NovelToon NovelToon
PERNAK PERNIK KEHIDUPAN

PERNAK PERNIK KEHIDUPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Bullying dan Balas Dendam / Horor
Popularitas:857
Nilai: 5
Nama Author: Aris Tea

Danil Dwi Cahya, 16 tahun, lulus SMP dengan prestasi gemilang. Namun, ia tak bisa lari dari "Pernak-Pernik Kehidupan" yang keras: kemiskinan, pengkhianatan masa lalu sang ayah, dan beban mengangkat harga diri keluarga.

Hatinya makin rumit saat Ceceu Intan Nuraini, sahabat sekaligus cinta tak terucapnya, rela berkorban segalanya. Di tengah dilema merantau atau bertahan, Danil harus menghadapi intrik desa, mitos seram, dan bahaya dari majikan "buaya darat" Ceceu.

Akankah ia menemukan jalan keluar dari jeratan takdir dan cinta? Atau justru terhanyut dalam 'pernak-pernik' kehidupan yang tak terduga? Baca kisah perjuangan Danil dalam PERNAK-PERNIK KEHIDUPAN

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

Panggilan telepon di ponsel Juliana langsung mati setelah suaminya dan para pelayan serta pengawal datang menghampirinya.

" Sayang ada apa?" Suami bertanya, sang istri tampak diam menatap ke arah ponsel dengan tubuh bergetar hebat dan keringat perlahan lahan bercucuran.

" Sayang.................... Ada apa? Coba bicara padaku.?" Suami kembali bertanya namun kini mulai menggoyangkan tubuh nya.

" Pih...................." Panggil Juliana dengan ragu.!

" Iya sayang ada apa kenapa kamu ketakutan begitu.?"

Apakah aku harus memberitahukan tentang barusan yang menelepon ku, namun ucapan dan permintaannya itu jelas memintaku datang dengan seorang diri, apakah itu berkaitan dengan Prediansyah, yaa Allah aku harus bagaimana.?" Juliana berpikir dalam otaknya.

" Pih, barusan mami ada yang menelepon, katanya Prediansyah sudah mati. Hiks..... Hiks....." Sang istri hanya bisa berbohong dan berakting di depan suami dan para pelayan nya itu.

Maafkan aku pih, bila aku berbohong dan berkata begitu, tujuannya mami bukan itu namun ingin membuktikan seandainya itu benar yang menelepon itu di suruh oleh Prediansyah, berarti sangat ini Prediansyah tidak ingin bertemu dengan siapapun dan hanya ingin bertemu dengan mami saja.

" Bohong itu sayang, mana coba nomornya, biar papi telepon balik, jika itu benar seseorang menelepon dan mengabarkan bahwa anak kita telah mati, itu mungkin tujuannya untuk mengacaukan keluarga kita dan itu menjadi titik kartu as bagi pihak lawan." Terang Irwansyah meminta ponselnya, sang isteri pun memberikan nya lalu menunjuk ke arah panggilan telepon yang baru saja menelepon nya.

Ada rasa kebimbangan saat ini di hati Juliana setelah suaminya berkata begitu, sesuai dengan langkah suaminya yang mempunyai perusahaan dan orang paling kaya di negaranya tidak bisa di pungkiri bahkan bakal banyak musuh yang mengincar keluarganya itu, selain itu dengan hilangnya anak yang di andalkan itu bisa jadi di jadikan kesempatan dan mengambil peluang sedikit pun dengan memanfaatkan kelengahan nya ini.

Terlihat beberapa kali sang suami menelepon balik ke ponsel yang sempat menelepon ponsel istrinya, namun lenguhan kasar tampak terasa oleh istrinya dengan aura nafas kasar yang keluar tak beraturan.

" Nomor hp nya tidak aktip, mungkinkah kah dia sedang menelor mami." Irwansyah berkata seraya mengembalikan lagi ponselnya pada sang istri.

" Mami jangan melamun dan berpikiran yang enggak enggak, acuhkan saja, dan ayo kita masuk tak baik melamun di waktu senja, nanti kesambot hantu edan." Irwansyah mengajak istrinya untuk masuk ke dalam rumah.

Sementara di ujung sana seseorang yang baru saja menelepon ke nomor Nyonya dari Tuan Irwansyah itu langsung mematikan ponselnya setelah mendengar dari dalam layar telepon ada suara kepanikan terdengar olehnya, dan itu juga isyarat kode di berikan oleh pemuda yang duduk di hadapannya bersama dengan gadis muda berwajah alami.

" Bang kenapa langsung di matikan ponselnya, bukankah Abang yang menyuruh telepon Zaki dan memberitahukan pada Ibu Abang untuk menemuinya sendiri.?" Wanita muda di sampingnya bertanya keheranan.

" Iya namun, setelah mendengar suara suara dari para pelayan dan papi ku menghampiri mami ku, itu akan memancing rasa penasarannya, itu belum waktunya aku bertemu dengan papi ku, karna wajah ini masih terlalu malu untuk bertatap muka langsung karna sesuatu dosa yang Abang lakukan." Terang pemuda memberikan alasannya, pemuda itu yang tak lain adalah Prediansyah.

Setelah kembalinya dari kota, membeli obat obatan untuk kesembuhan pemuda yang di tolong oleh pak Kodir, dan sekedar untuk membeli charger agar ponsel Prediansyah bisa di cas untuk komunikasi ke depannya, Prediansyah bercerita panjang lebar pada Santi akan rencana ke depannya dan memberitahukan akan ada seseorang menemuinya hari ini juga, jadi dia minta tolong untuk di carikan seseorang yang bisa di percaya baik dari segi sosial atau pun pekerjaan.

Santi pun mengerti dan dia langsung menemui teman lelakinya yang satu sekolah waktu di SMP, serta kedua orangtuanya sangat baik, pas ketika turun dari mobil angkutan umum berjalan beberapa kilo meter, Santi pun menemui temannya itu yang tak lain Zaki.

Sosok pemuda sekaligus teman masa kecil atau masa remaja itu, mendengarkan penuturan dari Prediansyah dan dengan bantuan serta silat lidahnya Santi akhirnya mau membantu melakukan apa yang di inginkan oleh Prediansyah itu, Predi sendiri dengan senang sekaligus menantikan kedatangan dari orang kepercayaan menunggu di salah satu Saung yang berada di tengah luasnya sawah, namun mencakup jangkauan sinyal Telkomsel, jadi ia memutuskan untuk menunggunya di Saung itu bersama Zaki.

Santi sendiri dengan senang hati menemani Prediansyah sekaligus mengobrol, serta bercanda ria bersama Zaki, setelah sebelumnya menitipkan bahan bahan obat serta beberapa bungkus bakso pada adiknya Zaki untuk di antarkan ke rumahnya seraya menitipkan pesan pada ibunya, bahwa ia dan Prediansyah sedang menunggu kedatangan tamu dari kota besar.

" Zaki, terima kasih ya, untuk selanjutnya kamu ganti nomor telepon itu, dan apakah nomor kamu yang di pakai itu sudah lama?" Prediansyah bertanya.

" Belum Bang, ini nomor baru satu bulan aku pakai, memang nya kenapa Bang?" Zaki penasaran dengan pertanyaan dari seseorang yang di bawa oleh Santi.

" Gak kenapa napa? Masalah nya aku gak enak kalau nomor dah lama, terus suruh di buang di ganti dengan nomor baru begitu Zaki." Prediansyah memberikan alasannya, pemuda di hadapannya manggut-manggut mengerti tentang alasan yang di uraikan nya.

Santi menyela obrolan mereka, bahkan membukakan aib teman nya itu." Abang gak usah merasa khawatir, si Zaki itu penjahat wanita, kerjaannya merayu wanita dan sesudah jatuh dalam pelukannya ia lari dan semua kontaknya di hapus bahkan nomornya saja suka gunta ganti. Hahahaha." Santi tertawa terbahak bahak.

Zaki mengerenyitkan dahinya, kesal aibnya di umbar oleh temannya itu." Sialan kau San."

" Hehehehe...... Santai..... Santai Zak, emang itu kenyataan nya kan. Teman aku Sania jadi korban kamu hingga nangis tiga hari tiga malam.!

" Aisssss.......... Udah ahk jangan bahas si Sania, jantung ini selalu bergetar hebat dan hatiku sakit." Zaki mengeluh, membuat dahi Prediansyah berkerut.

" Kenapa gitu Zak.?" Prediansyah bertanya, namun jawaban dari pertanyaan itu di dapatkan dari mulut Santi.

" Dia di tinggal kawin Bang. Hahahaha hahahaha.!

Tawa puas terdengar pilu di hati Zaki, jika mengingat percintaan dengan tetangga kampung sebelah nya, itu ketika waktu itu sama sama merujuk kembali benang yang kusut berjanji untuk hidup mati, tiba tiba Sania di jodohkan oleh orang tuanya dan itu menjadi rasa trauma mendalam bagi nya.

Prediansyah menatap sendu wajah Zaki, ada rasa iba yang di rasakan saat ini oleh pemuda berusia 20 tahun itu." Kenapa kamu tidak memperjuangkan nya Zak.?"

" Apalah daya Bang, perbedaan keluarga ku dengan keluarga yang melamar Sania antara langit dan bumi, apalah diriku hanya seperti kunang kunang yang hidup di antara rumput rumput liar yang enggan setiap makhluk memandangnya bahkan dengan secara kasar menginjaknya.

" Hmph......... Sabar ada masanya dan buktikan bahwa kamu bisa membungkam orang orang yang merendahkan mu waktu itu." Prediansyah memberikan motivasi dan semangat pada pemuda di hadapannya itu.

" Iya Bang." Singkat Zaki menjawabnya namun ada raut wajah yang tak percaya bahwa dia akan bisa membungkam mulut orang orang yang telah meremehkannya dan keluarganya, karna sadar keras nya hidup mencari uang.

" Kamu tenang.......................!

Ucapan Prediansyah terhenti ketika suara ponselnya berdering, ia tersenyum penuh arti ketika melihat seseorang di balik layar ponsel nya itu.

" Alex............ Sudah sampai mana kamu saat ini.?" Prediansyah langsung bertanya setelah menggeser layar ponselnya menjawab telepon masuk itu.

Bersambung.

1
Guru
aduhh kasian si zaki😭😭😭
Guru
💪💪💪💪💪💪 semangat ya
Guru
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Guru
ang ing eung
Guru
adu dukun nntinya hihihi
Guru
zaman sekarang gak ada kayak keluarga bu Iroh
Guru
siap untuk menguak tabir misteri
Guru
gass poll
Guru
hmmmmm alurnya semakin menarik
Guru
Waduhhh kok jadi endingnya bikin degdegan
Guru
Keren kata kata si mamang bijak
Guru
sip lanjut
Guru
Good niel💪💪
Guru
waduhhhhh
Guru
tetep aja niel cece akan melibatkan mu kamu di jadikan tameng
Guru
Sikat niel walaupun sahabat tapi menjerumuskan mah harus di matiin
Guru
waduh😭😭😭
Guru
emng begitu hidup di kampung
Guru
luar biasa
Guru
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!