Persahabatan antara Icha dan Azkara harus kandas ditengah jalan? dengan satu kesalahan yang Icha buat hingga membuat hubungan mereka renggang.
Icha memendam rasa sayang dan cinta kepada sang sahabat tapi dia tidak berani mengatakannya itu? dia sadar siapa dirinya dan siapa azkara.
akankan Icha berhasil mengungkapkannya kepada sang sahabat?
akankah Icha akan mundur dan merelakan sang sahabat bahagia! dengan seorang wanita yang menjadi kekasihnya saat ini.
saksikan terus kisah cinta Icha kepada Azkara dan jangan lupa like,coment and subscribe ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwah ( AliMar ), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20
" Ck! azkara hanya bisa berdecak,melihat anggukan kepala dari kedua orang tuanya itu? mamah dan papah ini kenapa sih." ucap azkara bertanya kepada kedua orang tuanya itu.
sang papah yang mendengar suara dari sang putra hanya bisa berdehem sebelum menjawab pertanyaan sang putra.
" Ehm! begini maksud papah dan mamah,kamu tadi bilang lagi ada masalah? kalau boleh tau ada masalah apa yang tengah kamu hadapi saat ini,dan tidak seperti kamu yang biasanya dengan wajah kusut bak pakaian belum di setrika." jawab sang papah sedikit meledek kepada sang anak dan di akhiri dengan ketawa ringannya itu.
sang istri yang mendengar sang suami berbicara,tidak bisa tidak ikut tertawa juga.
azkara yang melihat kedua orang tuanya ketawa hanya memutar kedua matanya malas,untuk menanggapi ucapan mereka itu.
" sebenarnya papah itu? lagi bertanya atau lagi meledek azka sih,enak saja wajah yang tampan paripurna ini.disamakan dengan cucian yang belum di setrika lagi,gak lucu ah pah." jawab azkara cemberut dan tidak percaya dengan ucapan sang papah yang menyamakan dirinya dengan cucian segala lagi,haduh hancur sudah Wajah tampannya ini.
sang papah yang mendengar ucapan sang anak yang memuji dirinya,ingin sekali muntah saat ini juga,betapa PD sekalinya putranya ini.ngatain dirinya ganteng paripurna,gak lagi eror kan otak putranya itu.
"PD sekali kau ini boys? jelas papahlah yang paling tampan,buktinya mamahku jatuh cinta dan menikah sama papah! iyakan sayang." ucap sang papah sarkas sebab dia tidak ingin ketampanan dirinya di kalahkan oleh satu orang manusia yang di sebut seorang anak.
azkara yang mendengar ucapan papahnya,yang mengatai dirinya PD.hanya bisa mencibir tanpa ada niatan sedikit pun membalasnya.
berbeda dengan sang mamah,yang hanya tersenyum kala mendengar putra memuji dirinya sendiri itu.terhitung itu sudah cukup lama sekali putra baru mengatai dirinya ganteng,sang istri hanya menganggukan kepalanya saja tanpa ada niatan sedikit pun membalas ucapan sang suami dan sementara sang istri yang sudah melihat wajah sang suami yang tidak enak di pandang serta keruh itu karena ulah sang putra.langsung saja tertawa terbahak walaupun tidak terlalu keras.
" hahaha! aduh perutku sakit,kalian berdua ini lucu banget sih? yang satu memuji dirinya tampan dan yang satu lagi gak mau tersaingi ketampanannya.pfth..ups." ucap sang mamah langsung menutup mulut kala melihat dua tatapan dingin mengarah kepadanya dirinya itu,sang mamah hanya cengengesan saja melihatnya.
" sudah sudah! kalian berdua ini apa Spain sih? memuji akan ketampanan wajah kalian itu,padahal kalian berdua tuh udah sangat tampan sekali dan ketampanan kalian itu tidak akan ada yang bisa menyainginya.perasaan tadi kita tengah membahas masalah azkara dan kenapa malah saling memuji diri sendri sih,kita kembali ke topik awal." sang mamah kepada kedua pria kesayangan yang beda usia itu.
kedua pria beda usia yang mendengar ucapannya itu hanya bisa mendengus sebel tidak suka,dengan ucapannya itu.
" enak saja mamah kalau ngomong?jelas gantengan azkalah kemana mana gitu,kalau Azka gak ganteng mana mungkin ada begitu banyak cewek yang mengantri untuk di jadikan pacar oleh putranya ini." ucap azkara jumawa kepada sang mamah sambil membanggakan dirinya,tentang banyak cewek yang mengantri untuk menjadi kekasihnya itu.
" ck! tak papah sangka ternyata? putra papa satu ini bad boy juga ya,kalau di sekolah." jawab sang papah mencibir kepada sang putra,yang begitu bangga akan kepopuleran dan kegantengannya di sekolah.bisa di bilang bahwa putra ini sang Casanova di sekolah.
" tak apa di bilang bad boys? asal jangan di bilang sad boys saja,tidak cocok nama itu tersemat di belakang nama putramu ini pah." ucap azkara sengit sambil terus membalas semua ucapan sang papah.
sang mamah yang mendengar mereka tidak ada sedikit pun yang mengalah,hanya bisa menggelengkan kepala pusing dengan dua pria beda usia di hadapannya kini.ia hanya bisa menepuk jidatnya sendiri dan mendesah lelah.
sang istri yang melihat perdebatan antara suami dan putranya itu,tidak ada niatan sedikit pun untuk melerainya,tetapi dia lebih memilih bertahan langsung kepada sang putra tentang masalah yang tengah dia hadapi saat ini.
" nak! masalah apa yang tengah kamu hadapi saat ini? bisakah kamu ceritakan sama kami,siapa tau kami bisa menemukan jalan keluar akan masalahmu itu." ucap sang mamah lembut bertanya kepada putranya itu.
azkara yang mendengar suara lembut dari seseorang yang bergelar seorang ibu sekaligus cinta pertamanya itu,mencoba menetralkan dengup jantungnya itu.denagn sedikit berdehem untuk mengurangi rasa gugupnya itu.
" ehm! sebenarnya masalah Azka di sekolah lumayan rumit mah pah? dan masalah ini menyangkut tentang pacar Azka serta....." jawab azkara menghentikan ucapannya di akhir kalimat.
kedua orang tua azkara yang melihat putranya hanya diam di akhir kalimat,cuma bisa menautkan kedua alisnya bingung,mereka tahu bahwa putranya tengah bingung saat ini.jadi mereka memutuskan untuk menunggu lanjutan cerita dari putranya itu,setelah menunggu lumayan lama,namun tidak ada niatan sang putra untuk melanjutkan ceritanya lagi sang mamah berinisiatif bertanya kembali.
" serta apa nak? coba ceritakan yang jelas! agar kami bisa menemukan solusi atas masalahmu itu." ucap sang mamah dengan suara lembutnya.
azkara yang mendengar suara sang mamah yang bertanya kepadanya, menjadi semakin gugup dan bingung mau menjawab apa.tidak mungkin dia akan menyeret nama sang sahabat kedalam masalahnya itu saat ini,bisa bisa kedua orang tuanya akan mengamuk.jika nama sang sahabat di ikut sertakan,tapi jika dia tidak menyebutkan nama sang sahabat di masalahnya ini.maka masalahnya tidak akan pernah kelar kelar,jadi dia harus bagaimana saat ini.bathin azkara berkecamuk Anatar untuk bilang atau gak,tapi kalau gak jujur mereka pasti akan curiga terhadapnya saat ini,ya sudah lebih baik jujur saja kepada mereka berdua.
" ehm! serta.....serta Icha? juga masuk kedalam masalah Azka saat ini mah." ucap azkara gugup dan badannya berkeringat dingin.
kedua orang tua azkara yang mendengar nama putri dari sahabatnya itu,mengerutkan keningnya bingung.
" Icha? kenapa dengan Icha emangnya nak." jawab sang mamah mencoba bertanya ulang,takut takut dia salah dengar.
azkara yang mendengar balasan ucapan dari sang mamah menganggukan kepalanya saja.berbeda dengan sang papah yang mendengar nama putri dari sahabat karibnya itu pun sama mengerutkan keningnya bingung,kenapa putranya membawa nama putri dari sahabatnya itu.
" memangnya ada apa dengan Icha? dan kenapa kamu membawa nama Icha kedalam masalahmu saat ini,apakah masalahmu ini ada hubungannya dengan Icha." ucap sang papah mencoba meminta penjelasan dari ucapan putranya itu.
azkara yang mendengar ucapan sang papah pun menganggukkan kepalanya dan mencoba menjawab ucapan dari sang papah.
" iya pah? icha " ucap azkara mengulangi lagi ucapannya itu.
" tapi kenapa dengan Icha? emangnya ada masalah apa dengan kalian berdua saat ini,bukannya selama ini kalian selalu baik baik saja.sejauh yang mamah lihat." jawab sang mamah,yang masih kekeh tidak percaya dengan kalimat yang sudah di ucapkan oleh putranya itu.
kedua orang tua azkara yang mendengarnya terus dan mencoba beberapa kali berbicara pun tetap masih bingung,ada apa dengan mereka berdua ini.apakah mereka berdua ini tengah bertengkar atau ada hal lainnya.yang mereka berdua tidak tahu.
" sebenarnya kami...." Jawab azkara mengantungkan Kalimatnya,sebab sang papah sudah lebih dulu menyela dirinya itu.
" tunggu sebentar! emangnya kamu ada masalah apa sama Icha selama ini? seperti yang di katakan mamahmu itu,kalian berdua selama ini baik baik saja dan sekarang malah terlibat sebuah masalah.apa ini ada hubungannya dengan kekasihmu yang tadi kamu sebutkan itu,benar." ucap sang papah mencoba memecahkan masalah sang putra dan menghubungkannya dengan kekasih putranya itu.
sang istri yang mendengar sang putra punya kekasih,hanya melongo tidak percaya. ' tunggu sebentar! tadi putra punya pacar? apa jangan jangan pacar putra ini yang udah membuat masalah duluan dengan Icha dan hingga membuat mereka menjadi ribut '. seperti mendapatkan ide brilliant sang mamah pun dengan tidak sabarannya bertanya kepada sang putra.
" apakah! masalah yang tengah kamu hadapi saat ini? pertengkaran antara kekasihmu itu dengan Icha begitu,hingga menyebabkan kamu jadi pusing begini." ucap sang mamah mencoba menebak jalan pikiran putranya itu.
tapi sayang seribu sayang,tebakan sang mamah harus meleset begitu saja,hanya gelengan kepala yang azkara dapatkan sebagai jawabannya.sang mamah yang melihat putranya menggeleng sebagai jawaban,hanya bisa cemberut begitu saja.
aku sengaja gak buat,selalu berfokus ke Icha dan azkara,tapi kesemuanya.
para kelima Anak demit,raja dan ratu Kunti demit dan kisah cinta antara Icha dan pak rangga,agar sedikit berbeda aja