NovelToon NovelToon
Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat

Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Misteri / Romansa / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sang_Imajinasi

JUARA 3 YOU ARE A WRITER 2025 (KATEGORI IV)

Terlahir kembali sebagai Tian Feng di Desa Batu Angin yang terpencil, ia merasakan keputusasaan total.

Mantan Dewa Langit, kini terperangkap dalam tubuh lemah tanpa Dou Qi, menjadi sasaran cemoohan.

Titik baliknya adalah penemuan batu hitam misterius yang ternyata menjadi wadah bagi Yao Ling, seorang ahli Dou Zun yang disegel.

Di bawah bimbingannya, Tian Feng tidak hanya melatih Dou Qi dari nol, tetapi juga melatih kembali jiwanya untuk menerima kondisi fananya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 19

Tian Feng tidak kembali ke kamarnya. Ia langsung menuju gua latihan terpencil yang sama tempat ia menguasai teknik apinya. Privasi adalah hal yang paling ia butuhkan saat ini. Di tengah gua yang dingin, ia meletakkan tungku alkemis hitamnya yang murah di atas tanah yang rata. Ia mengeluarkan tiga paket bahan herbal dan menatanya dengan rapi.

Ini adalah pemandangan yang sederhana, bahkan menyedihkan, untuk awal perjalanan seorang alkemis.

"Hmph, tungku sampah," cibir Yao Ling di benaknya. "Tapi ingat, bocah. Tungku hanyalah alat. Seorang master sejati bisa menyuling pil di dalam cangkir teh sekalipun. Yang terpenting bukanlah alat di depanmu, tetapi api di bawahnya dan jiwa di dalam dirimu."

Tian Feng mendengarkan dengan saksama saat Yao Ling memberinya pelajaran pertama dalam alkimia.

"Ada tiga pilar alkimia," jelas roh tua itu. "Pertama adalah kontrol api. Kau harus bisa menaikkan dan menurunkan suhu dengan presisi seekor capung yang menyentuh permukaan air. Afinitas apimu memberimu keuntungan besar di sini. Kedua adalah pemurnian esensi. Ini adalah proses memisahkan sari pati murni dari ampas herbal. Ini membutuhkan energi jiwa. Dan yang ketiga, yang paling penting sekaligus paling sulit, adalah kondensasi pil. Ini adalah saat kau menggabungkan semua esensi murni dan memadatkannya menjadi pil. Langkah ini membutuhkan ledakan kontrol jiwa yang sempurna. Terlalu lemah, dan pil akan gagal terbentuk. Terlalu kuat, dan seluruh tungku akan meledak."

Dengan pelajaran itu di benaknya, Tian Feng memulai.

Ia menyalakan api di bawah tungku menggunakan Dou Qi-nya. Api keemasan pucat menjilat bagian bawah tungku dengan suhu yang stabil dan merata, sebuah tingkat kontrol yang akan membuat murid alkemis lain iri.

Ia memasukkan set pertama bahan Pil Darah Bintang: sehelai Rumput Jantung Merah, sebuah Akar Urat Besi, dan tiga buah Bunga Embun Malam.

Mengikuti instruksi Yao Ling, ia melepaskan sebagian kecil dari energi jiwanya yang agung ke dalam tungku. Jika energi jiwa seorang alkemis biasa adalah sebuah sungai kecil, maka energi jiwa Tian Feng adalah samudra pasifik. Ia hanya perlu menggunakan satu tetes darinya.

Dengan presisi yang tidak manusiawi, ribuan benang energi jiwa yang tak terlihat bekerja di dalam tungku. Mereka membungkus setiap helai herbal, memanaskannya dengan lembut, memisahkan esensi cairnya yang murni dari ampas hitam yang kotor. Proses yang seharusnya menjadi bagian tersulit bagi pemula, diselesaikan oleh Tian Feng dalam beberapa menit dengan mudah.

Sekarang, di dalam tungku, ada tiga gumpalan cairan murni yang berkilauan. Merah, abu-abu metalik, dan biru pucat.

"Bagus," puji Yao Ling. "Sekarang, gabungkan mereka dan lakukan kondensasi!"

Dengan penuh percaya diri, Tian Feng membungkus ketiga cairan itu dengan energi jiwanya dan memadatkannya dengan cepat.

POOF!

Sebuah awan asap hitam pekat mengepul dari lubang tungku, membawa bau hangus yang menyengat. Di dasar tungku, hanya tersisa tumpukan abu hitam.

Kegagalan.

Tian Feng menatap tungku itu tanpa ekspresi.

"Aku terlalu kuat," katanya dengan tenang.

"Ledakan energi jiwaku di saat terakhir terlalu besar untuk esensi yang begitu rapuh. Aku menghancurkannya, bukan memadatkannya."

Yao Ling terdiam, lalu tertawa. "Analisis yang tepat. Kontrol kekuatanmu masih mentah. Coba lagi. Kau masih punya dua set bahan."

Tanpa frustrasi, Tian Feng membersihkan tungku dengan Dou Qi-nya dan memulai lagi dari awal. Kali ini, ia jauh lebih berhati-hati. Proses pemanasan dan pemurnian kembali berjalan mulus.

Saat tiba di langkah terakhir, ia berhenti sejenak. Ia menarik napas, menenangkan samudra di dalam jiwanya. Kali ini, ia tidak menggunakan gelombang, melainkan riak yang paling lembut. Ia membungkus cairan esensi yang telah menyatu itu dengan energi jiwanya, lalu memadatkannya dengan tekanan yang terus menerus meningkat secara perlahan, seperti seorang perajin yang menekan tanah liat dengan lembut.

Cairan itu mulai berputar, membentuk pusaran kecil di dalam tungku. Aroma obat yang kaya dan manis mulai memenuhi gua. Pusaran itu berputar semakin cepat, memadat ke tengah, hingga...

TINK!

Sebuah suara dentingan kecil yang jernih terdengar dari dalam tungku.

Tian Feng memadamkan api dan membuka tutupnya. Di dasar tungku hitam itu, tergeletak lima butir pil seukuran kacang polong. Masing-masing berwarna merah darah, permukaannya halus dan berkilau. Di tengah setiap pil, ada sebuah titik perak kecil yang berkelip seperti bintang di langit malam.

Pil Darah Bintang, kualitas puncak.

Seorang pemula, pada percobaan kedua, berhasil menyuling satu kantong penuh pil tingkat satu dengan kualitas tertinggi. Ini adalah sesuatu yang bahkan Ling Yue sekalipun tidak akan percaya jika ia tidak melihatnya sendiri.

Tian Feng mengambil salah satu pil itu. Ia bisa merasakan energi darah dan kehidupan yang murni dan lembut di dalamnya. Tidak ada jejak kotoran sama sekali.

Ia berhasil. Bukan dalam seminggu, tetapi dalam waktu kurang dari satu hari. Taruhan itu telah ia menangkan.

Ia menatap pil kecil di telapak tangannya. Ini bukan hanya sebuah pil. Ini adalah bukti. Bukti bahwa ia bisa berjalan di dua jalan sekaligus. Ini adalah kunci kemandiriannya.

Ini baru permulaan, pikirnya, matanya bersinar dengan cahaya yang dalam di kegelapan gua.

Dengan tangan ini, aku tidak hanya akan mengguncang langit, tapi juga akan menyuling takdir itu sendiri.

1
Benny Gunawan
cerita yang menarik
Ground Ram
Seharusnya mereka bekerja sama menanam benih "bhodi"di rahim Xue Ling.🤭🤭
Bucekjohn.22 Bucekjohn
spt biasa harta menang perang sia sia diviarkan sangat hambar bahkan taruhan diarena nol... hambar sehambarnya...
Bucekjohn.22 Bucekjohn
arena judi sepi taruhan sangat hambar...
Bucekjohn.22 Bucekjohn
menolak harta menang pwrang adalah sia sia.. kultivator mesken gak punya pundi masa depan.. hambar hambar sangat...
V
😍😍😍💪💪💪
Alamgir Abrisam
alaasaan Classsiccc minta sumbangan, ahahha🤣🤭
pampam
baru menghadapi kroco-kroconya sudah kepayahan, bagaimana jika bertemu dengan yang lebih hebat, pasti langsung mati ketiga kalinya
pampam
"sebuah monster", kok "monster disebut buah", kalo "seekor monster" bisa jadi
pampam
pemuda sangat muda, kenapa tidak "anak kecil" atau "bocah"
pampam
untuk naik satu ranah kecil sebegitu nya heboh ya,. taik
pampam
pengasingan yang sia-sia, kenapa, bukannya memperkuat diri tapi meratapi kematian teman,. taik
pampam
jika bisa bergerak secepat itu kenapa tidak bisa menyelamatkan Lin Yue..taik
pampam
12 tahun masih anak-anak, masih bocah bro, pemuda itu umur 16 tahun keatas
pampam
seorang jiwa dewa kuno minim pengetahuan, aneh rasanya
pampam
seorang dewa walaupun hanya jiwa nya, kan kuat juga bukannya lemah
pampam
haaa,. mati dua kali
dewa pedang
MC sebenar identitas ya siapa jir ingatan ada tapi GK tau jurus ya sendiri kan aneh GK di jelasin identitas ya
Pudan
top
Dadang Supriatna
cerita yg berkelas .. good job 👍👍👍
Akun Xiomi: 👍😀😛😓😇😎😋💪👌🆗
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!