NovelToon NovelToon
Kehidupan Kedua: Kali Ini, Aku Yang Mengatur Permainan Mereka

Kehidupan Kedua: Kali Ini, Aku Yang Mengatur Permainan Mereka

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: INeeTha

Pernahkah kamu salah memilih pasangan hingga berujung maut?

Shanaya tewas setelah dipaksa menelan racun. Suaminya, Alvian, dan sepupunya, Anastasia, merampas perusahaannya. Mereka berdua bahkan membunuh ibu Shanaya demi uang.

Mati ternyata bukan akhir bagi Shanaya. Dia terbangun tujuh tahun di masa lalu, tepat tiga hari sebelum acara tunangannya dengan Alvian.

Shanaya menolak mati konyol untuk kedua kalinya. Dia menyusun siasat untuk membalas dendam. Targetnya adalah menghancurkan Alvian dan Anastasia.

Untuk itu Shanaya butuh panggung besar. Dia mengincar Steven Aditya, bos media televisi. Dulu Steven ikut andil dalam kehancurannya. Kali ini, Shanaya akan memaksa pria itu tunduk dan bekerja sama.

Satu kejutan menanti Shanaya. Bukan cuma dia yang kembali ke masa lalu. Ada satu orang lagi yang juga hidup kembali dan mengulang waktu. Siapa orang ini? Apakah dia sekutu yang akan membantu Shanaya, atau musuh yang jauh lebih mematikan?

Baca cerita ini dan temani Shanaya menagih balasa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INeeTha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Sedang Menimbang

Ruang kerja Shanaya sepi. Sinar lampu jalanan menembus celah kerai, membentuk garis panjang di lantai. Ia menatap layar monitor komputer. Teks dari Leo beberapa jam lalu masih terbuka. Pesan bocor dari jaringan internal Kanal Satu. Sebuah artikel tentang dirinya yang ditulis Steven dua tahun lalu, tepat saat Shanaya mulai masuk ke Kesuma Mode.

Shanaya bersedekap. Ia mencoba mengingat setiap detail kehidupannya yang lalu. Steven Aditya adalah algojo utamanya. Produser itu tidak pernah memberinya ampun. Kanal Satu adalah mesin penggiling yang mengubah nama Kesuma menjadi abu. Tapi sekarang, ada fakta yang meleset dari memorinya.

"Leo." Shanaya menekan tombol panggil di ponsel enkripsinya.

"Ya, Nona?" Suara serak Leo menyapa.

"Bongkar server arsip Kanal Satu. Aku mau naskah draf artikel itu. Draf mentah, lengkap dengan riwayat revisinya. Pastikan tidak ada jejak retasan."

"Server media sebesar Kanal Satu? Tingkat keamanannya lumayan, Nona."

"Aku bayar tiga kali lipat."

"Setengah jam." Leo memutus sambungan.

Tiga puluh menit terasa seperti hukuman gantung yang ditunda. Jari Shanaya mengetuk meja kaca, ritmenya cepat dan kasar. Ia butuh jawaban. Selama ini ia menyusun strategi balas dendam dengan satu asumsi pasti: Steven adalah bagian dari kelompok Alvian. Tapi tindakan Steven malam ini, peringatan soal utang keluarga Restu, dan kini draf artikel masa lalu itu, merusak perhitungan logisnya.

Ponselnya bergetar panjang. Tiga fail baru masuk ke kotak surat terenkripsi.

Shanaya membuka fail pertama.

Itu bukan sekadar artikel berita. Itu adalah sebuah laporan investigasi independen yang belum selesai. Layout kasarnya menampilkan wajah Shanaya yang diambil secara sembunyi-sembunyi saat ia sedang berdebat dengan salah satu direksi Kesuma. Di bawahnya, deretan teks yang ditulis tangan oleh Steven sendiri. Draf kasar yang penuh coretan dan revisi.

Alvian Restu membangun aliansi dengan dewan direksi. Shanaya Kesuma diisolasi dari laporan keuangan. Gadis ini tidak tahu dia sedang dijagal dari dalam.

Tangan Shanaya mendadak dingin. Ia membaca paragraf demi paragraf. Analisis Steven sangat presisi. Pria itu sudah memetakan rencana kudeta Alvian dan Anastasia jauh sebelum Shanaya sendiri menyadarinya di kehidupan lalu. Steven mengupas aliran dana palsu, membedah rapat rahasia Anastasia dengan vendor pesaing, dan menemukan dokumen palsu yang menjerat nama Shanaya.

Steven tahu semuanya.

Shanaya pindah ke fail kedua. Sebuah catatan editorial yang ditandatangani oleh dewan direksi Kanal Satu.

Steven, tahan artikel ini. Alvian Restu menawarkan hak siar eksklusif peluncuran Kesuma Mode selama lima musim jika kita menutup mata. Gadis Kesuma itu tidak bernilai cukup untuk kita jadikan tumbal.

Gigi Shanaya beradu keras. Jadi ini alasannya. Di kehidupan lalunya, Kanal Satu diam seribu bahasa saat ia memohon klarifikasi atas fitnah Anastasia. Mereka sudah dibeli. Bukan hanya oleh uang, tapi oleh perhitungan dingin dewan direksi soal siapa yang lebih menguntungkan. Shanaya yang hancur lebih bernilai jual daripada Shanaya yang melawan. Steven kalah sistem.

Ponsel utamanya bergetar. Steven.

"Halo." Suara Shanaya turun setengah oktaf, berusaha menahan amarah yang meletup.

"Kenapa suara kamu begitu?" Nada bicara Steven pelan, tapi ketajamannya masih terasa. "Makan malam dengan serigala Pondok Indah membuatmu sesak napas?"

"Aku menemukan sesuatu malam ini, Steven." Shanaya tidak basa-basi. "Sesuatu yang membuatku bertanya, apa posisimu di kehidupan ini? Kawan, atau sekadar oportunis yang menunggu siapa yang menang?"

Terdengar helaan napas pendek dari seberang. "Apa yang kamu tahu?"

"Aku tahu kamu pernah memegang pisau bedah untuk menyelamatkan Kesuma dua tahun lalu. Tapi kamu simpan pisau itu, lalu menonton aku ditelanjangi di depan publik." Shanaya mengepalkan tangannya kuat-kuat. "Kenapa, Steven? Kenapa kamu diam waktu itu?"

Hening.

Bukan hening karena bingung, tapi hening orang yang sedang menimbang.

"Karena kamu memilih Alvian." Suara Steven sedingin es.

Shanaya membeku.

"Kalau artikel itu saya paksa tayang, kamu orang pertama yang akan membela Alvian habis-habisan di depan media." Terdengar suara kursi yang digeser. "Kamu bahkan akan menghancurkan siapa pun yang mencoba menarikmu keluar."

Rasa panas menjalar ke leher Shanaya. Pria ini sangat arogan. Tapi, sebagian kecil dari dirinya tahu, Steven benar. Di kehidupan lalu, cinta butanya pada Alvian adalah senjata paling mematikan yang menghancurkan dirinya sendiri. Ia terlalu bodoh waktu itu. Ia akan menerjang siapa pun yang menyerang Alvian.

"Dan sekarang?" Shanaya mendesis, suaranya parau karena emosi yang tertahan.

"Sekarang?" Terdengar tawa pendek, humor gelap dari bibir Steven. "Sekarang kamu akhirnya berhenti jadi perempuan bodoh."

Sambungan terputus.

Shanaya mematung. Pria ini luar biasa. Di kehidupan sebelumnya, Steven bukan bersekutu dengan Alvian. Pria itu menyudutkannya karena Shanaya terlalu naif dan mengabaikan peringatan-peringatan kecil. Di kehidupan ini, Steven memberinya amunisi karena ia melihat Shanaya sudah bisa membaca peta pertempuran.

Shanaya membuang napas panjang. Ia kembali menatap layar komputer. Ia membuka fail ketiga. Fail terakhir yang dikirim Leo.

Itu adalah file text berisi draf akhir artikel Steven. Teks mentah tanpa layout. Matanya memindai judul yang tidak pernah tercetak di halaman depan Kanal Satu.

Shanaya Kesuma: Korban atau Korban yang Bodoh?

Di akhir naskah itu, ada satu paragraf yang dicoret tebal:

Jika Shanaya Kesuma tetap memilih menjadi bodoh, maka kehancurannya nanti bukan lagi tragedi. Itu pilihan.

1
gina altira
Rasakannn
gina altira
Gila, ini duo monster
gina altira
Bikin emosi ni Anastasia
sukensri hardiati
dari shanaya pindah ke sabrina...trus ke shanaya lagi....makasiiih....
sukensri hardiati: Sami2 👍💪🙏
total 2 replies
sukensri hardiati
tambah rameee....
sukensri hardiati
waduuuuh....
sukensri hardiati
bodoh banget yg mau kerja sama ama anastasia....dah ketahuan dua kali jadi plagiator
gina altira
Konflik nya makin seruu, 👍
gina altira
Shanaya kuat
tutiana
luar biasa
sukensri hardiati
cepet up ya....pingin tahu cara steven keluar dr jeratan masalahnya
sukensri hardiati
ayah shanaya dah meninggal ya...
sukensri hardiati
lama juga tunangannya...tujuh tahun..
sukensri hardiati: 🙏💪👍 ok....dah klir
total 3 replies
gina altira
Steven perhatian juga
Titi Liana
suka
tutiana
sm seperti bab sebelumnya Thor ?
INeeTha: Makasih kak🙏🙏
total 4 replies
gina altira
greget bgt sama Alvian
INeeTha
Makasih buat semua yang sudah mampir, semoga suka dan baca sampai tamat lagi ya 🙏🙏🙏
tutiana
hadirr Thor
gina altira
Semangat terus Thor
INeeTha: makasih kaka🙏🙏🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!