang! Trang!

Baldur berjalan mundur. Jangan meremehkan anak kecil ini. Dia jelas berbakat. Cukup sudah bertahan. Daya armor proteksinya berkurang seiring menerima serangan lawan. Giliran Baldur menyerang.

Bum!

Dinding es tercipta setinggi dua meter ke atas. Xue berhasil mengelak. Terserempet dikit. Mengurangi tiga puluh persen daya armor proteksi. Xue tidak menyerah, berteriak semangat. Mengejar langkah lawan.

Trang! Trang! Trang!

Tangan mungil Xue gesit memainkan pedang, berhasil mendaratkan sayatan pada lengan Baldur. Berkurang dua puluh persen. Slash! Slash! Dua lagi berhasil mendarat pipi dan kaki Baldur. Berkurang empat puluh persen. Sisa tiga puluh persen daya armor Baldur. Baldur tertawa antusias. Kapaknya semakin cepat berayun.

Bum!

Xue mengelak. Tapi bukan itu tujuan Baldur. Dia sudah memperbaiki kesalahan Minggu lalu. Tap! Tangan mungil Xue tertangkap. Baldur cepat menyambarnya, mengangkatnya tinggi.

"Ini sudah berakhir gadis kecil."

Namun, Xue tidak menyerah. Justru dia menunggu kesempatan ini. Jianying sudah mengajarkan cara ampuh untuk lepas dari situasi jika Xue tertangkap oleh orang yang lebih besar darinya. Tangan kirinya teracung ke depan wajah Baldur. Sekejap Baldur lengah.

"水爆炸! Shuǐ bàozhà! (Ledakan air!)" Xue berteriak lantang. Merapal sihir tingkat menengah. Bola air besar tercipta di depan wajah Baldur. Critical hit.

Byur!

Baldur terhempas dua meter. Badannya basah kuyup oleh air. Daya armor proteksinya habis. Xue menjadi pemenangnya.

Sorakan tepuk tangan penonton bergema. Satu dua berteriak memberi selamat.

"Xue imut!" Salah satu murid laki-laki menjerit.

"Si imut menang!" Timpal jerit yang lain.

"Ya! si imut menang! Akhirnya laptop gamingku kembali!" Juga jerit murid laki-laki yang lain.

Xue malu-malu membungkuk pada semua arah. Berlari cepat kembali, keluar arena, bersembunyi di balik ambang lorong.

"Satu orang telah tereliminasi! Itu hasil pertandingan tak terduga! Dengan ini, Xue berhasil naik peringkat! Bagaimana pendapat Professor Jianying untuk ronde pertama ini?"

"Ehem ... Itu bagus. Keterampilan Xue dalam menggunakan pedang semakin meningkat. Di akhir, Xue berhasil mendaratkan serangan tak terduga pada lawan. Itu karena lawan itu lengah. Evaluasi ronde ini, jangan lengah pada siapapun, walau lawannya terlihat kecil." Suara tegas Jianying seakan menusuk dada Baldur yang sudah bangkit berdiri. Dia mengangguk menerima hasil. Berjalan ke lorong sebelah. Baldur merasa senang walau dia kalah dan dimarahi. Baginya kekalahan adalah satu langkah untuk menjadi lebih baik. Agar besok-besok, dia tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Arena dibersihkan dalam sekejap. Dinding es tebal dua puluh centi itu mencair. Meresap ke permukaan.

Sorak sorai antusias bergema. Selalu heboh. Pertandingan evaluasi ini memang menyenangkan. Seperti menonton dua petarung tinju.

"Mari kita menuju pertandingan selanjutnya. Silahkan Professor Jianying."

Jianying mengangguk. "Selanjutnya, Amon dan Hana."

Kedua orang yang dipanggil segera berjalan ke tengah lapang. Berhadapan. Terpisah sepuluh meter.

"Siap-siap kalah seperti Minggu lalu, Hana." Amon bersiap. Tangannya sudah berubah menjadi tinju api.

Hana tertawa kecil. "Aku tidak pernah mengeluarkan kekuatan penuhku, pangeran."

"Kalau begitu keluarkan bakat sihirmu. Mari kita bertanding sebagai sesama pengguna sihir api." Amon berseru semangat.

Hana tersenyum tipis. "Baiklah jika tuan pangeran memaksa." Mengeluarkan sebuah kipas bercorak ranting dan bunga sakura. Menyembunyikan mulutnya dibalik kipas. Menambah kesan kecantikan. Rambut merah tua yang disanggul, Hana dan pakaian yukatta khas negaranya membuat suasana pertarungan terasa berbeda. Apalagi tatapan sadisnya itu.

"Kalian bersedia?"

Tak perlu dijawab. Muka mereka menampakkan siap sedia kapanpun.

"Siap? Mulai!"

^^^"قبضة النار! (!Tinju berapi)" Amon berseru lantang, berlari merangsek ke arah Hana cepat^^^

Hana tertawa pelan, mengacungkan kipasnya ke depan. "風が吹く. (Kazegafuku)" Helai api bunga sakura tercipta, memutari Hana, lantas bunga api sakura itu melesat ke arah Amon. Menghujani deras seperti peluru.

Amon kewalahan meninju bunga api sakura. Beberapa berhasil tembus mengenai armornya, mengurangi satu digit persen. Lama-kelamaan berkurang setengah dari seratus. Amon menggeram, bunga api sakura tidak ada habisnya menghujani dia, deras.

Melompat jauh ke samping. Bunga api sakura itu tetap mengejar. Entah trik apa yang digunakan Miko satu itu. Hana masih tenang diam di tengah. Minggu-minggu sebelumnya dia tidak mengeluarkan jurus ini. Melainkan menggunakan sihir api biasa tanpa trik apapun. Bagaimana bisa dalam seminggu dia menjadi sekuat ini?

Amon mengucap mantra lainnya. Membalas serangan proyektil. "هجوم كرة نارية ! ( Serangan bola api!)" Berteriak lantang. Sihir api tingkat tinggi tercipta. Puluhan bola api sebesar kepala mengambang siap membakar mangsa. Amon mengayunkan tangan ke arah Hana. Serentak puluhan bola api menembak.

Hana masih tenang mengayunkan kipasnya. Bunga daun api sakura berkumpul memutar di sekelilingnya. Membentuk bola pertahanan. Begitu mengagumkan.

Bum! Bum! Bum!

Intensif sekali suasana arena. Membuat penonton berseru tertahan. Tengah lapang mengepul asap hitam. Bola pertahanan Hana kokoh tak tertembus. Serangan jarak jauh Amon gagal mendarat pada sasaran.

Namun, Amon memiliki jiwa petarung. Memanfaatkan momentum singkat itu, Amon merangsek ke tengah. Merobek bola pertahanan Hana. Hana terkejut. Tidak menyangka serangan langsung. Satu tinjuan berapi bersiap mendarat.

Buk! Bum!

Pukulan berapi itu berdebum. Hana berhasil meminimalisir efek pukulan. Kipasnya menjadi korban tameng. Sebelum Amon berhasil mendaratkan tinju, dia berhasil merapal mantra pelindung. Karena terburu-buru tameng itu pecah dan menghantam kipas Hana. Terbakar. Hana beringsut mundur. Mengendalikan ratusan bunga api sakura. Kembali menghujani Amon.

Amon segera melesat, mengelak. Bunga-bunga ini berbahaya. Walau sekecil bunga, namun membakar. Amon berlarian mundur. Dikejar hujan bunga api sakura. Dia kembali mengulurkan tangan ke arah Hana. Merapal sihir api tingkat tinggi.

Hana lebih siap, membuat tameng pelindung dari bunga api sakura. Menahan tembakan puluhan bola api. Asap hitam mengepul dimana-mana, kipas bolongnya membuat pengendalian ratusan bunga api sakura berantakan. Satu bola api berhasil menembus tameng. Telak mengenai Hana. Daya armor proteksi berkurang deras, tersisa sepuluh persen.

Amon berteriak. Menerjang mendekat. Hana cepat mengendalikan sisa bunga api sakura. Menembaki Amon yang berlari cepat mendekat. Amon tidak menghindar, terus berlari. Daya armornya perlahan terkuras.

Satu langkah, tiga persen sisa daya armor Amon. Satu senti lagi pukulan Amon mendarat ke perut Hana. Sembari melangkah mundur, Hana tersenyum tipis. Berujar pelan ...

"桜の牢獄 (Sakura no rōgoku)"

Bunga mahkota sakura muncul, memakan tubuh Amon dari bawah. Bunga itu dari api. Membakar orang di dalamnya.

BLAR!

Amon keluar, dari kelopak bunga. Terpanggang. Seketika daya armor proteksinya habis tak bersisa. Pingsan.

Sebagian penonton berdecak kagum. Miko jepang itu ternyata kuat. Padahal Minggu lalu dia selalu kalah. Hana melempar senyuman hangat ke seluruh penonton. Membungkuk pelan. Membuat hati kaum Adam berdesir.

"Fantastis! Satu lagi sudah tereliminasi! Dengan ini, Hana memasuki ronde selanjutnya! Tolong evaluasinya, Professor."

"Pertarungan hebat. Ternyata selama ini kau selalu menyembunyikan trik itu Hana. Mengapa kau melakukannya?" Jianying bertanya pada Hana yang masih berdiri di tengah lapang. Sebuah mik kecil terbang ke arahnya. Hana mengambilnya.

"Karena saya tidak terlalu bisa mengendalikannya Professor. Saya ucapkan terima kasih atas sarannya Minggu lalu Professor. Karena itu saya semakin bisa mengatur pengendalian mana saya." Hana membungkuk hormat pada Jianying yang di atas tribun khusus.

Jianying tersenyum tipis, mengangguk.

"Kerja bagus Hana, silahkan kembali ke ruang istirahat. Pertahankan untuk pertarungan selanjutnya."

Seruan murid-murid lelaki bergema. Yang membuat reflek Hana menatap mereka sadis.

"Hana! Jadilah pacarku!" teriak seseorang entah dimana.

"Hana! Bakar tubuhku!" timpal yang lain.

"Hana! Injak-injak aku!" seru yang lain lebih gila. Membuat murid gadis menoleh heran plus jijik.

"Hahaha, murid-murid laki di Akademi ini lucu. Kamu sudah siap Moza?" Anna mengelus kucing besarnya. Dijawab anggukan dan gerungan. Iya!

Hunter Tamer itu sudah bersiap, menunggu di lorong. Hana sudah kembali, begitu juga Amon yang masih tak sadarkan diri. Rambut putih Amon berdiri tegak. Runcing. Efek terpanggang.

"Selanjutnya Anna dan Sizhu."

"Ayo Moza! Kita kalahkan anak pengguna tongkat kayu itu!"

"Meong!"

Melangkah masuk ke dalam arena ...

***

1
Story
Kok jadi POV 1🤔
Story
yang benar harusnya bergeming. 🤔
Ayanagi Souma: bergeming = tidak bergetar atau bergerak kecil

tak bergeming = bergerak atau bergetar kecil

source dari gugel
total 1 replies
🇮  🇸 💕_𝓓𝓯𝓮ྀ࿐
gak nyangka baca sampai sini😅
Ayanagi Souma: terima kasih sudah membaca, semoga terhibur~
total 1 replies
Filan
udah jasad masih bisa mati juga hehe
Filan
jangan2 ga ada yg baca pesan dia wkwkwk...
Filan
emang bawa2 HP terus semua orang? Ada waktu ngetik daripada ngomong?
Ayanagi Souma: ponsel si Kai punya fitur voice changer, jadi ketikan dia bisa bersuara
total 1 replies
erlis nia★🎀
bagus bang..jngn lupa mampir yeah
Ceritera ini mirip-mirip sama inuyasa, ya gak sih?
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
apakah serigala nya kuat
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
kayak tulisan jepang bagus/Facepalm/
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
hadir bang.bagus novel nya
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
bahasa Korea ya/Doubt/
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
ngeri nya
Ayanagi Souma
Sizhu kan orang tampan dan pendiam😁👍
Filan
Dan bagaimana bisa dia terlihat ga kesakitan?
Filan: iya sih
total 2 replies
Filan
Dalam keadaan seperti itu bagaimana bisa ttp datar? /Sweat/
leasiee~。
hai kak aku mampir... yukk mampir juga di novel' ku jika berkenan 😊
Dian
Lanjut thor semangat 💪🏻
off
jadi apa yang dimaksudnya Aamon?
off
wkwkwkw kayak merasa deg deg degan lagi
/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!