21+..
Cerita ini hanya halu Author semata. jika ada yg Positif diambil jika tidak hanya untuk hiburan saja.
.......
Bagaimana kalau aku mencintai Pria yang akan menikahi Saudari Kembarku?
Itulah pertanyaan yang terus bergelut dipikiran Cleovis Apulla Ivander, seorang wanita yang begitu cantik bak Dewi Kesempurnaan tapi ia tak beruntung dalam urusan KASIH dan CINTA.
Semua orang menganggapnya wanita liar dan Nakal tanpa tahu apapun dan kenapa Cleo bisa seberandal itu.
Rasa dengki itu muncul hingga Cleo melakukan kesalahan besar dengan mengubah Identitasnya menjadi Saudari Kembarnya Clara si cupu yang begitu pendiam dan lembut.
Namun, Disaat kebahagiaan itu ia raih dalam Pernikahaannya bersama sang suami hingga mendapatkan seorang putra, Cleo harus hancur karna masa lalu datang hingga membuat hidupnya tak berbersisa. Suami yang ia Cintai malah berbalik membencinya mendarah daging.
"Kau tahu, Impian terbesarku adalah melihatmu mereggang nyawa dihadapanku!"
"Ma..Maaf!"
Satu kata yang hanya bisa lolos dari linagan air mata yang mengalir mendengar ucapan menyakitkan itu. hingga suatu saat Cleo sudah pasrah hingga ia ingin memperbaiki segalanya.
"Hanya ini yang bisa ku lakukan untukmu!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecemburuan Zanu!
Zanu terkejut melihat sesosok Pria bertubuh tinggi nan gagah berlari memeluk Cleo yang juga mematung ditempatnya, tangan Zanu terkepal melihat 2 laki-laki lagi yang datang dari Pintu masuk sana seraya mendekap tubuh Cleo leluasa bahkan Cleo tak melawan sama sekali.
"Siapa yang membiarkan kalian masuk ke Kediamanku???"
"Aku!"
Zanu menatap bingung Kakek Song yang turun dengan Bastian yang juga kelayapan menamplok kemanapun, Zanu lansung menyonsong kedatangan Kakek Song yang hanya diam melihat Cleo di Peluk 3 Pria berbeda Pahatan Fisik itu.
"Kek! siapa mereka? dan kenapa dia seenaknya memeluk wanita itu?"
"Siapa yang berani melukaimu, ha? katakan padaku, Sayang!"
"Apa katamu?"
Zanu ingin memukul Kemal namun ia ditarik Bastian untuk menjauh membuat mereka semua sungguh bingung tapi Keluarga Ivander tahu kalau 3 manusia ini Teman Club Cleo yang setia.
"Apa disini tak ada lagi Hotel hingga Para Priamu berani datang kesini?"
"Hey, Tua Bangka!!"
"Rey!"
Cleo mencengkal tangan Reychal yang sangat emosi mendengar ucapan Tuan Frenico yang tak ada sopan-santunya, ia adalah pemuja penggemar berat Cleo dan ia tak suka Pujaan hatinya dikatai seperti itu.
"Lalu kalian mau apa, ha? kalau ingin menikmati tubuhnya jangan disini! bila perlu bawa dia pergi ke Neraka sana!"
"Percaya diri sekali kau mau masuk Surga! Kami yang akan menarikmu ke Neraka kalau kau mati!"
"Yah, Mudah-Mudahan kau mati tersedak sendok makanmu itu!"
Maki Martin dan Reychal membabi-buta membuat Kakek Song tertegun tapi Cleo hanya memiringkan sudut bibirnya karna ia hanya bahagia melihat 3 Teman karibnya sudah datang setelah bertahun tak bertemu.
"Kalian memang benar-benar..!!"
"Jangan merusak Suasana pagiku!"
Kakek Song yang duduk di Kursi makannya seraya menatap tajam Tuan Frenico yang lansung duduk dengan kasar karna ia tak bisa melawan kalau sudah Tua Bangka ini berbicara.
"Sayang! dia Putra kita?"
"Dia Putraku!!"
Sambar Zanu tak terima namun Kemal hanya masa bodoh, ia menggendong Baby Zeen yang tampak heran tapi tangan mungil itu meraba Pipi dan dagu Kemal yang ada kumis tipisnya mengundang perhatian otak polosnya.
"Sayang! aku bawa makanan kesukaanmu, kau pasti belum sarapan!"
"Hm, Ayo!"
"Kalian kemana, ha?"
Zanu menghalangi Cleo yang ingin melangkah pergi membuat Martin menggeram, ia sudah tahu segalanya dari Bastian kalau Cleonya terluka tapi tak tahu sebabnya apa yang jelas mereka beritiga menyimpulkan kalau ini berakar dari Tuan Tampan tapi tak berguna ini.
"Apa urusannya denganmu? aku sangat merindukan Kekasihku!"
"Kau memang brengsek!!"
"Sayang!"
Clara berlari menarik Zanu yang menatap geram Kemal yang seenaknya saja memeluk Cleo yang diam, tatapan Zanu semangkin muak menatap Cleo penuh bara api kecemburuan bahkan wajah putih pria itu sudah merah meradang.
"Urus Istrimu! jangan sampai dia ku jual!"
Ketus Martin memboyong Cleo untuk pergi dari Lantai ini, jiwa pedaggangnya lansung meruak menatap Clara, sepertinya wanita itu bisa ia jual dijadikan pelayan di Clubnya.
"Sayang kau..!"
"Lepas!!"
Zanu menyentak kasar tangannya dari peggangan Clara, dadanya sudah bergemuruh melihat itu semua bahkan rasanya tak bisa ia kendalikan lagi.
"Kenapa Kakek malah mengundang mereka? ha!"
"Memangnya kau kenapa? Mereka itu orang-orang terdekat Cleo, biarkan mereka bersama melepas kerinduan!"
"Kek! tapi itu laki-laki dan Cleo itu perempuan, mereka bisa sana melakukan hal lebih!"
"Itu haknya, bukan urusanmu!"
Zanu lansung mengusap wajahnya frustasi seraya menyambar Tasnya dan melangkah pergi dengan Clara yang berlari kecil menyusulnya, Zanu tak memlerdulikan teriakan Clara yang memanggilnya.
"Sayang!! Sayang kau belum makan!"
"Aku tidak lapar!"
Suara Zanu terkesan geram dan sangat emosi hingga ia masuk kedalam Mobilnya dengan Bastian yang mengemudikan benda itu Stabil menuju gerbang utama, Bastian terus menatap wajah Tuannya yang meradang marah dan tampak tak tenang selalu menatap kebelakang.
"Apa yang akan mereka lakukan? apalagi wanita itu! dia sudah punya seorang Putra tapi masih saja membiarkan Pria lain masuk!"
"Tuan! maklum mereka sudah kenal lama!"
Degg..
Zanu lansung tercekat dengan rasa panik yang menggerorogoti dadanya, wajahnya tampak pucat menatap kebelakang lalu menatap Bastian yang hanya diam dengan Kontrol raut wajahnya.
"Ke..Kenal lama?"
"Iya, Tuan! Mereka bertiga itu Teman dekat, bahkan sangat dekat hingga Nona Cleo tak canggung lagi!"
"Ti..Tidak bisa, mereka tidak bisa seenaknya saja menyentuh wanita licik itu!"
"Putar balik!"
"Apa?"
Tanya Bastian menghentikan mobilnya menatap Zanu yang tampak gelisah ditempat duduknya, Pria tampan itu kusut dan sangat khawatir.
"Kenapa. Tuan?"
"Ponsel! Ponselku ketinggalan di kamar!"
"Tapi yang anda pe..!"
"CEPAT!!!"
"Baiklah, Tuan!"
Bastian pasrah membelokan kemudinya kembali, padahal Ponsel itu ada dipeggangan Zanu yang jelas pria itu gunakan untuk melihat Kontak Nonanya.
........
Sedangkan didalam kamar tamu sana, 3 Pria dengan raut cemasnya itu tampak memeriksa luka di lengan Cleo yang sudah di Parban rapi dan sangat teliti, mereka tak menyangka Cleo senekat ini tanpa mau melibatkan mereka.
"Cel! kau angap aku apa? kau tega pada kami!"
"Iya. Cel! seharusnya kau tak berkelahi sendirian!"
Mastin dan Reychal yang begitu tak enak hati, apalagi Kemal karna disaat Clara hilang dulu mereka masing-masing mendapat masalah pribadi hingga tak sempat mencari wanita itu.
"Kalian kemana saja? sudah lama tak menghubungiku!"
"Maafkan aku, Sayang! Saat itu Clara menghilang setelah kau pergi ke Amerika ini. dan disaat yang sama Keluargaku di Turki membutuhkan aku karna Momy Sakit!"
"Iya, Cel! dan kau tahu, secara kebetulan Clubku mengalami masalah dengan Pihak pemerintah hingga aku harus mengurus beberapa anggota Club yang ditahan di Penjara!"
Sambung Martin menimpali alasan Kemal yang benar adanya, mereka seakan ditimpa kesialan dihari dan diwaktu yang sama membuat Cleo terdiam mendengarnya.
"Sayang! kau marah padaku?"
"Kalian mengalami hal yang sama diwaktu yang sama?"
"Iya!"
Jawab mereka bertiga serempak sementara Kemal memangku Baby Zeen yang bermain diatas Pangkuannya, Cleo terdiam sesaat memikirkan suatu jalan.
"Berarti kalian di jebak!"
"Apa??"
Cleo mengangguk menatap Martin dan Reychal bergantian karna ia yakin ini sudah direncanakan dengan matang hingga semuanya berjalan sesuai rencana si dalang masalah.
"Begini, Kemal pergi ke Luar Negeri karna Mamanya sakit, dan Clubmu bermasalah membuat Reychal harus membantu dan kalian tak bisa lagi mencari Clara atau memantau situasi!"
"I..Iya tapi..tapi siapa yang melakukan ini?"
"Itu yang masih menjadi Misteri! malam itu aku bertemu seorang pria yang tak dikenal tapi dia berencana menghabisi, Zanu! dan pasti ini semua ada hubungannya dengan Keluarga Dewantara!"
Mereka lansung berfikir keras, jika disini nyawa Zanu yang terancam berarti musuh bukan dari pihak Cleo tapi memang orang-orang yang membenci Zanu dari lama.
"Semua pelayan, penjaga di Kediaman atau anggota suruhan disemua penjuru tak ada yang memihak, Zanu!"
"Dan itu artinya orang yang menjadi dalang dari semua ini adalah orang dalam, begitu?"
"Yappp!!"
Cleo menepuk paha Kemal yang menebak monyet tapi itu sudah diduga Cleo sejak lama. tapi ia tak bisa bergerak leluasa karna ia punya Putra.
"Apa Kakek Song?"
"Ha?"
"Tapi bisa saja orang baik seperti dia itu bermata harimau!"
Ucap Martin menduga, ia memang orang yang tak bisa percaya pada siapapun kecuali mereka berempat apalagi selama ini Kakek Song hanya diam padahal dia punya Anggota sangat banyak.
"Iya, Sayang! Dia kan seorang Pemimpin Dinasty yang memiliki berbagai bawahan, mustahil bagi dia tak menemukan pelakunya dan hanya diam begini!"
Cleo berfikir sesaat menatap Kemal yang sangat gemas pada Baby Zeen yang menyukai bulu-bulu tipis dipipinya itu hingga Cleo lega Putranya tak kesepian lagi.
"Tapi apa mungkin dia..!"
"Ehmm!"
Cleo terkejut saat melihat sesosok pria yang tadi menuai perkelahian dilantai meja makan tadi sekarang sudah berdiri diambang pintu menatap tajam Cleo dengan geram dan panas.
"Apa tak sekalian berbincang didalam selimut?"
"Rencananya begitu, tapi kau sudah ada disini, Tuan!"
Kesal Kemal menatap sinis Zanu yang mengepalkan tangannya kuat, ia baru saja melarikan diri dari Bastian yang ia suruh mencari Jam Tangannya yang lama, padahal benda itu sudah ia buang entah kemana agar waktunya tak terganggu.
"Kenapa kau kesini?"
"Putraku! Ada Putraku disini!"
Zanu mendekat kearah Cleo yang hanya diam duduk di tepi ranjang tanpa menatap Zanu yang merampas cepat Baby Zeen dari pangkuan Kemal, bisa gawat kalau putranya nyaman dengan para pria ini.
"P..Papa!"
"Iya, Baby!"
Kemal dan Martin saling pandang kesal saat Zanu malah duduk disamping Cleo bahkan pria itu merapatkan tubuhnya membuat Kemal bergeser hampir jatuh ke lantai.
"Kau kenapa masih disini?"
"Putraku, kau mau apa, ha?"
"Yasudah, bawa putramu keluar kalau begitu!"
Sewot Kemal berdiri memandang geram Zanu yang hanya diam memangku Baby Zeen yang memainkan Dasi Papanya, Cleo hanya diam menghela nafas berat melihat kelakuan Zanu yang terkadang membuat ia geli dan bingung.
"Bawa Baby keluar!"
"Dia mau disini. iyakan, Nak?"
Zanu melototkan matanya pada Baby Zeen yang mengangguk cepat membuat Martin dan Reychal hanya membelo saja, sudah jelas dia bapaknya dan pasti anaknya akan patuh saja.
"Lalu bagaimana dengan Pekerjaanmu? ini sudah siang!"
"Ohh, Jadi kau melarangku bermain dengan Putraku, begitu?"
"Bukan begitu, Zanu! aku tak ingin disalahkan lagi karna membawamu kesini, Istrimu bisa marah!"
Zanu mengeraskan wajahnya menatap tajam Cleo yang hanya acuh malah bersandar ke bahu Kemal yang sudah duduk disampingnya membuat Zanu semangkin dilanda kepanasan.
"Baiklah, aku akan bekerja! tapi aku harus membawa. Baby!"
"Apa?"
"Iya, dia Putraku aku ingin setiap saat bersamanya, apa aku salah?"
Cleo menatap aneh Zanu yang masa bodoh berdiri seraya menatap licik Kemal yang hanya membelo jengah saja.
"Biarkan saja, Sayang! kau bisa memberi Babymu Susu dari Dot saja!"
"Apa bisa?"
Mendengar itu Zanu lansung memutar otak, ia tak akan pernah sudi meninggalkan para Pria hidung belang ini bersama Cleo.
"Bisa, Sayang! biarkan dia membawa Baby dan kita bisa bersenang-senang!"
"Ehmm!"
Zanu berdehem menyita perhatian Cleo yang menatap punggung kekar Zanu yang melangkah pelan keluar.
"Sesuai penelitian. Air Susu Ibu itu lebih baik dari apapun untuk bayinya!"
"P..Papa!"
"Iya. Baby! Papa benar dan sangat tahu itu, bahkan Papa yang menelitinya!"
Melihat semua itu Cleo lansung berdiri menatap datar teman-temannya yang lansung pasrah, Zanu memang punya cara sendiri menundukan singa betina mereka ini.
"Aku heran! Pria itu memang aku-akui sangat tampan bak Anime Cina tapi aku tak suka dengan cara bicara dan sikap lembeknya!"
"Huss!! Cleo bisa murka kau mengatai kekasihnya begitu!"
Ucap Reychal pada Kemal yang hanya membelo jengah saja, hatinya kesal melihat Zanu yang begitu jauh dari kata Licik malah memenangkan hati wanita sempurna itu.
.....
Vote and Like Sayang..
sprt biasa, ceritanya selalu bagus, gak keduga konfliknya 👍👍👍👍😍😍😍