Di dunia di mana takdir ditentukan oleh kemurnian akar spiritual, Wang Tian terlahir sebagai kutukan. Memiliki lima elemen dasar yang saling bertabrakan, ia dicap sebagai "sampah abadi" dan dibuang ke Perpustakaan Terlarang yang terlupakan. Namun, di balik debu sejarah, ia menemukan Sutra Kaisar Sembilan Unsur—sebuah teknik terlarang yang mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan berasal dari kemurnian, melainkan dari kekacauan primordial.
Demi mengubah nasib, Wang Tian menempuh jalan yang diharamkan: menghancurkan pusat energinya sendiri untuk membangun Pusaran Primordial yang mampu melahap segala elemen alam semesta. Dari murid pelayan yang dihina, ia bangkit menjadi anomali yang mengguncang tatanan langit.
Perjalanannya penuh darah dan pengkhianatan. Ia harus menyembunyikan kekuatannya dari 12 Klan Kuno yang angkuh dan 4 Sekte Penguasa Arah Angin yang mengincarnya sebagai ancaman dunia. Di tengah pelariannya, ia dipertemukan dengan empat wanita luar biasa—termasuk sang Ratu Kegela
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abai Shaden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20: Darah Naga dan Sumpah Persaudaraan
Mari kita lompat sejenak ke titik balik yang sangat krusial dalam perjalanan Wang Tian menuju puncak kekuasaan. Setelah pelariannya yang berdarah dari Kota Giok di Bab 15, Wang Tian telah menempuh perjalanan ribuan mil melintasi Gurun Kematian hingga tiba di sebuah wilayah yang terisolasi oleh badai petir abadi: Lembah Naga Terlupakan.
Langit di atas Lembah Naga Terlupakan tidak pernah berwarna biru. Awan hitam pekat bergulung-gulung, memuntahkan petir berwarna ungu yang menyambar pilar-pilar batu raksasa yang menyerupai tulang belulang naga purba. Wang Tian berjalan perlahan, jubah hitamnya kini compang-camping, namun auranya jauh lebih dalam dan tenang. Setelah sebulan bersembunyi untuk memulihkan diri dari efek Esensi Jiwa Langit, ia kini telah benar-benar mengonsolidasikan kekuatannya di Ranah Fondasi Tingkat 3.
Tiba-tiba, indra Pusaran Primordial miliknya bergetar hebat. Ada aroma darah yang sangat kuat—darah yang mengandung energi panas yang luar biasa, seolah-olah matahari telah tumpah ke tanah.
"Aura ini... bukan milik manusia," gumam Wang Tian.
Ia menggunakan Langkah Sembilan Bayangan untuk melesat menuju sumber aroma tersebut. Di sebuah kawah yang tercipta dari ledakan energi, Wang Tian melihat pemandangan yang mengerikan. Puluhan kultivator dari Sekte Pemburu Langit—sebuah organisasi tentara bayaran kejam yang bekerja untuk 12 Klan Kuno—sedang mengepung seorang pemuda.
Pemuda itu memiliki rambut merah membara dan sisik-sisik emas tipis yang muncul di sepanjang lengannya. Di punggungnya, terdapat luka menganga akibat tebasan pedang yang dilapisi racun penghancur naga. Meskipun sekarat, matanya yang berwarna emas vertikal tetap memancarkan keangkuhan yang tak tergoyahkan.
"Serahkan Inti Naga Sejati milikmu, Long Wei!" teriak pemimpin pemburu, seorang pria bermata satu di Ranah Fondasi Puncak. "Klan naga sudah punah seribu tahun lalu. Kau hanyalah sisa-sisa sejarah yang tidak berguna!"
Pemuda bernama Long Wei itu meludah darah, api kecil keluar dari mulutnya. "Bahkan jika aku mati, darah naga tidak akan tunduk pada anjing-anjing klan manusia!"
Saat pemimpin pemburu mengangkat pedangnya untuk memberikan tebasan terakhir, sebuah suara dingin membelah deru badai petir.
"Satu naga dikepung oleh puluhan anjing... Benua Tengah benar-benar telah membusuk."
Wang Tian muncul di tepi kawah. Kehadirannya yang tiba-tiba membuat para pemburu tersentak.
"Siapa kau?! Jangan ikut campur jika ingin hidup!" ancam si pria bermata satu.
Wang Tian tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya menjentikkan jari. Seketika, elemen Petir Primordial yang ia serap dari atmosfer lembah menyambar turun dari langit, namun bukan ke arahnya, melainkan menyatu ke dalam telapak tangannya.
"Mati," ucap Wang Tian singkat.
Ia melepaskan gelombang petir abu-abu yang menjalar di tanah kawah. Dalam satu kedipan mata, tiga puluh pemburu di bawah Ranah Fondasi langsung berubah menjadi abu. Pemimpin mereka mencoba menangkis, namun kekuatan Magnetisme Primordial Wang Tian menarik pedangnya hingga terlepas, dan sebuah tombak petir menembus dadanya sebelum ia sempat berteriak.
Suasana menjadi hening. Wang Tian berjalan mendekati Long Wei yang sudah pingsan karena kehilangan banyak darah.
Penyembuhan dengan Kayu Primordial
Wang Tian melihat kondisi Long Wei. Racun penghancur naga itu telah mencapai jantungnya. Orang biasa pasti sudah mati, namun daya tahan tubuh naga menahannya sedikit lebih lama.
"Kau beruntung bertemu denganku," bisik Wang Tian.
Ia duduk bersila di belakang Long Wei, meletakkan kedua tangannya di punggung pemuda naga itu. Wang Tian memanggil elemen Kayu Primordial (untuk regenerasi) dan elemen Air Primordial (untuk membasuh racun). Di dalam Dantian Wang Tian, Pusaran Primordial bekerja keras memisahkan partikel racun dari sel darah naga yang murni.
Proses itu memakan waktu tiga jam. Cahaya hijau dan perak menyelimuti mereka berdua di tengah badai. Perlahan, sisik-sisik di tubuh Long Wei mulai bersinar kembali, dan luka di punggungnya menutup dengan kecepatan yang kasat mata.
Saat fajar menyingsing di balik awan badai, Long Wei membuka matanya. Ia merasakan energi yang sangat murni dan asing mengalir di nadinya—energi yang terasa lebih tua dari sejarah klan naga itu sendiri.
Sumpah Persaudaraan
Long Wei bangkit berdiri, menatap tumpukan abu para pemburu, lalu menatap Wang Tian yang sedang bermeditasi. Ia berlutut di depan Wang Tian, bukan karena takut, tapi karena rasa hormat yang mendalam.
"Kau menyelamatkan nyawaku dan menjaga kehormatan darah nagaku," ucap Long Wei dengan suara berat. "Siapa namamu, Manusia Luar Biasa?"
"Wang Tian," jawab Wang Tian sambil membuka mata. "Aku tidak menyelamatkanmu karena kau naga. Aku menyelamatkanmu karena aku benci melihat yang kuat menindas yang lemah dengan cara pengecut."
Long Wei tertawa keras, tawa yang menggetarkan dinding kawah. "Wang Tian! Kau memiliki jiwa yang lebih liar dari naga mana pun yang pernah kusebutkan dalam sejarah klanku. Aku, Long Wei, keturunan terakhir dari Klan Naga Emas, bersumpah di bawah langit petir ini..."
Long Wei melukai telapak tangannya sendiri dengan kuku tajamnya, membiarkan darah emasnya menetes ke tanah. "Mulai hari ini, hidupku adalah milikmu. Kau bukan lagi manusia biasa bagiku. Kau adalah saudaraku. Darah naga dan energi primordialmu akan menyatukan dunia ini!"
Wang Tian menatap Long Wei. Selama ini ia selalu berjalan sendiri di jalan kegelapan. Namun, ia melihat ketulusan yang membara di mata Long Wei—sesuatu yang tidak ia temukan pada klan manusia.
Wang Tian juga melukai tangannya, mencampurkan darahnya dengan darah emas Long Wei. "Maka mulai hari ini, kita adalah saudara. Siapa pun yang menyentuhmu, akan berhadapan dengan murka primordialku."
BOOM!
Petir raksasa menyambar pilar batu di dekat mereka, seolah-olah alam semesta sendiri menyaksikan sumpah tersebut.
"Kakak Tian!" Long Wei menyeringai, menunjukkan taring kecilnya. "Sekarang, karena kita sudah bersaudara, izinkan aku membawamu ke Makam Pedang Naga. Di sana tersimpan senjata yang hanya bisa dicabut oleh mereka yang memiliki restu naga... dan aku merasa, pedang itu telah menunggumu selama sepuluh ribu tahun."
Wang Tian tersenyum tipis. Perjalanannya baru saja mendapatkan sekutu yang paling menakutkan di benua ini. Dengan seorang keturunan naga di sampingnya, 12 Klan Kuno kini benar-benar harus mulai menghitung hari kematian mereka.
Statistik Bab 20:
Karakter: Wang Tian, Long Wei (Saudara Angkat/Klan Naga).
Lokasi: Lembah Naga Terlupakan.
Pencapaian: Menyelamatkan keturunan naga terakhir, mendapatkan sekutu terkuat pertama.
Status Kultivasi: Wang Tian (Fondasi Tingkat 3), Long Wei (Ranah Fondasi Tingkat 5 - Tersegel).
Elemen: Integrasi darah Naga meningkatkan ketahanan fisik Wang Tian.
jalur kultivasi lebih panjang,adegan baku hantam,,,,tar kita bikin dia berdarah