Nathan Han yang mengejar ambisinya sehingga mengabaikan tunangannya. Pada hari ia terpilih sebagai pemimpin organisasi terbesar di kota itu, tunangannya, Calista Li, ditemukan terjun ke laut dan dinyatakan meninggal. Tanpa pesan. Tanpa alasan.
Lima tahun kemudian, Nathan Han menjadi pemimpin yang ditakuti. Dingin dan tanpa belas kasihan. Suatu malam, saat ia diburu musuh, ia bertemu dengan seorang gadis. Wajah gadis itu sangat mirip dengan Calista yang telah mati.
Siapakah gadis itu sebenarnya? Dan apakah Nathan akan mencintai gadis yang begitu mirip dengan tunangannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Keesokan harinya.
Di perusahaan Nathan.
Siang itu, Nathan duduk di kursinya, fokus menatap dokumen di meja kerja. Suasana ruangan tenang, hanya terdengar suara kertas yang dibalik.
Pintu diketuk.
“Tuan,” ucap Marcus sambil melangkah masuk. “Kami sudah menemukan riwayat Nona Calista selama lima tahun ini.”
Nathan langsung mengangkat pandangannya.
“Lanjutkan.”
Marcus menyerahkan berkas di tangannya. Nathan membukanya dan mulai membaca dengan saksama.
“Nona Calista pertama kali ditemukan oleh warga desa di tepi pantai dalam kondisi kritis,” jelas Marcus. “Tubuhnya penuh luka dan tidak sadarkan diri.”
Tatapan Nathan langsung berubah.
“Warga desa kemudian membawanya ke tempat tinggal Amey Fu,” lanjut Marcus. “Kebetulan saat itu Dokter Calvin Chu sedang berada di desa untuk mengunjungi ibunya.”
Nathan membaca lebih cepat.
“Melihat kondisi Nona yang sangat parah, mereka langsung merawatnya secara darurat. Setelah itu, Dokter Chu membawa Nona ke kota pada malam yang sama untuk penanganan lebih lanjut.”
Marcus berhenti sejenak sebelum melanjutkan.
“Selama masa koma, semua perawatan ditangani langsung oleh Dokter Chu. Biaya dan kebutuhan juga ditanggung olehnya.”
Nathan menatap bagian laporan medis.
“Benturan keras di kepala…” gumamnya pelan. “Kehilangan ingatan…”
“Benar, Tuan,” jawab Marcus. “Dokter memperkirakan ingatannya bisa kembali, namun tidak bisa dipastikan kapan.”
Nathan kembali membaca tanpa bersuara.
“Setelah sadar, Amey Fu membawa Nona kembali ke desa untuk dirawat,” lanjut Marcus. “Mereka khawatir keselamatannya terancam, apalagi Nona tidak mengingat apa pun tentang dirinya.”
Ruangan menjadi hening.
“Setelah kondisi Nona stabil, Dokter Chu mulai mengajarkan dasar-dasar ilmu medis,” tambah Marcus. “Hingga akhirnya Nona bekerja di klinik dekat desa, lalu pindah ke rumah sakit di kota.”
Nathan menutup berkas itu perlahan.
Semua kini jelas.
“Calista…” gumamnya lirih.
Tatapannya perlahan mengeras.
“Selama lima tahun… kau hidup seperti orang lain.”
Marcus masih berdiri di depan meja, raut wajahnya serius.
“Yang menjadi pertanyaan adalah… bagaimana bisa kartu pengenal Nona berada pada jasad yang kita temukan saat itu?” tanyanya. “Apakah Nona mengenalnya… atau hanya kebetulan?”
Nathan terdiam sejenak.
Namun kemudian ia menutup berkas di tangannya.
“Tidak penting lagi,” jawabnya dingin. “Calista masih hidup. Itu yang paling penting.”
Marcus mengangguk pelan.
Nathan kembali mengangkat pandangannya.
“Bagaimana dengan kemampuan medisnya? Dan lingkungan di sekitarnya?”
Marcus langsung menjawab, “Nona sangat berbakat, Tuan. Terlebih karena dibimbing langsung oleh Dokter Calvin Chu yang merupakan dokter profesional.”
Ia melanjutkan, “Saat ini Nona bekerja sebagai staf administrasi di rumah sakit. Namun dalam kondisi tertentu, ia juga membantu sebagai perawat jika tenaga medis kurang.”
Nathan terdiam sejenak, seolah memikirkan sesuatu. “Marcus.”
“Ya, Tuan.”
“Besok kita ke rumah sakit,” ucap Nathan tenang.
Marcus sedikit mengernyit. “Untuk memeriksa luka Anda?”
Nathan tidak langsung menjawab.
Tatapannya berubah dalam.
“Aku ingin melakukan sesuatu,” lanjutnya pelan.
“Tuan… lalu bagaimana dengan rencana perjodohan Anda dengan Nona itu?” tanyanya hati-hati.
Nathan tidak langsung menjawab.
Tatapannya tetap lurus ke depan, dingin dan penuh perhitungan.
“Tidak perlu dilanjutkan,” ucapnya akhirnya. “Aku sudah tahu harus berbuat apa.”
Ia berhenti sejenak.
Nada suaranya berubah lebih dalam. “Tapi sebelum itu… kita harus menyelesaikan urusanku dengan Liang Wei.”
Marcus mengangkat kepala sedikit.
“Agar tidak membahayakan Calista,” lanjut Nathan pelan.
Seketika, suasana terasa lebih berat.
Marcus mengangguk. “Tuan, mengenai Liang Wei… kami sudah menemukan alamatnya. Dia tinggal di sebuah apartemen elit.”
Nathan langsung menyipitkan mata.
“Liang Wei adalah orang penting dalam organisasinya,” ujarnya dingin. “Tidak mungkin tempat tinggalnya bisa ditemukan semudah itu.”
Marcus terdiam sejenak.
“Maksud Anda… ini jebakan?” tanyanya.
Nathan tersenyum tipis.
“Dia pasti tahu kalau aku sedang mencarinya,” jawabnya tenang. “Jadi tidak mungkin dia membiarkan musuhnya mengetahui lokasinya begitu saja.”
Ia berdiri perlahan dari kursinya.
“Kalau tebakanku tidak salah…”
Tatapannya mengeras.
“Dia justru berharap aku datang.”
Ruangan kembali hening.
Marcus menelan ludah.
“Lalu… apa yang akan kita lakukan, Tuan?”
Nathan melangkah pelan menuju jendela.
Sorot matanya dingin, namun penuh keyakinan.
“Kalau dia memasang jebakan…”
Ia berhenti.
Senyumnya tipis.
“…maka kita yang akan mengubahnya menjadi kuburannya.”
Marcus langsung menunduk.
“Siapkan orang-orang terbaik,” perintah Nathan.“Besok malam… kita yang datang menemuinya.”
Marcus melangkah mendekat.
“Tuan… bukankah ini jelas sebuah jebakan untuk kita?” tanyanya.
Nathan tidak langsung menjawab.
Beberapa detik hening.
“Kita turuti saja keinginannya,” ucap Nathan tenang. "Kita masuk ke dalam jebakan itu… dan menjadikannya kuburannya.”
dan semoga tidak menjadi korban lagi sebab musuh Nathan banyak
trus yang nolong Calista kerumah sakit itu siapa??
ckckck
apakah Calista korban juga dari james
btw apakah jims pelaku utama kekerasan terhadap Calista???
wah Nathan main halus ini
yang pertama ditemukan nelayan masih hidup
terus yang ditemukan polisi Calista Li
Apa identitas tertukar???