NovelToon NovelToon
STH: Beyond Immortal

STH: Beyond Immortal

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Timur / Sistem
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: RA.AM

Genre: Sistem, Fantasi Timur, Reinkarnasi, Fanfiction, Over Power 🔥🔥


Li Yao mati, lalu sistem memberinya lima tubuh sekaligus di dunia Shrouding the Heavens, kemudian pergi begitu saja. Dengan satu jiwa dan lima takdir, ia harus berkembang dalam diam dan menyatukan kelimanya saat menembus ranah Four Pole. Zona Terlarang, makhluk tertinggi, bahkan para Kaisar Agung? Mereka semua akan berlutut, karena seorang penguasa sejati telah lahir! Li Tiandi:

"Zaman dan Era telah berubah."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RA.AM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19 — Istana Dao!

Li Yao tidak tahu berapa lama ia duduk bersandar di dinding gua yang dingin. Tubuhnya perlahan pulih. Luka di lengannya mengering, membentuk kerak tipis berwarna kehitaman.

Bekas luka bakar di telapak tangan kanannya mulai terasa gatal—tanda bahwa jaringan baru tumbuh di bawah kulit yang rusak.

Tubuh Kekacauan memang luar biasa dalam pemulihan. Dalam waktu kurang dari setengah hari, luka yang seharusnya membuat kultivator biasa terbaring berhari-hari sudah hampir sembuh total.

Li Yao membuka mata. Cahaya matahari dari luar gua telah berubah menjadi keemasan. Debu-debu beterbangan di udara, menari-nari dalam sinar yang masuk melalui celah-celah batu.

“Sudah waktunya."

Li Yao berdiri. Kaki kirinya yang sempat terkilir saat melompat dari tebing kemarin kini sudah tidak terasa sakit. Ia merenggangkan bahu, lalu memeriksa jubahnya.

Jubah putihnya sudah tidak layak pakai—robek di beberapa tempat, berlumuran darah kering yang menghitam, serta bekas hangus dari serangan api singa di bagian lengan.

Li Yao membuka ikatan jubahnya. Kain itu jatuh ke tanah berdebu. Dari dalam Lautan Pahit, ia mengeluarkan jubah cadangan. Ia mengenakannya, mengikat pinggangnya dengan simpul sederhana.

“Hem, karena tidak ada lagi yang harus dilakukan, maka selanjutnya."

Li Yao duduk bersila di tengah gua, menghadap ke arah batu-batu yang masih mengeluarkan sisa-sisa panas dari pertarungan tadi. Matanya tertutup. Dari dalam Lautan Pahit, ia mengeluarkan dua benda.

Raja obat kecil berwarna merah menyala. Buah itu masih berdenyut pelan, seperti jantung kecil. Aromanya semerbak—madu tua campur rumput kering, dengan sedikit bau anyir darah, tanda bahwa ramuan ini mengandung energi yang ilahi yang luar biasa.

Satu potong batu sumber ilahi sebesar kepalan tangan anak kecil, berwarna keemasan transparan. Energi di dalamnya padat dan murni, mengalir seperti air dalam botol kaca.

Li Yao menempatkan batu sumber ilahi di pangkuannya. Raja obat kecil ia pegang di telapak tangan kiri. Li Yao menarik napas dalam, kemudian.

Serap!

Energi dari raja obat kecil tersedot ke dalam pori-pori telapak tangan kirinya dalam hitungan detik. Buah merah itu mengerut, berubah menjadi coklat kusam, raja obat kecil langsung kehilangan sebagian esensinya.

Hampir bersamaan, batu sumber ilahi di pangkuannya bergetar. Energi keemasan mengalir naik ke Roda Kehidupannya melalui titik di bawah pusar.

Dua aliran energi—satu panas seperti bara api, satu hangat namun menusuk—bertabrakan di dalam Lautan Pahitnya. Li Yao menggigit bibir bawahnya, rasa sakit seperti ini hanya masalah sepele baginya.

Tubuh Kekacauan-nya mulai bekerja. Li Yao menarik energi api dari raja obat kecil naik ke dada, menuju jantung. Energi dari batu sumber ilahi ia biarkan tersebar ke seluruh tubuh, memperkuat fondasi spiritualnya.

Energi api merambat naik, melewati tenggorokan, masuk ke rongga dada. Di sana, ia mulai berkumpul di sekitar jantung.

Detak jantung Li Yao berubah. Sembilan puluh, seratus, seratus dua puluh.

Li Yao bisa merasakan dadanya berdegub kencang. Setiap detak terasa seperti hantaman palu godam. Wajahnya memerah, suhu tubuhnya naik drastis.

"Apakah memang sesakit ini? Atau karena tubuh Kekacauan ku?"

Li Yao tidak bisa menghentikan proses ini. Karena ini adalah bagian dari syarat menerobos ranah Istana Dao. Jantung adalah organ pertama yang harus ia olah, dan elemen api adalah kuncinya.

Api akan membakar kotoran spiritual di dalam jantung—lapisan kegelapan yang menempel sejak lahir, sisa-sisa duniawi yang menghalangi jiwanya.

Api Dao harus membakarnya. Tapi api itu harus berasal dari dalam dirinya sendiri. Raja obat kecil hanyalah pemicu. Batu sumber ilahi hanyalah bahan bakar. Yang benar-benar membakar adalah energi spiritual Kekacauan dalam tubuh Li Yao sendiri!

Li Yao memejamkan mata lebih erat, memusatkan pikirannya ke jantung. Ia membayangkan organ itu sebagai kuncup teratai yang masih tertutup rapat. Di sekelilingnya, energi api berputar seperti angin puyuh.

Buka!

Li Yao menarik energi api itu masuk.

Panas sekali! panas terasa menembus daging, menembus tulang, menembus sampai ke inti jiwa.

Jantungnya terasa terbakar. Tapi Li Yao tidak mengeluh, ia hanya bisa menggigit bibir bawahnya lebih keras.

Sejak awal mulai berkultivasi, Li Yao tentu saja tau. Meskipun tubuh Kekacauan-nya adalah fisik tak tertandingi, mengolah tubuh Kekacauan juga sangat sulit. Butuh kerja keras berkali-kali lipat dibandingkan praktisi biasa.

Oleh karena itu, Li Yao sanggup menahan sedikit rasa sakit yang membakar ini!

Setiap tetes energi api yang masuk ke dinding jantung terasa seperti batu bara panas di atas kulit. Jantungnya berdetak semakin kencang—seratus empat puluh, seratus enam puluh—hingga ia tidak bisa lagi menghitung. Dadanya seperti akan meledak.

Entah berapa lama waktu telah berlalu, rasa panas itu perlahan menghilang. Detak jantungnya kembali normal, Li Yao merasakan sesuatu yang lain, sangat ringan?

Seperti beban yang selama ini ia pikul tanpa sadar, terangkat sedikit demi sedikit.

Proses ini berlangsung lama. Entah satu jam, entah tiga jam. Keringat membasahi seluruh jubah barunya. Wajahnya pucat, bibirnya pecah-pecah.

Energi api dari raja obat kecil habis. Batu sumber ilahi di pangkuannya sudah tidak lagi mengeluarkan cahaya keemasan—hanya kerikil transparan yang rapuh.

Tapi proses untuk memurnikan jantung nya belum selesai sepenuhnya! Tanpa ragu Li Yao menghirup udara secara gila-gilaan.

Li Yao kemudian mengumpulkan sisa energi api yang tersebar di sekujur tubuhnya–merembes ke lengan, ke kaki, ke kepala—semua ia tarik ke dada. Li Yao mengorbankan cadangan spiritualnya sendiri, mengubahnya menjadi api. Ini berbahaya. Tapi Li Yao sendiri tidak punya pilihan.

Dan di tengah proses yang menyiksa tersebut, kini Li Yao merasakan denyutan aneh dari bawah tanah.

Jantungnya yang sudah kembali stabil tiba-tiba ritmenya berubah. Bukan semakin kencang, tapi semakin teratur. Berirama dengan sesuatu di jauh di bawah.

"Apa yang terjadi?" Li Yao mengerutkan kening, ia merasa sesuatu yang tidak asing bereaksi dengan jantung nya sendiri.

Tidak lama kemudian, Li Yao teringat sesuatu.

Hutan Purba bukanlah hutan biasa. Hutan ini adalah tempat di mana Makam Kaisar Iblis Azure terkubur.

Kaisar Iblis Azure — nama aslinya Wan Qing. Ia bukanlah keturunan Iblis sejak awal. Ia hanyalah sebatang teratai pusaka suci Chaos Qinglian yang secara tidak sengaja tumbuh di Kolam Pengubah Iblis.

Dari teratai, ia berubah menjadi Iblis, lalu menjadi Kaisar Agung. Ia adalah satu-satunya Iblis yang mencapai level Kaisar Agung dalam era Bumi yang tandus. Setelah ia mencapai puncak, puluhan ribu tahun berlalu tanpa Kaisar baru yang muncul—cukup membuktikan betapa mengerikannya Qing Di!

Tapi kehendak atau takdir berkata lain. Kaisar Qing ingin mencapai keabadian, tetapi keabadian dalam fana. Kaisar Qing memotong-motong jasad sendiri, roh purba nya sendiri masuk ke dalam Menara Terpencil, berharap menciptakan keabadian dalam fana.

Jika Kaisar Qing bisa bersabar menunggu beberapa ribu tahun dan sampai pada era ini, mungkin Kaisar Qing bisa mencapai alam abadi ketika gerbang keabadian terbuka sekitar dua ratus tahun dari sekarang.

Kekacauan kegelapan terjadi ketika makhluk tertinggi dari Zona Terlarang gagal mencapai keabadian. Kalau saja Kaisar Qing masih hidup dan memiliki otoritas Kaisar Agung, makhluk tertinggi tidak akan berani memulai kekacauan kegelapan!

Di dalam makamnya yang tersembunyi, tersimpan jantung Kaisar Iblis Azure—peninggalan yang masih mengandung sisa-sisa spiritual dari Kaisar Iblis agung sendiri. Darah jantungnya merah menyala, kualitasnya tak tertandingi.

Putri Iblis Yan Ruyu, keturunan langsung dari Kaisar Iblis Azure, telah menunggu turun-temurun selama puluhan ribu tahun hanya untuk mendapatkan jantung ini.

Bukan sekadar untuk mempercepat kultivasi—melainkan untuk mengolah teknik tertinggi yang diwariskan dari leluhurnya. Teknik itu konon hanya bisa dipelajari oleh keturunan langsung, dan hanya setelah mengolah jantung Kaisar Iblis Azure.

Selain jantung, makam ini juga menyimpan berbagai harta karun seperti Chaos Qinglian (senjata kekaisaran), Desolate Tower (pusaka tertinggi umat manusia), Supreme Green Copper, fragmen suci, hingga selembar kulit binatang yang tercatat Dao Te Ching.

Li Yao tersenyum tipis mengingat itu semua. Senjata tertinggi Kaisar. Tapi untuk saat ini ia tidak tertarik dengan hal-hal tersebut.

Makam Kaisar Iblis belum terbuka. Masih beberapa tahun lagi—sampai Ye Fan dan teman-temannya tiba di Bintang Biduk, barulah formasi di makam itu akan mulai melemah.

Dan ketika makam itu benar-benar terbuka, Li Yao akan melihat situasinya. Mungkin ia dapat memungut beberapa harta Karun?

Li Yao tidak perlu masuk ke makam Kaisar Iblis, bersaing dengan ratusan kultivator lain, hanya untuk mendapatkan satu fragmen pusaka. Ia punya jalannya sendiri.

Tubuh Kekacauan-nya masih lemah. Lima tubuh nya yang tersebar belum bersatu kembali. Li Yao juga tidak ingin bersaing dengan tokoh protagonis seperti Ye Fan.

Ia tahu bahwa jalan Ye Fan sebagian telah diatur oleh Ruthless Emperor, dan Li Yao sendiri? Jalan nya yaitu menjadi lebih kuat secepat mungkin! Oh dan masih ada sistem, meskipun saat ini sistem milik Li Yao masih offline.

"Begitulah, aku dan Ye Fan punya jalan masing-masing, tak terkecuali untuk semua orang."

Biarlah orang lain yang berebut kesempatan dengan Ye Fan. Li Yao cukup fokus pada dirinya sendiri.

Alasan jantung nya bereaksi telah diketahui. Li Yao kemudian tidak memperdulikan. Untuk saat ini, ia harus fokus pada satu hal, menerobos Istana Dao!

Li Yao mengabaikan denyutan itu. Fokusnya kembali ke dalam tubuh.

Di dalam dadanya, energi api yang tersisa mulai menyatu sempurna dengan jantung. Suara detak jantungnya yang tadinya berdebar beresonansi mulai tenang beraturan dan tabil.

Dum... dum... dum...

Seperti genderang perang yang dipukul tepat waktu. Tidak terlalu cepat tapi juga tidak terlalu lambat.

Dan dari dalam jantung itu — dari otot yang terbakar dan lapisan kotoran yang telah hangus, energi spiritual baru muncul seperti lautan luas, mengisi kekosongan spritual tubuh Li Yao.

Lebih murni dan padat. Lebih liar, tapi anehnya sangat terkendali. Seperti api di perapian yang menyala terang namun tidak membakar apa pun di sekitarnya.

Ini adalah energi spiritual Istana Dao, lapisan pertama mengolah jantung elemen api, selesai!

Li Yao membuka matanya.

Udara di sekitarnya terasa sedikit panas. Ia mengangkat tangan kanannya. Energi api berkumpul di telapak tangannya.

"Aku bisa menghancurkan sepuluh diriku di masa lalu hanya dengan satu pukulan."

Jadi beginilah rasanya, Istana Dao!

Li Yao tidak melompat kegirangan. Ia hanya merasakan aliran energi padat yang mengalir dari jantung ke seluruh tubuh. Seperti air di sungai yang kering. Seperti napas pertama setelah tenggelam.

Konsentrasi energi Kekacauan-nya telah bertambah berkali-kali lipat! Dengan kekuatan yang dimiliki Li Yao saat ini, ia yakin bisa melawan dan membunuh seseorang dari ranah Four Pole!

1
Eza Bae
tes
Eza Bae
test
Eza Bae
tes
T28J
saya mampir Thor 👍👍
Fajar Fathur rizky
update yang banyak thor semangat thor
SnowEdge: test ombak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!